Archsoul

Archsoul
Part 29


__ADS_3

"Apa? Apa maksudmu Rebels berada di belakang semua ini? Grup yang hanya bisa mengeluh tanpa melakukan apapun itu memiliki kekuatan yang mampu membuat Alfheim berada dalam bahaya?" Alvain mendengus kasar "Tak mungkin"


Alasan kenapa dia bereaksi seperti itu adalah karena sudah menjadi rahasia umum, terutama bagi mereka yang pernah menginjakkan kaki dalam Archsoul, kalau Rebels takkan pernah mengambil tindakan radikal seperti ini, tindakan yang dapat membuat diri mereka berada dalam bahaya, menjadi incaran ras-ras lain. Itulah juga alasan mereka berjanji takkan menyentuh dunia di luar Archsoul, tapi kalau memang benar ini perbuatan mereka, maka situasi Archsoul dapat berubah seratus delapan puluh derajat. Hanya tinggal menghitung waktu sampai dunia berdarah itu berubah menjadi neraka.


"X, apa kau yakin informasimu itu dapat dipercaya?" Tanya Theora memastikan.


Yang kujawab dengan sebuah anggukan kepala "Informan ini adalah informan terbaik yang bisa kau dapatkan dan aku sudah sering bekerja sama dengannya, jadi aku dapat memastikan tiap informasi yang diberikan adalah fakta" Jelasku sembari memerhatikan kembali FP. Layar notifikasi oranye tampak di dalam layar utama bertuliskan sebuah informasi yang menurutku juga sulit untuk dipercaya. Namun, karena ini berasal dari Rico, aku yakin informasi ini tak salah. Tetapi mengapa dia tak menjawab balasanku? Biasanya tak butuh dua menit baginya untuk membalas.


Antra berpikir sejenak sebelum akhirnya menoleh pada kami bertiga "Bolehkah kalian menjelaskan mengenai 'Rebels' ini? Aku pernah mendengar mereka tetapi tak begitu memerhatikannya karena mengira mereka hanyalah salah satu grup yang berusaha menentang kehadiran Codes" Pintanya.


Kami bertiga saling berpandangan, melihat siapa yang akan mengambil alih pertanyaan dan Alvain memutuskan dirinya akan menjawab "Sama sepertimu" Ucapnya sesudau menghela napas entah untuk keberapa kalinya hari ini "Rebels bagi kami juga terlihat seperti itu. Grup amatir berisi orang-orang yang tak dapat menerima sebuah perubahan. Namun, siapa sangka mereka justru adalah otak di belakang masalah yang sedang terjadi sekarang. Kita telah meremehkan mereka, menganggap mereka bukanlah ancaman dan inilah balasannya. Maafkan kami, kami yang berada di garis depan seharusnya melindungi kalian" Tukas Alvain sembari menundukkan tubuh, sesuatu yang tak hanya diriku seorang, tetapi dua laki-laki disamping juga ikut kaget, melihatnya berani menurunkan ego. Sesuatu yang tak kami sangka akan terjadi, bahkan di dalam mimpi sekalipun.


Antra yang tak siap, hanya dapat menggeleng cepat sembari melambaikan tangan, merasa Alvain tak perlu sampai seperti itu karena sebuah masalah yang bahkan bukan dirinyalah penyebab utama "Tak apa-apa! Angkatlah kepalamu Alvain, kita berada di posisi yang sama dan juga bukan kesalahanmu seorang diri saja. Seandainya aku lebih memerhatikan mereka, kita dapat dengan mudah mencegah hal ini terjadi lebih awal" Ucapnya cepat.

__ADS_1


Mereka berdua berpandangan, senyum terbentuk di wajah masing-masing hingga Theora menepuk tangan dengan keras, mengejutkan keduanya "Baik-baik, kalian sudah berteman, itu bagus, tapi masih ada hal yang jauh lebih penting yang harus kita selesaikan sekarang" Ia menoleh ke arahku, berkata "X, menurutmu apa yang harus kita lakukan? Kalau Rebels berada di belakang semua ini berarti ada sebuah petunjuk yang dapat membawa kita mendekati Sang Mastermind"


"Tunggu sebentar, biarkan aku berpikir" Theora mengangguk lalu kembali berbincang pada Alvain dan Antra. Hmm.. Rebels ya? Rebels, Rebels.. Tujuan mereka sudah jelas melawan Codes, tetapi mengapa dimulai dari Alfheim? Apakah karena mereka merupakan lawan termudah untuk dimanfaatkan? Ego mereka yang tinggi memang menjadi kelemahan terbesar mereka terhadap grup tak bereputasi seperti Rebels sehingga mereka dengan mudah menyusup masuk. Namun, kenapa?


Aku menutup mata, berusaha memutar kembali semua yang terjadi hingga sekarang. Mulai dari pertemuan bersama Rico dalam cafe, pendukung Rebels di luar HQ, Codes aneh, putri Yuna yang membutuhkan body parts Z, Druid, Mercenary... Tunggu, Mercenary! Itu dia!


Sepertinya aku menyahut cukup keras hingga ketiga laki-laki di depan langsung berbalik menghadapku dengan rasa penasaran tampak jelas di wajah masing-masing "Kai menemukan sesuatu?" Tanya Alvain.


"Tak hanya sesuatu" Jawabku dengan sebuah senyum bangga menghias wajah lalu menoleh pada Antra "Antra, apakah putri Zyora memiliki kelebihan khusus?"


"Mereka adalah orang-orang dari Rebels!" Lanjut Theora bersemangat, mulai menemukan potongan puzzle yang hilang.


Alvain melipat lengannya, menutup mata berusaha menarik tali dari apa yang baru saja kami katakan, lalu mengangguk mengerti "Kita sudah terlalu meremehkan mereka sampai tak memikirkan kemungkinan para Mercenary bergabung bersama Rebels. Para Mercenary itu dapat menyamar menggunakan identitas pendukung Rebels yang bebas keluar-masuk dunia karena"

__ADS_1


"Kita tak menganggap mereka berbahaya" Sambung Antra menyelesaikan pemikiran Alvain yang mengangguk setuju.


Theora kembali melipat lengan, baru saja menemukan sebuah kepingan puzzle baru yang membutuhkan pasangan untuk dapat bergabung bersama kepingan puzzle utama "Menurut kalian, apakah mungkin salah satu dari elf juga adalah pendukung mereka? Para Mercenary yang kita temui hanyalah Mercenary biasa, tetapi memiliki body parts Z yang sangat sulit didapatkan. Mungkinkah itu berasal dari body parts pesanan kita?" Tanyanya ragu, tak yakin pada ras nya yang berego tinggi akan mau bergabung bersama grup Rebels yang sebelumnya bukanlah apa-apa.


"Kau ragu ras elf akan bergabung karena Rebels hanyalah grup amatir yang tak memiliki apa-apa?" Balasku, mengejutkan Theora karena tebakan tersebut benar "Itulah yang harus kita ubah. Kita selalu mengira kalau Rebels bukanlah apa-apa, hanya sekumpulan orang yang cuma bisa mengeluh, tapi bagaimana kalau itu hanya kedok mereka saja? Bagaimana jika ternyata semua ini telah direncanakan dari awal?" Tanyaku pada mereka bertiga.


Alvain mengernyit, tak menerima pendapatku barusan "Itu tak mungkin. Rebels muncul dua tahun sebelumnya. Sebuah grup baru tanpa koneksi dan dana tak mungkin dapat melakukan hal besar seperti membahayakan Alfheim. Jangan lupa kita juga sudah pernah menggali mereka lebih dalam, namun tak menemukan apa-apa" Bantahnya.


"Dan di mana kita menggali hal tersebut? Pada grup mereka langsung bukan? Bagaimana kalau ternyata mereka telah ada dari awal dan dipegang oleh orang-orang berkuasa? Tentu kita takkan pernah tahu karena kita tak mencurigai orang-orang di atas akan bergabung bersama Rebels" Aku maju mendekatinya, mengatakan "Pikirkanlah ini, untuk apa sebuah grup bertahan selama dua tahun lamanya meski tak menerima sebuah perhatian ketika yang mereka butuhkan adalah perhatian agar orang-orang ingin masuk dan membantu mereka menyebarkan berita bahwa Codes berbahaya? Hanya membuang-buang waktu saja menurutku. Tapi, bagaimana kalau ternyata semua itu hanyalah kedok sekaligus mata-mata?" Kata terakhir tersebut membuat ketiga orang di depan seketika menyadari sebuah kesalahan besar yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun "Kita tak pernah memikirkan hal itu bukan? Sebuah hal yang sebenarnya simple namun terlewati karena kita berpikir terlalu ribet. Dan memang benar body part Z dimanfaatkan kalian sebagai energi cadangan Yggdrasil, tapi bukankah itu justru aneh mengingat kalian sebenarnya memiliki sihir yang jauh lebih kuat dibanding kami?"


"Itu benar. Aku sudah menanyakan ini pada diri sendiri semenjak awal" Tukas Theora mengambil alih pembicaraan dengan wajah yang terlihat merasa bersalah "Mengapa kita harus menggunakan body parts Z? Kita memiliki sihir dengan kekuatan lebih. Seharusnya itu jauh lebih menghemat dibanding harus mengeluarkan uang banyak demi Yggdrasil. Namun, saat mendengar pembicaraan bahwa itu dilakukan karena memberi energi langsung pada Yggdrasil berbahaya, aku tak lagi memikirkannya dan menganggap kalau semua itu demi kebaikan kami. Kami sama sekali tak pernah mencobanya secara langsung karena kami sudah terlalu mempercayai para dewan dan benar yang X katakan, bagaimana kalau ternyata salah satu dari dewan adalah Rebels? Dia dapat memberi pasokan senjata yang lumayan banyak bagi pasukan mereka"


Alvain kembali menghela napas, melipat lengannya, tak lagi mampu memikirkan kemungkinan kalau terdapat seorang penghianat dalam ras elf "Baiklah, anggap saja begitu. Apa yang dapat kita lakukan untuk membuktikannya? Kita butuh bukti untuk dapat meyakinkan warga demi membantu kita memojokkan mereka dan mengusirnya dari Alfheim. Kita juga masih belum tahu hal yang membuat putri Zyora menjadi incaran Rebels" Ia melirik pada Antra yang tertawa gugup sembari menggaruk kepala belakang.

__ADS_1


Antra akhirnya menyerah, mengangkat kedua tangan ke depan sembari mengatakan "Baiklah baiklah, akan kuberi tahu. Putri Zyora memiliki tingkat kecocokan yang tinggi dengan High Elf"


__ADS_2