Asa Di Bintang Altair

Asa Di Bintang Altair
Part 17 ~ Asa & Altair


__ADS_3

Altair, pria itu terus saja memandangi wajah teduh Asa yang bersandar di pundaknya. Moodnya kembali memburuk karena jawaban yang Asa berikan saat dia meminta untuk dijadikan pacar.


Altair tidak mengerti kenapa Asa tidak ingin menjadi pacarnya, padahal keduanya sangat dekat dan saling menyayangi. Bahkan Altair yakin gadis yang tengah tertidur di sampingnya juga menyukainya sejak dulu.


Pria itu menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Asa. Gadis yang hampir tidak pernah Altair lihat kesedihannya. Gadis yang selalu tertawa dalam siatuasi apapun.


Tatapan tajam Altair tidak berkedip sama sekali.


"Kenapa Sa? Apa karena aku lebih muda 4 tahun?" tanya Altair.


"Aku bisa kok bersikap dewasa kalau kamu mau. Aku cuma manja sama kamu aja dan mamah, nggak sama orang lain," lirih Altair.


Pria itu menghela nafas panjang, menatap jarum jam yang terus bergerak tanpa lelah. Jarum itu telah berada di angka 11 malam, tapi Altair tidak tega jika harus membangunkan gadis yang dia cintai.


Alahasil pria itu menghubungi Fely melalui ponsel Asa, meminta agar Fely berbohong bahwa Asa menginap di rumahnya.


"Apa karena aku sekarang jadi Idol? Kamu takut diapa-apain sama fans-fans aku?" tanya Altair lagi.


Tapi tidak kunjung mendapatkan jawaban karena orang yang dia ajak bicara tidur sangat lelap.

__ADS_1


Pria tampan dengan garis wajah hampir sempurna ini memutuskan untuk mengendong Asa menuju kamar. Membaringkannya perlahan di ranjang, lalu menutup tubuh mungil Asa menggunakan selimut tebal.


Setelahnya Altair menutup pintu kamar dan memilih tidur di ruang tamu apartemennya.


"Nggak papa Asa nggak jadi pacar aku, intinya dia tetap sama aku dan nggak punya pria lain," gumam Altair.


Dia mulai memejamkan matanya dengan lengan dijadikan bantalan. Mempunyai tinggi 182 cm, membuatnya harus menekuk lutut agar memenuhi sofa.


Pria yang mempunyai Zodiak Leo tersebut mempunyai sifat pemaksa dan seenaknya. Namun, bukan berarti dia tidak bertanggung jawab.


Altair adalah salah satu pria yang jika mencintai seseorang tidak akan berpaling dengan cepat, begitupun sebaliknya. Jika membenci maka akan membencinya seumur hidup.


***


Dia langsung bangun dengan mata memerah saat sadar telah tidur di kamar Altair. Bukan karena takut terjadi sesuatu, tapi memikirkan ayah dan bundanya pasti menunggu di rumah.


Tanpa mencuci muka lebih dulu Asa keluar dari kamar, menyambar tas, topi dan masker yang ada di atas meja. Bersiap untuk pergi, akan tetapi langkahnya yang berada di balik pintu apartemen terhenti ketika suara Altair terdengar.


"Kenapa buru-buru, Sa? Sarapan dulu, nanti aku ...."

__ADS_1


"Nggak usah aku harus pergi," sahut Asa tanpa menunggu kalimat Altair selesai.


Namun, tangannya malah ditarik oleh adik sepupunya tersebut.


"Altair plis jangan bersikap kayak gini! Semalam aku udah bilang mau pulang tapi kamu malah cegah aku sampai ketiduran! Kamu nggak tau gimana khawatirnya ayah nungguin aku!" Menyentak tangan Altair tanpa sadar karena takut pada ayahnya.


"Aku udah ngabarin bunda kamu yang izin nginap di rumah Fely."


"Kamu nggak tau apa-apa." Membalik tubuhnya dan meninggalkan Altair dengan pertanyaan memenuhi pikiran.


Bukan tentang izin tidaknya, tapi Asa sedang berusaha mengambil hati ayahnya. Dengan bermalam di rumah teman sama saja menurunkan pontesinya sebagai anak baik-baik.


Asa menyetop taksi dengan Asal tanpa rasa takut, padahal pagi belum sepenuhnya hadir. Tanpa Asa tahu Altair nekat mengikuti dari belakang, mungkin takut Asa kenapa-napa di jalan.


Tidak membutuhkan waktu lama Asa sampai di rumah, berlari dengan langkah kecilnya. Tepat setelah ia membuka pintu, dia menemukan sosok gagah tengah bersedekap dada di hadapannya.


Asa menelan saliva kasar menyadari tatapan tajam ayah Samuel.


"Ma-maaf, Yah," lirih Asa menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Jam 11 malam," ucap Samuel dengan suara dinginnya.


Tubuh Asa lantas bergetar hebat, jam 11 malam adalah batas yang dia janjikan semalam untuk kedua orang tuanya, tapi dia tiba di rumah setengah 6 pagi.


__ADS_2