Archsoul

Archsoul
Zeon (Part 2)


__ADS_3

Aku menjabat tangan tersebut, di mana dapat kurasakan sesuatu seperti menyetrum masuk dalam tubuh. 


Senyum pada Codes itu melebar, sebelum akhirnya menarik tangan, membiarkan Cass mengambil alih.


"Inilah kami Xera, orang-orang yang masih belum menyerah untuk mendukungmu. Kami tahu jumlah kami tak banyak dibanding pasukan militer Codes. Tetapi, kami adalah orang-orang yang siap untuk mengorbankan nyawa untukmu" 


"Mengorbankan nyawa? Kenapa? Kalian tak perlu melakukan itu" 


Codes itu tertawa, menggeleng-gelengkan kepala "Tak kusangka. Setelah terpisah dari kami, kau masih saja sama seperti sebelumnya" 


"Kau siapa?"


Dia terdiam, terkejut mendengar perkataanku "Tunggu, kau tak mengingat kami? Cass?"  


Menghela napas panjang, Cass menggeleng pelan "Sayangnya tidak. Zena sudah menyegel ingatannya. Dia bahkan tak mengingatku dan aku yakin, dia juga tak mengingat Zena sebelumnya" 


"Dia selalu saja berlebihan dalam melakukan sesuatu" Balasnya kesal.


"Berlebihan? Dia melakukannya untuk membuatku aman" 


Alisnya terangkat.


Dia berjalan mendekat, melipat lengan dengan sebuah senyum lebar terpampang "Aku rasa kau sedikit berubah. Sebelumnya kau tak seberani ini. Kau masih sering mempertanyakan diri sendiri, merasa ragu karena takut menyakiti perasaan orang lain. Siapa sangka kau akan membela Zena secara tegas seperti tadi" 


"Bukankah sudah sewajarnya aku melakukan itu? Dia adalah pasanganku" 


Dia seketika terbatuk-batuk, padahal seharusnya Codes tak bisa sakit "Aku tarik kembali kata-kataku. Kau benar-benar berubah. Dirimu yang dulu takkan pernah mengatakan sesuatu seperti itu" 


Sekarang aku benar-benar penasaran seperti apa diriku sebelumnya sampai membuat mereka terkejut seperti sekarang. 


Salah satu Codes melangkah ke depan, terlihat lebih angkuh ketimbang Codes yang kini memberinya tempat untuk berbicara "Jadi, kau pikir sekarang kau sudah begitu hebat karena mengorbankan diri di hadapan Zena?" Tukasnya. 


"Apa kau mencari masalah? Karena kalau iya, ini bukanlah waktu yang tepat. Pesawat lain bisa saja sedang menuju ke sini" 


Dengusannya keluar, terdengar begitu kasar dan mengesalkan hingga ingin rasanya aku menghantam wajah tersebut "Oke, aku akui kau sudah tak seperti sebelumnya" Dia mendekat, berbisik "Tapi Zena belum sepenuhnya menjadi milikmu, kau mengerti?" 


Codes di samping menepuk kening, menggeleng kecewa dan menariknya ke belakang "Kembalilah ke tempatmu, sudah kuduga kau hanya akan membawa masalah" 


"Oh Herald ayolah. Aku hanya-


"Kembali ke tempatmu Blake" 


Mendengar suaranya yang lebih tegas, Blake memilih untuk menyerah dan kembali ke tempatnya semula tanpa melepaskan tatapannya dariku. Seakan berkata, 'Kita belum selesai kawan'.


Oh tentu, kita belum selesai. 


Takkan kubiarkan siapapun menyentuh Zena. 


"Maafkan Blake, dia terlalu bersemangat untuk bertemu denganmu. Dia bukanlah seseorang yang jahat, hanya sedikit.. Yah, seperti itulah" Ucap Herald, menyesal sudah memberi Codes tadi tempat untuk membuka mulut. 


"Bagaimana kalau kau ikut bersama kami ke tempat persembunyian Zeon?" Saran Cass riang, sudah begitu tak sabar untuk memperlihatkan hasil kerja mereka selama bertahun-tahun ini. 


"Kalian mengetahui Zeon?" Tanyaku bingung. 


"Tentu saja otak udang. Zena membentuknya di sini pertama kali. Tak mungkin dia membentuknya di dalam Archsoul saja" 


Ahh, jadi seperti itu. 


Mereka mulai membawaku masuk dalam sebuah bangunan kosong yang justru hanyalah berupa bangunan dua lantai. Tetapi begitu mereka membuka ruangan rahasia yang ternyata berada di bawah tanah, mataku sama sekali tak dapat berkedip memerhatikan sebuah kota mini penuh akan Zeon. 

__ADS_1


Aku kembali teringat saat turun ke bawah tanah untuk menemui si penghianat itu. 


Buru-buru aku menggelengkan kepala, berusaha mengusir perasaan tak nyaman dalam hati dan kembali fokus pada pemandangan di sekitar. 


Namun perhatianku justru direbut oleh tiap Zeon yang seketika berkumpul mengelilingi kami. 


Mereka menyebut namaku, memintaku untuk melihat ke arah mereka seolah-olah aku adalah artis terkenal. 


"Kau memanglah terkenal Xera" 


Aku benar-benar curiga Cass mampu membaca pikiran.


Tak mungkin dia bisa terus menebakku semudah ini bahkan jika aku mudah dibaca olehnya. 


"Kami telah menunggu kedatanganmu begitu lama Xera" Ujar Herald sembari memimpin jalan "Mereka adalah orang-orang yang telah mengorbankan kehidupan sebagai Codes untuk bergabung bersama Zeon, demi mendukungmu. 


Cass telah menjelaskannya padamu bukan?" 


"Tentu saja aku sudah menjelaskannya. Kau pikir aku akan membawanya ke sini tanpa mengetahui apa-apa?" Balas Cass, tersinggung. 


"Tak seperti itu Cassandra. Aku hanya memastikannya karena kau terkadang mudah teralihkan" Jelas Herald lembut.


Dia meletakkan tangan di atas pundak Cass dengan cara yang sedikit terlalu intim, membuatku membuka mulut, berkata "Ah" Tanpa suara. 


Jadi mereka berdua adalah pasangan. 


Pantas saja tatapan di antaranya sedikit berbeda. 


Kami masuk dalam satu-satunya bangunan besar dalam bawah tanah, dengan tinggi mencapai enam lantai. Di dalamnya, mereka membawaku ke sebuah ruangan, di mana terdapat sebuah meja putih besar pada bagian tengah. 


Lampu pada lantai berubah gelap, memberi penerangan minim agar hologram yang muncul di atas meja menjadi lebih jelas dan terang. 


Pada hologram tersebut, tampak tata surya bumi, tempat kami berada sekarang. Tak sedikit kapal-kapal terbang besar versi mini sementara terbang, meluncur dari satu planet ke planet lainnya. 


Dia berdeham beberapa kali, lalu melanjutkan. 


"Seperti yang kau tahu, kita berada di sini, di bumi. Kami sudah berhasil menguasai, tak hanya matahari, tapi tiap bintang dalam galaksi ini" Dikecilkannya tata surya, membentuk galaksi Milky Way yang kini sementara berputar pelan "Kami telah berhasil mencapai Civilization Type 4 yang mampu memanfaatkan seluruh energi dalam galaksi kita, bahkan menguasainya. Namun bukan karena itu kami membawamu ke mari"


Dia menggesernya, memperlihatkan konvoi besar kapal luar angkasa yang sedang menuju galaksi Andromeda. 


Awalnya, tak terjadi apa-apa pada konvoi tersebut. Mereka tetap terbang melewati kegelapan pekat luar angkasa dalam ketenangan sampai tiba-tiba sesuatu terjadi dan..


Mengonsumsi kapal-kapal tersebut? 


"Aku juga membuat wajah yang sama sepertimu ketika melihatnya untuk pertama kali. Seolah-olah luar angkasa mengonsumsinya bukan? Aku tahu itu terdengar dan terlihat begitu aneh. Namun, ini adalah rekaman pertama kalinya kami menemukan bukti kalau mahluk tersebut benar-benar ada" 


Herald menekan sesuatu pada meja, mengubah layar hologram menjadi sebuah aliran air dengan piramida transparan terletak pada bagian tengah. 


"Reflow, aku yakin kau juga telah mendengarnya. Tetapi, mungkin masih belum terlalu paham apa yang sebenarnya terjadi, sampai kami harus mengulang sebanyak tiga kali"


Diletakkannya tangan di belakang aliran air tersebut "Bayangkan ini sebagai waktu. Waktu terus bergerak ke depan, namun berkat sebuah keajaiban, kami bisa.. " Perlahan dia menggerakkan tangan ke samping, mengubah arah aliran air "Menarik mundur waktu" 


Seringai Herald melebar, dipenuhi oleh semangat.


Dia mengangkat tangan dan kini meletakkan kedua telapak di belakang piramid "Tapi lihat ini. Piramid ini terus berputar melawan arah arus air.  Bayangkan ini sebagai Archsoul. 


Archsoul akan terus bergerak maju tanpa terpengaruh oleh waktu sehingga apapun yang terjadi di dalam sana, takkan dapat disentuh oleh waktu yang berada di luar. Sama seperti arus air di sekitar piramid. 


Namun, bagaimana bisa itu terjadi sementara jiwa kalian berada di dalam sana, tetapi tubuh kalian justru berada di luar?" 

__ADS_1


"Sebenarnya tak begitu sulit. Kami hanya mengembalikan jiwa kalian ke tubuh masing-masing, memundurkan waktu dan tada! Selesai" Lanjut Cass cepat, tak memberi kesempatan bagi Herald untuk berbicara. 


Herald meliriknya, menghiraukan ketika Cass dengan sengaja memalingkan muka lagi "Ya.. Itu benar. Kami hanya menarik jiwa kalian kembali ke tubuh masing-masing agar tak terjadi sebuah kesalahan atau bisa-bisa, jiwamu terperangkap dan hancur di dalamnya" 


"Kenapa bisa jiwaku hancur sementara kau mengatakan kalau dunia dalam Archsoul sama sekali tak terpengaruh?" 


Ditekannya meja, memperlihatkan jiwa yang berupa tubuh transparan serta seorang Codes. Mereka saling dihubungkan oleh sebuah tali cahaya berwarna oranye. 


"Seperti yang kau lihat, tubuh dan jiwa saling terhubung. Kau tak bisa memisahkan mereka terlalu jauh, terutama dengan memundurkan waktu yang akan membuat mereka menjauh, menjauh dan menjauh sebelum akhirnya.. Putus" 


Hologram tersebut menampakkan jiwa yang kini berada dalam piramid, sementara tubuh berada di luar, terbawa oleh arus air hingga tali cahaya tersebut terus menipis, sampai kemudian putus. 


"Kalau kau bertanya, 'Lalu bagaimana dengan jarak antar planet yang saling berjauhan?'" Senyum Herald kembali melebar "Archsoul tak berada dalam dunia ini Xera. Mungkin Zena sudah menjelaskannya, kau tinggal menganggapnya saja seperti VRMMO yang dulu sering dimainkan manusia.


Tentunya dengan teknologi lebih canggih, dunia Archsoul terasa jauh lebih nyata ketimbang kenyataan itu sendiri. HQ kami hanyalah penyimpanan dan tenaga bagi pod yang adalah media untuk mengirim jiwamu masuk ke dalam"


"Jadi pada dasarnya, kalian menggunakan game untuk memperkuat jiwa tiap orang serta memanfaatkan data perasaan yang kalian dapatkan dari sana untuk membuat Link-Link baru. Yang sayangnya, kini dimanfaatkan oleh Yeza untuk menciptakan pasukan" 


Herald menjentikkan jari "Tepat sekali" 


"Kau hanya mengulang yang dikatakan oleh Cass" 


"Tunggu, Cass sudah menjelaskannya padamu sedetail ini?" Tanyanya tak percaya.


"Tidak, tapi aku sudah mengerti maksudnya apa. Yang ingin kutanyakan adalah apa hubungannya semua ini dengan takdirku dan mahluk tersebut? Mengapa harus melalui Archsoul?" 


"Karena Archsoul adalah poin utamanya Xera. Archsoul adalah jembatan bagi kita semua untuk tiba di dimensi baru dan menjalani kehidupan yang aman dari mahluk itu...


Zena sudah menjelaskannya padamu?" 


Aku mengangguk. 


Herald melempar tangan, kesal tak diberi kesempatan untuk menjelaskan semua ini padaku "Apalagi yang harus kujelaskan kalau dia sudah mengetahui semuanya? Kau tahu berapa lama aku menyiapkan ini?"


"Hei, bukan salahku kalau dia ternyata lebih pintar dibanding sebelumnya" Balas Cass kesal. 


Sebodoh apa diriku yang dulu sampai mereka seperti ini? 


"Kalian belum menjelaskan sesuatu padaku" 


Herald langsung berbalik, begitu cepat sampai aku khawatir dia akan mematahkan leher "Apa itu!?" Tanyanya penuh semangat.


"Dari mana kalian mendapatkan teknologi untuk memutar waktu? Di mana kalian menyimpan Archsoul? Karena tak mungkin Archsoul ada begitu saja tanpa menggunakan sesuatu untuk menyimpan jiwa-jiwa kami dan mengumpulkan data.


Dan kenapa bisa hanya aku dan Zena yang berbeda dari kalian? Bagaimana? 


Kalian belum menjelaskannya sama sekali" 


Herald dan Cass saling berpandangan, tak tahu bagaimana cara menjawabnya.


"Ah kalian berdua terlalu lama!" Blake memutar badanku, mengatakan "Bukan mereka yang tak ingin menjelaskannya, tapi kami tak bisa" 


"Maksudmu?" 


"Kami sama sekali tak memiliki informasi mengenai itu" 


"Itu tak mungkin" 


"Itu benar Xera. Kami hanya tahu di mana lokasi penyimpanan jiwa, tetapi kami tak tahu siapa yang menciptakan Archsoul dan mengapa kalian berdua memiliki kekuatan" Lanjut Cass "Kami tahu.. Kamilah, Codes yang menciptakan Archsoul. 

__ADS_1


Namun kami sama sekali tak memiliki informasi mengenai siapa atau bagaimana 'dia' menciptakannya. 


Dia jugalah yang menemukan cara memutar waktu"


__ADS_2