Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab.45


__ADS_3

"Gak jadi deh Za,selera kekantin gw juga dah ilang." Setelah mengatakan itu Adi pergi dari meja Khanza dan Salsa dengan wajah masam.


"Dih lagian siapa juga yang mau ke kantin bareng lo!"cibir Salsa saat Adi meninggalkan meja mereka.


"Hust gak boleh gitu!"ucap Khanza mengingatkan Salsa.


"Lagian elo Za,ngapain pake nama gw dibawa-bawa,nolak mah nolak aja kali"sewot Salsa.


"Iya maaf!"ucap Khanza sambil meringis tak enak hati pada Salsa maupun Adi. "Habis tadi Adi maksa banget gitu,aku bingung dah nolak tapi masih keukeuh ajakin terus."


"Iya sih,mana sok-sokan bawa jabatannya lagi,cuma ketua kelas doang aja. Lintang aja yang mantan ketua OSIS B aja kayaknya.


"Dah ah kok jadi sewot mulu sih dari tadi perasaan."


"Kamu sih!haha,,,!" Lantas keduanya saling tertawa.


"Tapi btw(by the way) beneran Za,Adi suka ma elo,makin kesini makin keliatan dia gencer banget deketin elo. Tapi kalo boleh milih mending Lintang kemana-mana,ganteng,famous,gak sombong gitu anaknya,yah walaupun agak datar gitu tampangnya."


"Datar apaan,bawel dan pemaksa gitu,eh!" Khanza menutup mulutnya karena kelepasan berbicara.


Salsa memicing mendengar pengakuan Khanza lalu kemudian tersenyum menyebalkan.


Wajah Khanza sudah seperti kepiting rebus apalagi dipandangi Salsa dengan senyum mengejek. Seperti biasa jika sudah gugup dia akan menggigit bibirnya tanpa sadar.

__ADS_1


"Pemaksa? Nyebelin? "tanya Salsa dengan mata memicing.


"Gak!bukan!Khanza melambaikan kedua tangannya. Bukan Lintang yang mempunyai sikap yang aku sebutkan tadi,itu tadi aku tiba-tiba keinget abang yang mempunyai sifat yang aku sebutkan tadi."


"Beneran abang kamu kayak gitu?"tanya Salsa namun masih menaruh rasa curiga.


"Iya bener,swear!" Khanza mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya.


Salsa hanya manggut-manggut mendengar jawaban Khanza.


Huft,,,semoga Salsa percaya,batin Khanza.


"Eh Za tapi gw penasaran nih tadi lo dibawa kemana sama Lintang pas tadi kita ditribun?"


Aduh apalagi sih ini pertanyaan Salsa,mesti jawab gimana?batin Khanza


Tett!bunyi bel berbunyi tanda waktu isoma .


Alhamdulillah bel menyelamatkan,batin Khanza.


"Dah waktunya istirahat,kita ke mushola yuk!"ajak Khanza menyudahi omongannya tadi.


"Ih lo Za,pertanyaan gw belum lo jawab ya!

__ADS_1


"Dah ayo cepetan kita ke mushola,nanti keburu antre loh wudhunya."


"Iya ayo"jawab Salsa. "Tapi nanti kita lanjutin lsgi ya yang tadi."


Khanza menarik nafas pendek mendengar ucapan Salsa yang dia pikir akan lupa,justru tetap meminta jawabannya.


Diperjalanan menuju mushola Khanza melihat Lintang yang sedang berjalan menuju mushola bersama teman-temannya termasuk juga Astrid yang berada dibelakangnya. Namun sepertinya Lintang belum menyadari keberadaan Khanza yang tidak jauh darinya.


"Sa!solatnya nanti aja yuk,kayaknya masih penuh musholanya."


"Masa sih,tadi kata lo kalo jam-jam sekarang masih belum terlalu ramai musholanya. Lagian belum juga diliat dah bilang rame aja,liat dulu yuk!"


"Tapi Sa!


"Dah ayo kita liat dulu kesana"ajak Salsa dengan mengapit lengan Khanza menyeretnya menuju mushola.


Begitu sampai didepan mushola "tuh gak rame Za bagian ceweknya,dah yo kita kesamping,wudhu!"


Dengan terpaksa Khanza mengikuti Salsa menuju tempat wudhu perempuan.


"Astrid"gumam Khanza yang melihat Astrid yang baru saja akan keluar dari tempat wudhu.


Ketika melewati Khanza Astrid seperti sengaja menabrak kencang bahunya padahal jalan disebelahnya masih cukup untuk 2 orang.

__ADS_1


"Aww!


"Apaan sih tuh orang jalan masih lega juga,buta kali matanya"kesal Salsa yang melihat Astrid menabrak bahu Khanza.


__ADS_2