Archsoul

Archsoul
Part 43


__ADS_3

Di dalam, kami disambut oleh dua orang pelayan, meminta kami menunggu hingga tuan rumah datang. Tak lebih dari lima detik, kepala keluarga Fayheart turun dari tangga di depan, seorang elf laki-laki dengan umur yang kemungkinan sudah mencapai lima puluh tahun usia manusia, terlihat dari rambut hijau muda yang telah memutih disertai keriput di tiap sisi luar mata. Namun ketegasan tersebut masih tampak jelas di sana, tak menua bersama umur, tetapi justru makin tampak kontras sehingga menciptakan kesan sosok menyeramkan.


Begitu kedua kakinya telah menyentuh lantai bawah, ia memerhatikan kami sekilas sebelum balik pada Alvain yang kini sedang menunduk memberi hormat "Maaf atas kedatangan tanpa undangannya, tuan Fayheart. Namun, terdapat hal penting yang harus segera dibicarakan sebelum Alfheim jatuh di tangan musuh" Ucapnya.


Elf tersebut mengangguk sekali, lalu membalas "Aku mengerti kau masih muda dan masih belum memiliki begitu banyak pengalaman. Namun, mengapa kau berpikir kalau aku akan mengizinkan seorang manusia, terlebih M3RC untuk masuk ke dalam tempat tinggalku? Apakah kedua orang tuamu tak mengajarkan sopan santun, Alvain Edenwood, putra dari Alva?"


"Maaf, aku-


Tawa elf tersebut memotong omongan Alvain yang seketika terdiam di tempat, mempertanyakan apakah ada yang salah dengan elf di depan itu. Tuan Fayheart terbahak-bahak sampai tersedak oleh ludah sendiri dan membutuhkan waktu untuk dapat mengatasinya. Seorang pelayan datang membawa segelas air yang langsung dihabiskan oleh tuan Fayheart dengan "Terima kasih Ilya" Sebagai balasan pada pelayan itu sebelum kembali menghadap kami. Senyum riang tampak di wajah "Bagaimana? Apakah akting ku bagus? Kalian semua tak menyangkanya bukan?" Ia lanjut tertawa kecil, menggelengkan kepala dan memegang pundak Alvain dengan tangan kanan "Tenang saja Alvain, aku sudah mendengar garis besarnya, juga telah mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin dapat membantu dalam menghadapi Rebels. Maafkan candaanku tadi, aku benar-benar merasa bosan karena terlalu sibuk"


"Tak masalah tuan Fayheart, sekali-sekali kita juga membutuhkan istirahat" Balas Alvain sembari memasang senyum formal yang biasa ia pakai ketika sedang menghadiri acara membosankan para bangsawan.


"Ahh! Kau sama kakunya dengan ayahmu, bersenang-senanglah! Kau masih muda! Kau punya segala waktu di dunia dan bisa meraih kebebasan yang takkan pernah! Kau dapatkan kembali ketika sudah menikah!" Serunya penuh penghayatan, lalu mempersilahkan kami untuk ikut bersamanya melihat 'sesuatu' yang telah dia kerjakan untuk membantu kami "Ah! Tolong jangan diambil hati perkataanku sebelumnya. Aku telah mendengar bagaimana kau membantu mereka tak hanya di kerajaan dark elf, tetapi juga dalam perjalanan" Katanya padaku.


Aku mengangguk mengiyakan sembari mengatakan "Terima kasih banyak atas keramahannya tuan Fayheart. Jujur saja, aku takkan bisa melakukan semua itu tanpa bantuan mereka berdua"


"Aww.. Apakah X perlahan-lahan membuka hatinya untuk kami.. " Seru Theora yang tiba-tiba menyenggolku dan mengalungkan lengannya pada pundak sembari tertawa saat aku berusaha mendorongnya menjauh.

__ADS_1


Di depan sana, tuan Fayheart memerhatikan kami untuk sesaat, sebelum akhirnya ikut tersenyum bahagia "Senang bisa melihat kedua ras menjadi aku seperti ini. Siapa tahu, mungkin karena ini, elf dan manusia dapat kembali menjadi saudara seperjuangan. Lagipula, jauh lebih baik jika kita berusaha bersama ketimbang sendiri bukan?"


Hmm, sudah lama aku tak mendengar seseorang mengatakan hal tersebut dan aku setuju.


Ia membawa kami ke halaman belakang mansion, di mana kini telah terdapat begitu banyak tenda beserta kotak-kotak kayu besar di sekitar. Lebih dari seratus ksatria elf berada di sana, sibuk mengerjakan tugas masing-masing, mengangkat turun kotak-kotak kayu dari sebuah Windglide besar yang tampak seperti sebuah pesawat luar angkasa tanpa sisi atas, sehingga terbuka tak tertutup. Sama halnya seperti Windglide, kendaraan besar tersebut juga terbuat dari bahan yang sama dan di dalamnya kini terdapat begitu banyak kotak-kotak kayu yang mungkin dapat menutupi seperempat dari halaman luas ini.


"Sesudah kau datang ke pada kami dan memberitahu mengenai campur tangan Rebels, aku bergegas untuk menyiapkan semua ini agar nantinya siap ikut berperang bersama kalian. Jujur saja, aku juga sudah merasa janggal terhadap pemesanan senjata manusia itu dan tak hanya diriku seorang. Beberapa bangsawan lainnya setuju, ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh raja Elaine namun karena kurangnya bukti, kami sebagai bangsawan tak dapat bergerak begitu saja atau akan terkena hukuman penghianatan. Namun, dengan kedatanganmu di sini Alvain, berarti bukti tersebut telah kalian dapatkan dan begitu semua melihatnya, maka kita bisa bergerak"


"Mengapa tuan Fayheart melakukan semua ini?" Tanya Alvain penasaran sesudah memerhatikan pemandangan di depan.


Tuan Fayheart terperangah mendengar pertanyaan Alvain dan tampak tak mengerti untuk sesaat sampai akhirnya dia tersenyum sedih "Demi elf. Kita sudah menderita dalam Archsoul dan takkan kubiarkan Alfheim disentuh oleh mereka yang berniat buruk. Cukup kita saja tersiksa di garis depan, para penduduk kerajaan tak perlu ikut merasakannya" Jawab dia penuh keteguhan hati, lalu kembali menoleh pada Alvain "Bagaimana kalau kalian beristirahat terlebih dahulu dan biarkan aku membawa buktinya kepada para bangsawan. Aku yakin kalian sudah kelelahan setelah keributan yang terjadi di istana"


"Apa maksudmu Alva bekerja sama dengan mereka? Jangan berbicara sembarangan mengenai ayahmu, Alvain. Aku telah mengenalnya semenjak kecil dan ayahmu adalah seseorang yang begitu memedulikan ras elf. Tak mungkin sahabatku melakukannya" Ucapnya ketus, tampak tersinggung oleh pernyataan barusan.


Alvain menghela napas, memerhatikan tenda-tenda di samping lalu menoleh padaku "Berikan buktinya pada tuan Fayheart"


Aku menekan pelipis, menjalankan kode dalam kepala untuk mengirimkan data video tersebut secara langsung pada FP milik tuan Fayheart tanpa harus menggunakan Outernet atau kemungkinan besar video ini dapat direbut oleh hacker yang kemudian dijual dan ras-ras lainnya mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan Alfheim.

__ADS_1


Tuan Fayheart memeriksa FP, menonton video tanpa banyak berkata-kata dengan wajah yang terlihat begitu terluka oleh penghianatan. Sekuat mungkin ia menahan amarah, menyimpan kembali FP dalam kantung celana dan memerintah "Segera selesaikan! Kita akan berangkat dalam satu jam!"


"Baik tuan Fayheart!" Seru para ksatria serentak dan seketika aktivitas yang tadinya berjalan tenang, kini terlihat jauh lebih aktif dengan suara langkah kaki memenuhi halaman belakang.


"Baiklah kalau begitu, kalian harus segera pergi dan berikan bukti tersebut pada bangsawan lainnya. Jangan sampai terlambat, aku harap yang terbaik untuk kalian. Oh dan Alvain!" Panggilnya, menghentikan langkah kami "Aku minta maaf atas yang telah ayahmu lakukan. Aku tak tahu betapa sulit hal ini untuk dirimu. Namun melihat kau masih menjalankan misi, aku yakin kau mampu melaluinya. Semangatlah nak"


Alvain terdiam kemudian mengangguk dan kembali menuntun kami untuk segera mengunjungi bangsawan kedua. Di saat bersamaan, tuan Fayheart mengambil kembali FP, memerhatikan video tersebut untuk sesaat sebelum akhirnya menelepon seseorang "Kita harus mempercepat rencana atau Alfheim akan hancur"


"Hei, tuan Fayheart ternyata tak buruk-buruk juga" Puji Theora sembari berlari mengikuti Alvain di depan.


"Apa maksudmu?" Tanyaku tak mengerti.


"Oh, tidak ada. Hanya saja, kami selalu mendengar rumor buruk tentang dirinya semenjak kematian Sang istri. Banyak yang mengatakan dia jatuh dalam kegilaan, stress karena ditinggalkan dan berbagai hal lainnya" Theora menggeleng-geleng, kecewa terhadap siapapun yang menyebarkan rumor-rumor buruk tersebut "Mereka yang mengatakan itu pasti memiliki dendam pada tuan Fayheart. Di saat bangsawan lain hanya berpangku tangan, dia sudah bergerak meski belum menerima bukti. Wajar saja dia memiliki banyak musuh, dia adalah orang yang terlalu baik"


"Alvain, bagaimana menurutmu?" Tanyaku pada sosok elf di depan yang sudah diam semenjak kami keluar dari mansion.


"Lebih baik kita fokus terlebih dahulu sebelum membicarakan orang lain. Namun, aku merasa tenang karena setidaknya kita memiliki bantuan dibanding tidak sama sekali" Jawab Alvain tanpa menoleh ke belakang dengan suara yang entah mengapa, tapi bagiku terasa dipaksakan, tak murni dari dalam hati seperti yang biasa dia lakukan.

__ADS_1


Mungkin fakta bahwa Sang ayah bekerja sama dengan Mercenary mulai menggerogotinya dari dalam yang membuatnya justru hebat karena dapat menahannya hingga sekarang.


__ADS_2