BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Membela Jacqueline


__ADS_3

Di tempat kediaman,rumah besar Indramayu.


Romi, yang baru saja pulang dari kantor. Namun,dia di suguhkan dengan omelan dari istrinya.


Bagaimana tidak mengomeli suaminya, Nita sangat marah. Karena sang suami, jauh-jauh mengontrak Jacqueline. Hanya sebuah mempromosikan produk parfum,yang segera di luncurkan ke publik.


Tidak tanggung-tanggung, Suaminya Romi. Membayar Jacqueline, sangat mahal. Apa lagi, Nita juga seorang model terpopuler dan sekaligus istrinya.


"Kenapa harus dia,mas? Bayaran, cukup mahal sekali. Aku seorang model juga,kenapa tidak aku". Bentak Nita,yang emosinya menggebu-gebu.


"Kamu sadari diri,dong. Badan kamu,gembrot seperti itu dan habis operasi sesar. Yang ada produk parfum ku, jadi menurun". Tegas Romi, melonggarkan dasinya.


Sorotan mata Nita, memerah manahan amarahnya. Suaminya,tega menjelekkan tubuhnya. Yang habis melahirkan buah hati mereka,apa lagi kedua mertuanya meronta-ronta menginginkan seorang cucu. Terpaksa, Nita tidak menunda kehamilannya.


"Ck, bayaran sangat mahal mas? Aku saja,belum pernah di bayar segitunya oleh mu". Gerutu Nita, dadanya naik turun mengontrol dirinya.


"Uangnya juga buat kamu,jika parfum terbaru banyak yang beli. Buat perawatan kecantikan mu, fokuslah untuk merawat anak kita". Kata Romi, menatap ke arah istrinya yang masih acak-acakan.


"Apa yang di katakan, Romi memang benar". Ibu mertuanya Nita, ikut-ikutan angkat berbicara. "Kamu sebagai istri,nurut aja. Lagian,demi kebaikan bersama. Kalau parfum terjual banyak,enak uangnya buat kamu juga. Gimana sih? Bukannya mendukung suami,malah marah-marah".


"Mah, gimana aku gak marah. Sudah lama aku menantikan hal ini,aku ingin menjadi model dan mempromosikan produk parfum suamiku. Tapi,dia malah bekerjasama dengan Jacqueline. Mentang-mentang,dia keluarga besar Fernandez". Bentak Tina, air matanya luruh sudah.


"Tina,bisa diam gak? Lagian,kamu gak cocok jadi model parfum terbaruku ini. Apa lagi, modelnya kaya kamu. Yang ada pelanggan ku,pada kabur". Romi,juga ikut-ikutan membentak keras istrinya itu.


Tega mas,kamu sangat tega. Tidak pernah memikirkan, perasaanku. Batin Tina,dia langsung lari menaiki anak tangga dengan deraian air matanya mengalir deras.

__ADS_1


"Makanya, Rom. Jangan terlalu memanjakan istrimu,ibu senang akhirnya bisa kerjasama dengan keluarga Fernandez". Arta,bangga kepada anaknya.


"Sumpah mah, cantik banget. mulai besok,dia akan jadi modelku. Gak nyangka,bisa meluluhkan hati wanita bernama Jacqueline". Romi, tersenyum lebar.


"Ini kesempatan emas, untuk perusahaan kita. mamah,malah setuju jika kamu memiliki hubungan dengan Jacqueline. Nama keluarga kita,akan lebih besar dan di kenal oleh para pembisnis lainnya. Kamu, jangan sia-siakan kesempatan ini. Kalau Nita,biar ibu yang urus". Arta,malah senang jika anaknya dekat dengan Jacqueline.


Bu Arta,tahu jika Jacqueline termasuk keluarga besar Fernandez dan di sayangi. Jika anaknya menikah dengan Jacqueline, sudah pasti nama keluarganya juga semakin terkenal.


"Oke,kalau masalah merayu wanita. Aku jagonya, bakalan klepek-klepek seorang model terkenal. Yaitu, Jacqueline. Behh...dia perempuan, sangat menyegarkan mah". Romi,tak henti-hentinya mengingat lekuk tubuh Jacqueline.


"Baguslah, semoga berhasil". Kedip Arta, kini mereka tertawa lepas bersama.


Sedangkan Tina,hanya menangis kesegukan di dalam kamarnya dan memukul bantal dan guling.


Romi,hanya tersenyum dan berlahan mendekati istrinya. "Lebay, gak usah drama nangis-nangis segala. Kaya film Indosiar aja".


"Cukup, Nita...!!! ini adalah bisnis,kamu sadarkan. Fokuslah terhadap anak dan urus dirimu,aku muak melihat tubuh mu tidak sebagus dulu. Kalau sudah bagus,aku bisa membuatmu terkenal lagi". Bentak Romi, kepalanya nyut-nyutan menghadapi sikap istrinya.


"Kalau kamu, tidak membatalkan kerjasama dengan model Jacqueline Fernandez. Aku akan pergi mas,tidak akan kembali lagi". Nita, malah mengancam suaminya. "aku akan membawa anak kita, jangan harap kamu bisa bertemu".


"Oh,bagus. Sudah mulai melawan dan mengancam segala ha? Silahkan,kamu pergi Nita. Aku muakk.... mendengar ocehan kamu yang tidak jelas,ini demi perusahaan". Romi,malah tidak takut dengan ancaman istrinya. "Seharusnya,kau tahu? Aku pria seperti apa, Nita. Seribu wanita,aku bisa menaklukkan dengan gampang. Mempertahankan dirimu,yang bukan apa-apa. Cuiiiihh...tak sudi aku, merendahkan diri".


Deggg ....


Mendengar perkataan Suaminya, membuat Nita menjadi membeku. Tidak mungkin,kau pergi dan pulang. Sudah pasti, playboy Romi akan semakin menjadi-jadi. "Tega kamu,mas. Apa tidak ada rasa cinta,di hatimu ha? Aku ini,ibu dari anak kita mas. Aku rela melakukan apapun, bahkan tubuhku seperti ini. Semuanya,demi kamu dan orangtuamu mas. Dimana,letak kepedulian terhadap ku".

__ADS_1


Nita,tak mempercayai suaminya. Entah kenapa,suaminya tiba-tiba berubah. Dia langsung mencurigai, Jacqueline. "Ingatlah,mas. Jangan sampai kamu,bermain api di belakangku. Siap-siap,aku membongkar semua aibmu di publik". Ancam Nita,lagi.


Kini Romi,diam dan tidak berkata apa-apa lagi. meninggalkan istrinya dan pergi ke kamar mandi. Gerah rasanya, berdebat dengan sang istri.


"Aku harus, memberitahu mamah masalah ini". gumam Nita, Langsung mengambil ponselnya.


Nita, bertekad untuk menemui Jacqueline. agar dia, mundur dari kerjasama suaminya itu. akan tetapi,harus jalan halus. jangan sampai, ketahuan suami dan lainnya.


**************


Malam harinya, di meja makan. Nita,hanya diam tak bersuara. Arta,hanya tersenyum kecil saat melihat menantunya tidak bersemangat.


"Makan itu,yang banyak". Arta, langsung membuka suara. saat menantunya,sibuk mengaduk-aduk makanannya.


"Nita, masih marah mah". sahut Romi, sambil menikmati makan malam bersama.


"Alaaahhh.... cuman gitu doang,malah marah-marah. kalau uangnya, langsung mau. Nita,kamu sadari dong. Jacqueline, seorang model terkenal dan terpopuler. jauh dengan mu,sudah sewajarnya Romi ingin dia jadi model parfumnya. Ibu, sangat yakin. hasil penjualan parfum,naik drastis dan kamu juga menikmati uangnya". Arta,malah kesal kepada menantunya.


"dengarin apa kata, mamah. Kamu juga,yang enaknya. uangnya,bisa kamu shoping dan perawatan diri". sahut Romi, menatap ke arah Nita.


"Aku tidak terima,mas. kamu menghancurkan segalanya. kamu, sudah berjanji jika aku yang jadi modelnya. tapi, buktinya apa mas". Mata Nita,mulai berkaca-kaca sekuat tenaga untuk menahan air matanya.


"Aduuhh.... mamah, heran sama kamu. keras kepala,sekali. bisa tidak, jangan ikut campur urusan suamimu. urus saja, dirimu dulu. Badan gembrot seperti itu,mana laku parfum suamimu. yang ada malah rugi,malah bikin sakit mata melihatnya". Arta,tak segan-segan mengejek menantunya itu.


Nita, langsung menghentikan makannya dan pergi meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Coba kamu, tegaskan kepada istri mu. sifatnya kaya kekanak-kanakan,". gerutu Arta,tengah kesal.


__ADS_2