Archsoul

Archsoul
Part 56


__ADS_3

Aku datang mendekat, menggunakan pagar pengaman sebagai jalan karena tak ingin berdesak-desakan di dalam sana, terutama tidak dengan mereka yang saling mendorong seakan hal tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah. Beberapa pasang mata mulai mengarah padaku, memerhatikan sosok seorang M3RC berjalan santai di atas pagar pengaman seakan pagar tersebut memang dibuat untuk dirinya. Tak sedikit yang merasa aku terlalu berlebihan, berlagak jika aku berada di atas mereka hanya karena menjadi M3RC. Bukan sebuah masalah bagiku, kita semua bebas berpendapat jadi aku juga tak begitu peduli. Namun saat seorang Contractor meletakkan pedangnya di atas pagar pengaman dengan tujuan membuatku berhenti, aku melompat ke depan menghindari ayunan pedang tersebut dan tiba di depan gerbang. 


Para pendukung Rebels terdiam, tersentak kaget melihat seseorang berani melakukan hal tersebut ketika situasi sedang panas seperti sekarang. Salah satu dari mereka melangkah maju, melipat lengannya dengan wajah tegas, mengatakan "Kami takkan membuka jalan. Sudah waktunya bagi para Codes tersebut untuk pergi" 


"Mengapa" Tanyaku penasaran.


"Karena mereka tak berhak untuk mengendalikan kita. Kita adalah manusia, ras yang takkan pernah tunduk pada ras lainnya. Kita telah bertahan selama beribu tahun, melewati berbagai macam cobaan yang dapat membuat ras manusia musnah dari bumi, namun kita tetap bertahan! Mengapa kita harus menyerah sekarang ketika kita masih memiliki kesempatan!" Jelasnya berapi-api yang lalu didukung oleh kawanannya. Mereka kembali bersorak keras, membuat barisan di belakang berdecak kesal dan berteriak meminta mereka membuka jalan atau mereka akan menggunakan cara kasar.


Tentu saja para pendukung Rebels tersebut tak peduli. Mereka memiliki para Mercenary yang adalah bagian dari mereka jadi untuk apa mereka merasa takut pada para Contractor biasa. Para Contractor tersebut juga tak dapat menyerang sembarangan atau akan terjadi perang antara pendukung Rebels dan Contractor yang di mana, tak diinginkan semua orang. 


Tetapi, melihat para Mercenary di depan bersiap dengan senjata masing-masing, memberiku perasaan buruk kalau itulah yang akan mereka lakukan. Aku benar-benar berharap ini hanyalah sebuah rasa takut yang berlebihan saja dan bukan sebuah kenyataan. Namun, dua detik berikutnya memberikan jawaban. 

__ADS_1


Mereka datang menyerang, menggunakan senjata masing-masing untuk menghadapi para Contractor yang tentu saja segera kuhentikan. Dua orang kutarik kakinya saat mereka melompati diriku. Aku membantingnya ke depan, lalu mengambil senapan dari Mercenary tersebut, kugunakan untuk menembak dua yang kini sementara berlari mendekati para Contractor. Mereka jatuh terguling di bawah, terbaring lemas dengan darah mengalir keluar. Para Contractor terkejut, kemudian menyeringai senang karena melihat faktor utama mereka tak dapat masuk, kini telah terbaring di permukaan jalan.


Salah satunya akan menendang Mercenary tersebut yang dengan cepat kutembak jalan di depan dia sebagai sebuah peringatan "Kau melakukannya kau akan berakhir sama seperti mereka" Ucapku, lalu menjatuhkan senapan tersebut karena aku tak membutuhkannya "Aku tahu kalian kesal karena perlakuan mereka, tetapi jangan pernah menjadi sederajat dengan mereka. Kalian para Contractor adalah garis depan manusia, tunjukkan pada mereka yang berada di dalam Archsoul kalau kita tak seperti yang mereka bayangkan"


Dengan begitu aku berjalan mendekati gerbang. Para pendukung Rebels membuka jalan, mereka tak lagi memiliki alasan untuk terus mempertahankannya terlebih sesudah penjaga mereka tak sadarkan diri di belakang. Para Contractor pun menyusul, melewati tubuh para Mercenary tersebut karena seperti yang kukatakan, mereka tak ingin berada setingkat dengan para Mercenary yang pada dasarnya adalah sampah. Kejahatan apalagi yang dapat dianggap sebagai sampah selain berhianat? Banyak, namun penghianatan adalah sampah dari antara sampah dan para Contractor memiliki ego yang cukup tinggi sehingga hanya dengan sebuah perkataan, mereka memundurkan diri.


Situasi di dalam HQ jauh lebih tenang dibanding di luar. Orang-orang yang telah berada di dalam tampak tak begitu peduli dengan yang tadi terjadi sehingga mereka menghabiskan waktu sembari mengecek peralatan masing-masing atau sekedar menukar informasi antar sesama Contractor. Seperti biasa, tiap pasang mata seketika melihat ke arahku, menatap dengan penuh kebencian sesudah membaca tulisan hologram pada sisi kiri, kanan dan belakang jaket dalam warna oranye terang. Sesuatu yang kini tak lagi membuatku benci akan diri sendiri, tapi merasa makin penasaran. Mengapa kami, M3RC memiliki jaket yang sama dengan yang digunakan para Codes di dunia mereka?


Namun, jawabannya akan kucari nanti. Sekarang aku harus fokus terhadap Alfheim dan situasi mereka yang benar-benar kacau. Aku berharap semoga perang belum terjadi, mereka masih dalam persiapan yang di mana aku tahu kecil kemungkinannya mengingat Qeina mengambil nyawaku begitu saja tanpa sebuah perasaan bersalah. Bahkan bisa jadi Alfheim sudah menjadi lautan darah. Apapun itu, aku akan berusaha membantu terutama karena putri Yuna masih belum membayarku.


Dwarf pun berada di sini, mereka adalah ras yang jarang muncul dalam Archsoul karena lebih fokus terhadap pembuatan senjata sehingga mereka kini berada di bawah naungan Orc. Keduanya bekerja sama untuk menghancurkan ras lain dan kombinasi dari kekuatan fisik Orc yang kuat digabungkan persenjataan dari Dwarf, membuat mereka berada di posisi ketiga dan sementara dalam pertarungan besar dengan Werebeast sehingga aku cukup terkesan melihat kedua ras berada di satu ruangan yang sama tanpa saling menumpahkan darah.

__ADS_1


Berkat mereka, kemunculanku tak begitu menarik perhatian, hanya seorang M3RC yang merasa penasaran dan kemungkinan akan ikut bergabung. Mereka tak salah, tetapi aku tak bergabung dengan mereka, melainkan menjadi musuh mereka. Aku yakin orang-orang ini datang untuk mengumpulkan poin karena aku sempat melihat informasi kalau ras elf berniat membayar mahal mereka untuk menghancurkan dark elf. Siapa yang takkan bergerak jika bisa dengan mudah mendapatkan uang? Terlebih dengan bantuan seorang Druid yang dikabarkan sama kuatnya seperti Angel dan Demon, tentu saja mereka akan bergabung. Merupakan hal yang buruk, tetapi juga bagus karena itu berarti peperangan belum dimulai. Aku masih dapat menghentikan ini bersama mereka bertiga. Hanya perlu mencari di mana mereka berada sekarang.


Saat keluar dari dalam HQ, jauh lebih banyak lagi ras yang berkeliaran, mengingatkanku pada Archsoul. Jantung mulai berdegup cepat karenanya, membayangkan sebuah perang besar dapat terjadi di sini tak lama lagi, perang yang dapat menyamai kekacauan di dalam Archsoul, sesuatu yang belum pernah terjadi pada dunia lain kecuali bumi. Aku penasaran dengan reaksi para manusia mendengar kabar ini. Apakah mereka akan bergabung bersama dark elf atau hanya berdiam diri dan merasa kasihan terhadap nasib ras tersebut. Kemungkinan besar yang terakhir. Cuma orang bodoh saja ingin bergabung bersama ras yang sudah dipastkan akan kalah.


Tujuan utamaku adalah mencari jejak mereka sehingga aku bergegas mendatangi area pertarungan sebelumnya yang kuharap masih ada di sana dan belum diperbaiki. Untungnya, area tersebut masih sama, berantakan dan kacau. Yang menjadi masalah adalah betapa banyaknya orang-orang di sana, memerhatikan bekas kekacauan yang terjadi tiga hari lalu sembari bertanya-tanya apakah seorang Druid memang sekuat ini. Sudah tertebak kalau Qeina tak memberitahu yang sebenarnya terjadi. Dia mengarang, memberitahu bahwa hanya dirinya seorang dirilah menghadapi Fayheart yang tentu dipercaya dengan mudah karena siapa yang akan percaya tiga orang pemuda berhasil menahan monster seperti itu? Mereka jauh lebih percaya seorang Druid turun tangan membantu.


"Sayang sekali salah satu dari mereka mati sedangkan dua lainnya menghilang. Ayah dari salah satu yang menghilang tersebut kini dirawat secara intensif karena berusaha menyelamatkan mereka. Druid itu terlihat benar-benar sedih karena terlambat membantu mereka" Ucap seseorang.


"Kalau tak salah ada rumor yang mengatakan seseorang melihat kedua orang tersebut. Tetapi, tak seorangpun dapat menemukannya. Aku jadi bertanya-tanya, apa yang akan terjadi pada dunia ini? Kerajaan hancur, pemimpin dan penerus tahta yang menghilang, lalu perang besar yang akan terjadi. Aku rasa Alfheim sudah tamat" Balas temannya bersimpati.


"Setelah apa yang mereka lakukan pada bumi, mungkin inilah karmanya"  

__ADS_1


Aku berjalan, menjauh dari tempat tersebut karena tak menemukan petunjuk mengenai tiga orang itu. Aku juga bertanya-tanya, ke manakah perginya tubuhku itu. Tak mungkin tubuh tersebut menghilang begitu saja. Aku rasa tak ada lagi jalan selain menuju kerajaan dark elf yang kuharap semoga aku dapat masuk tanpa sebuah masalah. Karena aku yakin kerajaan tersebut kini dijaga dengan ketat. 


Perjalanan ke sana menggunakan kaki memakan waktu kurang lebih dua hari dan aku tak memiliki waktu sebanyak itu. Jadi, aku mencari cara untuk mencuri kuda milik prajurit elf. Aku tahu ini hal bodoh untuk dilakukan, terlebih jika aku ketahuan. Namun, aku adalah seorang M3RC yang sudah memiliki banyak pengalaman, hal seperti ini sudah bagaikan makanan sehari-hari dan target telah ditemukan. Seorang prajurit elf muda yang akan beristirahat dalam sebuah penginapan bersama beberapa ras lain yang kurasa adalah anggota tim nya. Sebuah hal menarik karena mereka membicarakan mengenai Codes yang menampakkan diri dan mencari sebuah tubuh.


__ADS_2