
"Jadi, mengapa kau meminta kami berkumpul di sini?" Tanya Alvain penasaran sembari melipat lengannya.
Kini, Alvain, Theora, putri Yuna, Ciara dan Antra berada di dalam. Yang menjadi sebuah pertanyaan besar adalah..
"Mengapa mereka juga berada di sini?" Tanya Theora tak mengerti.
Angel, Demon serta Dragonoid tersebut juga berada di dalam. Hanya Dragonoid saja yang terlihat tak begitu tertarik pada apa yang akan terjadi. Dia hanya terus memerhatikan ruangan, berusaha mencari sesuatu yang kami tak tahu apa.
"Zena akan menjawabnya untuk kalian" Jawabku.
Ketika mendengar nama tersebut, Alvain dan Theora segera memperbaiki posisi mereka berdiri. Tegap layaknya seorang prajurit di hadapan komandan. Yuna bingung melihat reaksi mereka, bertanya-tanya mengapa nama itu membuat mereka bereaksi seperti sekarang. Mulutnya terbuka akan bertanya, tetapi sebelum sepatah kata pun keluar, kilatan cahaya keunguan tersebut sudah muncul, mengejutkan tiap orang dalam ruangan sampai Angel, Demon dan Dragonoid mengeluarkan kekuatan masing-masing.
"Tenanglah. Kalau aku berniat membunuh kalian, kalian sudah tak bernyawa"
Mendengar suara yang terdengar robotik, membuat mereka bertiga seketika menarik kembali kekuatan dan ikut memperbaiki posisi tubuh layaknya Alvain serta Theora. Mereka tahu jika mereka melakukan kesalahan sedikit saja, mereka dapat mati secara tiba-tiba dan masih banyak yang ingin mereka lakukan dalam hidup. Belum saatnya kematian datang menjemput.
Begitu dia menampakkan diri, putri Yuna terkesiap, menutup mulut tak dapat menyangka kecantikan seorang Codes bahkan mengalahkan elf. Zena terlihat seperti keluar dari sebuah lukisan masterpiece yang dibuat penuh perasaan, penuh cinta. Rambut putih berkilauan itu bergerak pelan mengikuti arah gerakan tubuh, menghipnotis tiap pasang mata hingga tak dapat berkedip saking indahnya.
Ia berjalan mendekatiku yang kini berdiri di tengah ruangan, menarik turun tudung kepala kemudian menonaktifkan Face Distortion dan memberiku sebuah ciuman lembut pada pipi kanan.
Mata mereka seketika melebar dengan cepat. Tak dapat mempercayai apa yang baru saja mereka saksikan. Sementara Alvain bersama Theora, melipat lengannya merasa bangga karena telah lebih dulu melihat hal tersebut dibanding yang lain. Berlagak layaknya seorang senior yang kemudian menjadi sasaran putri Yuna.
"Kalian berdua sudah tahu ini bukan?"
__ADS_1
Alvain buru-buru mengubah ekspresi dan memasang wajah terkejut yang begitu tak meyakinkan "Wahh! Seorang Codes! Kau dapat percaya itu Theora?"
"Yaa.. Wahh"
Putri Yuna hanya dapat menghela napas panjang melihat reaksi mereka.
Zena tertawa kecil, lalu menoleh padanya "Iya, mereka sudah tahu, bahkan aku memerintahkan mereka untuk menjauhkan Xera dari wanita lain" Jelasnya, melirik pada Angel dan Demon di samping yang langsung memalingkan mata, kemudian pada Ciara sebelum kembali pada tuan putri "Alasan aku meminta kalian berkumpul di sini berkaitan dengan hal tersebut. Ah, tolong jangan terkejut melihatku berekspresi pada kalian. Karena aku juga jatuh cinta padanya, salah satu player dalam Archsoul"
Seperti yang kalian tahu, Codes tak pernah menunjukkan perasaan pada ras lain. Sehingga ketika kalimat terakhir itu diucapkan, mereka semua terdiam untuk sesaat sebelum melanjutkan dengan "HAAAAAAAA??" Yang begitu besar, meluapkan seluruh isi hati yang telah ditahan semenjak awal.
Dragonoid sampai terbatuk-batuk sembari berlutut Dia yang tadinya tak begitu tertarik, seketika berubah pikiran. Semoga saja dia baik-baik saja karena dia terbatuk layaknya seseorang terkena penyakit Tubercolosis. Mungkin sulit untuk mempercayai seorang Codes jatuh cinta pada seorang manusia. Dua ras dengan kekuatan bagaikan langit dan bumi. Codes di urutan teratas dan manusia terbawah.
"Tunggu, kau bercanda bukan? Tak mungkin seorang Codes mencintai manusia" Sahut si Angel tak percaya.
Pertanyaan Zena itu membuat seisi ruangan terdiam dengan tiap pasang mata mengarah padaku. Aku yang dapat merasakan kalau mereka menginginkan jawaban, membuka jaket serta baju. Kuletakkan di bibir kasur, berusaha tak memedulikan rasa malu yang perlahan mengambil alih dan mulai memfokuskan diri untuk mengerahkan kekuatan sebenarnya yang telah kutahan-tahan.
Dapat terasa, perlahan-lahan kulit sintetis ini meleleh, jatuh ke bawah dalam rupa cairan kental, memperlihatkan bagian dalam yang tadinya hanya terlihat samar bagi Alvain dan Thoera. Kini begitu dapat melihat lebih jelas lagi, barulah mereka sadar kalau badan ini bukanlah badan BPZ melainkan badan para Codes yang memiliki Binary Code.
Saat kekuatan sudah mencapai puncaknya, aku menghempaskan energi besar tersebut keluar, mengguncang tak hanya kerajaan dark elf tetapi seisi Alfheim hingga mereka yang tak mengerti mengira telah terjadi sebuah gempa besar. Sesuatu yang nantinya akan tertulis dalam sejarah sebagai gempa pertama dan diharapkan semoga bukan pertanda dari sebuah kekacauan besar yang akan tiba. Terutama tidak dari dua mahluk yang kini terbangun dari tidurnya.
"Kau.. adalah Codes?" Tanya Ciara tak percaya.
Sebelum aku dapat berbicara, Zena sudah melangkah maju- itu benar, melangkah. Mungkin agar semuanya merasa aman dan setara, dia memilih untuk tak melayang di udara "Sebelum kalian menyalahkan dirinya, coba pikirkan, mengapa seorang Codes justru berbaur bersama manusia bahkan sampai rela menutupi identitas aslinya sendiri?" Tanya dia pada tiap orang dalam ruangan dengan tegas.
__ADS_1
Sebuah senyum terbentuk di wajah melihatnya, menyadari Zena melakukan ini untuk melindungi diriku dari amarah mereka karena pada dasarnya aku bisa saja melakukan yang lebih lagi dari yang sebelumnya kulakukan saat bersama mereka.
"Antara kalian berdua terjerat sebuah masalah atau Xera lah yang terjerat masalah dan harus bersembunyi di antara manusia" Jawab Alvain dengan pose biasa miliknya. Melipat lengan, menutup mata (Sekarang sudah terbuka), sembari memikirkan segala macam kemungkinan.
Zena mengangguk "Itu benar. Kedua jawabanmu benar. Aku akan menceritakannya dari awal.. "
Mulailah Zena menceritakan semua yang telah terjadi dimulai dari saat kami masih kecil, di mana tiap Codes begitu lahir sudah memiliki pasangan masing-masing yang ditentukan melalui 'Link', lempengan besi berbentuk segitiga tersebut. Tiap Codes hanya akan merasakan jatuh cinta dalam hidup sekali, jadi begitu hal buruk terjadi dan menyebabkan Link mereka hancur, maka seluruh perasaan mereka akan menghilang, mengembalikan mereka menjadi robot tak berperasaan.
Begitu cerita mengalir, aku mulai kembali mengingat memori-memori kami selama berada di dunia Codes tersebut. Apa yang telah kami lalui bersama, perjuangan kami bersama teman-teman serta bagaimana kami berdua saling mengorbankan diri untuk satu sama lain.
Aku dapat melihat ekpresi mereka berubah seiring berjalannya cerita. Terdapat sedih, bingung dan terpesona di sana (Mungkin karena pengorbanan kami). Sampai tiba lah di saat Zena kembali di bawa ke HQ bersama tubuhku yang sudah dalam masa kritis. Para petinggi terkejut saat para pasukan membawa kembali Codes yang telah rusak. Namun, sebelum mereka sempat membentak mereka, pemimpin pasukan menjelaskan kalau Zena dapat kembali menunjukkan perasaan bahkan sesudah Link milik mereka rusak yang seketika menjadi sebuah berita hangat.
Jika seorang Codes dapat melakukan ini, maka Codes-Codes lain juga tentu bisa. Mereka tak lagi membutuhkan sebuah Link untuk menunjukkan perasaan dan dapat keluar dari rasa takut akan kehilangan Link tersebut. Oleh karena itu, Zena diminta untuk ikut dalam berbagai tes untuk mencari tahu bagaimana bisa dia kembali menemukan perasaan tanpa alat bantuan. Tentu Zena setuju dengan sebuah syarat, yaitu memberikan dia akses untuk memiliki laboratorium sendiri dan dari sanalah tubuh Clone untuk diriku tercipta yang masih disembunyikan dari semua orang, kecuali teman dekat dia. Para petinggi hanya tahu kalau laboratorium tersebut digunakan Zena untuk sendiri melakukan riset mengenai keajaiban ini.
"Mengapa kau tak menyembuhkan tubuh Xera?" Tanya Theora bingung.
"Karena Xera telah ditetapkan sebagai Codes yang harus segera dihancurkan" Jawabnya dengan kepala tertunduk. Ia sulit menahan kesedihan atas takdir sialan yang menimpa kekasihnya itu.
Zena mulai menjelaskan kalau Xera bukanlah Codes biasa, melainkan Codes yang lahir dengan sebuah tujuan. Tujuannya ialah membantu tiap ras untuk menyelamatkan diri dari bahaya yang akan tiba tak lama lagi. Itu jugalah salah satu alasan Link tercipta. Codes yang tak memiliki perasaan dan hanya menjalankan perintah memang sebuah pasukan terbaik, tetapi ketika menghadapi kekuatan yang jauh lebih kuat dari mereka, Codes hancur dalam sekejap. Mereka cuma tahu menjalankan perintah dan berimprovisasi, tetapi tanpa sebuah perasaan yang dapat menguatkan mereka, mereka sama saja melakukan misi bunuh diri yang bahkan tak begitu berarti.
Mereka telah melihat sendiri bagaimana tiap ras berjuang keras meski lawan mereka jauh lebih kuat dengan alasan demi keluarga dan orang tercinta. Mereka mampu melewati batasan tubuh hanya demi alasan sederhana tersebut dan mendapatkan kekuatan tambahan yang datang entah dari mana asalnya.
Para Codes takjub, juga ingin memiliki hal seperti itu, demi dapat menyelamatkan ras dari bahaya yang sudah beberapa kali datang dan pergi di dunia mereka.
__ADS_1
Dan sebelum Alvain sempat bertanya, Zena sudah menjawab "Ya, itu benar. Kami telah mengawasi kalian dari lama. Itulah mengapa tiap dunia yang kami kunjungi, memiliki Beacon tersembunyi. Zent dan Ciara telah melihat salah satunya di bawah kerajaan elf"