
Ternyata menjauhi Altair tidak semudah yang Asa bayangkan beberapa hari lalu, terlebih jika keduanya datang ke sekolah.
Setelah dari rooftop beberapa jam yang lalu, Altair sama sekali tidak meninggalkan Asa seorang diri. Mengekor layaknya anak kecil tanpa memperdulikan asumsi teman-teman sekolahnya.
Seperti saat ini, Altair terus saja berjalan di belakang Asa. Salah satu tangannya berada di saku celana sehingga terlihat lebih mempesona di mata fans-fansnya.
Sementara di depan Altair ada Asa, Fely dan Mark. Setiap kali Mark berganti posisi berdiri di samping Asa, maka Altair akan menarik kerah bagian belakang agar menyingkir.
"Kalian ada hubungan apa sih?" bisik Fely, sesekali melirik Altair di belakang mereka. Jika boleh jujur Fely sangat senang karena bisa berdekatan dengan Idolanya. Ya meski Altair tidak bersuara sejak tadi, tatapannya pun hanya tertuju pada Asa.
"Teman kayak dulu," jawab Asa seadaanya.
Mark yang mendengarnya mengangguk-angguk mengerti. Senyuman pria itu mengembang mendengar Asa dan Altair hanya berteman.
"Berarti gue punya kesempatan dong?" Mark menaik turunkan alisnya.
Lantas saja pria bertindik itu mendapatkan tatapan tajam dari Altair.
"Asa pacar gue!" ucapnya. Untung saja di koridor sekolah menuju kantin hanya mereka berempat.
Langkah Asa, Fely dan Mark lantas berhenti, membalik tubuh secara bersamaan sehingga mau tidak mau Altair harus berhenti.
"Pacar?" tanya Fely dan Mark dengan mulut terbuka.
"Bu ..."
__ADS_1
"Iya, jadi awas aja kalau lo sentuh Asa!" Mata tajam Altair menyorot pada Mark.
Sementara Asa tampak acuh, kembali berjalan hingga akhirnya sampai di kantin sekolah. Meja mereka sedikit menjadi sorotan sebab Altair ada di antara mereka.
Tingkah Altair yang sangat menyebalkan tidak sampai jam istirahat saja, bahkan ketika bel pulang berbunyi Altair masih mengikuti Asa, membuat gadis itu menghela nafas panjang.
"Altair, jangan kayak gini deh!"
"Sikap kamu beda, Asa!"
"Nggak ada yang beda, lagian kita nggak jadi putus kan?"
"Tapi nggak gini caranya, apa aku perlu kerumah kamu dan nanya sama om Samuel? Ayah yang selalu kamu inginkan kasih sayangnya? Dari cara kamu yang selalu takut padanya aku jadi berpikir di rumah, kamu nggak dapat ...."
Gadis itu melajukan motornya meninggalkan Altair yang mengangga tidak mengerti. Gadis cantik nan baik hati yang dia kenal berubah drastis.
Sikap lembut tidak ada lagi, yang ada hanya kekeras kepalaan dan tatapan yang entah Altair harus memaknainya apa.
Pria itu berjalan menuju pagar sekolah, membalas senyum fansnya atau sekedar berhenti untuk memberikan tanda tangan.
Ia naik ke mobil Van yang baru saja berhenti tepat di depannya. Menghembuskan nafas kasar mengingat perilaku Asa hari ini.
Gadis yang biasa memanjakan dirinya malah marah-marah terus menerus.
"Jadwal satu minggu kedepan kosong, mau saya aturkan waktu liburan bersama nona Asa?" tanya Jihadi.
__ADS_1
"Lo ngeledek gue?"
"Lah?" Jihadi jadi bingung sendiri. Pria itu padahal berbaik hati menyenangkan Altair, malah dituduh yang bukan-bukan.
Tidak ingin membuat masalah semakin runyam, akhirnya Jihadi diam. Berbeda dengan Altair yang tengah menerima telpon dari mamahnya.
"Hm," gumam Altair tanpa minat.
"Sayang, kata Jihadi kamu punya waktu satu minggu kedepan ya? Bisa nggak berkunjung kerumah? Mamah kangen banget sama putra ganteng mamah satu-satunya," ucap Giani di seberang telpon.
"Bisa Mah, nanti malam Altair mampir," sahutnya lalu memutuskan sambungan telpon.
Tatapan Altair menukik tajam pada Jihadi. "Cepu banget lo, baru juga dapat cuti seminggu mamah udah tau aja."
"Mamah kamu yang nanya."
"Tetap aja lo cepu!" ketus Altair.
Pria itu memijit pangkal hidungnya yang terasa nyeri. Meski Altair sering bersikap ke kanak-kanakan, bukan berarti pria itu tidak bisa bersikap tegas.
Harus kalian ingat, Altair hanya manja pada Asanya, tapi kejam pada orang lain. Ya lain cerita jika didepan publik, dimana dia harus menjaga imagenya tetap baik.
Dari sini bisa kita simpulkan bahwa yang kita lihat di layar Tv tidak selamanya benar. Ada kalanya mereka hanya pencitraan demi nama baik, seperti yang Altair lakukan.
__ADS_1