Archsoul

Archsoul
ARC 2 (ZEON)


__ADS_3

Sesudah berita peperangan besar antar faksi Zeon dan Codes, terjadi sebuah kekacauan besar di mana kami harus mundur ke dalam Archsoul. Tak sedikit dari mereka yang bergabung bersama Codes terutama karena kekuatan mereka yang memang besar terlebih dengan pasukan besar yang datang menyerang Zeon menggunakan kendaraan-kendaraan perang. Tentu saja lebih banyak bergabung bersama mereka. 


Lagipula, siapa yang ingin bergabung dengan faksi yang kalah?


Tetapi sesudah perang besar besar tersebut, kami akhirnya menetap dalam Archsoul dan hanya memiliki dua dunia sebagai basis kedua. Dua dunia tersebut adalah dunia para Elementals, Stoichon dan dunia Werebeast, Natura. 


Hanya mereka yang benar-benar memilih untuk bergabung bersama kami, tentunya mereka mengalami kehancuran besar saat menghadapi Codes dan sementara dalam masa pemulihan setelah berhasil bertahan dari mereka. 


Tak sedikit nyawa yang direngut dalam peperangan tersebut sehingga kami menciptakan sebuah monumen khusus dalam masing-masing dunia untuk menghormati mereka yang telah mengorbankan nyawa demi Zeon. 


Terdapat juga ras yang tak bergabung dalam faksi manapun. Salah satunya adalah Angel. Codes juga tak dapat menyerang mereka begitu saja mengingat kekuatan Angel yang berada di Tier 9 dan 10. Mereka bukanlah ras yang mudah untuk ditaklukkan.


Sementara Demon seperti biasa, mereka tak suka berada di bawah kendali siapapun. Sehingga mereka menyerang kedua faksi jika mendekat dengan area kekuasaan mereka. Menghadapi ras yang seperti itu, kedua faksi memilih untuk membiarkan mereka melakukan yang mereka inginkan tanpa mengganggu-gugatnya. 


Namun, perubahan terbesar dalam dunia-dunia ini bukanlah pembentukan faksi ataupun peperangan. Melainkan cara kami menggunakan HQ. HQ yang tetap berada dalam tangan Codes kini dijaga rapat oleh pasukan Codes sementara kami yang berada dalam sisi Zeon menggunakan sebuah pod buatan yang diletakkan dalam berbagai tempat di bawah tanah. 


Ternyata, Zeon telah menyiapkan semua ini termasuk dengan baterai yang digunakan untuk menyalakan mereka. Satu-satunya masalah hanyalah, baterai-baterai tersebut cuma dapat bertahan selama tiga tahun. Lebih dari itu, mereka akan kehabisan energi dan pod tak dapat digunakan. 


Jadi kami cuma memiliki batas hingga tiga tahun untuk menyelesaikan semua ini atau Codes memenangkan perang. Yang berarti, Zeon musnah dan kami semua mati. 


Karena itulah kami tak pernah membuang sedetik pun untuk bersantai. Dengan waktu yang begitu terbatas sementara lawan kami berjumlah begitu banyak dan memiliki perbekalan yang lebih baik, tentu kami harus bekerja keras agar dapat menghadapi mereka. Untung saja Zeon telah menciptakan sebuah alat yang dapat menjaga basis kami dari mata dan telinga Codes sehingga mereka kesulitan mencari informasi. 


 Yang kami lakukan sekarang adalah mencari cara untuk menjaga keluarga dari mereka yang bergabung bersama Zeon karena sudah pasti mereka akan menjadi incaran bahkan jika itu adalah ras sendiri. 


Seperti yang kukatakan, kebanyakan dari mereka bergabung bersama Codes. Namun tak semua. Tugas kami sekarang adalah mencari jalan keluar agar mereka dapat juga pindah ke dalam Archsoul atau setidaknya mencari jalan untuk melindungi mereka lebih aman di dunia masing-masing. 


Zeon sama sekali tak memiliki kemampuan dalam pembuatan portal dan semacamnya.


Jujur saja, kami hanyalah perkumpulan orang yang berusaha melawan kekuatan militer. Hanya Codes yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menciptakan alat seperti itu.


Tetapi, itupun mereka masih kesulitan.


Karena menciptakan sesuatu yang dapat memperpendek jarak, ruang dan waktu dalam waktu begitu singkat, merupakan hal yang hampir mustahil. 


Sampai akhirnya kami menemukan sesuatu. 


Archsoul, seperti penjelasan Zena adalah sebuah dunia buatan, dunia virtual bagi tiap jiwa.


Anggap saja sama seperti sebuah Virtual Reality atau VR. Semua yang kau rasakan di sana nyata karena jiwamu lah yang dipindahkan, bukan hanya pikiran saja. Tubuh buatan yang kau gunakan pun akan menghilang dalam hitungan dua puluh empat jam dan berubah kembali menjadi sebuah kumpulan kubus berwarna biru yang akan melayang di udara, masuk dalam HQ sebagai bahan untuk membuat tubuh-tubuh berikutnya. Dengan cara seperti itu, HQ tak pernah kehabisan bahan dan tubuh buatan dapat terus tersedia. 


Namun karena dunia tersebut adalah sebuah dunia khusus jiwa, kami menemukan sebuah hal yang mengejutkan. 

__ADS_1


Kami menemukan tanda-tanda dari jiwa lain yang seharusnya tak berada dalam dimensi ini.


Mengapa kami bisa tahu?


Meskipun tiap dimensi memiliki materi yang sama, begitu benda dari dimensi tersebut pindah ke dimensi lain, maka materi yang dimilikinya akan dianggap sebagai 'Irregular' atau 'Keanehan'.


Mengapa?


Sebab mereka tak tercipta dalam dimensi ini. 


Yang lalu kita kenal sebagai 'Anti Matter'. 


Dalam tanda-tanda yang kami temukan, terdapat susunan Anti Matter yang berarti Archsoul telah dikunjungi oleh mereka yang berasal dari dimensi lain. 


Kami masih bertanya-tanya, siapakah yang sudah menginjakkan kaki di dimensi ini. Tak ada bukti lain yang kami dapatkan dan tentu bukti sebelumnya sudah kami hapus agar Codes tak mengetahui hal ini.


Misi utama kami sekarang adalah mencari jiwa yang kini sementara berkelana di dalam Archsoul karena dengan dirinya, mungkin kami dapat menciptakan sebuah portal menuju dunia-dunia lain. Sehingga keluarga, orang terdekat, siapapun yang mendukung Zeon dapat datang ke dalam Archsoul dan kami lindungi di sini karena sulit bagi kami untuk terus menyebarkan pasukan, melindungi mereka dari serangan faksi Codes. 


Terus seperti ini, maka kami akan kalah hanya dalam hitungan bulan. 


Alasan lain kami harus segera mencarinya adalah karena jika sampai tubuh fisik dari jiwa tersebut juga pindah ke dunia ini, maka yang menunggu kami nantinya adalah sebuah kehancuran besar. 


Anti Matter tak dapat bersentuhan dengan Matter (Materi) dalam dunia ini. Yang akan terjadi adalah sebuah ledakan besar. 


Kami bahkan tak ingin membayangkan apa yang dapat terjadi. 


Dari bukti yang kami dapatkan, sosok tersebut berjalan ke area pegunungan yang berada di sebelah utara dari basis kami dan termasuk perjalanan yang cukup jauh. Kami tinggal mengikuti Anti Matter yang jiwanya tinggalkan sembari mengambil Anti Matter tersebut menggunakan sebuah alat khusus ciptaan kekasihku tercinta. 


Aku sudah tahu Zena adalah seseorang yang begitu pintar. Namun siapa sangka dia dapat membuat alat penyimpanan Anti Matter dalam bentuk sebuah tabung seukuran botol air minum. 


Dari yang kumengerti, Anti Matter hanya dapat disimpan secara efektif di dalam sebuah medan elektromagnetik besar yang begitu dingin dan dalam ruang hampa tanpa molekul yang pasti tak dapat berbentuk kecil seperti yang sekarang dipegang olehnya. Belum lagi membutuhkan energi luar biasa. 


"Mengapa kau terus melihatku? Apakah ada yang salah?" Tanyanya penasaran. 


"Oh tidak, aku hanya masih terkejut kau bisa menciptakan sesuatu sekompleks itu dalam bentuk yang begitu kecil" Jawabku sembari menyunggingkan senyum hangat. 


Senyuman Zena mengembang "Terima kasih" 


"Yuna, apakah kau baik-baik saja? Aku bisa mengangkatmu kalau kau mau" Tukas Alvain.


Putri Yuna menggeleng pelan dengan senyuman lembut menghias wajah "Tak apa-apa, ini bukan sebuah masalah untukku" 

__ADS_1


Di belakang sana, Alvain yang menonton kami sementara menggertakkan gigi kesal. Dia sama sekali tak bisa merasakan apa yang kami berdua rasakan "Mentang-mentang sudah saling memiliki, mereka melupakanku di belakang sini" Cibirnya. 


Atraz tertawa, menepuk pundak Alvain, mengatakan "Tenang saja, kau masih memilikiku. Lagipula apa kau tak lihat perbekalan mereka di bawa oleh siapa? Kita termasuk beruntung tak harus membawakan tas berat milik orang lain" 


"Kalian berdua hanya iri tak pernah merasakan sesuatu seperti ini" Balas Alvain, melirik pada dua orang di belakang dengan sebuah seringai angkuh. 


"Budak tak perlu banyak bicara" Hina Theora. 


Alvain hanya mendengus geli mendengarnya, tak ingin mengganggu Sang sahabat lebih jauh atau dia akan terlihat begitu kasihan dibanding sekarang. 


Sendiri tanpa seorang pendamping. 


Kami kini berjalan di sebuah padang rumput luas, menikmati nikmatnya hembusan angin sepoi-sepoi dengan mentari pagi bersinar hangat. Sudah memakan waktu selama dua jam semenjak kami meninggalkan basis dan sejauh ini masih aman dari serangan Zeros.  


Mereka selalu saja muncul di saat-saat yang begitu tidak pas.


"Xera, apa kau bisa menjelaskan lagi mengapa Anti Matter dibutuhkan untuk menciptakan portal?" Tanya Theora bingung beberapa menit kemudian, mengusir suasana hening. 


"Karena Anti Matter adalah sebuah materi yang tak terbentuk dalam dunia ini dan menyimpan energi besar yang nantinya dapat kita gunakan untuk memperpendek jarak, waktu dan ruang sehingga dapat mencapai planet masing-masing dengan cepat tanpa perlu menggunakan kapal luar angkasa Codes" Jelasku lagi entah untuk yang ke berapa kalinya. 


"Dari mana kalian tahu semua ini? Mengenai luar angkasa, ruang, waktu, materi dan lain-lain?" Lanjut Atraz penasaran. 


"Karena kami tak memiliki kekuatan, maka kami mencoba untuk mengerti alam dan sekitarnya. Mencari tahu asal-usul kami, mulai memerhatikan luar angkasa sekaligus mencari mengapa hal ini terjadi, mengapa hal itu terjadi sampai kemudian kami mulai mengerti lebih banyak dan banyak lagi. Tak hanya sampai disitu, kami memanfaatkan penemuan tersebut untuk menciptakan kehidupan yang jauh lebih maju dan baik"


Aku berbalik ke belakang, mulai berjalan terbalik yang membuat Zena merasa khawatir sehingga dia terus memerhatikan langkahku. 


"Pada dasarnya, kami tak tahu harus melakukan apa, mencari kesibukan dan inilah yang terjadi. Plus rasa penasaran yang kami sedalam lautan. Bisa kau bayangkan kami mengerti mengenai gravitasi hanya karena seseorang kejatuhan apel?" 


Atraz menggeleng-gelengkan kepala, terperangah oleh informasi yang baru saja diterima "Kalian memang tak memiliki kekuatan tetapi memiliki kepintaran yang mengerikan. Kau tahu? Aku lebih memilih kepintaran ketimbang kekuatan. Membayangkan aku juga dapat mempelajari apa yang kalian pelajari, membuatku merasa hidup"


"Jangan pernah katakan itu di depan seorang manusia. Mereka akan emosi mendengarnya. Yang mereka inginkan adalah kekuatan seperti milikmu, bukan kepintaran yang tak lagi begitu banyak digunakan sekarang" 


"Pada akhirnya kita hanya mencari sesuatu yang belum pernah kita rasakan. Sebuah hal misterius yang membuat kita merasa lebih tertantang dan itulah yang membuatmu merasa lebih hidup Atraz" Tukas Alvain dengan ciri khas miliknya ketika sedang menjelaskan sesuatu. 


Melipat lengan sembari menatap lurus ke depan. 


"Tapi harus kuakui, manusia itu mengerikan"  


"Tak lebih mengerikan dari tempat di depan bukan?" Tanya Theora yang gugup memerhatikan pemandangan di depan, sebuah tempat yang dikenal sebagai Valley of Souls. 


Kenapa kami menyebutnya seperti itu? 

__ADS_1


Karena kau dapat melihat sosok-sosok menyeramkan melayang di udara di sana dengan salah satunya tiba-tiba sudah berada di belakangmu tanpa kau sadari. Mengikuti, menatap sembari bernapas lemah. Begitu dingin dan membuat tubuh gemetar. 


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            


__ADS_2