BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Cemburu


__ADS_3

Plaaakkkk....


Sarah, menampar wajah V terbilang cukup keras. Frans dan pelayan, lainnya. Mereka,nampak terdiam dan pergi. Saat ibu dan anak,tengah bertengkar.


"Aku tahu!jika mama tahu,dimana keberadaan Jacqueline" V,mendelik ke arah ibunya.


"Cukup,V..!! Mau kamu,apa? Jacqueline, bebas ingin berkencan dengan siapapun. Kau paham,jangan main seenaknya saja". Sarah, sudah geram terhadap anaknya.


"Ck,bela terus mah. Bela terus,sampai mamah kecewa. Lihatlah, kelakuannya sudah melewati batas. Dia, berani duduk di pangkuan dengan sutradara cabul itu. Asalkan mamah,tahu. Jika Jacqueline, menjalin hubungan dengan Jacob seorang artis itu. Ck, artis cabul juga". Decak V,dia membongkar rahasia Jacqueline.


"Mamah dan papah, sudah tahu. Kalau, mereka menjalani hubungan. Malah,kami setuju dengan pernikahan mereka". Sahut Sarah, tersenyum smrik.


"Aku akan menggagalkan, semuanya. Aku yang sendiri, memilih pendamping hidup Jacqueline". Tegas V,akan tetapi Sarah malah tidak percaya dengan ucapan anaknya.


"Hahahaha... mencarikan pendamping hidup, untuk Jacqueline. Kapan,v? Sudah lama,kamu hanya omong kosong belaka. Jangan sampai,mamah dan papah diam-diam menikahkan Jacqueline". Sarah,malah menantang anaknya.


Deggg....


Ada debaran,yang sulit di artikan oleh V. "Jangan harap,itu bisa terjadi". Kata V, menyunggingkan senyumnya.


"Tinggal tiga minggu lagi,kau urus pernikahan mu. Bukankah,akhir bulan acara pernikahan mu di adakan ha..! Ini malah, sibuk mengurus Jacqueline. Sedangkan,dia tidak pernah mengusik asmara dengan perempuan lain. Bilang saja,jika kamu menginginkan Jacqueline menjadi istri mu kan". Sarah,malah mengompori anaknya.


"Cukup,mah..!! Aku bisa saja,mengurus pernikahan ku. Tidak perlu,di pikirkan". Kata V, duduk di sofa dan melonggarkan dasinya. "Frans,cari Jacqueline sekarang juga dan seret dia ke hadapan ku". Perintah V, kepada Frans.


"Franssss... ". Sarah, menatap tajam ke Frans.


"Ba-baik Nyonya,saya ke belakang". Frans,malah beranjak pergi dan mengabaikan perintahnya V.


"Ck, penjilat". Decak V, dengan kesal.


Sarah,juga meninggalkan anaknya yang masih terduduk lesu di sofa. Awas kamu, Jacqueline. Aku akan memberikan pelajaran kepada mu, lihat saja nantinya. Batin V, sesekali dia memukul sofa. Hanya melempiaskn rasa, kesalnya.


**************


Jacqueline, akhir sampai di kota kelahirannya. Di bandara, Jacob diam-diam menjemput sang kekasih.

__ADS_1


Sebenarnya, Jacob tidak masalah jika hubungannya tersebar kemana-mana. Akan tetapi, Jacqueline menantangnya.


Bagi Jacqueline, lambat laun. Sudah pasti,akan ketahuan hubungan mereka.


"Fiuuhhh.... akhirnya, sampai dan ingin cepat-cepat tidur". Gumam Jacqueline, bersandar pada bahu Jacob.


"Sayang, apa kamu kabur". Tanya Jacob,dia sudah tahu apa yang terjadi.


"Kabur? Kabur,kenapa juga". Kekehnya Jacqueline, membenarkan mantel bajunya.


"Lihatlah,beritanya tersebar luas. Ternyata, kekasihku berkencan dengan sutradara film". Jacob, memperlihatkan sebuah berita tersebar luas itu.


"Hemmm..dia, mengajakku makan malam. Hanya makan bersama, tidak seperti mu. Berciuman dan beradegan panas di atas ranjang". Kata Jacqueline, mengerucut bibirnya.


"Oh,jadi kekasihku sedang cemburu. Hemmm..lalu, membalasnya dengan berkencan dengan pria lain". Jacob, mencubit pipi mulusnya Jacqueline.


"Ck,aku hanya makan malam bersama. Tidak seperti mu, berciuman dengan mesra". Gerutunya lagi,tanpa menoleh ke arah Jacob


"Mana bibirmu, untuk menghapus bekas perempuan itu". Jacob, langsung merangkul pinggang Jacqueline dan ingin menciumnya.


"Sayang,hanya berciuman dan berpelukan saja. Ayolah,ini pekerjaan ku. Sesuai dialognya,mana mungkin aku menentang semuanya. Adegan ranjang,juga body doble. Hanya, tertentu saja aku seutuhnya". Jacob,malah gemes terhadap Jacqueline. Di saat sang kekasih, cemburu seperti ini.


"Ck,nanti juga nyasar kemana-mana". Gumam Jacqueline,masih terdengar oleh Jacob.


Jacob, membawa Jacqueline ke dalam pangkuannya. Tak memperdulikan, sopir di depannya.


Mereka beradegan berciuman dan berpelukan dengan mesra. Menumpahkan rasa rindu dan cemburunya. Jacqueline, terhipnotis dengan pesona Jacob.


Cukup lama mereka berciuman,dan di hentikan oleh Jacqueline. "Jangan marah lagi,". Bisik Jacob, terdengar suara sangat menggoda. Rahang yang keras dan lengan kekarnya. Merangkul pinggang, Jacqueline dengan erat.


Apa,aku cemburu? Masa,iya aku sudah jatuh cinta dengan Jacob.Batin Jacqueline, perasaannya sangat bimbang saat ini.


***************


Besok harinya, Jacqueline mendatangi rumah lamanya. nampak berbeda dengan dulu. Saat ayahnya, masih hidup dan tertawa bersama ayahnya.

__ADS_1


Saat ini Wandari dan Nita, mendatangi rumah lamanya. Saat seseorang, memberikan informasi ada seseorang datang.


"Kita harus merebut kembali, rumah itu. Enak saja,mau merampas rumah kita". Kata Wandari, langsung masuk kedalam rumah.


"katakan, siapa kamu ha? Berani sekali, merampas rumah ini". Teriak Nita,saat ini Jacqueline tengah membelakangi mereka.


"Tentu saja,aku". Jacqueline, langsung membalikkan badannya.


"Kamu...!!". Ucap bersama Wandari dan Nita, mereka syok siapa yang mereka hadapi.


"Kenapa, terkejut melihat ku". Jacqueline,duduk santai di sofa.


"Kau,pergi dari sini. Ini adalah rumahku, tidak berhak kau berada di sini". Teriak Wandari, dengan emosi.


"Kurang cukup kah, menghancurkan segalanya ha..!! Sekarang, merampas rumah ini". Nita,juga ikut-ikutan berteriak.


"Merampas, rumah ini? Heiii... bukankah,kalian merampas rumah ini. Kalian ingat kan,siapa Pak Evander? Seharusnya,ingat sekarang. Kalian kan,yang merampas rumah ini di tangannya". Senyum smrik Jacqueline, beranjak berdiri.


Wandari, nampak terkejut mendengar ucapan Jacqueline. "Maksudnya,apa? Jangan sembarangan berbicara,".


"Oh,pasti kalian ingat siapa Almira Puteri. Jelas tahu, siapa dia". Jacqueline,mulai mengungkapkan jati dirinya. "Semua orang,juga tahu. Bahwa keluarga Fernandez, pernah mengangkat seorang anak perempuan".


Wandari dan Nita, kebingungan mendengar ucapan Jacqueline. Wandari,mencoba mengingat anak tirinya yang di usir beberapa tahun silam.


"Yah... aku Almira Puteri,yang kalian usir saat hujan deras. Tanpa memperdulikan penyakit ayahku, kalian rela membiarkan kami kedinginan dan ayah....ayah, meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Untung saja, keajaiban berpihak kepadaku. Aku,di angkat menjadi anak keluarga Fernandez. Berlahan-lahan,aku membalas dendam kepada kalian". Jacqueline,nampak geram dengan dua wanita di hadapannya.


Wandari, terduduk lemas mendengar kenyataan sebenarnya. Nita, langsung mengepalkan kedua tangannya.


"Brengseeekk....tidak punya hati, sudah puas menghancurkan segalanya Almira. Kau, sudah menghancurkan rumah tanggaku dan ibuku". Nita, menunjukkan jarinya ke arah Jacqueline.


Plakkkk....


Satu tamparan mendarat di pipi, Nita. "Aku,tidak memiliki hati nurani? Lantas,kau dan ibumu di bilang apa? Iblis, begitu ha". Jacqueline, mendorong tubuh Nita dan tersungkur di lantai.


"Almira,kami minta maaf dan mohon ampunan darimu". Wandari,malah bersimpuh di kaki Jacqueline. Membuat Nita, tercengang melihat sikap ibunya.

__ADS_1


Akan tetapi, Jacqueline tahu apa niat mereka. Sudah pasti, merencanakan akal bulusnya. Untuk menghancurkan, kehidupan Jacqueline. Tentu,itu tak akan pernah terjadi.


__ADS_2