
Berita tersebar luas,ketika sebuah foto kebersamaan Jacqueline dan Marco. orang lain mengira mereka tengah berciuman di foto tersebut.
Tak berselang lama, kemudian. Marco,di nyatakan memiliki kekasih diam-diam. Bahkan, menjalin hubungan cukup lama.
Akankah Jacqueline, memang benar adanya merusak hubungan mereka dan menjadi orang ketiga.
Para wartawan berlomba-lomba, untuk mempertanyakan apakah benar tentang berita tersebut. Apa benar, Jacqueline seorang model terkenal menjadi perusak hubungan orang lain.
banyak para netizen berkomentar positif maupun negatif. Ada juga,yang maha benar dan salah.
Mereka,meminta Jacqueline meminta klarifikasi soal masalah ini. Akan tetapi, Jacqueline malah bersenang-senang dan bernyanyi bersama Melda. Tepatnya, di kamar hotel. Tak memperdulikan masalah ini, baginya hanya masalah kecil.
Sedangkan Marco,di serang wartawan mati-matian dan selalu di cari-cari oleh anak buah keluarga besar Fernandez.
[Aku tidak memiliki, hubungan apa-apa lagi dengan Harlen. Dia,hanya mengaku-ngaku sebagai kekasih ku. Kami, sudah lama berpisah. Aku dan Jacqueline, benar-benar tidak berciuman. Aku,hanya membantunya untuk melepaskan anting tersangkut di rambutnya].
Seperti itulah, Marco mengatakannya melalui status di semua sosial medianya.
Para wartawan membujuk Jacqueline dan Marco, klarifikasi secara langsung dan terbuka. Cukup lama mereka, menghubungi Jacqueline. Pada akhirnya Jacqueline dan Marco, menyetujuinya.
*************
Plakkkk....
"Aaaaakkkkhh... sakit, Marco.... lepaskan tanganmu". Harlen, menangis kesegukan sambil memegang rambutnya yang tarik ke belakang.
Marco,terus mencekram rambut Harlen. Tak memperdulikan,rengekan dan rintihan nya. "Kurang ajar sekali , menghancurkan segalanya Harlen. Aku mengunggah foto diriku dan Jacqueline. Sebuah foto,persis seperti berciuman dengan mesra. Karena aku, ingin memiliki Jacqueline. Kau tahu? Di saat aku, menjadi seorang menantu di keluarga Fernandez. Tentu saja,aku memiliki segala-galanya Harlen. Akan tetapi, semuanya sudah sirna dan kau menghancurkan rencana ku". Marco,tengah di selimuti amarah.
"Aaakkkhh....sakit sekali,kau menghianati cinta kita. Mana janjimu, Marco. Akan selalu bersama dan membahagiakan ku. aku mencintaimu, dengan tulus. Apa kurang puas, hasil kerjamu selama ini. Seorang fotografer profesional,lalu masih kurang". Harlen, tak menyangka jika sang kekasih melakukan hal ini.
"Cukup, Harlen. Aku memang mencintaimu,akan tetapi menjadi seorang fotografer profesional. Tidak cukup, untuk diriku. Kau paham,Ck". Marco, langsung melepas cengkraman tangannya di rambut Harlen m
"Kurang puaskah,selama ini aku selalu bertahan dalam hubungan kita. Aku selalu menuruti perintah mu, untuk kali ini tidak Marco. Sakit, sudah cukup untuk di tutupi semuanya". Ucap Harlen,sambil memukul dadanya.
"Ck,uang yang aku hasilkan dari fotografer. Tidak ada apa-apanya, Harlen. Sedangkan kamu,hanya seorang wanita bekerja di kantor. Jabatan hanya,staf biasa. Seandainya,aku menjadi menantu di keluarga Fernandez. Aku juga bisa, membahagiakan dirimu dan menjalankan hidup mewah. Tidak ada kata-kata, kesusahan. Apapun yang di inginkan, pasti terwujud. Sekarang apa, semuanya sudah terlambat. Mikir Harlen,mikir". Marco,tak segan-segan mendorong kepala Harlen.
__ADS_1
"Tidak,aku tidak mau. Besok aku akan, mengatakan sebenernya". Ancam Harlen, tersenyum smrik. "Aku hamil Marco,anak kita".
Harlen, mengatakan bahwa dirinya tengah mengandung anak mereka.
Marco, langsung tersenyum merekah saat mendengar ucapan kekasihnya. "Benarkah, kamu hamil".
"Iya,aku hamil". Harlen, mengangguk pelan. "Dengarkan aku,cukup sudah. Jangan melakukan hal itu,demi anak kita".
Marco,menangkup kedua tangannya di pipi Harlen. "sungguh,aku benar-benar bahagia Harlen. Hahahah... kita akan memiliki anak". Bisik Marco,akan tetapi dia tiba-tiba mencekik leher Harlen.
"Mar-mar-co.... lep-lepaskan ak-aku...". Harlen, memberontak terhadap Marco.
Akan tetapi, Marco terus mencekik leher Harlen. "Matilah, Harlen.... gara-gara dirimu, semuanya hancur berkeping-keping". Kedua sorotan matanya, begitu tajam.
"Hahahahha.... matilah, Harlen....hahahah". Marco,terus tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Harlen. "matilah,bersama anak kita. Karena kalian berdua,pembawa sial untuk ku.hahahahha....mati,ayo...mati".
"Aaak... uhuukkk.... Lep-lepaskan Mar-mar-co...". Buliran bening,terus mengalir deras. harlen, bersusah payah untuk menyelamatkan dirinya. Akan tetapi, kekuatan Marco jauh lebih kuat.
Harlen, semakin melemah. Kondisinya, sungguh tak kuat lagi untuk bertahan. Akan tetapi, tiba-tiba....
"Aaaaakkkkhh....". Marco, langsung tak sadarkan diri karena seseorang memukulnya dari belakang.
"Uuhukk.... Uuhukk.... Uhuukkk...". Harlen, terbatuk-batuk dan bersandar pada dinding.
"Jacqueline,kau.... uhuukkk... Uhuukkk...". Kondisi Harlen, sungguh memprihatinkan dan lehernya juga memerah.
Melda, segera mungkin mengambil secangkir air putih dan meminta Harlen untuk meminumnya. "tenanglah,jangan panik ". Melda, langsung menenangkan perasaan Harlen.
Jacqueline dan Melda,yang menolong Harlen dari Marco. Untung saja, tidak terlambat kedatangan mereka. Jika terlambat, kemungkinan nyawa harlen tidak terselamatkan lagi.
Sekarang Marco,tak sadarkan diri dan tergeletak di lantai. Pukulan Jacqueline, sangat kuat. Apa lagi Jacqueline,juga aktif di bidang persilatan.
"Kau terkejut,Nona Harlen. Kenapa kami,datang dan membantu dirimu". Ucap Jacqueline,masih memegang tongkat bisbol.
"pria,yang malang dan serakah. Tanpa bersyukur,yang di berikan oleh Tuhan". kata Melda, tersenyum kecil saat membalikkan tubuh Marco.
__ADS_1
"Terimakasih,Nona Jacqueline dan nona Melda. Tanpa kalian, mungkin aku sudah tiada". Isak tangisnya Harlen,ada tatapan benci di matanya. "maafkan aku,yang salah menilai dirimu. Maaf".
Hanya kata maaflah,yang di ucapkan oleh Harlen. Karena dia, sudah salah sangka terhadap Jacqueline.
***********
Beberapa menit kemudian, polisi datang dan menangkap Marco.
Tentu saja bukti-bukti tentang kejahatannya, sudah di rekam oleh Jacqueline.
Sekarang Jacqueline, terkenal menjadi seorang pahlawan wanita. Sudah menolong Harlen, dengan keberaniannya itu.
Harlen, sangat berterimakasih dan berhutang nyawa kepada Jacqueline.
"Harlen, berbahagia dengan caramu sendiri. Jangan memikirkan hal lainnya,apa lagi mencintai dia yang tidak mencintaimu. Kau cantik, sudah pasti banyak pria lain menerima mu apa adanya". Itulah yang di ucapkan Jacqueline,kepada Harlen.
Harlen, memeluk erat tubuh Jacqueline. "Terimakasih, atas semuanya". Dia, menangis kesegukan di pelukkan Jacqueline.
"Jacqueline, lepaskan aku.... lepaskan aku,aku tidak bersalah... Harlen, maafkan aku... lepaskan aku, Harlen". Marco,terus berteriak-teriak memanggil nama Jacqueline dan Harlen.
Para wartawan tak segan-segan, melontarkan beberapa maki-makian kepada Marco. Sekarang Marco, dinyatakan dalam kehancuran.
Apa lagi berita tersebut, tersebar luas di internet lainnya. Tentu saja,para wanita-wanita tak terima dengan perlakuan Marco. Yang ingin membunuh Harlen, dengan mencekik lehernya. Marco,di nyatakan melakukan kekerasan terhadap wanita.
************
Sesampai di hotel, Jacqueline dan Melda merasa lega. Karena misinya, sudah selesai.
"Aku selalu berdoa, untuk tidak mendapatkan suami seperti Marco. Sungguh kejam, melakukan kekerasan terhadap perempuan". Ucap Melda, masih geram kepada Marco.
"makanya,jadi perempuan jangan lemah. Lawan dong,jangan sampai pria menyakiti tubuh kita. sudah cukup menyakiti hati, janganlah tambah lagi. sebenernya, Harlen juga salah. Terlalu cinta, tapi bodoh juga". kata Jacqueline, tersenyum.
"Sudahlah,aku ingin istirahat dulu. Sungguh berani sekali,kamu memukul Marco. aku berharap,dia mati tadi". Kekehnya Melda, langsung memejamkan matanya.
mendengar ucapan Melda, Jacqueline terdiam dan menatap dirinya di pantulan cermin. Beberapa pesan dan panggilan,masuk. Siapa lagi,kalau bukan kakaknya V.
__ADS_1