
"Kamu kerja, Melda? Kerja dimana, bukankah kamu baru di pecat". Tanya V, saat melihat Melda sudah berpakaian rapi.
"Kepo,pasti mulut ember yang memberitahu kak V kan. Ck, menyebalkan sekali. Gara-gara dia,aku di pecat". Gerutu Melda,menyantap sarapan paginya.
"Ha...? Kamu,di pecat Melda! Kok bisa,ada masalah apa". Tanya Sarah, penasaran.
"Frans,yang nyuruh mah. Mengada-ada segala, membuat skenario jelek. Karena aku, tidak profesional melayani tamu". Jawab Melda, tersenyum kecil. Dia,puas mengadu-ngadu kepada Sarah.
Sarah, menatap tajam ke Frans. Sedari tadi,hanya diam dan menikmati nasi goreng di hadapannya. "Kalian berdua ini, selalu ada saja masalah. Heran aku, jadinya. Lantas, untuk apa? Kamu, melakukan hal itu Frans". Tanya Sarah, Frans menghentikan suapannya.
"Tidak pantas Melda, bekerja di tempat itu. Untuk apa, bekerja di hotel. Bahayanya sangat besar, perusahaan Fernandez masih ada. Jika Melda, ingin bekerja". Jawab Frans, dengan tegas.
"Bilang saja, tidak mau juah dari Melda". Sahut Jacqueline, terkekeh. Melda, langsung menyenggol lengan sahabatnya itu.
"Oh, seperti itu. Sekalian saja,kamu menikahi Melda. Jika tidak mau, jauh-jauh darinya". Kata Sarah, membuat Melda melotot seketika.
"Mamah, apa-apaan sih? Jangan aneh-aneh deh,jangan kumat lagi". Bantah Melda, langsung.
Frans,hanya menghela nafas beratnya dan memilih diam. Barusan kakinya,di tendang oleh V. "Baiklah, Frans akan menikahi Melda. Jika itu, keinginan Nyonya". Jawab Frans, tanpa ba-bi-bu lagi.
Byuuuurrrrr.....
Saat Melda,meminum air dan menyembur keluar. Dia,tersedak dan tidak sengaja.
Uhukkk.... Uhuukkk.... Uhuukkk.....
Jacqueline dan Melda, terbatuk-batuk saat mendengar jawaban Frans.
"Aiisss....Jorok sekalian, berdua ini". V, langsung beranjak berdiri. Bajunya basah,karena semburan air dari mulut istrinya. Untuk saja, Melda menyemburkan air di mulutnya ke arah lain dan tidak terkena Jacqueline.
"Frans,kamu jangan aneh deh. Ogah banget, nikah sama kamu". Belum apa-apaan, Melda sudah menolaknya. "Pamit dulu,mau berangkat kerja".
"Eeee.... Melda, jangan menolak sekarang. Setidaknya,kamu pikir-pikir dulu. Lalu,kamu kerja dimana? Jangan sembarangan bekerja loh,mamah gak suka". Sarah, menghentikan langkah Melda.
"Melda,jadi asisten pribadi Sagara mah. Dia, seorang model terkenal. Jacqueline,cukup mengenalinya. Pamit dulu,mah. Sudah telat nih, takutnya bos marah". Pamit Melda, mencium punggung tangan Sarah.
__ADS_1
"Iyahhhh....kamu pikir-pikir dulu, ajakan Frans. Jangan gegabah mengambil keputusan,sayang". Pinta Sarah,dia sangat senang sekali. Jika Frans dan Melda, menikah dan membangun rumah tangga.
"Apa aku,bilang. Melda,mulai mencari sesosok yang baru". Bisik V, tersenyum smrik.
Frans,hany pasrah dan menghela nafas. Dia,juga beranjak pergi dan bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Bantu Frans, setidaknya kamu bujuk Melda. Terus,siapa Sagara? Apa kalian,ada macam-macam". Delik mata V, menyeringai tajam.
"ituuu.... Hemmm...". Jacqueline, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sialan, Melda sengaja membuat kak V marah. Batin Jacqueline, cengengesan. "Kamu, pernah jadi partner kerja pemotretan saja".
"Yakin? Apa kau,aku hukum lagi. Jangan main-main atau berbohong sayang. Kau tahu,apa konsekuensinya". V,mulai mengelus-elus lembut rambut Jacqueline
Deru nafas V,terasa di telinga Jacqueline.
Jacqueline, terdiam dan mematung. Bulu halus seketika meremang berdiri, jantungnya berdegup kencang.
"E'ehmmm...mamah,masih ada. Ngapain kalian berduaan,lalu bermesraan. Mau memanasi mamah, begitu ha. Mentang-mentang,papahmu sibuk". Sarah, membuyarkan adegan anak dan menantunya.
V, langsung menghentikan aksinya dan menarik lengan Jacqueline. Sang istri,hanya diam dan mengekori suaminya itu.
Sarah, hanya geleng-geleng kepala. Melihat anak dan menantunya, seperti pengantin baru.
"Kenapa,ada masalah? Sampai, segitunya". Kekehnya Jacqueline, sudah berbaring di atas ranjang.
" Ada rekan bisnis,dari luar negeri. Mereka ingin bertemu dengan ku,". Kata V, tersenyum dan mengecup bibir Jacqueline.
"Stop, hentikan. Pergilah,jangan membuat masalah". Jacqueline, mencium kedua pipi Suaminya. "Sekalian,aku ikut. Mau ke mall,ada sesuatu yang aku beli". Tangannya, melingkar di leher V.
"Baiklah,kali ini kamu lolos. Setelah semuanya beres, aku tak segan-segan menghajarmu dan mende-sah lalu menjerit-jerit keenakan". Kata V, bangkit dari ranjang dan menarik tangan istrinya. Sebelum berisap-siap,V menyempatkan diri untuk mencium bibir istrinya dengan mesra.
************
Mobil mewah, berhenti di depan Mall. Jacqueline, turun dari mobil dan masuk ke dalam mall.
V, langsung pergi ke perusahaannya. Dia,hanya mengantar istri dan menjemputnya nanti.
__ADS_1
Jacqueline, berkeliling mall dan matanya tertuju pada seorang bocah tengah menikmati es krim di tangannya.
Jacqueline, mendekati dan tersenyum. "Ly, apa kabar?lama kita, tidak bertemu".
Sontak bocah itu, tersenyum dan memandang ke arah Jacqueline. "Kak cantik, Ly kangen". Ly, langsung berhamburan ke pelukkan Jacqueline.
Mata Jacqueline,mulai berkaca-kaca. Bagaimana,nasip Ly? Saat mengetahui, ayahnya Yoshi meninggal dunia. "Kakak, sangat merindukan mu. Maaf,baru bertemu".
"Ly, Jacqueline". Ucap seorang wanita,ibu kandung Ly.
"Eeee... Rupanya,Ly bersamamu. Apa,kamu merawat Ly". Tanya Jacqueline,kepada Sunita. Cukup lama mereka, tidak bertemu.
"Tentulah,karena aku ibu kandungnya". Jawab Sunita, dengan sinis. "Ayo,kita pulang Ly. Sudah lama,kita ke mall". Sunita, menarik lengan anaknya.
"Kakak cantik, sampai jumpa lagi". Ly, melambaikan tangannya dan mulai jauh dari pandangan Jacqueline.
Jacqueline, tersenyum dan membalas lambaian tangannya. "Berharap,kau benar-benar menyayangi Ly". Gumam Jacqueline,duduk di kursi panjang. Menghela nafas panjang,merasa kasian kepada Ly. Sesosok ayah,yang di cintainya sudah tiada.
***********
Melda, mulai dengan pekerjaannya. Dia, menyiapkan pakaian yang dikenakan oleh Sagara.
"Sini,aku bantu". Kata Melda, memasangkan kemeja kepada Sagara.
"Hehehehe...Berasa punya, istri aku". Kekehnya Sagara, tersenyum.
Melda juga, melakukan make up tipis di wajahnya Sagara. Tak henti-hentinya, Sagara memandang wajah cantik Melda.
"Lama-kelamaan,aku kepincut dengan mu". Sagara,mulai menggoda Melda.
"Aissss.. Jangan aneh-aneh,fokus. Lalu, jauhkan tanganmu dari pinggang ku". Melda, menggeleng kepalanya.
"Kenapa,takut yah? Kalau,ada orang salah paham hemmm...Aku,hanya berpegang saja". Kekehnya Sagara, tersenyum sumringah.
"Astaga,jangan terlalu sering tersenyum. Gigi gingsulmu, membuatku gemes dan gemeteran. Fiuuhhh... sudah selesai,sana pergi. Alvin, sudah menunggu mu". Kata Melda, tersenyum kecil.
__ADS_1
Sagara, mengangguk dan beranjak berdiri lalu pergi. Dia, harus menyelesaikan pekerjaannya. Melda, menatap dari kejauhan. Tetapi,dia memikirkan perkataan Frans. Ada rasa senang dan sedih,saat Frans ingin menikahi dirinya. Akan tetapi, semuanya sudah terlambat. Dia, sangat delima mengambil keputusan yang sangat berat untuk di ambil.
Mencoba berpikir panjang dan berharap tidak menyesali apa keputusannya nanti. Di lubuk hati yang paling dalam,dia masih mencintai Frans. Di sisi lain,dia ingin melupakan cintainya itu.