
Alvin menunggu di depan pintu masuk ball room. Gadis yang ia tunggu-tunggu belum kelihatan masuk ke dalam ruangan. Alvin terus menatap jam tangannya. Acara dimulai lima menit lagi. Kamu kemana Ros?
Alvin mencoba menghubungi ponsel gadis itu namun tidak dijawab. Ia melihat Clara masuk dengan menggandeng lengan seorang pria.
"Selamat malam, pak Alvin!" sapa gadis itu. Pria disampingnya juga turut melebarkan senyum.
Alvin menjawab ucapan selamat gadis itu sambil tersenyum kecil. Ia melihat dibelakang Clara dan tidak menemukan Rosa.
"Hanya berdua?" tanya Alvin.
Clara mengangguk bingung. Tapi akhirnya ia mengerti. "Rosa masih di taxi, Pak. Ia terjebak macet karena disekitar daerah tempat tinggalnya ada perbaikan jalan."
Alvin menghela nafas lega. Itu aryinya gadis itu akan datang meski terlambat.
***
Entah rezeki nomplok darimana. Thomas dan Mommynya berkesempatan duduk semeja bersama Brata, Alana, Alvin, Mauren dan Mauza serta pria disamping gadis itu. Siapa lagi jika bukan Aland Hendrico.
Brata sebenarnya malas melihat wajah Aland, tapi ia menghargai pria itu sebagai partner anak sambungnya itu.
Thomas terus menatap gadis bernama Mauren yang duduk tepat di depannya. Gadis itu memakai dress berwarna navi, sama seperti yang Alana dan Mommynya pakai. Mauza juga tampak memakai warna yang sama.
Dress jenis halter, yaitu dress tanpa lengan dengan kerah yang melingkari lehernya terlihat sangat pas di tubuhnya. Bahu putih itu terekspose namun bagian dadanya tertutup.
Pakaiannya tidak sexy namun mampu membakar sesuatu dalam diri Thomas. Prua itu sampai gugup sendiri, terlebih saat bibir berwarna pink muda itu melengkung untuknya. Tuhan, kuatkan iman Thomas!
"Gerah, uh?" bisik Alvin disampingnya. "Lihatlah bahunya yang seputih kapas, Thom!" Thomas tau, yang dimaksud sepupunya adalah Mauren.
"Jangan mengambil alih tugas setan, Vin!" gumam Thomas tanpa melihat pria disampingnya
Ia juga sengaja menutup bibirnya dengan tangan yang mengepal dan sikunya bertumpu diatas meja agar tidak ada yang tahu jika pria itu tengah berbicara. Suara musik dan MC juga sukses membuat acara bisik-bisik itu tidak bisa didengar yang lain.
Ia heran, Alvin masih sempat membisik-bisikkan kata-kata itu ditelinganya. Padahal setan saja sudah sampai pada tahap membuat otaknya travelling hingga senjata dibawah sana mulai bereaksi.
"Lihat macanmu!" lirik Thomas pada Rosa yang duduk di meja lain, bersama staff kantor.
"Punggungnya menjadi tontonan pria brengs*k!" Thomad tersenyum licik karena berhasil membalas Alvin.
__ADS_1
Alvin mengepalkan lengan. Benar kata Thomas. Punggung Rosa terbuka hingga ke bagian pinggang. Gadis itu duduk di meja yang tak jauh darinya. Dan dari tempatnya saat ini, punggung putih itu terlihat jelas begitu menggoda.
Tampaknya pesta pernikahan Ken dan Lova ini menjadi ajang pamer body, atau pun pamer outfit bagi semua karyawan di perusahaan Lova. Terlebih mereka, para wanita single.
Entah dress apa yang gadis itu pakai! Rasanya ingin ku lilitkan taplak meja ini ke tubuhnya. Geram Alvin dalam hatinya.
Acara resepsi berlangsung meriah. Mulai dari pembukaan, hingga penyambutan kedua mempelai. Dan semua tamu dipersilahkan naik ke plaminan untuk mengucapkan selamat.
"Mari kita saksikan special performance dari dua orang pria tampan di bawah sana!" Seorang MC menunjuk Thomas dan Alvin yang baru saja turun dari plaminan.
Thomas dan Alvin saling tatap. Dan keduanya langsung melihat kearah Ken yang tersenyum penuh arti kearah keduanya.
"Sebuah lagu, request langsung dari pengantin pria!"
"Waktu dan tempat dipersilahkan!"
"Sh****iit!" Maki Thomas karena Ken jelas-jelas tengah mengerjai mereka. "Dia selalu, Vin!"
"Bukan Ken namanya jika tidak merepotkan kita?" gumam Alvin.
Tapi keduanya tak urung naik ke sisi kanan plaminan, tepatnya disamping pemandu acara.
"Thanks, Bro!" ucap Thomas saat ia menerima sebuah microfon dari pria berjas itu.
"Wah, sepertinya bule, ya Mas. Barang import!" Alana dan Brata tertawa mendengar MC menyebut Thomas adalah barang import.
Musik segera dimainkan. Sebuah lagu berjudul Marry Me yang di populerkan oleh Bruno Mars menambah kemeriahan pesta.
Alana dan Brata serta Mommynya Thomas tidak berhenti bertepuk tangan dan menari. Bahkan wanita yang melahirkan Thomas itu tak segan menarik tangan Mauren untuk ikut menari bersamanya.
Thomas tersenyum senang melihat apa yang Mauren dan Mommynya itu lakukan.
Dua lagu cukup membuat Thomas dan Alvin berkeringat. Keduanya turun dari panggung dan acara selanjutnya dimulai.
Semua hadirin diminta untuk berdiri, karena sepasang pengantin akan turun dari plaminan untuk mengajak para tamu untuk berdansa bersama.
"Ayo, cari partner masing-masing!" Suara MC membuat semua orang bersorak. Yang membawa partner langsung maju ke tengah, karena memang ada ruang kosong yang memang sudah di sediakan.
__ADS_1
Aland mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh Mauza. Keduanya lantas berjalan ke tengah.
Lova dan Ken tersenyum melihat beberapa pasangan sudah berada di tengah besama mereka.
"Tebakanku tidak meleset, kan sayang?" bisik Ken pada Lova sambil melirik pasangan Aland dan Mauza. "Kita hanya perlu menunggu undangan dari mereka."
Lova tersenyum kecil dan mengangguk. "Tapi mana Alvin dan Thomas? Masa iya kalah sama ayah-bunda." Lova tertawa tanpa suara saat melihat Alana dan Brata ikut berkerumun di tengah ruangan itu.
Sementara itu, Thomas melirik Mauren yang tersenyum lebar melihat keriuhan lantai dansa yang mulai penuh oleh pasangan berbagai usia.
"Will you dance with me?" tanya Thomas yang sudah berdiri di belakang Mauren sambil mengulurkan telapak tangannya yang terbuka.
Alvin menatap jengah pria baj*ingan yang sayangnya adalah sepupunya sendiri itu. Sementara Mommynya tidak bisa berkata-kata lagi melihat kelakuan putranya.
Mauren melihat telapak tangan yang terbuka itu, lalu melihat wajah pria tampan yang sudah berdiri sedikit menunduk di belakangnya.
Mauren bimbang. Ia melirik wanita paruh baya di sampingnya yang juga tampak terkejut. Tapi anggukan wanita itu menjadi isyarat baginya.
Mauren meletakkan telapak tangannya di atas telapak tangan besar pria dibelakangnya itu. Thomas tersenyum penuh kemenangan sambil melirik Alvin yang menatapnya sinis.
Thomas dan Mauren segera bergabung bersamaan dengan suara MC yang meminta semua pasangan untuk bersiap.
Sebuah lagu dari Adele yang berjudul Make you feel my love mulai di mainkan. Para pasangan itu mulai berdansa dengan gerakan mereka masing masing.
Ken meraih pinggang Lova dan meletakan tangan gadis itu dibahunya. Keduanya tidak berbakat dalam hal ini namun mereka tetap mencoba melakukan yang terbaik. Mengikuti kata hati dan bergerak perlahan.
"Aku tidak ahli, Lov! Tapi demi keseruan dan momen sekali seumur hidupku, aku rela melakukan ini," bisik Ken
"Aku juga rela asal melakukannya bersamamu, Ken!"
"Jangan merayuku atau aku akan membawamu lari dari sini dan mengurungmu di kamar semalaman."
Lova tersenyum kecil. "Mengapa fikiranmu selalu mengarah kesana, sayang!"
"Karena setelah ini, akhirnya Mommy tidak akan melarangku lagi, Lov!"
"Tidakkah kamu ingat, dia selalu menjadi security terbaik diantara kita."
__ADS_1
***