
"Uuhukk.... Uhuukkk..." Jacqueline dan Sarah, terbatuk-batuk secara bersamaan.
Saat mendapatkan kabar tentang, pernikahan Yoshi dan Laura. Siaran televisi sudah menyiarkan,kapan acara pernikahan mereka di selenggarakan. Tak main-main, mereka mengadakan resepsi pernikahan besar-besaran.
"Jacqueline,apa kamu percaya dengan berita ini. Memang tidak punya malu, anaknya berbuat tak senonoh. Tapi, mengadakan resepsi pernikahan besar-besaran". Sarah,hanya menggeleng kepalanya. Apa yang di pikiran,kedua orangtuanya Laura.
"Benar, berarti tuan Yoshi sudah di bebaskan di penjara. Tapi, bukankah? Tuan Yoshi, tidak mau bertanggung jawab". Jacqueline, kebingungan dan mencurigai sesuatu. Pasti ada sesuatu,yang di rencanakan mereka. Apa jangan-jangan, mereka akan balas dendam kepada kak V? Aku arus berbicara, dengannya.
"Mau kemana? Jangan aneh-aneh, sayang". Sarah, menghentikan langkah kaki Jacqueline.
"Mau ke kantor,kak V". Jawab Jacqueline, berlarian keluar mansion.
"Haaa...anak sekarang, susah di atur. Tapi,ada sesuatu yang di rencanakan mereka. Masa iya, secepat itu berubah pikiran". Gumam Sarah,tetap melanjutkan menonton televisi.
"Sayang,apa kamu sudah tahu berita ini". Irfan, menghampiri istrinya itu.
"Benar,apa mereka tidak memiliki rasa malu? Bahkan, mengadakan resepsi pernikahan, besar-besaran segala. Aku, tidak habis pikir. Semoga saja,anak kita tidak seperti itu". Sarah, juga mengkhawatirkan kedua anaknya.
"Anak mereka dan anak kita, berbeda sayang. Mereka, terlalu membebaskan dan mempercayai kemana perginya. Makanya, mereka berbuat seperti itu. Kalau anak kita, selalu di kawal kemana pun. Walaupun, anak-anak kita memiliki ide cemerlang untuk lepas". Kekehnya Irfan, tersenyum.
"Iya, hatiku tidak tenang saat anak-anak keluar dari mansion dan jauh dari mataku. Walaupun, mereka tidak melakukan apapun. Sekarang, mereka susah di atur". Gerutu Sarah, menghembuskan nafas beratnya.
"Mana Jacqueline? Bukankah, tadi ada di sini". Irfan, calingukan mencari anak angkatnya itu.
"Pergi,katanya ke kantor V" jawab Sarah, langsung di angguki oleh suaminya.
**************
Tiba Jacqueline, di perusahaan V.
__ADS_1
Dia,masuk ke ruang kerja V dengan terburu-buru. Sepertinya,V habis selesai mengadakan meeting.
Jacqueline, bersembunyi di balik lemari buku. Karena V,masuk kedalam ruang kerjanya bersama Sunita.
Jacqueline,hanya mengintip di celah-celah buku dan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Sial,aku malah senang jika Yoshi masuk kedalam penjara. Sekarang,apa? Dia, bebas dan menikah dengan Laura. Kita, tidak bisa menjatuhkan Yoshi dan Laura. Karena Yoshi, seorang sutradara film terbilang terkenal dan terpengaruh di dunia hiburan. Apa lagi, Laura semakin berjaya". Gerutu Sunita,dia benar-benar sangat marah.
"Aku tidak peduli,yang penting. Sutradara cabul itu, sudah menjaga jarak dengan Jacqueline. Aku yakin, dengan menikahi Laura. Laura,akan menekan Yoshi". V,hanya santai saja. Tak memikirkan hal lainnya.
"Kau salah,V. Jacqueline,masih terikat kontrak dengan Yoshi. Apa lagi, Jacqueline sangat dekat dengan anak kami. Aku yakin, Yoshi dan Laura. Akan balas dendam, melalui Jacqueline. Aku harap, Jacqueline baik-baik saja. Jangan sampai, mereka menjebaknya. Kau tahu, Yoshi termasuk pria licik. Kalau dia,bisa mendapatkan adikmu. Dengan senang hati, mereka akan berpisah". Ucap Sunita, tersenyum smrik.
Apa yang aku pikirkan,itu terjadi. Sial,aku masih terikat kontrak dengan tuan Yoshi. Bagaimana ini,aku harus berhati-hati. Batin Jacqueline,masih mendengar pembicaraan mereka.
"Aku, mempercayai Jacqueline. Dia,bisa menjaga dirinya". Jawab V, menuangkan air putih.
"V, bagaimana kita memanfaatkan Jacqueline". Sunita, mengelus-elus punggung V.
"Begini, Yoshi sangat menginginkan Jacqueline. Bagaimanapun,kita bisa menghancurkan Yoshi melalui Jacqueline. Aku yakin, dengan kedekatan mereka. Sam saja, menyakiti Laura. Bukankah,kamu memiliki dendam kepada Laura". Sunita,kembali bergelut manja di lengan V.
Balas dendam? Memangnya, Laura memiliki kesalahan besar apa? Kepada kak v,apa aku harus bertanya kepada Laura. Batin Jacqueline,dia benar-benar penasaran.
"Ini masalahku, tidak ingin Jacqueline terlibat dalam balas dendam ku. Aku memang muak, melihat wajah polos Laura.Ck,". Decak V, tersenyum smrik.
Sunita,tak henti-hentinya merayu dan menggoda V. Wajahnya,hanya beberapa inci dengan wajah V. "V, bukankah Yoshi juga terlibat di balas dendam mu. Ayolah, bekerjasama dengan ku. Untuk menutupi semuanya, bagaimana kita menjalin hubungan".
"Kau, benar-benar wanita licik. Aku suka,tapi sayang. Kau bukan,tipeku. Masalahnya,aku akan memikirkan rencana ini. Tapi,kita lihat dulu. Apa selanjutnya,yang mereka rencanakan". Kata V,akan tetapi matanya tertuju kepada Jacqueline.
Jacqueline, sudah berdiri di sampingnya. "Jacqueline, kau...". V, langsung berdiri dan Sunita hampir terjatuh.
__ADS_1
Kedua pipi Jacqueline, sudah basah karena air matanya. "Kau, menyakiti ku kak. Demi balas dendam mu,kau memanfaatkan ku. Aku tahu, semuanya adalah rencana kalian".
Jacqueline, menghapus air matanya dengan kasar. Semampu mungkin, berusaha tetap santai dan tegar.
"Huuuff... ini urusan ku,jangan ikut campur. Bukankah,kau adikku sendiri. Seharusnya,bisa aku andalkan. Kita kakak adik,bukan? Jadi, sudah sepatutnya saling bekerjasama dan menolong". Tegas V, membuat perasaan Jacqueline hancur.
"Makasih, masalahnya. Aku tidak mau,ikut campur dalam urusan mu kak. Aku tidak tahu,apa masalahnya? Sampai kapan pun,aku tidak mau melakukannya. Dan aku, Sunita". Jacqueline, menunjukkan jarinya ke arah Sunita. "Lancang sekali, meminta kakak ku untuk memanfaatkan diriku".
"lebih baik,kamu pulang dan jangan lancang masuk kedalam ruang kerja ku ini. Kau, mengerti ha". Bentak V,membela Sunita.
"Kenapa, pergilah.... bukankah,kakak mu mengusir dirimu". Sahut Sunita, tersenyum smrik.
"Makasih,satu hal kak. Hubungan kita, sampai sini. Kau,paham maksudku kan". Ucap Jacqueline, langsung meninggalkan V.
V,terpaku pada akhirnya. Matanya, memandang lurus melepas kepergian Jacqueline. Dia,paham apa maksud perkataan Jacqueline. V, merasakan Jacqueline benar-benar kecewa kepadanya.
"Hubungan? Maksudnya apa". Sunita, mengerutkan keningnya.
"Bukan apa-apa, kemungkinan dia kecewa dengan ku". Sahut V, duduk di kursi kebesarannya.
Sepanjang jalan,hingga masuk lift. Barulah,tangis Jacqueline pecah dan bersandar pada dinding.
"Aku tidak mengerti, dengan sikapmu kak V. Terkadang, kamu romantis dan memberikan ku cinta. Terkadang, kamu menyakitiku dan kecewa. Kenapa,rasa cintaku ini tidak pernah berubah? Aaarghhh....Aku membenci mu,kak V". Ucap Jacqueline,dalam isak tangisnya. Dadanya,terasa sesak. Ada rasa cemburu,saat Sunita menyentuh V.
Ting....
Pinta lift terbuka lebar, terlihat sesosok Frans masuk ke dalam dan tercengang melihat Jacqueline. "Nona, sedang apa di sini". Frans, langsung mendekati Jacqueline.
Akan tetapi, Jacqueline malah memeluk erat tubuhnya. "Eeee... Nona, lepaskan pelukkannya. nona, Jacqueline jangan seperti ini. Nona, nanti bos akan marah kepadaku". tubuh Frans, menegang seketika.
__ADS_1
Frans, langsung memencet tombol lift. Rencananya,dia akan membawa Jacqueline ke ruang kerjanya. Berharap, tidak ada staf kantor yang melihat Jacqueline memeluknya.