Archsoul

Archsoul
It's Because The Two of U


__ADS_3

Aku kembali melihat gambar yang menampilkan seorang Codes dengan bola bercahaya yang sama seperti yang dimiliki oleh Twin Soul, namun dalam warna kuning terang. Dalam penjelasan di bawah, dijelaskan kalau Codes adalah manusia yang telah 'disempurnakan'.


Namun dalam penyempurnaan itu, mereka kehilangan kemampuan untuk memiliki perasaan karena dengan perasaan, manusia takkan pernah bisa menjadi sempurna. Takkan pernah bisa mencapai kesempurnaan yang mereka inginkan. 


Itulah alasan Codes membutuhkan bantuan Link untuk kembali menemukan perasaan yang telah terkubur dalam diri mereka. 


Atau mungkin lebih tepat dikatakan, 'tersegel'.


"Tunggu, tapi kau mengatakan kalau kita tercipta, bukan terlahir. Jadi, bagaimana bisa kita adalah manusia?" Tanyaku bingung. 


Cass datang mendekat, membalik halaman dan menunjukkan gambar bayi di dalam tabung berisi cairan kebiruan "Bayi tabung bahkan sudah ada jauh sebelum kita diciptakan Xera. Mereka sudah ada dari era dua puluh satu" 


"Jadi maksudmu, kita adalah manusia yang telah di upgrade?" Tanyaku lagi. 


Cass mengangguk "Yapp, kalau kau ingin menganggapnya seperti itu. Ya, kita adalah manusia yang telah di upgrade menjadi lebih sempurna dibanding manusia sehingga tak lagi menyerupai manusia, namun di saat bersamaan menyerupai manusia"  


Tawanya keluar, sebuah tawa kecil yang membawa warna dalam ruangan abu-abu dan sedikit mencekam ini. 


"Jangan memikirkannya terlalu berat sampai membuat kepalamu sakit. Yang ingin kukatakan hanyalah, kita pada dasarnya manusia. Kita tak berbeda dari mereka. Namun kalian berdualah yang berbeda" 


"Twin Soul"


Cass kembali mengangguk mengiyakan, membalik halaman beberapa kali sampai menemukan sebuah gambar yang menunjukkan Twin Soul versi dewasa memimpin puluhan Codes lainnya "Menurut buku ini, buku yang hanya tersisa satu karena sisanya telah dihancurkan oleh para dewan. 


Twin Soul adalah dua orang yang telah ditakdirkan untuk menjadi pedang kami. Waymaker adalah kompas, sementara kalian berdua adalah kekuatan utama yang akan menghadapi mahluk-mahluk tersebut" 


Halaman di balik, menunjukkan gambar hitam bagai sebuah tinta tumpah dengan begitu banyak pasang mata berwarna hijau-kebiruan menatap dari dalam sana. 


Mereka berkedip, seolah-olah tampak hidup dan sedang menatapku langsung ke dalam jiwa. 


"Karena itulah kalian berdua memiliki kekuatan. Dan itu jugalah yang ditakutkan para dewan. Mereka takut jika nantinya kalian berdua justru mengambil alih posisi mereka sebagai pemimpin, terutama karena kalian berdua adalah bagian krusial bagi tiap dunia. 


Mereka bukanlah apa-apa di hadapan dunia-dunia berkekuatan tersebut. Alasan kami bisa menggunakan kekuatan luar biasa dalam Archsoul adalah karena Archsoul ciptaan kami. Tentu saja kami harus memiliki semacam pengaman agar mereka tak berani macam-macam" 


"Tunggu, tapi bagaimana dengan saat kalian pertama kali tiba di tiap dunia? Dan saat Zeon menyelamatkan masing-masing dunia dari serangan mahluk-mahluk itu? Kalian tak berada dalam Archsoul" 


Cass terdiam, memalingkan wajahnya tak berani menatapku. 


"Cass.. " 


Dia masih terdiam di samping, sebelum akhirnya menghela napas panjang dan balik menatap dengan kesedihan tampak jelas di sepasang mata indah tersebut "Itu karena dirimu Xera. 


Mereka menggunakan kekuatanmu untuk menaklukkan dunia-dunia tersebut dan mengubah Archsoul menjadi sebuah tempat pengumpulan kekuatan demi menghadapi mahluk yang akan tiba dalam dimensi ini tak lama lagi" 


"Bagaimana?" Tanyaku bingung. 


"Zena telah menjelaskannya padamu. Perasaan bukanlah sesuatu yang bisa kita anggap remeh Xera. Hanya karena kita terbiasa memilikinya, bukan berarti perasaan adalah sesuatu yang ada hanya karena kita menginginkannya. 


Codes sampai harus menciptakan Archsoul hanya demi membuka kembali segel dalam diri masing-masing. Segel yang kami bahkan tak tahu siapa yang memasang dan mengapa! 


Kalau pencipta kita memasangnya, lalu kenapa mereka meminta kita menggunakan perasaan? 

__ADS_1


Apa tujuan semua ini? Mengapa harus repot-repot menyegel perasaan kami? Membuat kami seolah-olah menjadi sosok yang benar-benar berbeda dari manusia padahal kami adalah manusia!?


Karena perasaan, manusia dapat bertahan hidup begitu lama. Menghadapi bencana alam, peperangan, beragam situasi yang dapat memusnahkan mereka. Tetapi karena perasaan, mereka terus bangkit berdiri, terus berjuang dan berusaha sampai akhirnya berhasil menciptakan versi lebih baik dari diri mereka. 


Itulah alasan Yeza ingin membunuh kalian berdua. 


Kalian pada dasarnya melemahkan Codes yang seharusnya dapat menjadi lebih baik lagi. Kalian berdua membuat kami takut. 


Kalian adalah sosok yang sepenuhnya berbeda, sosok yang belum pernah ada dalam sejarah Codes maupun manusia. Kalian yang memiliki kekuatan, membuat kami merasa tak berdaya dan merasa kehidupan kami sampai sekarang bukanlah apa-apa. 


Kami yang terus hidup berdasarkan teknologi, mencari jati diri kami sebagai mahluk hidup, melihat kalian berdua dapat menggunakan kekuatan layaknya manusia super, membuat kami merasa gagal sebagai mahluk hidup. 


Mengapa mereka bisa melakukannya kita tidak? Mengapa hanya mereka? Apa yang berbeda dari kita?


Kenapa? 


Itulah yang terus bermain dalam kepala kami sampai akhirnya kalian mengorbankan satu sama lain dan kami tahu kalau kalian berdua sebenarnya tak jauh berbeda. Kalian hanya berusaha bertahan hidup, hidup layaknya Codes biasa. 


Berkat kalian, kami mengerti kalau dalam hidup ini, masih banyak yang jauh lebih penting dari sekedar kekuatan di luar nalar. 


Bertahun-tahun kami hidup, menguasai galaksi hanya untuk mencari jati diri, mencari untuk apa sebenarnya kami diciptakan. 


Kami mempelajari impian manusia, keinginan mereka dan mewujudkannya. Tetapi hanya kehampaan yang terus mengisi dada ini.


 Kami merasa putus asa, merasa kehilangan tujuan hidup yang tak kami mengerti. 


Mengapa manusia menciptakan kami? Mengapa mereka rela mengorbankan nyawa dan menghilang dari muka dunia hanya untuk kami? 


Hidup seperti apa yang harus kami miliki?


Kami hanya harus hidup mengikuti apa yang kami inginkan, melakukan hal-hal luar biasa yang kami inginkan. 


Impian pencipta kita bukanlah agar kita menjadi mahluk nomor satu. Mereka hanya ingin kita bahagia. 


Hidup bukanlah apa-apa tanpa perasaan.. "


Senyum Cass mengembang. 


"Kalian berdualah yang menunjukkannya pada kami, merubah pandangan kami terhadap hidup ini. Mungkin itu jugalah alasan Twin Soul ada, karena manusia ingin menunjukkan pada kita kalau hidup itu bukan hanya sekedar menyelesaikan tujuan saja. 


Jangan lupa menikmatinya. Itulah arti sebenarnya dari kehidupan" 


Ah.. Jadi itu maksudnya. 


Perasaan adalah sesuatu yang mendefisinasikan kita sebagai mahluk hidup. Berkat perasaan juga manusia dapat terus bertahan selama ini, menemukan hal-hal baru dan melakukan hal-hal di luar nalar yang mungkin saat itu dianggap gila.


Yeza ingin menggunakannya sebagai sebuah senjata. 


"Dia akan gagal" Ucapku.


Cass mengangguk mengiyakan "Dia telah salah mengartikan perasaan sebagai kekuatan utama manusia. Perasaan tanpa sebuah kepercayaan adalah sebuah hayalan belaka.

__ADS_1


Jika sampai dia membuat pasukan berdasarkan itu dan menghadapi mahluk tersebut, yang terjadi hanyalah sebuah keraguan besar. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk jatuh berantakan, dihancurkan oleh perlawanan tanpa sebuah harapan. 


Alasan mereka ingin mengalahkannya adalah untuk membuktikan Codes sebagai mahluk nomor satu dalam dimensi ini, bukan untuk menyelamatkan" 


"Sebuah keangkuhan" Ujarku.


Cass kembali mengangguk.


Kuhela napas panjang, tak tahu kalau ternyata akan mendengar sesuatu seperti ini. Siapa sangka Codes ternyata mengalami Identity Crisis sampai menguasai galaksi hanya untuk menemukannya. 


Menakjubkan, sekaligus menyedihkan. 


Untung saja mereka tak langsung menyerah atau kemungkinan besar Codes takkan ada lagi. 


Tunggu, jadi Archsoul sudah ada sejak kapan? 


"Ada hal lain yang masih belum kuberitahu Xera" Tukas Cass, menarik perhatianku "Archsoul.. Bagaimana aku menjelaskannya agar kau paham-


"Aku tidak sebodoh itu Cass" 


"Tidak tidak, tentu saja tidak" Balasnya cepat sembari mengangkat tangan. Senyumnya melebar, senyum yang terlihat begitu mencurigakan seakan menyembunyikan sesuatu "Hanya saja, aku yakin kau akan bingung mendengarnya" 


"Coba saja" 


Cass menghela napas panjang, mempersiapkan diri lalu mengatakan "Archsoul sudah mengalami 'Reflow' sebanyak tiga kali. Yang berarti, kita sudah kembali ke masa lalu sebanyak tiga kali. Namun Archsoul tidak terpengaruh dalam pengulangan waktu tersebut- terpengaruh, tapi tidak dengan dunianya"


"Hah?" 


Ditepuknya kening, menghela napas lemas, tahu hal ini sudah pasti terjadi "Inilah alasan aku harus mencari cara untuk menjelaskannya padamu dengan lebih simpel. Masalahnya, aku sendiri tak begitu mengerti sampai bisa menjelaskannya dengan kata-kata yang mudah" 


"Apa kau ingin mengatakan, kalau kalian sudah mengulang waktu sebanyak tiga kali, tetapi 'dunia di dalam' Archsoul tidaklah terpengaruh oleh pengulangan tersebut?" 


"ITU DIA!" Serunya gembira sembari menjentikkan jari. 


Hmm, itu aneh. 


Bukankah Zena mengatakan kalau dia sudah mengulangnya sebanyak dua belas kali? 


Apakah Cass menyembunyikan sesuatu atau justru Zena yang menyembunyikan sesuatu dari kami, dariku? 


"Ah, bagaimana dengan warna mataku yang berubah-ubah?" Tanyaku penasaran.


"Oh, itu karena Zena memberi warna mata berbeda pada tiap Clone mu agar dia tahu kapan untuk membuat Clone yang baru. Sementara warna matamu sekarang adalah warna mata asli yang menunjukkan kalau kau adalah Twin Soul" Jelasnya.


"Lalu, kenapa kalian masih menganggap Twin Soul omong kosong ketika melihat warna mataku?" 


"Jika seseorang melihat es krim bercahaya di tengah jalan, apakah mereka akan langsung percaya itu es krim dalam takdir atau hanya buatan saja? Aku tahu itu ideologi yang buruk. 


Tetapi yang ingin kukatakan adalah dengan teknologi kita sekarang Xera, apapun bisa terjadi, termasuk mengubah warna matamu" 


"Bukankah saat aku pertama membuka mata, seharusnya ada yang menyadari ini?" Tanyaku lagi.

__ADS_1


"Aku rasa orang yang bertugas saat itu menganggapnya sebagai sebuah kebetulan" Jawabnya sembari mengangkat bahu.


"Sekarang aku benar-benar yakin kalau kita adalah manusia. Hanya manusia yang akan melakukan hal tersebut"  


__ADS_2