
"Mengapa kau terdiam Rico? Bukankah ada yang harus kau jelaskan padaku?"
Codes tersebut tertawa, memintanya untuk pergi dan kembali menatap ke kami, ke diriku "Bukan hanya dia seorang Xera. Tetapi seluruh Mercenary dan M3RC, sudah bersama kami. Jadi, bagi kalian ingin bergabung, dipersilahkan. Oh, sebagai tambahan informasi. Mereka semua akan kami ubah sebagai Zeros. Versi tak sempurna Codes namun dapat menerima kekuatan tambahan yang tentu akan membuat kalian puas"
Dia bangkit berdiri, melipat lengan di belakang, mulai berjalan mengelilingi ruangan dengan kamera terus terfokus padanya.
Dapat terlihat beberapa M3RC ketika dia melewati mereka. Satu orang menarik perhatianku. Seseorang dengan wajah tersembunyi di bawah tudung. Namun aku mengenalnya dari seringai lebar khasnya itu.
"Aku akui, tak ada cara untuk mengubah kalian menjadi Codes secara langsung. Maafkan aku, Azrael. Tapi, kalian dapat berubah menjadi Zeros, menerima kekuatan tambahan, mencapai Tier 8 tanpa sebuah kendala dan hambatan. Tak peduli dari mana ras mu berasal, kalian dapat melakukannya. Satu hal yang kami minta, bergabung bersama kami" Jelasnya.
Dia berhenti tepat di depan pasukan Codes yang telah siap di bawah sana, memegang senapan yang sama dengan yang membunuhku. Tangan dibentangkan, memperlihatkan pasukan Codes serta kendaraan perang mereka yang juga sudah siap untuk turun dalam peperangan "Kalianlah yang akan memilih, bergabung bersama kami dan raih kemenangan atau bergabung bersama mereka dan terima kekalahan"
Pasukan Codes menghentakkan kaki mereka, berubah posisi dan mulai melangkah masuk dalam tiap kendaraan perang.
"Perlu diingat, kami akan memberikan perlindungan bagi mereka yang memilih untuk mendukung kami sementara membunuh mereka yang memilih Zeon. Tak ada ampunan bagi seorang penghianat. Dan tentu kalian juga tak ingin dihianati seperti mereka menghianati kami bukan?" Laki-laki itu tersenyum "Kami tahu apa yang telah kami lakukan itu salah. Memang benar kami memanfaatkan kalian. Namun apa yang dikatakannya tidaklah benar. Kami tetap akan menyelamatkan ras yang berhasil menduduki sepuluh teratas. Kami juga melakukan semua itu untuk mempersiapkan kalian menghadapi bencana yang jauh lebih berbahaya ketimbang Ravager.
Dan alasan kami memburu Waymaker adalah karena mereka berniat memindahkan kita semua ke dimensi lain untuk hidup di dalam tubuh lain kita yang berarti kita tanpa sengaja membunuh diri kita sendiri yang sementara hidup damai di sana. Apakah kalian ingin itu terjadi pada diri kalian? Tentu tidak bukan?
Oleh karena itu kami menawarkan penyelamatan yang jauh lebih baik, jauh lebih modern ketimbang menggunakan cara yang ditentukan takdir. Kami akan membangun pasukan terkuat dan menghadapi bencana tersebut, menghadapi mahluk yang akan datang menghancurkan kita, menghancurkan dunia ini, dimensi ini. Itulah tujuan kami meletakkan kalian di dalam sebuah kompetisi antar ras untuk menentukan siapa dari mereka yang memiliki kemampuan dan akan terjun bersama kami ke dalam medan perang.
Karena aku tahu kalian bukanlah ras yang hanya tahu bersembunyi saja. Kalian semua adalah pejuang, seseorang yang takkan pernah berhenti berusaha demi keluarga tercinta, sahabat, teman ataupun ras masing-masing. Kalian bukanlah para pengecut yang hanya ingin melarikan diri dari masalah. Sama seperti kami, Codes yang takkan pernah berhenti sebelum menemukan sebuah jalan keluar.
Sekarang! Pilihlah. Kami atau mereka"
Kamera mati, kembali tergantikan menjadi pemandangan tiap Zeon yang berada pada tiap dunia. Mereka saling berpandangan, tak tahu bagaimana harus mengambil alih situasi yang seketika memanas.
Tak sedikit yang ingin bergabung bersama Codes, tetapi tak sedikit juga yang ingin bergabung bersama Zeon.
Sehingga timbullah sebuah masalah baru, masalah yang ditakutkan terjadi dalam tiap ras. Perang antar saudara yang akan membuat sebuah kekacauan besar di masing-masing dunia.
Kami saling berpandangan menyaksikan keributan di sekitar.
Orang-orang berteriak, memaki dan mulai bermain kasar.
Yang tadinya kami bersatu, kini begitu mudah dipisahkan hanya melalui sebuah kata-kata saja. Lalu yang tadi kami rasakan itu apa? Apakah semua itu hanyalah kebohongan? Apakah itu tidaklah nyata?
__ADS_1
Mengapa kami begitu mudah dipecah-belah seperti ini?
Apakah kami harus memiliki musuh yang sama agar kami semua dapat bersatu? Bukankah itu terdengar menyedihkan?
"DIAMLAH!" Perintah Alvain keras.
Seketika suasana berubah hening. Tiap pasang mata mengarah padanya, tampak tak senang karena baru saja dihentikan dengan kasar.
"Bagi kalian yang ingin bergabung bersama Codes, segera pergi dari sini dan bagi yang memilih Zeon kalian tetap di sini. Silahkan kalian pergi ke Archsoul, lalu lakukan apapun yang kalian inginkan bersama Codes. Namun kalau kalian memaksa maka.. " Alvain mengayunkan pedang ke samping, mengimbuhkan mana di sana sehingga mengeluarkan cahaya terang.
Tentu saja tak ada yang ingin melawan, terutama tidak di hadapan Zeon yang dapat mengambil nyawa mereka semudah membalik telapak tangan. Sosok di depan itu juga tak mudah untuk dihadapi oleh mereka yang hanya berada di Tier 7 ke bawah sehingga mereka memilih untuk diam.
Sampai akhirnya seseorang bersuara, seseorang yang kami harapkan menghilang dari sini.
"Apa hakmu mengusir kami? Apa kau lupa kalau aku juga berada di sini? Tak hanya diriku, tetapi juga Qeina dan dua ratus Forest Guardian. Zeon yang sekarang telah kelelahan bukanlah apa-apa, jadi untuk apa kami merasa takut. Benar bukan!"
Mereka yang tadi terdiam, seketika bersorak mendukung pernyataan Azrael yang telah siap dengan pedangnya.
Seringai dia melebar "Bagaimana? Apa kalian tetap akan melawan atau kalianlah yang pergi ke Archsoul? Lagipula, ini adalah tempat tinggalku. Kebanyakan dari kalian hanyalah pengunjung yang bahkan tak menggunakan tubuh asli. Kalian tak berhak untuk menyatakan tempat ini sebagai tempat kalian"
Melalui perintah tersebut, orang-orang mulai melangkah ke depan, berdiri menyamping di belakang Azrael dan membentuk satu pasukan besar yang tak kami sangka bisa mencapai jumlah sebanyak itu.
Dia tersenyum lebar melihatnya, tahu dia telah memenangkan suara tujuh puluh persen dari tiap orang di medan perang "Sekarang kalian, silahkan pergi ke dalam Archsoul sebelum aku menghabisi kalian di sini. Terutama kalian para elf dan dark elf. Kalian tentu tak ingin mati bukan?"
Tiba-tiba sesuatu yang tak kami sangka terjadi. Antra melangkah ke depan, meninggalkan kami yang terperangah oleh perbuatannya. Dia sama sekali tak melihat ke belakang, pandangan terus ke depan dengan wajah yang tampak sudah begitu yakin seolah perjuangan kami bersama dia bukanlah apa-apa.
"ANTRA KAU PENGHIANAT!!" Bentak Alvain yang terlihat begitu terluka.
Ras yang menjadi alasan dirinya bertarung, justru memilih musuh. Tak dapat dibayangkan betapa perihnya hati Alvain saat ini sampai air mulai menumpuk di pelupuk mata.
"KAU TAHU APA YANG SUDAH KAMI LALUI DEMI KALIAN!!? KAU JUSTRU MEMILIH MEREKA KAU KEPARAT!! KAU MEMILIH MUSUH YANG BERNIAT MENGHANCURKANMU! BERNIAT MEMBUNUH KALIAN SEMUA! KAU ANGGAP KAMI INI APA SIALAN!!"
Putri Yuna sampai harus menahan tubuh Alvain untuk tak berlari ke sana dan menghantam wajah Antra yang terlihat dingin tanpa perasaan. Dia hanya menatap kami dalam diam, sebelum akhirnya membuka mulut.
"Aku mohon maaf. Tapi, kami ras dark elf akan berhenti diam di belakang. Kami juga akan ikut bertarung di garis depan, itulah alasan kami memilih Codes. Bersama mereka, kami juga dapat menjadi ras yang dapat dibanggakan, ras yang memiliki masa depan dan tak hanya berdiam diri di belakang menunggu keselamatan" Tukasnya.
__ADS_1
Azrael tertawa keras, tertawa begitu puas, tak menduga sesuatu seperti ini akan terjadi. Terutama tidak dengan ras dark elf yang ingin mereka bunuh untuk mencuri sihir kegelapan mereka dan membangkitkan para High Elf yang telah lama mati sebagai sebuah pasukan besar.
"Apa kalian yakin akan bergabung bersama kami? Kalian adalah target kami sejak awal. Bagaimana kalau ternyata kami tiba-tiba membunuh kalian?"
Layar muncul di depan Elf tersebut, menampilkan sosok laki-laki Codes sebelumnya "Maaf Azrael, tapi membunuh antar anggota itu dilarang. Sekali kau melakukannya, maka jangan salahkan kami jika mengambil nyawamu"
Layar menghilang, mengubah raut wajah kepuasan pada Azrael menjadi sebuah kekesalan. Dia berdecak, menarik keluar pedang dan menyarungkannya kembali. Keinginannya untuk membangkitkan para High Elf mau tak mau harus ditunda sementara. Mau tak mau, dia harus menunggu sampai mendapatkan kesempatan atau berusaha memenangkan hati Codes.
"Kalian tak dengar mereka? Mereka tak ingin kalian berada di sini. Segera pergi dan jangan pernah menginjakkan kaki di dunia ini lagi jika kalian tak ingin mati"
"Zena, apa kita akan membiarkan mereka seperti ini?" Tanyaku.
Dia menghela napas sembari memerhatikan Antra di depan, lalu kembali menatapku "Lebih baik kita pergi. Lagipula, di dalam Archsoul kita dapat bertemu dengan semua ras sehingga jauh lebih baik bagi kita untuk pergi ke sana"
"Bagaimana dengan mereka yang tak dapat masuk dalam Archsoul?"
"Itulah yang aku khawatirkan" Zena terdiam, sedang memikirkan sesuatu lalu kedua mata melebar menemukan sebuah ide "Aku punya rencana, tetapi kita harus pergi dari sini terlebih dahulu sebelum melakukannya"
Aku mengangguk mengiyakan dan bersama kami mulai berjalan pergi.
Alvain sama sekali tak berbalik ke belakang, kepala diistirahatkan di atas pundak tuan putri yang sementara membelai pelan, memberikan dia ketenangan.
Di antara kami semua, Antra dan Demon itu pergi bergabung bersama mereka dengan jumlah mencapai tujuh puluh persen lebih banyak dari jumlah keseluruhan pasukan gabungan. Tiga puluh persennya bersama kami dengan dua puluh dari mereka masih ragu. Namun melihat situasi sekarang, mereka memilih untuk bergabung bersama kami untuk sementara.
Bukan sebuah awal yang buruk tetapi juga bukan awal yang baik. Kami harus melihat terlebih dahulu seberapa banyak jumlah kami begitu menggabungnya dengan mereka dari tiap dunia. Kemungkinan besar jumlah kami lebih sedikit dibanding Codes, tetapi bukan berarti kami akan kalah begitu saja.
Sudah terlampau banyak peperangan yang kami lewati dan mereka berharap kami menyerah hanya karena sebuah angka? Sekalian saja bermimpi kami mati secara tiba-tiba.
Karena kami takkan berhenti. Seperti yang sudah kukatakan, kami akan terus melangkah maju, meraih kebebasan yang menanti di garis akhir. Kami mengemban harapan tiap orang, harapan mereka yang menaruh kepercayaan pada kami dan kami tidak akan mengecewakan mereka.
Tanpa kami sadari, dua mahluk telah terbangun, mendengar semuanya dan masih memutuskan akan memilih yang mana. Yang pasti mereka akan bergabung tak lama lagi, entah itu menjadi lawan atau kawan bagi kedua grup. Atau mereka justru tak bergabung bersama siapapun dan memilih begitu telah ada pemenang.
Dua mahluk yang bahkan ditakuti oleh High Elf kini telah membuka mata mereka, siap untuk mengejutkan dunia oleh kehadiran masing-masing. Dan tak hanya mereka saja, tetapi tiap mahluk legendaris dari tiap dunia terbangun akibat peperangan. Mereka yang nantinya akan menjadi sebuah perebutan, menjadi perubahan besar dalam medan perang dan juga menjadi sosok penting yang dikenal sebagai Apex.
...****************...
__ADS_1
...Dengan begini, perjalanan cerita Xera berlanjut ke ARC 2 (ZEON)....