Asa Di Bintang Altair

Asa Di Bintang Altair
Part 29 ~ Asa & Altair


__ADS_3

Sarapan pagi bersama orang tua dan adiknya adalah hal yang tidak pernah Asa lewatkan setiap pagi.


Terlebih suasana hati Asa pagi ini sangatlah bagus sebab baru menghabiskan waktu semalam bersama Altair.


"Kakak semalam pulang jam berapa?" tanya Ayana memulai pembicaraan di meja makan.


"Sekitar jam 9, kenapa Ay?"


"Nggak kok Ayana cuma nanya," sahut Ayana mengulum senyum. Karena ketiduran, gadis itu tidak sempat bertanya apa saja yang Asa dan Altair lakukan semalam.


"Kalung dari siapa Nak?" celetuk bunda Ara ketika kalung pemberian Altair sedikit terlihat.


Asa yang sedang fokus pada makanannya tentu saja terkejut, gadis itu lupa melepas saat bersiap-siap.


"Ummhhh, dari ...."


"Aduh bunda terlalu kepo, ya jelas dari pacarnya dong." Bunda Ara cekikikan sendiri, berbeda dengan ayah Samuel yang melirik Asa.


"Jangan bicara di meja makan," sahut Samuel.


Akhirnya tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi, sampai akhirnya mereka berpisah untuk pergi ke urusan masing-masing.


Tidak ada drama antar-mengantar satu sama lain, sebab Ayana dan Asa sudah mempunyai kendaraan masing-masing.


Sepanjang jalan Asa bersenandung ria di atas motornya, melepaskan penat dan kantuk akibat belajar di malam hari.

__ADS_1


Baru saja Asa memarkirkan motornya, suara Fely telah terdengar dari kejauhan. Entalah, tapi sepertinya Fely sangat hobi berteriak padanya.


"Asaaaaaa! Kamu udah liat berita belum?" tanya Fely langsung mengamit lengan Asa yang baru saja turun dari motor.


Bahkan Fely lupa memeriksa motor Asa seperti yang dibicarana semalam. Berita yang gadis itu dapatkan sungguh mengemparkan dunia.


"Apa sih? Kok heboh banget? Aku ngantuk," gumam Asa.


"Ish, Asa kamu harus liat twiter sekarang! Berita Altair yang jalan sama cewek tersebar dan jadi trending!" Gemas Fely mengoyang-goyangkan lengan Asa, membuat perhatian gadis itu lantas teralihkan.


Berita? Jalan dengan gadis?


Tidak menunggu waktu lama, Asa segera memeriksa ponselnya. Tangannya bergetar hebat melihat foto saat Altair membantunya membuka helm, belum lagi saat dia memasuki sebuah ruangan VIP.


Keringat dingin di pelipis Asa mulai bermunculan sedikit demi sedikit, mengigit bibir bawahnya karena takut.


"Asa?"


"Ah ya, bukan aku," sahut Asa cepat membuat Fely tentu mengernyitkan keningnya.


"Yang bilang di foto itu kamu, siapa Asa? Eh tapi tunggu deh, kok hodienya mirip sama yang kita beli pas liburan itu ya?"


"Ka-kan barang yang kita beli murahan Fely, pasti banyak yang punyalah. Lagipula ngapain coba Altair ngajak aku jalan? Kayak nggak ada kerjaan aja," sahut Asa cepat.


Kebohongan demi kebohongan gadis itu lontarkan pada Fely, untung saja sahabatnya percaya.

__ADS_1


"Kalaupun itu kamu, aku mah sebagai teman dukung aja, tapi ya itu takut sama resikonya. Fans-fans fanatik Altair ganas banget njir, mana dari kalangan atas pula," bisik Fely yang sedikit tahu latar belakang Asa dan Altair yang dulunya dekat.


Pembicaraan keduanya terhenti saat pria dengan tindik di telingan langsung duduk di atas meja tanpa permisi.


Asa mendengus, berbeda dengan Fely yang senyum-senyum sendiri karena sejak awal telah jatuh hati pada Mark yang pesonanya tidak bisa dihindari begitu saja.


"Ngalamun bae padahal masih pagi, sarapan yok!" ajak Mark.


Asa mengeleng, berbeda dengan Fely yang menganggukkan kepalanya cepat.


"Ayok, kebetulan aku belum sarapan." Berdiri dan menarik tangan Mark.


"Ayo Mark!" Fely mengedip-ngedipkan matanya.


"Ogah, gue manggil Asa bukan lo!"


"Udahlah, sana kalian sarapan aja dulu, gue tunggu di sini," sahut Asa lalu menumpu kepalanya di atas meja.


Baru saja Asa akan memejamkan matanya usai kepergain Mark dan Fely, suara gebrakan meja telah terdengar cukup nyaring. Telinga Asa sampai berdeging, apalagi meja yang dipukul adalah meja yang dia tempati tidur.


"Bangun lo!" bentak Iren menarik rambut Asa kasar. Tapi bukan Asa jika menerimanya begitu saja.


Gadis itu menghempaskan tangan Iren. "Apa sih? Bisa nggak kalian jangan ganggu gue?"


"Nggak bisa! Ayo ngaku, lo kan yang ada di foto itu?" todong Iren menunduk tepat di hadapan Asa.

__ADS_1


"Bukan gue! Altair nggak mungkin suka sama gue. Puas lo?"


__ADS_2