Archsoul

Archsoul
Part 66


__ADS_3

"Tunggu, sebelum aku bertanya mengenai dunia kami yang telah diberi tanda oleh kalian, apa maksudmu tujuan hidup Xera adalah untuk menyelamatkan kami?" Tanya Alvain bingung. 


"Dia disebut sebagai Waymaker, seseorang yang bertugas untuk memimpin tiap ras menemukan dunia berikutnya di mana, mahluk tersebut takkan pernah bisa datang mengganggu kalian" Jelas Zena yang lalu menghela napas panjang "Sayangnya, karena sesuatu di dalam dunia para Codes, Waymaker justru diincar dan dibunuh. Mereka menjadi sosok pembawa kehancuran yang sebenarnya tidaklah benar. Mereka memang memiliki kemampuan untuk membuat orang di sekitar menjadi haus darah. Tetapi, kemampuan tersebut sebenarnya digunakan untuk memimpin pertarungan menghadapi anak buah dari mahluk yang kukatakan sebelumnya. Tanpa kemampuan tersebut, kekuatan biasa takkan bisa melukai mereka, karena mereka pada dasarnya tak benar-benar ada di dunia, melainkan hadir melalui mimpi"


"Tunggu-tunggu, aku kesulitan menangkap maksudmu. Mengapa mimpi?" Tanya si Demon bingung yang lalu di jawab oleh si Dragonoid yang juga menggunakan pose sama seperti Alvain.


"Hmm, jadi maksudmu, kurang lebih Waymaker akan menuntun kami melalui sebuah jalan yang hanya bisa dicapai melalui mimpi saja. Ahh.. Jadi itulah mengapa kalian membuat kami saling bertarung dalam Archsoul dan berpindah dunia menggunakan tubuh buatan. Kalian ingin agar kami terbiasa terhadap situasi berpindah-pindah tubuh tersebut bukan?" 


Zena tersenyum mendengar penjelasannya, tak menyangka akan ada yang mudah menangkap maksud dari Archsoul. Seperti dugaannya, ras Dragonoid adalah ras terbaik karena tak hanya menggunakan fisik, mereka juga menggunakan kepala "Itu benar. Alasan kenapa kami menamainya 'Arhcsoul' adalah karena tempat tersebut, seluruh pertarungan ini adalah cara kami melatih jiwa kalian untuk lebih terbiasa berpindah dunia serta menerima luka. Mengapa? Karena perjalanan menuju dunia yang telah ditakdirkan, jauh lebih berbahaya dari yang kalian kira"  


"Jadi, pertarungan dalam Archsoul hanyalah sebuah kebohongan?" Tanya Demon itu lagi.


"Tidak" Jawab Zena sembari menggeleng pelan "Kalian tetap harus saling bertarung di sana demi mendapatkan posisi. Tak mungkin seorang Waymaker seorang diri menyelamatkan kalian semua bukan?" Dia menoleh padaku dengan tatapan hangat "Kemampuan Xera juga terbatas meski dia adalah seorang Codes. Menjadi seorang Waymaker, kau tak hanya harus menuntun tiap ras, tetapi juga melindungi mereka. Sementara, dari satu dunia saja, sudah berapa banyak jiwa yang harus dirinya selamatkan? Orang biasa sudah pasti akan gila karenanya. Dengan Xera menggunakan kemampuan khususnya juga, itu sama seperti dia membagi serpihan-serpihan jiwanya pada kalian dan jika terlalu banyak, tentu saja dia akan terluka dan kita sama sekali tak menginginkan sebuah jiwa yang terluka. Jiwa yang terluka tak dapat disembuhkan, sementara Waymaker tersisa satu, yaitu Xera"


"Tunggu, mengapa ini berkontradiksi dengan perkataanmu sebelumnya? Kau mengatakan kalau Waymaker bertugas untuk menyelamatkan tiap ras, mengapa dia justru dianggap sebagai pembawa kehancuran?" Tanya Alvain masih tak mengerti dengan kerutan pada dahi sudah makin mendalam. 


Seketika wajah Zena berubah sedih. Dia datang mendekat, meletakkan telapak kanannya pada dadaku dan mengatakan "Karena jiwanya, menarik perhatian mahluk tersebut" 

__ADS_1


Suasana berubah mencekam. Meski kami masih belum mengerti mahluk seperti apakah yang disebutkan oleh Zena, tetapi kami dapat merasakan kalau mahluk tersebut adalah pembawa kiamat yang mungkin telah disebutkan dalam legenda berbagai ras. 


Keheningan mengisi ruangan, hanya terdengar suara hujan deras di luar jendela yang juga baru kami sadari. Theora melangkahkan kaki mendekati gorden biru tua di belakang dan menutupnya sebelum kembali berjalan ke tempat semula.


"Jadi, para petinggi Codes berniat membunuh Xera dengan harapan mahluk tersebut tak datang menghancurkan dunia? Namun di saat bersamaan, bersiap untuk menghadapinya dengan membuat Link agar memberi kalian kekuatan tambahan dari perasaan. Mengapa kalian para Codes berpikir seperti manusia bahkan melebihi mereka?" Tanya Theora kemudian. 


Zena berbalik menghadap mereka, menoleh padaku yang kubalas dengan sebuah tatapan hangat untuk memberinya sebuah kekuatan yang dia butuhkan sekarang sebelum akhirnya kembali pada mereka yang telah menunggu sebuah jawaban "Karena kami adalah manusia"


Si Dragonoid menghantam dinding hingga membuat istana gemetar kuat. Tampak sebuah retakan besar di sana yang aku yakin disentuh sekali saja, maka sudah dapat meruntuhkan dinding besar tersebut "Tak mungkin!" Serunya tak percaya "Bagaimana bisa mahluk yang lemah seperti itu berubah menjadi mahluk yang pada dasarnya adalah dewa-dewi?!"


Kalian ras elf, hal pertama yang dilakukan nenek moyang kalian adalah mempelajari sihir. Kalian ras Werebeast, yang pertama kali dilakukan adalah bertarung. Kalian ras Angel, kesucian. Kalian ras Demon, kekuatan. Lalu kalian ras Dragonoid, keagungan. Sekarang kalian mengerti apa yang ku maksudkan? Ras kalian unggul di beberapa hal kecuali cara untuk bertahan hidup. Kalian hidup dalam iklim yang sama, musim yang sama dan ketika bencana alam terjadi, kalian tinggal menggunakan kekuatan masing-masing untuk bertahan. Bagaimana dengan manusia?  


Kami memang telah kehilangan begitu banyak nyawa yang tak lagi dapat disebutkan jumlahnya. Kami telah melalui begitu banyak pengorbanan, namun terus menemukan cara untuk memanfaatkan hal tersebut menjadi sebuah hal yang baru dan baik. Kami beradaptasi. Itulah mengapa manusia dapat menjadi Codes dan Codes adalah manusia. Sayangnya, kami kehilangan kemanusiaan kami seiring berjalannya waktu yang membuat kami berubah menjadi ras tak berperasaan, hidup hanya demi menjalankan perintah saja"


Zena berjalan mendekatinya, lalu berhenti tak jauh di depan "Kalau kau masih ragu, biarkan aku menanyakan satu hal padamu" Tukasnya pada Dragonoid yang tampak begitu tinggi dibanding dirinya, tetapi terlihat lebih lemah ketimbang Zena yang penuh akan keteguhan "Apakah kau berani mengorbankan satu saja bagian tubuhmu untuk diganti menjadi sebuah mesin?" 


Si Dragonoid menggeleng pelan dengan kepala tertunduk "Tidak. Kami tak bisa mengganti tubuh kami yang sudah menjadi bagian dari diri kami semenjak lahir, identitas kami sebagai Dragonoid" 

__ADS_1


Dengan begitu, Zena kembali ke tempat semula, berdiri di sampingku dan kali ini menggenggam erat tangan kiriku "Bahkan sekarang, karena kehadiran para Rebels yang telah menemukan cara untuk berhubungan langsung dengan mahluk ini, mereka bisa menerima kekuatan tambahan yang telah dialami langsung oleh para elf. Itulah kecepatan mengerikan manusia untuk beradaptasi. Apakah kalian melihat ada satu saja dari para Mercenary yang menyerang kalian merupakan dari ras lain?" Tanyanya pada Alvain dan Theora yang menggeleng.


Ruangan kembali hening, kali ini dengan suasana yang sulit terbaca. Campuran dari berbagai perasaan hingga membuat perasan tak nyaman yang untungnya dihilangkan oleh pertanyaan dari tuan putri "Tunggu, jadi saat aku dan X bertarung, itu adalah jalan yang dimaksudkan?" 


"Kau dan Xera bertarung?" Tanya Alvain cepat.


Tuan putri tampak menyesal sudah menanyakan hal tersebut secara langsung. Namun akhirnya memutuskan untuk mengangguk mengiyakan "Iya, di malam pertama kita beristirahat di tempat Qeina, aku tanpa sengaja terbawa kembali ke kejadian tak menyenangkan bagi para elf serta manusia. Di saat kita menyerang dunia mereka karena sebuah kesalahan informasi. Di mimpi yang terasa begitu nyata itu, aku bertarung menghadapi X dan nyaris kalah darinya yang kupikir mungkin terjadi karena ini adalah mimpi. Aku baru percaya X sekuat itu ketika mendengar bahwa dia seorang diri mengalahkan Fayheart dan sekarang mendengar kalau dirinya adalah Codes, aku tak lagi terkejut"


"Sepertinya, tanpa sengaja kalian berdua masuk dalam imitasi dari 'jalan' yang kumaksudkan. Mungkin karena Xera memiliki trauma berat di sana, kau baik-baik saja bukan?" Tanya Zena tiba-tiba yang kujawab dengan sebuah anggukan kepala "Baiklah, tapi kalau hal seperti itu terjadi lagi, katakan padaku, mengerti?" 


Aku kembali mengangguk mengiyakan sembari berusaha menahan senyum karena perasaan hangat dalam dada. 


"Hmmmm, tapi kalau kalian Codes sudah berada di sini, sementara ras manusia masih belum mencapai di mana kalian berada sekarang. Apakah itu berarti.. Kalian datang dari masa depan?" 


Pertanyaan Theora itu mengejutkan satu ruangan yang juga baru menyadarinya. 


Zena mengangguk pelan, menjawab "Itu benar. Dan ini adalah kesempatan terakhir yang kita miliki" 

__ADS_1


__ADS_2