Asa Di Bintang Altair

Asa Di Bintang Altair
Part 14 ~ Asa & Altair


__ADS_3

Suara pekikan seiring suara musik saling bersahut-sahutan sejak beberapa menit yang lalu. Pria tampan nan gagah tengah berlarian di atas panggung untuk menyambut para fans usai menyanyikan salah satu lagi.


Lautan manusia menatap kagum wajah Altair yang bersimbah keringat. Senyuman terus menghiasi wajah pria itu sambil mengapai tangan fans yang mungkin bisa dia raih.


Di antara lautan manusia ada Ayana salah satunya yang duduk paling depan bersama orang tua Altair tentunya.


Berbeda dengan Asa yang harus masuk sekolah karena ada ulangan yang tidak bisa ditinggalkan.


Sejak tadi gadis itu duduk di dalam kelas sambil membaca buku untuk persiapan ujian.


Alih-alih bersedih tidak bisa menonton konser Altair, gadis itu malah belajar mati-matian agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Nilai yang mungkin saja membuat ayah Samuel bangga padanya.


"Asa, adek kamu live!" teriak Fely yang entah dari mana.


Asa lantas mendongak, memperhatikan temannya duduk di bangku Altair. Memperlihatkan bagaimana aksi Altair di atas panggung.


Jujur saja pria itu sangat mempesona di mata Asa. Namun, bukan itu yang menjadi perhatian Asa.


Tatapan Asa fokus pada Altair yang baru saja melepar baju yang dia kenakan pada penonton yang hadir di konser tersebut. Entah kenapa Asa merasa kesal melihat Altair memperlihatkan perut seksinya pada semua orang.


"Kamu nonton sendiri aja, Fel. Aku mau belajar," ucap Asa pura-pura fokus pada buku meski pikirannya dipenuhi oleh Altair.

__ADS_1


"Cukup Sa, cukup! Lo nggak punya hak marah sama Altair. Altair itu public figure yang harus menyenangkan semua orang," batin Asa bermonolog.


Sedangkan di konser yang tengah berlasung, Ayana terus meneriakkan nama Altair.


"Keren darimananya sih anak itu, sampai stadion konser penuh," celetuk Rayhan menatap iri pada putranya.


Harusnya dulu dia jadi Idol juga agar bebas gonta ganti pacar setiap jamnya. Rayhan lantas mendapatkan tatapan tajam dari sang istri, bahkan Giani sampai mencubit perutnya diam-diam.


"Apasih? Putra aku keren tau. Udah suaranya bagus, tampan banget lagi," puji Giani.


"Iyalah, turunan siapa coba?" Rayhan menyugar rambutnya ke belakang. Umur boleh tua tapi tidak dengan gaya dengan kelakuan Rayhan.


"Ayana suka sama Altair, tante," ucap Ayana tiba-tiba membuat orang tua Altair lantas menoleh.


"Nggak heran kalau banyak yang suka sama Altair. Kakak kamukan emang berbakat, Sayang," sahut Giani.


Ayana mengangguk antusias, tangannya mengenggam tangan tante Giani dan tatapannya tertuju pada Altair.


Usai menyaksikan konser solo Altair kurang lebih 2 jam, Ayana dan orang tua Altair lantas keluar dari stadion tersebut.


Ayana sangat beruntung sebab berangkat bersama orang tua Altair, sehingga gadis itu bisa bertemu secara langsung tanpa harus mengemis waktu lebih dulu.

__ADS_1


"Selamat Sayang, mamah bangga sama kamu," ucap Giani, membantu Altair mengeringkan keringat yang ada di kening putranya.


"Ayo Altair makasih sama papah. Berkat papah kamu punya wajah yang tampan dan suara merdu," cetus Rayhan dengan pedenya.


Beberapa staf yang berada di sana tertawa, begitupun dengan Altair dan Giani, sementara Ayana tampak sibuk merapikan dandannya.


"Kak Altair kenal sama aku?" tanya Ayana saat merasa diacuhkan.


Altair mengangguk tanpa senyuman. "Adiknya Asa, kan? Anaknya om Samuel," sahutnya.


Ayana mengangguk antusias, senang banget Altair bisa mengenali dirinya. Tidak ingin membuang waktu lama, Ayana mulai mendekati Altair, di mana membuat pria itu sedikit risih.


"Altair masih ada sesi foto dan jumpa fans Mah, Pah. Kalian pulang duluan aja," ucap Altair.


Rayhan dan Giani lantas mengangguk, segera meninggalkan ruang istirahat bersama Ayana. Sementara Altair mendaratkan bokongnya pada kursi.


Sungguh, lari-larian diatas panggung dan bernyanyi membuatnya kehilangan banyak tenaga, pria itu memejamkan matanya sejenak sebelum berganti baju untuk berjumpa Fans.


"Lain kali ngatur jadwalnya jangan pas siswa sibuk ujian!" celetuk Altair pada Jihadi yang tengah membacakan beberapa jadwal untuk satu minggu kedepan.


"Iya."

__ADS_1


Tidak tahuka semua orang bahwa penyemangat Altair tidak datang kerena jadwal sekolah? Sungguh membosankan.



__ADS_2