Archsoul

Archsoul
Part 28


__ADS_3

"Kau mengatakan bahwa bukan kalian yang melakukan ini? Lalu ini apa! Dia diserang oleh bawahan kepercayaannmu! Dan kau masih ingin menggatakan bukan kalian yang mengambil Seed of Life!!" Bentak Alvain pada Antra yang tak tahu harus mengatakan apa. Tampak jelas di wajahnya kalau dia juga tak tahu apa yang terjadi di bawah tanah.


"Alvain, kurasa kita harus memikirkan ini baik-baik. Tak mungkin mereka berniat seperti itu ketika mereka turun tangan sendiri membantu kita, bahkan sampai kehilangan tak hanya satu tetapi dua prajurit. Aku tahu kau marah dan kesal karena keadaan Yuna, tetapi gunakan akalmu seperti yang biasa dirimu lakukan. Jauh di dalam hati kau tahu, ada yang salah di sini" Jelas Theora lembut, berusaha menenangkan Sang sahabat yang lalu menghantam dinding sebelum akhirnya menghela napas.


Antra merasa kalau sekarang mungkin adalah saat yang bagus untuk memberitahukan sesuatu yang sudah mengganggu pikirannya sejak lama "Aku sadar kalian tak mungkin mempercayai kami sekarang, tetapi aku yakin seseorang berada di balik semua ini"


"Oh tentu saja otak encer!"


"Alvain!"


"Maaf.. "


Antra berdeham, lalu melanjutkan "Sebenarnya aku juga sudah merasa aneh terhadap segala sesuatu yang telah terjadi di kerajaan ini, mulai dari menghilangnya warga, lalu para petinggi kerajaan dan kemunculan mahluk yang sampai beberapa saat lalu hanya kami anggap sebuah legenda semata. Dan kalau kalian pikirkan, kenapa kami ingin menyabotase kerajaan sendiri dengan menyegel sumber energi kerajaan? Jika kami ingin menyelesaikan kesalahpahaman dengan cepat, sudah pasti kami membutuhkan energi utama itu yang berfungi layaknya listrik di dunia X" Ucapnya sembari menoleh padaku, berusaha membantu agar aku mengerti apa gunanya kubus transparan di bawah "Lalu, semua ini terjadi di saat kami baru saja memulai penggeledahan, di saat bersamaan ras elf kalian membutuhkan energi cadangan untuk tetap mempertahankan Yggdrasil agar Pit of Despair tak mencapai kerajaan kalian"


Theora mengangkat tangan, meminta waktu untuk berbicara "Tunggu, mengapa kau mengatakan seolah-olah Pit of Despair hanya mengarah ke kami? Bukankah seharusnya lubang hitam menyeramkan itu terbentuk secara acak?" Tanya dia bingung.


Yang dijawab oleh Antra dengan "Apakah kau melihat satu saja Pit of Despair ketika menuju ke sini?" Membuat mata kedua elf melebar oleh sebuah fakta baru yang tak disangka telah mereka lewatkan "Itulah salah satu alasannya kalian diminta tetap tinggal dalam istana bukan? Karena istana memiliki energi cadangan sendiri sehingga aman dari Pit of Despair. Entah mengapa, aku merasa kami juga memilikinya tapi aku tak tahu siapa dan bagaimana seseorang itu menggunakannya karena jujur saja, kami tak tahu jika hal seperti itu ada. Aku tahu dari informasi yang kudapatkan di tempat kalian" Jawabnya cepat, menerima tatapan sinis dari Alvain "Kalian tentunya juga memiliki informan di sini, jangan berlagak kalau hanya kamilah yang melakukannya"

__ADS_1


"Baiklah, itu adil" Balas Alvain, bersandar pada dinding sembari melipat lengannya "Jadi maksudmu, kalian berencana mencari sosok tersebut dengan mengisolasi kerajaan dengan harapan menemukan Sang Mastermind?"


Antra menjentikkan jari "Tepat sekali"


"Bukankah itu sama saja dengan memberitahu dia kalau kalian sudah sadar akan keterlibatannya dalam kekacauan ini?" Tanya Alvain lagi.


"Tidak, itu tak benar" Jawab Theora sembari menggeleng pelan "Mereka sengaja memberitakan pencarian Sang pencuri demi menutupi tujuan asli mereka, yaitu mencari Sang Mastermind yang menggunakan energi cadangan demi menjaga area kekuatan dark elf tetap aman dari Pit of Despair, tetapi karena membutuhkan energi lebih, sosok tersebut bukannya menyegel sumber energi kerajaan dark elf, namun menyalurkannya ke energi cadangan tersebut!!" Jelas elf yang kini tampak berbinar-binar, baru saja memecahkan sebuah teka-teki yang bahkan berhasil membuat Alvain tersenyum bangga.


"Bingo!" Sahut Antra "Itulah juga alasan tuan putri Yuna jatuh dalam kondisi Mana Breakout karena yang dirusaknya bukanlah sebuah segel Ancient biasa, melainkan sebuah sihir penyaluran energi yang telah lama hilang. Awalnya aku sendiri tak begitu yakin karena tak memiliki cukup bukti. Tapi setelah energi kerajaan tiba-tiba mati, disitulah aku akan mencari Sang Mastermind. Namun sayangnya terhalang oleh Nighthunter karena seseorang itu tahu aku sudah memiliki garis besar yang dapat menuntun kita ke dirinya. Satu-satunya masalah sekarang adalah mata-mata yang ditempatkan pada kita sudah mati sehingga kita tak dapat membuatnya berbicara, jadi kita kembali bertemu jalan buntu"


Alvain mendengus pelan, sebuah senyum penuh percaya diri tampak pada wajah tampan itu "Tak perlu bersedih karena aku menemukan jalan pintasnya" Kami semua terdiam menunggu Alvain memberitahu apa jalan pintas tersebut dengan Antra yang tampak sudah begitu tak sabar "Apa kau mengenal seseorang bernama Azrael?"


Mata Alvain dan Theora melebar, sebuah memori yang telah terkubur begitu lama seketika muncul di permukaan, tetapi masih cukup jauh untuk dapat di genggam dan ditarik keluar sehingga mereka bertiga kini memiliki ekspresi masam layaknya seseorang yang baru saja memakan jeruk kecut.


"Bukankah dia adalah sosok penting dalam kehidupan kalian?" Kataku menarik perhatian ketiganya "Bukan kehidupan sekarang, lebih tepatnya beribu-ribu tahun lalu ketika kedua ras masih saling bermusuhan dan seorang elf muda melakukan sesuatu untuk mendamaikan keduanya?"


Seakan mendapat sebuah pencerahan, mereka bersamaan menyahut "AAHHHH!!" Lupa terhadap kondisi tuan putri yang ternyata tetap terbaring diam tanpa menunjukkan tanda-tanda akan bangun meski telah menerima perawatan dari Antra yang membuatnya kini tampak seperti mayat hidup karena kulit pucat. Justru aku bertanya-tanya, dari mana dia mendapatkan energi untuk masih berpikir dan menyahut seperti tadi, mengingatkanku pada Rico yang takkan mundur sebelum misi selesai meski tubuh telah tak mampu bergerak.

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal dia, kira-kira bagaimana keadaannya sekarang?


"Tunggu, mengapa kau menyebut nama itu Alvain?" Tanya Antra tak mengerti.


"Bawahanmu menyebutkan namanya, mengatakan hal seperti 'Apakah aku sudah melakukan yang terbaik tuan Azrael'. Apa dia tak pernah menerima sebuah pengakuan sebelumnya?"


Mendengar itu, Antra menjadi sedih mengingat kehidupan prajurit kepercayaannya yang telah kehilangan kedua orang tua bahkan sebelum dirinya lahir karena sebuah alasan tertentu "Dia bernama Arun. Prajurit yang memiliki bakat sehingga kupercayakan menjadi tangan kananku. Dia hidup hanya sendirian tanpa seorangpun untuk menyambutnya saat pulang, hanya menghabiskan waktu menikmati pemandangan alam dan sebagai bagian dari pasukan dark elf, kami memiliki kebiasaan buruk untuk tak memasukkan kehidupan pribadi dalam pekerjaan. Merupakan hal yang baik di satu sisi, tapi di sisi Arun, dia pasti menderita"


Ruangan seketika menjadi berat sesudahnya sampai Theora membuka mulut "Dengan kata lain, sosok bernams Azrael itu pandai memanfaatkan kelemahan targetnya sehingga ia dapat dicuci otak untuk menjadi pion dalam rencana. Apakah kita memiliki seseorang seperti itu di sini? Di kerajaan elf maupun dark elf"


Mereka berpikir sejenak, lalu menggeleng dengan Alvain mengatakan "Kita sama sekali tak memiliki seseorang sebusuk itu. Kita memang saling memasang mata-mata di kerajaan satu sama lain, tapi hanya sampai situ saja. Menjadi seorang Mastermind yang memanfaatkan perasaan seseorang, aku yakin tak satupun dari ras elf maupun dark elf yang melakukannya"


"Mungkin kita bisa berbicara pada nona Qeina. Dia adalah Druid, mungkin saja-


"Mungkin saja dia tahu mengenai Azrael ini?" Lanjut Alvain kesal kemudian menghela napas panjang "Dapatkah kau berhenti dengan imajinasi bla bla bla mu itu? Druid memang dapat hidup lebih lama dari kita, tapi dia hidup dari beribu tahun lalu? Tak mungkin. Dan Azrael itu hanyalah sebuah kode atau hanya seseorang yang menggunakan nama pahlawan di masa lalu, tak lebih. Kau ingin percaya Azrael Sang legenda masih hidup sampai sekarang? Kalaupun iya, mengapa dia ingin merusak perdamaian yang justru adalah salah satu alasan dirinya menjadi legenda? Tak masuk akal"


Theora akan membuka mulut lagi, namun lebih memilih untuk diam agar tak membuat kepala Sang sahabat bertambah sakit sesudah kejadian yang menimpa tuan putri.

__ADS_1


"Tunggu, kalian bertemu seorang Druid?" Tanya Antra penasaran.


Aku mengangguk mengiyakan, mengambil alih situasi terutama sesudah membaca notifikasi yang kuterima dari Rico yang membuatku mengernyit, campuran dari rasa khawatir dan emosi "Itu benar, kami bertemu dengannya cukup jauh di arah barat kerajaan elf. Aku juga memiliki sesuatu yang mungkin ingin kalian dengar dan akan kuingatkan sebelumnya, berita ini adalah berita buruk"


__ADS_2