Archsoul

Archsoul
Part 55


__ADS_3

Aku terbangun, membentur kepala pada sebuah kaca. Rasa sakit menjalar dari sana, membuatku meringis namun seketika terhenti oleh sebuah kenyataan kalau aku telah kembali hidup karena tak mungkin aku dapat merasakan rasa sakit jika telah mati bukan?


Kaca di depan terbuka, memperlihatkan bagian dalam sebuah ruangan yang kembali mengingatkanku pada masa lalu. Ruangan ini adalah ruangan yang telah menjadi tempat tinggalku bertahun-tahun lalu, ketika aku masih menjadi seorang remaja biasa dengan tubuh yang masih berupa manusia.. Tidak, aku rasa tak seperti itu. Aku bukanlah seorang manusia, melainkan Codes yang berada di antara mereka, berbaur menjadi satu, melupakan fakta- Lebih tepatnya, akulah yang berusaha melupakan fakta kalau aku bukanlah manusia. Membayangkan jika hanya diriku seorang di tengah-tengah para manusia yang takut akan sebuah perubahan, membuatku khawatir. Itulah alasan aku menyembunyikan diri dan berpura-pura layaknya manusia biasa.


Saat para Codes muncul tak lama kemudian, sebuah harapan muncul dalam hati. Ternyata, aku tidaklah sendirian. Aku memiliki mereka, orang-orang yang benar-benar tampak seperti diriku. Meski aku mewarnai rambut menjadi warna hitam pada saat itu, aku tahu aku adalah bagian dari mereka, bagian dari Codes. Namun, sebuah rasa penasaran muncul, membuatku mengurungkan niat untuk bergabung bersama mereka, menanyakan alasan aku ditinggal seorang diri. Sesuatu pasti sudah terjadi. Mereka yang tak mencariku adalah fakta aku tak dapat diketahui oleh mereka. 


Karena itulah aku memilih untuk menjadi Mercenary, menggali informasi tanpa perlu memiliki hubungan dengan sebuah grup. Aku juga tak dapat bergerak bebas jika menjadi seorang Contractor. Walau aku akan dibenci karena ini, aku akan terus berusaha mencari informasi mengenai mereka, mengenai diriku. Sayangnya, sejauh apapun aku menggali, aku sama sekali tak menemukan informasi tersebut bahkan sampai membuat dua tim menghilang untuk selamanya. Hanya demi sebuah keegoisan semata. Aku mengorbankan mereka.


Perlahan niatku tersebut menghilang. Aku menyerah, tak lagi ingin membuat siapapun berada dalam bahaya karena keinginanku seorang. Aku tak tahu mengapa, namun tiap kali aku akan meraih informasi yang kubutuhkan, sesuatu yang buruk pasti terjadi. Seakan, seseorang berusaha menghalangiku untuk tak memiliki informasi tersebut. Itulah alasan aku berhenti. Jika siapapun dia dapat terus bertindak seperti ini, berarti aku sedang diawasi. Aku takkan dapat bergerak bebas selama dia terus memperhatikanku dan siapapun yang berada di dekatku dalam bahaya besar. 


Alasan aku menjadi seorang M3RC adalah untuk mendapat perlindungan dari sesama M3RC. Kami pada dasarnya adalah kekuatan besar yang tak memiliki hubungan dengan dunia manapun. Markas kami berada di mana saja sehingga dunia manapun yang selamat, maka kami masih aman. Kami cuma akan kehilangan tubuh asli kami yang berada pada dunia asal dan masih dapat menggunakan tubuh buatan HQ. Namun, tubuh buatan tersebut harus diberi energi tiap tujuh hari sekali, kalau tidak maka kami saja dengan mati... Tunggu, dalam memori sebelumnya, dikatakan kalau Codes akan mati jika tak mendapatkan energi dari HQ dalam tenggat waktu yang sama. Apakah itu berarti kami yang menggunakan pod, secara tak langsung adalah Codes?

__ADS_1


Kalau seseorang mendengar ini, mungkin akan terjadi sebuah perubahan besar dalam Archsoul bahkan bisa saja menjadi awal dari kehancuran Codes. Alasan kami tak pernah melawan mereka bukan hanya karena mengenai penyelamatan kesepuluh dunia, melainkan juga karena kami tak berdaya di hadapan mereka. Tapi, kalau mereka tahu mereka pada dasarnya adalah Codes, mereka pasti takkan berhenti hanya sampai di sana. Mereka akan berusaha mencari tahu bagaimana caranya untuk menambah kekuatan mereka, memanfaatkan teknologi Codes demi melakukan sebuah perlawanan. 


Aku berjalan mendekati jendela, memerhatikan jalanan di bawah di mana terdapat orang berlalu-lalang. Hanya sedikit karena hari telah malam yang tampak terang oleh warna-warni dari hologram. Suara dari hujan memberiku sebuah ketenangan yang sedang kuperlukan untuk dapat berpikir lebih jauh mengenai hal ini. Hal yang mungkin saja dapat membawa kami semakin dekat dengan rahasia para Rebels. 


Apakah alasan mereka menerima sebuah kekuatan tambahan karena mereka telah mengetahui hal ini sebelumnya? Bahkan mereka bisa saja telah menemukan kelemahan dalam sistem Codes dan memanfaatkannya. Bagaimana kalau ternyata selama ini kami para manusia tak selemah yang kami pikirkan? Dengan tubuh biasa, tentu saja kami tak dapat dibandingkan dengan mereka yang memiliki kekuatan. Namun, bagaimana jika telah menggunakan BPZ (Body Parts Z)? Dunia kami tak pernah terhubung secara nyata, hanya melalui sebuah dunia buatan mereka yang berarti mereka bisa saja mengaturnya sedemikian rupa agar manusia takkan dapat bertahan di dalam sana. Tapi mengapa? Bukankah aneh jika mereka hanya mengincar kami saja?


Dalam memori tersebut juga, samar-samar aku dapat mengingat mengenai kota yang telah terlupakan, kota yang benar-benar mirip dengan kota manusia, penuh akan bangunan pencakar langit. Tak mungkin ras lain memiliki bangunan modern seperti itu. Namun, kita membicarakan Codes, ras super canggih yang sudah tak dapat di ukur menggunakan akal manusia biasa. Apakah.. Tidak, itu tak mungkin. Tak seorangpun dapat mengendalikan waktu seperti itu bahkan jika mereka adalah Codes. 


Aku berjalan kembali dalam kamar, membuka komputer untuk melihat informasi sekaligus mengecek waktu. Saat melihat layar, aku terkejut oleh fakta bahwa aku telah tiada selama tiga hari dan membuatku gelisah terhadap kondisi Alfheim sekarang. Tiga hari adalah waktu yang lama dan Alfheim bisa saja sudah tak lagi ada sekarang. 


Benar saja, informasi tersebut terpampang jelas dan menjadi topik utama dalam tiap dunia. Dikatakan bahwa, "Alfheim hancur berantakan oleh serangan Mercenary dan salah satu bangsawan yang berhianat. Masih sebuah tanda tanya bagaimana bangsawan elf tersebut dapat menggunakan kekuatan para Demon yang tentu tak mustahil terjadi.  Pertarungan berakhir ketika seorang Druid, setelah beribu tahun menghilang, kini kembali menampakkan diri dan menyelamatkan Alfheim dari masalah. Namun, sangat disayangkan karena tuan putri Yuna masih menghilang dan belum ditemukan hingga sekarang bersama dua orang elf muda lainnya yang menjadi sahabat Sang tuan putri semenjak kecil sementara dewan Edenwood harus dirawat inap karena luka parah dalam pertarungan tersebut"

__ADS_1


Kalimat berikutnya membuatku bangkit berdiri dari kursi dan bergegas menuju HQ untuk segera kembali ke Alfheim. 


"Hal yang menjadi berita utama sekarang adalah fakta bahwa elf akan berperang melawan dark elf karena perebutan 'Seed of Life' yang menjadi faktor utama Alfheim dapat bertahan hingga sekarang tanpa perlu adanya pengorbanan jiwa untuk terus mengisi energi Yggdrasil. Sebuah ironi tentunya dengan alasan dark elf sudah tak ingin lagi diperbudak oleh mereka"


Semua ini pasti perbuatan Qeina, Druid sialan itu. Aku harap semoga mereka baik-baik saja dan tidak berada dalam sebuah bahaya besar. Kemunculan seorang Druid setelah beribu tahun menghilang akan mengejutkan ras elf dan karena Druid bertugas untuk melindungi Alfheim, tentu saja mereka mendengar apapun yang Qeina katakan tanpa perlu bertanya dua kali terlebih karena dark elf tak dapat memberikan bukti pasti kalau bukanlah mereka pencuri Seed of Life. Aku yakin Seed of Life berada pada Qeina, meski aku masih belum mengerti alasan dia melakukannya. 


Ataukah mungkin dia menganggapku menjijikkan karena.. X, kau bukanlah manusia. Berhentilah berpikir kalau kau salah satu dari mereka. Kau adalah bagian dari Codes, ras yang sudah memulai semua ini dan sudah menjadi tanggung jawabmu sebagai salah satu dari mereka untuk mencari tahu rahasia di balik ini semua.


Itu benar, lupakanlah manusia X.


Apa? Apa-apaan? Mengapa pikiran seperti itu tiba-tiba muncul dalam kepala? Aku pasti sudah terlalu kelelahan. 

__ADS_1


Aku bergegas menuju HQ menggunakan jaket M3RC yang entah bagaimana sudah terpakai pada tubuhku ketika aku keluar dari dalam pod. Namun, pemandangan di depan justru membuatku kesulitan untuk dapat masuk ke dalam dengan para pendukung Rebels berdiri di depan jalan masuk, menghalangi gerbang sembari bersorak untuk mengusir Codes. Alasan mereka belum diserang adalah karena beberapa Mercenary dengan BPZ melindungi mereka dan membuat para Contractor merasa takut mengingat Mercenary adalah orang-orang yang tak segan membunuh demi sebuah poin atau sekedar untuk bersenang-senang.


__ADS_2