BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Teror 2


__ADS_3

Jacqueline dan Melda,tiba di rumah sakit.


Mereka berdua, langsung masuk kedalam ruang inap Yoshi.


Yoshi,hanya berbaring lemah dan kepalanya di perban. Kakinya,juga di perban.


"Tuan Yoshi, bagaimana keadaan mu". Ucap Melda, tersenyum.


"Aku tidak perlu, menjawabnya. Karena kalian, sudah melihat secara langsung". Jawab Yoshi, dengan wajah datar.


"Tuan Yoshi, katakan kepadaku. Kenapa,kamu bisa jatuh dari tangga". Tanya Jacqueline,jiwa penasarannya meronta-ronta.


"Tidak ada, kemungkinan besar aku ceroboh dalam melangkah kakiku. Apa lagi, keadaan gelap gulita". Alasan Yoshi,dia masih menyimpan apa yang di lihatnya.


"Apa anda,tahu? Kalau, Laura juga jatuh dari tangga. Bahkan, dia lebih dulu dari anda". Tanya Melda,juga.


Glekkkk....


"Aku, baru saja tahu". Jawabnya, Yoshi.


"Oh, semoga cepat sembuh. Kami,pamit dulu". Jacqueline,nampak kecewa dengan jawaban Yoshi.


Jacqueline dan Melda,keluar dari ruangan tersebut.


Niatnya untuk, menjenguk Laura. Akan tetapi, Laura masih belum sadar juga.


Mereka memutuskan untuk pulang,karena Melda terus merengek-rengek meminta penjelasan Jacqueline.


Selepas kepergian Jacqueline dan Melda. Seseorang, tengah masuk ke dalam ruang inap Yoshi.


"Kami, sudah menyelidiki semuanya. Tidak ada tanda-tanda, mencurigai di kediamannya anda. Bahkan,kami sudah menginterogasi semua pelayan. Mereka, semua tengah menonton secara bersamaan di belakang". Ucap seorang, pria itu.


"Tidak, mungkin. Tidak ada tanda-tanda, apapun. Aku nampak jelas, Seseorang berteriak dan kaca jendelaku pecah". Bentak Yoshi, dengan geram.


"Masalahnya, tidak ada kaca jendela yang pecah tuan. Begitu juga,para pelayan. Tidak menemukan,secuil kaca pecah apapun. Apa jangan-jangan,anda hanya berhalusinasi".


"Tidak,aku tidak berhalusinasi segala. Aku, benar-benar merasakan kejadian itu. Coba,kamu cek cctv di kediaman ku". Perintah, Yoshi lagi.


"Maaf,kami tidak mendapatkan apapun dalam cctv itu". Jawabnya, membuat Yoshi mengepalkan kedua tangannya.


"Aaaargghhh....tidak mungkin,kalian berbohong.... aaarghhh....kalian berbohong, kepadaku ha". Yoshi, tiba-tiba mengamuk dan dokter segera menangani. Secepatnya,salah satu suster menyuntikkan obat penenang.


Yoshi, langsung melemah dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Bagaimana, dengan anakku dok". Ucap seorang, wanita paruh baya.


"Sepertinya,tuan Yoshi memiliki gangguan temperamental. Kemungkinan, kepalanya terbentur dan syok. Tenang saja,kami akan melakukan perawatan terhadap tuan Yoshi". Jawab sang dokter, membuat wanita paruh baya tersebut. Langsung terduduk lemas, sepertinya ibu kandung Yoshi.


"Nyonya....". Ucap seorang pria,yang berbicara kepada Yoshi tadi.


"Ramon, pergilah. Aku ingin, menenangkan pikiran ku". Wanita paruh baya, langsung mengusir pria tersebut.


"Nyonya Lezza, bagaimana dengan tuan Yoshi. Keadaannya, semakin memburuk. Apa lagi,calon istrinya". Ramon,yang sudah lama bekerja dengan Yoshi.


Kepercayaan lezza, ibu kandung Yoshi.


"Jangan sebut,si pel-acur itu. Bukankah, kamu tahu! Aku sangat, tidak menyukai pel-acur itu". Lezza, langsung marah kepada Ramon. "Ck, wanita pembawa sial. Semenjak, mereka menjalani hubungan. Bermacam-macam,sial yang di dapatkan Yoshi. Reputasi hancur, memalukan dan musibah".


Ramon,hanya diam dan mendengarkan perkataan lezza. Yang tengah, memaki-maki Laura.


**********


"Kiara..". Gumam Melda, masih menatap foto-foto Kiara.


Jacqueline, sudah menceritakan semuanya dan rahasia antara kakaknya.


"Kaya kenal,tapi dimana". Tanya Melda, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Haaa...!! Tapi,ini beda Jacqueline. Kiara,anak IPA kelas sebelah. Hidungnya pesek,kalau ini mancung dan putih". Melda,nampak tak percaya dengan ucapan Jacqueline.


"Aku hanya mendapatkan informasi, sedikit. Kiara, melakukan operasi hidung. Makanya,hidung dia berbeda". Kekehnya, Jacqueline tersenyum.


"Owalahh... ngomong-ngomong, ngapain kamu menyelidiki Kiara? Gak jelas, mending kita fokus dengan pekerjaan kita". Ucap Melda, dengan santainya.


"Melda,ada seseorang yang mengirim pesan kepada. Katanya,dia meminta bantuan dan pertolongan kepada ku. masalahnya, aku di teror oleh seseorang" Jacqueline, memperlihatkan beberapa pesan masuk di ponselnya.


Melda, langsung membaca satu persatu pesan tersebut. "Minta tolong, balaskan dendamku". Kata Melda, mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya, sudah lama. Semenjak,kita dekat dengan tuan Yoshi. Sepertinya,ada terkaitnya dengan dia dan Kiara. Kak V,belum tahu masalah ini". Jacqueline,hanya menghembuskan nafas beratnya.


"Sudahlah, jangan membahas tentang ini. Ingat,besok pemotretan di pantai. Jam tujuh pagi,kita berangkat. Aku,mau jalan-jalan dulu. Bay....". Melda, mengibaskan rambutnya dan pergi meninggalkan Jacqueline.


Begitu Jacqueline, menemui kakaknya di dalam kamar. "Kak V,". Kaca, langsung bergelut manja dengan V.


Akan tetapi,V meminta Jacqueline untuk diam. Karena dia,tengah bertelepon dengan Seseorang..


Jacqueline, menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan V. Saat tahu,dia tengah bertelepon dengan Sunita.

__ADS_1


"Halo,siapa". Tanya Jacqueline, seseorang menelpon dirinya.


(Astaga,kamu tidak menyimpan nomorku. Aku Romi, sekarang aku sudah ada di kotamu. Ini baru...)


Jacqueline, langsung mematikan telponnya karena tidak sudi menemui Romi.


"Ngapain dia,ke sini segala. Bikin mood hancurrrr....". Gerutu Jacqueline, dengan kesal.


"Dia,siapa". V, langsung memeluk tubuh Jacqueline dari belakang. Deru nafasnya terasa, di leher Jacqueline.


V, menarik lengan Jacqueline dan masuk kedalam kamarnya.


Bukan hanya masuk,V Berlahan-lahan membawa Jacqueline ke atas ranjang. "Kenapa, tidak di jawab" jari V,terus mengelus lembut pipi Jacqueline.


"Romi,duda anak satu. Tiba-tiba, menelpon dan memberitahu bahwa dia kota ini. Bisa jadi, dia ingin bertemu dengan ku". Jacqueline, tersenyum manis dan terpesona dengan ketampanan V.


"Lalu,kamu ingin bertemu dengan nya? Ingatlah, jangan menemui dirinya". Ucap V, mengecup bibir Jacqueline sekilas.


"Jangan menciumku,kita tidak ada memiliki hubungan kekasih gelap lagi. Apa kak V,lupa ha? Kita,hanya sebatas kakak adik". Jacqueline, langsung mengubah posisi dengan tiarap.


V, tersenyum dan membenarkan rambut Jacqueline. Terlihat jelas,leher jenjang putih milik Jacqueline.


"Aaakkkhh...kak V,jangan di gigit". Cicit Jacqueline,saat lehernya di gigit oleh V.


"Hussssttttt...aku tahu,kamu sedang marah dan cemburu. Lalu, berucap seperti itu". Bisik V, langsung menahan kepala Jacqueline. Agar dia,bisa menyambar bibir Jacqueline.


Posisi Jacqueline, membelakangi V. Akan tetapi,bibir mereka saling bermain dengan mesra.


Jacqueline, menahan kepalanya ke samping. Untuk mempermudah dalam ciumannya,V menahan tubuh Jacqueline dan duduk di depannya.


Tangan V, lama-kelamaan mulai aktif dan mengubah posisi. Kini Jacqueline,di bawah Kungkungannya.


Tok....Tok...Tok...


Suara ketukan pintu, menghentikan ciuman mereka. "Sial,siapa yang menggangu kesenangan ku,". Gerutu V, langsung ke arah pintu.


Ceklekk....


Terlihat seorang pelayan, tengah berdiri di hadapan V. "Ada,apa". Tanya V, dengan kesal.


"Ada tamu,tuan. Seorang wanita, namanya Sunita. Wanita itu, mencari anda". Ucap pelayan itu, menundukkan kepalanya.


"Oh,aku akan menyusul ke bawah. beritahu dia, kepadaku untuk menungguku" Perintah V, langsung di angguki pelayan dan pergi.

__ADS_1


V, langsung menutup pintu kamarnya dan melanjutkan acara tertunda. Walaupun,hanya sebentar karena belum puas membuat bibir Jacqueline bengkak.


__ADS_2