BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Ibu-ibu


__ADS_3

"Kira-kira,kak V mau gak yah? Kalau,gak mau. Gagal deh,balas dendam kepadanya". Gerutu Jacqueline, merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Semoga saja,mau. Aku juga, tak sabar melihat aksimu". Sahut Melda, membaringkan tubuhnya di samping Jacqueline.


"Melda,jangan lupa dengan perkataan Frans. Jangan berani dekat-dekat dengannya,mau kecebong import Frans. Malah berkeliaran,di dalam perut mu". Tanya Jacqueline, cekikikan.


"Gila, amit-amit jabang bayi. Ogah, banget sama dia. Malah,aku gak sabar mengerjai Frans. Saat dia berkencan buta nanti". Melda,juga berniat untuk mengerjai Frans.


"Benar,dua pria itu tak mungkin lepas dari tangan kita". Kata Jacqueline, tersenyum smrik.


"Hahahahaha,hahahha". Jacqueline dan Melda, tertawa. Akan tetapi, tertawa mereka terlihat menyeramkan. Seperti psikopat, yang tengah tertawa.


Di ruang kerja V,hanya berdecak kesal dan menghempaskan foto-foto wanita cantik di atas meja.


"Bos,malam ini kita akan melakukan kencan buta. Aku di lantai bawah, bos di lantai dua. Tempatnya, sudah di sediakan nyonya". Ucap Frans, yang terduduk lemas.


"Sial, ternyata mamah sudah menyiapkan semuanya". Decak V, tersenyum.


"Semoga berhasil,bos". Frans, menepuk pundak V dan pergi meninggalkan ruang kerjanya.


Jacqueline dan Melda, menyiapkan rencananya untuk malam ini.


************


Malam harinya V dan Frans, sudah sampai di restoran yang sudah di sediakan oleh Sarah.


Dua Pria gagah tersebut, melangkahkan kakinya menuju ke dalam restoran.


Frans, terlebih dahulu bertemu dengan kencan buta nya. Yang berada di lantai bawah, sedangkan V menuju ke lantai dua.


V dan Frans, mereka berdua berbincang dengan santai. Terhadap, pasangan masing-masing di kencan buta. Walaupun,V nampak membosankan.


Di luar restoran, Jacqueline dan Melda sudah menyiapkan rencananya.


Melda, berdandan ala-ala emak-emak. Hanya menggunakan daster dan handuk kecil di bahu. Rambutnya di kuncir dan acak-acakan. Ada tompelan hitam di pipinya. Rencananya, Jacqueline kencan berikutnya mengerjai V. Jika sekaligus, takutnya ketahuan oleh mereka.

__ADS_1


"Waktunya, beraksi. Aku, duluan mengerjai Frans". Ucap Melda, tersenyum merekah. Rasakan Frans,balas dendam ku yang tak bertepi ini.


Melda, mendekati meja Frans dan pasangan kencan butanya. Senyuman kecil di sudut bibirnya, penuh dengan percaya diri.


"Oh, jadi ini kerjaan mu mas! Bilangnya,meeting di kantor. Nyatanya, berkencan dengan wanita gatel ini ha! Aku capek-capek, mengurus rumah dan anak-anak. Nyatanya, kamu bersenang-senang ha". Bentak Melda, langsung.


Frans, melongo mendengar ucapan seorang wanita di sampingnya. "Rumah tangga, anak-anak? Maaf,anda salah orang bu". Frans, mencoba mengelaknya. Dia,tak mengenali Melda. Di sudut lainnya, Jacqueline cekikikan tertawa.


Wanita yang di hadapan Frans,nampak mengerutkan keningnya. Dia, kebingungan kedatangan seorang ibu-ibu. gayanya, langsung berkacak pinggang dan suara memekik keras."Aduhh... bilangnya,single belum pernah menikah. Tapi, pembohong besar". Ucap wanita, tersebut.


"Eeee..mau kemana,kamu? Wanita gatel, pengen aku tambok wajahmu itu". Kata Melda, dengan tatapan tajam. Melda, menahan lengan wanita itu.


"Apa-apaan,sih? Jangan pegang-pegang,dasar ibu-ibu tidak tahu malu. Bukan salah saya,tapi salah suami situ". Wanita,itu langsung membela diri.


"Aduuhh...maaf,bu. Aku,aku tidak mengenali anda". Frans,hanya kebingungan dan gelisah. Lah,siapa lagi ibu-ibu ini? kenapa,dia mengaku aku adalah suaminya. Sial, menghancurkan segalanya.


"Ck, sok-sokan tidak mengenaliku ha! Lihatlah saja,kamu bakalan tidur di luar malam ini". Bentak Melda,lagi. "Kita cerai mas,cerai mas. Langsung,talak sepuluh. Paham kamu, tunggu saja penghulu menghampiri mas".


"Eee... penghulu? Surat cerai bu,bukan penghulu". Wanita,itu membenarkan perkataan Melda.


"Eeeee...pelakor,ulat gatel keket. terserah aku,mau ngomong apa ha? Mulutku juga, bukan mulut tetangga". Teriak Melda,dia sungguh mendalami perannya itu.


Melda, langsung menyiram jus jeruk ke arah Frans. Langsung, meninggalkan meja Frans karena ada kesempatan kabur dari pandangannya.


"Aaaakkhh... lepaskan,aku mau pulang. Kamu,pria brengseeekk... pembohong besar, kurang ajar sekali. Akan aku adukan,ke Tante sarah". Ancam wanita itu, membuat Frans hanya mengusap wajahnya yang basah .


"Jangan mengadu,ke nyonya Sarah. Aku,bisa di berikan hukuman oleh beliau". Rengeknya Frans,tetap saja memegang tangan wanita itu.


"Lepaskan,". Bentak wanita itu,dan terlepas dari Frans.


Kebetulan sekali, restoran tersebut hanya ada mereka. Karena Sarah, sudah menyewa restoran itu. Yang hanya ada beberapa, pelayan restoran saja yang melihat kejadian tersebut.


"Percayalah,aku tidak mengenali ibu-ibu itu". Frans, terus membujuk pasangannya.


"Alahhh...aku tidak mempercayai perkataan mu,mana mungkin dia tidak mengenali suaminya sendiri. Aku sudah banyak,mengenal pria seperti dirimu". Wanita, itu berlalu pergi.

__ADS_1


"Frans,kenapa ribut-ribut". Tanya V,yang sudah turun dari lantai dua.


"Waduh...gawat bos,ada ibu-ibu tadi. Ngaku-ngaku ,jadi istri dari anak-anak ku". Jawab Frans,gelisah.


"Ibu-ibu? Jangan aneh-aneh, Frans. Ayo, kita pulang". V,manarik lengan Frans.


"Lah, pasangan bos mana? Kok,di tinggalin". Tanya Frans, menghentikan langkah kaki V.


"Oh,dia wanita licik. Sok polos dan sok kecantikan, ngakunya gak ada pacaran. Nyatanya,ada". Gerutu V, melanjutkan langkah kaki nya. "Mana ibu-ibu,itu? Perlihatkan kepadaku,".


"Udah kabur,bos. Setelah,dia menyiram jus jeruk ke arah ku". Jawab Frans, memperlihatkan kemejanya basah.


V dan Frans, akhirnya memutuskan untuk pulang. "Sepertinya,ada yang sengaja mengerjai mu Frans". Ucap V, seketika Frans menoleh ke arah bosnya.


"Tapi,siapa bos? Aku, tidak pernah berkenalan dengan ibu-ibu". Jawab Frans, pertama kali kencan buta. Langsung,di buat trauma. " jadi trauma bos, sampai di mansion bakalan di marahi nyonya Sarah".


"Resiko,kamu sih? Gak bisa bela sendiri,mamam tuh ceramah nyonya besar". Ejek V, tersenyum sumringah.


"Ck,bantuin kek. Ini malah, mengejekku". Gerutu Frans, sambil menyetir mobilnya.


***************


Sedangkan Jacqueline dan Melda,menuju pulang ke mansion. Sepanjang perjalanan, mereka hanya tertawa lepas.


"Hahahah...Aku yakin, Frans langsung trauma untuk berkencan buta". Kata Melda, masih tertawa.


" Untung saja, wanita itu tidak menampar wajah Frans. Jangan-jangan, Frans trauma dekat wanita lagi. Hahahaha...". Sambung Jacqueline, perutnya sudah sakit karena terus saja tertawa.


"Sudah gagap kencan buta,di marahin mamah Sarah. Kasian, tapi aku malah senang". Kekehnya Melda, tersenyum smrik.


"Biarkanlah, bahkan ini belum seberapa Melda. Masih banyak,kita mengerjai mereka berdua itu". Decak Jacqueline,dia benar-benar dendam kepada V dan Frans.


"Bisa jadi,malam ini Frans tidur di hotel. Aku yakin,dia takut sama mamah Sarah".


"Pasti itu, beberapa hari menghilang dari pandangan mamah. kalau sudah reda,baru dia nongol. Tenang saja,kita bakalan mengungkit masalah itu".

__ADS_1


"Benar,biar dia tetap di marahi nyonya besar. Hahahaha..... hahahhaa". Mereka berdua, saling tertawa lepas.


Benar sekali, Frans dan V malah tidur di hotel. Mereka berdua tidak berani,pulang ke mansion. Karena nyonya besar, sudah menunjukkan taringnya siap menerkam mangsanya.


__ADS_2