
"K-kita.. Ahh, hampir saja mati" Ucap Theora terengah-engah, berusaha menenangkan dirinya yang terlihat sedikit pucat.
"Mahluk apa tadi?" Tanya Alvain marah "Apa dark elf diam-diam menciptakannya?"
"Tidak, bukan kami yang menciptakannya"
Kami seketika berbalik ke arah datangnya suara, terkejut menemukan para prajurit dark elf sudah siap melepaskan tembakan dengan seseorang berpakaian layaknya bangsawan elf namun dengan warna gelap, berada di tengah-tengah mereka.
"Antra" Ucap tuan putri. Kedua matanya menajam saat melihat sosok di depan. Namun, ketika ia akan mengambil pedang, putri Yuna baru saja ingat kalau pedangnya kini digunakan sebagai pelindung ruangan.
"Tenang saja tuan putri, kami takkan melakukan apapun pada kalian, jika kalian patuh tentunya" Tukas sosok laki-laki yang kini berjalan mendekat bersama para prajurit lalu berhenti tak jauh di depan "Sekarang, tolong jawab pertanyaanku dengan jujur, mengapa seorang dark elf muda bisa bersama kalian, terlebih dark elf tersebut adalah Sang penerus tahta"
Penerus tahta? Tunggu, jadi alasan dia terus melihat kanan-kiri adalah karena ini tempat tinggalnya? Ahh, jadi itu alasan dia memberiku senyuman tersebut.
"Dia putri Zyora? Mengapa tuan putri sepertinya bisa berada di tangan Mercenary?" Tanya putri Yuna balik.
__ADS_1
Pertanyaannya itu membuat wajah laki-laki itu mengernyit bingung "Mercenary? Apa maksudmu Mercenary? Kami tak lagi menerima orang luar semenjak kalian menuduh kami mencuri Seed of Life yang di mana tak mungkin kami lakukan mengingat kami pada dasarnya menghancurkan dunia sendiri jika melakukan itu dan tuan putri Zyora tak mungkin berada di luar kerajaan, terlebih tanpa pengamanan" Jelasnya curiga, lalu menoleh padaku dengan tatapan menajam "Justru kalianlah yang membawa masuk seorang Mercenary dan tak hanya Mercenary biasa, melainkan M3RC. Mungkinkah kalian berniat mencuri tuan putri sebagai balasan atas tuduhan tanpa bukti kalian? Tak kusangka ras elf sudah kehilangan martabat, menggunakan cara licik yang bahkan melebihi kami"
"Tidak! Kami tak pernah berniat seperti itu!" Balas putri Yuna dengan nada tinggi akan amarah, tak terima ras nya dihina begitu saja "Kami menemukannya di bawa oleh beberapa Mercenary, karena itu kami membawanya kembali ke sini dan menemukan kalau ternyata istana kalian dihuni oleh monster"
"Benarkah tujuanmu semulia itu Yang Mulia? Ataukah kau memiliki agenda lain dan kebetulan menemukan putri Zyora sehingga membawanya ke sini?" Laki-laki tersebut tersenyum, tahu dirinya sudah menang saat melihat tuan putri tak dapat membalas dan mengangkat tangan, memberi tanda untuk menurunkan panah "Apapun rencana awalmu, kalian setidaknya sudah membawa putri Zyora kembali ke dalam istana. Aku harus berterimakasih untuk itu, tetapi sayangnya kalian tetap harus kami tahan karena telah menyusup. Bersyukurlah untuk itu, kami tak biasanya berbaik hati seperti ini" Sebuah helaaan napas keluar, ia melihat ke arah pintu yang kini memiliki sebuah dinding emas transparan "Sayangnya, kami tak dapat melakukan itu. Seperti yang kalian lihat, kami terjebak, tak dapat melakukan apa-apa selain bersembunyi dari mahluk yang tak hanya peka terhadap pendengaran, tetapi juga penglihatan serta penciuman. Terlebih, dia dapat bergerak cepat di dalam kegelapan, sebuah kombinasi yang bahkan membuat kami Sang ahli sihir gelap, hanya bisa berdiam diri. Salah satu alasan kami tak dapat mengetahui dan menyelamatkan tuan putri, maafkan kami putri Zyora" Ucapnya penuh penyesalan sembari menunduk pada tuan putri kecil yang kini mengangguk-angguk cepat dan menggeleng ketika laki-laki tersebut memintanya untuk kembali ke sisi mereka.
Zyora berjalan mendekatiku, membuat kami para orang dewasa bingung dan terkejut ketika dia berlutut dan merangkulku seakan aku adalah sebuah boneka. Theora tersenyum lebar melihatnya, sementara putri Yuna dan Alvain tersenyum hangat melihat tuan putri kecil itu tampak tak ingin lepas dariku dengan pipi yang dikembungkan. Para prajurit dark elf terdiam, tak tahu harus bereaksi seperti apa, namun akhirnya ikut tersenyum ketika melihat tuan putri mereka kini tak terlihat sedih.
Sedangkan laki-laki tersenyum hanya terdiam di tempat, lalu mengeluarkan tawa "Sepertinya pria ini berhasil membuat tuan putri kita bahagia, aku berterima kasih banyak padamu" Tukasnya, lalu memberi hormat padaku "Karena itu, aku rasa kalian berhak mendapatkan kesempatan kedua. Aku harap aku tak menyesal"
Zyora berbalik menghadapnya, mengucapkan "Mereka menyelamatkanku, aku hanya mengikuti ayah keluar" Membuat para prajurit dark elf saling berpandangan.
Sesudah kami duduk di lantai dan menunggu hingga para prajurit kembali ke posisi masing-masing agar kami merasa lebih 'tenang', menurut Antra. Ia mulai bercerita dari kabar Seed of Life yang menghilang dan tentunya dark elf sudah menduga bahwa mereka akan menjadi tersangka utama. Meskipun begitu, mereka tetap ikut mencari Sang pelaku dengan cara mengisolasi kerajaan dari luar agar tak seorangpun dapat masuk dan keluar karena mau tak mau mereka harus memulai dari ras sendiri demi menunjukkan bahwa bukan merekalah yang mencurinya. Selama proses, terjadi hal-hal aneh di dalam kerajaan. Orang-orang mulai menghilang satu persatu, kabut yang muncul entah dari mana asalnya dan sosok monster yang hanya ada dalam legenda, menampakkan diri di dunia nyata.
"Seperti kalian, ras elf, kalian memiliki Forest Guardian sebagai pelindung hutan. Kami, memiliki Nighthunter. Monster yang kalian lawan adalah Nighthunter yang hanya ada di dalam legenda dark elf saja, kami tak pernah mengira jika mereka benar-benar nyata dan hanya menganggap monster tersebut adalah hasil dari sebuah imajinasi saja. Seperti yang sudah kalian lihat, monster itu cepat, kuat dan memiliki kelebihan pada kelima indra nya sehingga membuat mereka menjadi lawan yang mengerikan. Tetapi, bukan berarti mereka tak dapat dikalahkan" Antra tersenyum melihat semuanya seketika memajukan badan, tak sabar untuk mendengar "Semua kelebihannya tadi akan menghilanf begitu ada cahaya. Sama seperti Forest Guardian yang tertidur di pagi hari, mereka tak dapat berada di dekat cahaya atau mereka akan menjadi monster biasa tanpa kelebihan khusus. Masih cukup sulit untuk dikalahkan, tapi tidak mustahil"
__ADS_1
Antra pun melanjutkan bahwa semua lampu pada kerajaan tiba-tiba padam dan saat mereka akan mengecek sumber energi dari sebuah sihir kompleks yang terletak di bawah tanah istana, monster tersebut tiba-tiba muncul seakan menghalang tujuan mereka tersebut. Apa alasannya, para dark elf belum tahu terlebih ketika hanya ada Antra seorang yang mengambil alih sementara para dewan menghilang entah ke mana.
"Maksudmu, para petinggi dark elf tiba-tiba menghilang tanpa sebuah jejak?" Tanya Alvain tak percaya.
Antra mengangguk "Aku tahu ini sulit untuk dipercaya, terlebih di saat ras kami berada dalam kesulitan, tapi seperti yang kukatakan tadi, mereka semua tiba-tiba menghilang. Terakhir mereka dilihat bersama orang terdekat. Aku yang hanya seorang diri, tentu tak dapat melakukan semuanya, terlebih ketika sekarang aku dan bawahanku terperangkap di sini tanpa dapat menginjakkan kaki keluar dari dalam ruangan atau kami akan dilahap olehnya dan tak meninggalkan jejak sama sekali yang di mana juga membuatku bingung. Sebenarnya, kalian tak perlu memasang dinding tersebut, monster itu takkan berani masuk ke dalam sini karena sebuah alasan yang kami masih belum tahu. Atau mungkin, tak ada alasan sama sekali, kami hanya tak diperbolehkan keluar dari dalam ruangan, diam menunggu sampai kerajaan dark elf rusak dengan sendirinya" Jelasnya sembari berusaha menyembunyikan kekesalan.
"Lalu itulah yang akan kalian lakukan? Berdiam diri di sini, menunggu kerajaan kalian hancur berantakan?" Alvain mendengus kasar, bangkit berdiri dan berjalan mendekati pedang tuan putri "Aku tahu kalian menggunakan cara-cara licik seperti jebakan dan lain sebagainya karena atribut sihir gelap kalian, tapi tak pernah kubayangkan dark elf akan berdiam diri begitu saja tanpa melakukan apa-apa. Bahkan, dibanding kami yang adalah seorang elf, kalian seharusnya lebih cerdik bukan?" Ia menggenggamnya, menarik pedang tersebut keluar, menghilangkan dinding emas transparan yang melindungi ruangan dan tiba-tiba saja, monster itu sudah kembali, muncul di depan pintu sembari meraung keras.
Kami semua bersiap dengan para prajurit dark elf siap melepaskan anak panah. Namun, seperti kata Antra, tak terjadi apa-apa. Dia hanya diam di depan sana.
"Kalian lihat? Dia takkan melakukan apa-apa. Kalian adalah ras yang pintar, lalu carilah jalan keluar dengan menggunakan kelebihan kalian! Bukan hanya berdiam diri layaknya orang bodoh tanpa tujuan! Tunjukkkan pada kami, bagaimana ras dark elf bertindak!"
Sahutan penuh amarah dari Alvain itu membuat darah dark elf yang dingin, seketika mendidih. Bukan oleh kebencian, melainkan oleh semangat yang mereka sangka telah padam.
Antra tertawa, menggelengkan kepala, tak percaya seorang elf baru saja membangkitkan kembali kepercayaan dirinya sebagai dark elf "Kalian para elf selalu memiliki pidato yang terbaik" Ia menghela napas, lalu "KALIAN DENGAR ITU!? ELF INI SUDAH MEMPERMALUKAN KITA PARA DARK ELF! APA YANG HARUS KITA LAKUKAN PADANYA!"
__ADS_1
"MEMBERINYA PELAJARAN!!"
"Itu benar.. Memberinya pelajaran"