
Setelah menyelesaikan makan siangnya yang ditemani ibunya,Khanza masuk kamar. Tidak ada tanda-tanda hapenya ada pesan maupun telepon masuk.
Khanza mengerutkan keningnya sambil memegang ponselnya. " Kok dia gak ngabarin ya? Apa dia(Lintang) belum pulang ya? Tapi kalo belum pulang ini kan sudah sejam lebih,apa dia lupa ya?"batin Khanza bertanya-tanya.
Akhirnya Khanza tertidur sambil memegangi ponselnya.
Ceklek!
Ny. Ratna membuka pintu kamar Khanza dan melihat putrinya tengah tertidur sambil memegangi ponsel. "Ya ampun nak,segitunya kamu nunggu kabar dari temn kamu,sampai tidur aja hape dibawa"gumam ibu geleng-geleng kepala.
Akhirnya ibu Ratna memutuskan meninggalkan Khanza,namun baru saja ibu Khanza menaikkan bokongnya,dia melihat ponsel Khanza layarnya terang yang menunjukkan ada pesan masuk,karena jika ada telpon masuk pasti ponsel paling tidak berbunyi atau bergetar.
Di hape Khanza ibu melihat tertera nama Asta mengirimkan sebuah pesan. Diserang rasa penasaran ibu mengintip apa isi pesan tersebut. Dilayar tertulis kata "udah" . "teman Khanza ada yang namanya Asta ya? Murid baru?"batin ibu Ratna bertanya dengan kening berkerut.
Setelah sempat 'mengintip siapa orang mengirim pesa pada anaknya ibu Ratna meneruskan meninggalkan kamar Khanza lalu menutup pintu pelan.
__ADS_1
***
"Eugh,,,!Khanza mengerjap. Jam berapa ini?"monolog Khanza dengan mengucek matanya dengan satu tangannya. Lalu dia tersadar dia sedang menunggu kabar dari Lintang sampai tertidur.
Masih dengan posisi berbaring,Khanza memeriksa pondelnya apakah ada pesan yang masuk. Matanya langsung membuka sempurna saat dia melihat pesan masuk dari Asta(Prasta \=panggilan Khanza untuk Lintang ). Keningnya berkerut membaca pesan yang masuk dari Lintang hanya berisi jawaban "Dah".
Rasa tak percaya dengan jawaban yang diberikan Lintang,Khanza menegakkan posisi tidur menjadi tegak,menyandarkan tubuhnya disandaran kepala kasur.
Khanza mengscrol pesan-pesan masuk yang berasal dari Lintang,berharap ada pesan masuk yang mungkin belum terbuka olehnya,namun hasilnya nihil. Hanya satu pesan masuk yang tadi sudah dia buka. "Mungkinkah dia sibuk?"batinnya bertanya.
Berbagai pikiran berspekulasi di otaknya mengenai pesan Lintang,dan dia mensugesti dirinya "mungkin Lintang sibuk."
Khanza yang tidak menyangka ibunya akan masuk kekamarnya buru-buru mengunci ponsel tanpa memback terlebih dulu aplikasi pesan tersebut.
Dengan berusaha menormalkan raut mukanya,Khanza membalas senyum yang diberikan ibu untuknya.
__ADS_1
"Putri ibu sudah bangun. Nunggu pesan sampai tertidur "ucap Ibu.
Deg!
Tubuh Khanza menegang mendengar ucapan ibunya. "Apa ibu dah buka pesan aku ya?"batin Khanza bertanya.
"Tadi ibu lihat temen kamu kirim pesan tuh!maaf ya bukan ibu tidak sopan membuka pesan kamu,tapi tadi pas ibu kesini kebetulan pesan itu masuk,dan itu terlihat dilayar hapenya."
Wajah Khanza seketika menjadi pucat pasi karena ucapan ibunya itu. Lalu dia hanya menanggapi ucapan ibunya dengan menampilkan senyum kecil terpaksa.
"Asta itu temen baru kamu ya? cewek atau cowok?"tanya ibu lagi.
"Aduh gimana harus jawabnya"batin Khanza bingung.
"Hmm,,,!"jawab Khanza ragu-ragu.
__ADS_1
"Dah gak penting temen kamu cewek atau cowok,yang penting dia itu baik ternyata mau kasih tahu kamu info tugas yang belum kamu tau kan?"ucap ibu menyempulkan sendiri.
"Huft,,,!Khanza menghembuskan nafas lega. "Alhamdulillah"batin Khanza.