Asa Di Bintang Altair

Asa Di Bintang Altair
Part 18 ~ Asa & Altair


__ADS_3

Keheningan terjadi di meja makan, Asa yang biasanya paling ceria tampak menunduk sambil menyantap sarapannya.


Samuel memang tidak memaki atau memarahi Asa, tapi gadis itu sangat takut. Takut ayah semakin membenci, ayah tidak akan menyayanginnya lagi.


Sesekali Asa melirik ayah Samuel yang tampak asik makan, dan itu tidak luput dari perhatian Ara.


"Ayah tumben kok nggan tidur setelah sholat subuh?" celetuk bunda Ara, berhasil mengambil atensi Asa dan Ayana.


Memang benar untuk pertama kalinya Samuel tidak tidur usai melaksakan sholat subuh. Pria itu langsung meninggalkan kamar. Tidak ada yang tahu apa yang dilakukan Samuel.


Apa mungkin Samuel khawatir pada putri sulungnya? Itulah mengapa menunggu Asa pulang meski tahu bermalam di rumah teman?


Tidak ada yang tahu isi hati Samuel untuk saat ini.


Asa meletakkan sendoknya setelah menghabiskan hidangan di atas meja.


"Asa udah selesai, Asa berangkat sekolah dulu, Yah, Nda." Berdiri lalu mengelilingi meja hanya untuk mengecup punggung tangan orang tuanya.


"Kakak duluan ya," ucap Asa pada adiknya yang hanya dibalas anggukan.


Katakanlah Asa sedikit tidak sopan karena bersikap seolah tidak terjadi apa-apa padahal baru melakukan kesalahan yang membuat ayahnya marah.

__ADS_1


Tapi kalian harus tahu Asa benci terlihat sedih di mata orang lain, itulah mengapa dia menebar senyum meski jantungnya tidak beraturan.


"Tunggu Sayang, Bunda lupa ngasih sesuatu sama kamu!" teriak bunda Ara membuat Asa yang hendak keluar pagar menghentikan langkahnya.


"Bekal buat kamu, dan jangan pikirin apa yang dikatakan ayah tadi. Ayah cuma khawatir karena putri cantiknya bermalam di luar rumah untuk pertama kalinya," ucap Ara.


Sebenarnya wanita paruh baya itu melihat Samuel menyambut Asa di depan pintu tadi pagi, hanya saja tidak mendengar apa yang mereka bicarakam hingga akhirnya Asa berlari ke kamar.


Karena takut suasana hati Asa sedang rusak dan hanya pura-pura bahagia. Bunda Ara menyiapkan bekal istimewa.


Tidak ada yang tahu bagaimana marahnya Samuel saat mendapatkan telpon dari Fely yang mengatakan Asa akan bermalam di rumahnya.


Samuel bahkan ingin menjemput Asa malam itu juga tapi dicegah oleh bunda Ara. Bisakah Ara mengartikan ini sebagai bentuk kasih sayang?


"Makasih bekalnya Bunda, dadah." Berlari keluar dari pagar.


Seperti biasa dia akan mengendarai taksi, sangat mandiri bukan? Tidak seperti Ayana yang diantar jemput oleh Samuel.


Sambil menikmati perjalanan, Asa menghidupkan ponselnya hingga berbagai pesan dari Altair bermunculan di layar kunci.


__ADS_1


Entah Asa harus menanggapi bagaimana kedua chat yang masuk ke ponselnya, tapi jika boleh jujur, typing keduanya sangat mengemaskan di mata Asa.


Marah pada Altair? Ayolah Asa bukan tipe gadis yang berlarut-larut dalam masalah. Dia akan marah detik itu juga dan akan melupakannya beberapa jam kemudian.


Asa lantas mengucapkan terimakasih setelah taksi berhenti tepat di depan sekolahnya. Berjalan perlahan memasuki lingkungan SMA Angkasa. Sayangnya tubuh Asa ditabtak oleh seseorang yang sibuk pada ponselnya.


Buku yang ada di tangan Asa terjatuh, begitupun ponsel pria yang menabraknya.


"Kalau jalan liat-liat bisa nggak sih?" tanya pria itu dengan ketus.


Asa tentu melongo tidak percaya, dia yang ditabrak tapi dia yang kena omelan.


"Harusnya aku yang ngomong gitu!" teriak Asa berjongkok di depan pagar sekolah, berbeda dengan pria yang telah menabrak Asa yang telah pergi usai mengambil ponselnya.


"Dasar aneh," gumam Asa.


Asa melanjutkan langkahnya sambil bersenandung ria, membalas senyuman adik kelas yang senyum lebih dulu. Gadis itu memejamkan matanya mendengar pekikan dari arah berlawanan.


"Asaaaaaaaaa, kamu udah buat aku nggak bisa tidur tau!" pekik Fely berlari menghampiri Asa.


Wajah gadis itu terlihat sangat kesal dan bercampur khawatir. Pasalnya Fely mendapatkan pesan dari kontak Asa, saat bertanya tidak ada balasan. Meski begitu tetap menghubungi orang tua Asa agar sahabatnya tidak dimarahi oleh orang rumah.

__ADS_1


"Sorry Fel. Aku udah repotin semalam." Asa tersenyum tanpa dosa.


__ADS_2