
Perjalanan menelusuri hutan para Elf termasuk mudah ketimbang hutan manusia yang gelap dengan sedikit pencahayaan. Di sini, kunang-kunang senantiasa terbang menerangkan sekitar oleh cahaya kuning indahnya, ditemani cahaya cantik berwarna-warni dari jamur-jamur yang tampak tumbuh di sekitar batang pohon. Begitu indah, bagaikan sebuah dunia mimpi, sebuah dunia fantasy.
Inilah salah satu tempat di mana diriku dapat merasakan dunia fantasy yang sesungguhnya, sebuah perasaan yang membuatku kembali bernostalgia akan kenangan masa lalu saat bermain game tersebut. Andai saja dia juga dapat merasakannya, aku yakin dia akan terus berbicara tanpa henti tentang bagaimana menakjubkannya hutan ini dan hal apa saja yang dapat kita lakukan di dalamnya.
Dia memang memiliki berbagai macam ide menarik ketika menemukan sebuah tempat baru dengan aestetika masing-masing. Ia mampu menyesuaikan hiasan apa yang perlu ditambahkan untuk membuat tempat tersebut terlihat makin menarik hingga sulit untuk dilupakan. Contohnya, dalam hutan ini mungkin dia akan menyarankan sebuah kemah. Bayangkan saja, berkemah di tengah-tengah hutan yang indah, tiada mahluk buas, tiada bahaya, hanya kedamaian saja. Sungguh sebuah hidup impian.
Di manakah dirimu berada sekarang? Mengapa kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar? Mungkinkah kau sedang menjalankan sebuah misi penting sebagai Sang karakter utama?
Aku tersenyum memikirkan itu, bayangan bahwa kini dia sedang berpetualang bersama rekan timnya, berusaha menyelamatkan dunia dengan kekuatan pertemanan. Kalau dia di sini, dia sudah pasti akan bersikeras bahwa kekuatan pertemanan itu ada, sementara
aku hanya tertawa mendengar hal tersebut.
Yah, di manapun dirimu berada, aku harap kau baik-baik saja Elvin. Kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti, jangan sampai kau melupakan sahabatmu ini karena menjalani kehidupan seorang pahlawan.
Aku tertawa untuk sesaat, tak sengaja melihat salah satu dari Forest Guardian yang adalah sebuah golem tanah bertampang ramah dengan lumut di sana-sini, mengingat mereka yang telah berumur lebih dari seribu tahun.
Golem tersebut juga melihat ke arahku, melambaikan tangannya memintaku untuk datang mendekat. Begitu sampai di sana, barulah aku teringat betapa besar mereka. Tinggi Forest Guardian mencapai dua meter serta lebar satu setengah meter dan memiliki badan besar berbentuk setengah lingkaran dengan bagian bawah tubuh berbentuk kerucut. Pada bagian bawah kerucut tersebut tampak dua buah piringan berbahan sama yang berputar pelan, sama seperti dua buah piringan pada lengan kiri maupun kanan yang terpisah dari tubuh, melayang di udara namun tetap berada di dekat tubuh layaknya sebuah magnet.
__ADS_1
Sepasang mata hijau yang tercipta dari cahaya oval, terlihat bahagia ketika diriku datang mendekat, ia lalu mengatakan "Sudah cukup lama semenjak aku bertemu dengan salah satu dari kalian"
"Maksudmu manusia?" Tanyaku penasaran.
Dia mengangguk "Iya, bedanya dia tak memiliki tangan besi hanya mengenakan sepasang sarung tangan saja. Oh, kenapa seorang manusia sepertimu berada di sini pada malam hari? Bukankah seharusnya kalian sedang beristirahat?" Tanya dia balik, lalu melanjutkan "Kau tahu, jangan menjawabnya. Tiap orang memiliki rahasianya masing-masing, Gorg pun begitu! Gorg senang mengumpulkan bebatuan indah!" Ia datang mendekat, berbisik "Jangan mengatakannya pada siapa-siapa"
Melihat mahluk yang bahkan tak memiliki wajah namun lebih ekspresif dibanding kami, manusia, membuatku tersenyum pahit yang dengan cepat kuganti menjadi senyuman ramah karena Gorg pantas mendapatkannya "Ohh, baiklah, aku takkan memberitahukannya pada siapapun. Aku janji" Ucapku, mengepalkan tangan dan mengarahkannya pada si golem.
Gorg tampak riang, ikut mengepalkan jari-jarinya dan menempelkan kepalan tangan kanan tersebut pada tangan kananku "Gorg tak tahu ada manusia lain yang menggunakan ini! Apakah ini cara manusia berjanji?"
Aku menggeleng pelan mendengarnya, tertawa kecil melihat sifat Gorg yang seperti seorang anak kecil. Namun, memang begitulah mereka, mahluk yang sangat ramah tanpa sedikitpun niat buruk. Tapi jangan sampai keramahan tersebut membuatmu angkuh dan mengganggu kedamaian hutan atau para Elf akan menemukan tubuh yang tercabik-cabik keesokan hari.
Gorg menengok ke sana, berpikir sejenak kemudian mengangguk "Gorg bisa mengantarmu ke sana, tapi aku tak tahu apakah Gorg akan membayahakan nyawamu atau tidak"
"Boleh Gorg jelaskan?" Pintaku.
"Ada seorang manusia, manusia yang sama dengan yang Gorg sebutkan tadi. Dia meminta bantuan juga dan Gorg memberi dia tumpangan, namun saat di tempat tujuan, Gorg melihat tubuh dia jatuh seakan tak bernyawa. Karena khawatir, Gorg menemani dia untuk sesaat setelah memberikan sihir penyembuhan. Gorg merasa sangat bersalah, tapi dia terbangun! Gorg rasa dia hanya pingsan karena tak siap" Jelasnya sembari menggambarkan tiap kejadian menggunakan kedua tangan yang justru membuatku makin tertarik untuk mendengarkan.
__ADS_1
Akupun mengangguk mengerti, kemudian bertanya lagi "Gorg mengantar dia dengan cara apa?" Yang kutahu, para Forest Guardian hanya dapat melayang untuk pergi ke sana-ke mari dengan kecepatan sedang, layaknya seseorang yang sedang berjalan. Bagaimana bisa seseorang jatuh pingsan hanya karena-
Pikiranku terhenti ketika Gorg berubah menjadi sebuah bola raksasa berwarna putih yang terbagi menjadi tiga bagian. Dua cekungan setengah lingkaran di kanan-kiri dan sebuah silinder pada bagian tengah, di mana terdapat sebuah pegangan dari batu berbentuk 'U' terbalik.
Ah, aku mengerti kenapa orang tersebut pingsan. Untungnya, aku adalah seseorang yang selain menyukai tantangan, juga menyukai wahana ekstrim pemacu adrenalin. Hanya dengan ini aku merasa lebih hidup!
"Naiklah, Gorg akan berusaha bergerak tak terlalu cepat agar kau tak mengalami hal yang sama" Ucapnya.
Tak pakai satu dua tiga, aku melompat ke atas, menggenggam pegangan tersebut dan berseru pada Gorg "Gunakan kecepatanmu yang paling tinggi Gorg! Kita akan bersenang-senang!"
"HOHO! GORG SUKA INI!"
Bagian kiri dan kanan mulai berputar cepat di tempat, menimbulkan kepulan debu yang kemudian menghilang begitu Gorg melaju begitu cepat sampai hampir membuatku terpental ke belakang. Andai saja aku masih menggunakan tangan manusia, mungkin tanganku sudah patah akibat tarikannya yang begitu kuat.
Aku tak pernah berpikir bahwa Forest Guardian memiliki mode seperti ini. Kalau saja aku tahu, aku akan terus meminta bantuan mereka untuk pergi ke sana-ke mari dalam Alfheim. Dia sama cepatnya dengan sebuah mobil sport! Hingga udara terasa seperti sebuah keset kaki kasar yang bergerak cepat pada wajahmu, tapi apa aku peduli? Tentu saja tidak. Untuk apa khawatir ketika wajahku sendiri sudah menjadi besi dan hanya menggunakan kulit sintetis sebagai kosmetik agar masih terlihat manusia.
Sudah lama semenjak aku merasakan sesuatu seperti ini. Sesuatu yang membuat jantungku berdegup kencang dengan adrenalin mengalir deras dan membuat senyumku melebar. Senyum yang benar-benar membuatku terasa bebas! Inilah yang kau sebut dengan hidup!
__ADS_1
"HAHA!! KERJA BAGUS GORG!! TAMBAH KECEPATAN!!!"
"AY AY! TUANKU!!"