BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Salah Masuk


__ADS_3

Malam harinya, Jacqueline berpapasan dengan V. Saat Jacqueline, ingin turun ke bawah.


"Kak V, apa benar! Kalau, Kiara aborsi sebelum meninggal". Kata Jacqueline, membuat V terdiam dan menghentikan langkahnya.


"Kata siapa? Kamu tahu,darimana". Tanya V,yang membalikkan badannya menghadap ke arah Jacqueline.


Aduhhh... jawab apa,yah?mana mungkin,aku mengatakan bahwa dari Sagara. Gak mungkin,aku menjawab asalan. Bisa saja,kak V mencurigai ku. "A-aku hanya menebak, saja. Kenapa,apa tebakan ku benar". Kini Jacqueline, mendelik tajam ke arah V.


"Kau yakin,hanya menebak saja? Apa ada,yang kamu tutupi". Kini V,malah merangkul pinggang Jacqueline.


"Kak V,jangan seperti ini! Takutnya,ada papah dan mamah melihat". Jacqueline, langsung gelabakan karena aksi V.


"Takut? Kenapa,takut Jacqueline. Bukankah,ini yang kamu ha? Ck, jangan berbasa-basi lagi. Katakan, siapa yang memberitahu mu". Tanya V, menarik lengan Jacqueline dan memaksa masuk ke dalam kamarnya.


"Kak V,papah dan mamah kita. Melarang, untuk berduaan di dalam kamar". Rengeknya Jacqueline, ingin keluar dari kamar V.


"Tidak, sebelum kamu mengatakan sebenarnya. Siapa,yang memberitahu mu ha". V, semakin menghimpit tubuh adik angkatnya itu.


"Aku,aku hanya menebak saja. Apa jangan-jangan,benar tebakan ku. Atau,kak V yang sudah menghamili Kiara". Tuduh Jacqueline, dengan suara tingginya.


"Wow... berani sekali, menuduhku ha". V, mencekram dagu Jacqueline. "Kau kira,aku pria seperti apa ha? Jangan menuduhku, macam-macam Jacqueline. Apa kamu ingin,aku bertindak kejam dan melakukan itu".


"Sakkiiiiiit....lepas". Jacqueline, meringis kesakitan. V, melepaskan cengkraman dagu Jacqueline.


"Makanya,jangan berani menuduh ku macam-macam. Aku yakin,ada seseorang yang mengatakan hal itu kan. Aku tahu, jika kamu berbohong kepadaku". Seringai tajam,V.


Jacqueline,hanya diam dan bergidik ngeri. Dia,hanya menunduk dan ingin kabur secepatnya dari hadapan V.


"Maaf,aku,aku hanya menebak saja". Lirih Jacqueline, dengan pelan. Dia,hanya menunduk dan meremas kemeja V.


V, hanya menghembuskan nafas beratnya dan mengelus pucuk kepala Jacqueline. "Hemmm...aku maafkan, tapi harus nurut". Bisik V, tersenyum smrik.


"Hmmpptt....". Jacqueline,hanya pasrah menerima perlakuan V. Mulutnya, sudah di bungkam dengan mulut V.


Jacqueline,hanya menggerutu dalam hatinya. Karena dia, tidak bisa menolak perlakuan V. Yang sudah menjadi,candunya itu.


"Yakin, tidak ingin mengubah pikiran mu". Kata V, melepaskan ciuman mereka.


Jacqueline,hanya menggeleng kepalanya. "Sebelum menikah,aku,aku bisa menerima ciuman ini. Tapi,kalau sudah menikah. Jangan menyentuh ku,kak. Aku, tidak mau menjadi seorang istri penghianat". Pinta Jacqueline,yang sederhana. Mampu, membuat V semakin besar membenci Garrix


V, mengepalkan kedua tangannya dan memejamkan matanya. "Ck, pergilah sana. Kau, membuat seleraku berantakan". V, membuka pintu kamarnya.


Jacqueline,hanya tersenyum dan mengangguk. Air matanya sedari tadi, sudah luruh.


Braakkkk....


V, membanting pintu kamarnya dengan keras. Membuat Jacqueline,terperanjat kaget.

__ADS_1


***********


Jam makan siang, Garrix menemui Jacqueline di tempat kerjanya. Tak lupa Garrix,membawa cemilan kesukaan calon istrinya


"Maaf,aku ada pemotretan sebentar". Jacqueline, mengikat rambut panjangnya. "Ayo,keruang istirahat ku".


Garrix, menatap tajam ke arah Sagara. Yang sudah merangkul pinggang, Jacqueline. Karena mereka,harus berpose sangat dekat.


Jacqueline,menarik lengan Garrix dan masuk ke ruang istirahatnya. Begitu juga,dia harus berganti pakaian dan masuk kedalam ruang ganti.


Garrix,hanya calingukan melihat sekeliling ruang istirahat sang calon istri.


Selesai berganti pakaian, Jacqueline duduk di samping Garrix.


"Kenapa, diam? Kamu, marah". Tanya Jacqueline,dia mengambil satu botol air mineral dan meminumnya.


"Bagaimana, tidak cemburu? Kalian sangat dekat dan merangkul pinggang mu seperti ini". Garrix,menarik pinggang Jacqueline dan semakin dekat dengannya.


"Maaf, bagaimana lagi? Karena pekerjaan,". Jawab Jacqueline, tersenyum manis.


"Huuuff...harus banyak stok, kesabaran". Gerutu Garrix,yang terlihat pasrah.


"Hehehehe...sabar yah,aku gak ngapa-ngapain kok". Jacqueline, mengelus dada bidang Garrix. Dia, berusaha membujuk rayu Garrix.


Jacqueline, juga memajukan wajahnya untuk mencium bibir Garrix. Akan tetapi, Garrix menghindari langsung. "No,nanti saja kalau sudah menikah".


"Bisakah, kurangi agresif mu". Bisik Garrix, malu-malu kucing.


"Eeee.. aku,aku mana ada agresif". Bantah Jacqueline, mengambil sepotong kue.


"Yakin, tidak agresif? Terus, menciumiku diam-diam dan mengambil ciuman pertama ku. Namanya apa,dong? Tiba-tiba, melakukan senekat itu". Delik mata Garrix, tersenyum.


Sontak membuat kedua pipi, Jacqueline memerah seperti kepiting rebus. "Sudahlah,jangan membahas tentang itu. Aku, sangat malu". Jacqueline, langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Garrix.


Garrix,hanya terkekeh geli dan membuang muka ke arah lainnya.


"Maaf,maaf. Aku,salah masuk". Sagara, terkejut melihat pemandangan romantis itu.


Garrix, beranjak berdiri karena gelabakan karena ketahuan berduaan.


"Eeee... Sagara, tidak apa-apa". Sahut Jacqueline, tersenyum manis.


Garrix,hanya mengangguk kepala. Akan tetapi, tangannya sudah gemeteran saat ini.


"Baiklah,aku permisi dulu. Maaf, sudah mengganggu". Sagara, langsung keluar dari ruang istirahat Jacqueline. Apa benar? Dia,calon suami Jacqueline.


"Apa dia sering,masuk ke sini". Tanya Garrix,api cemburunya mulai muncul lagi.

__ADS_1


"Aku dan dia,baru saja jadi partner kerja. Makanya,dia tidak tahu apa-apa. Sudahlah,jangan cemberut seperti ini. Aku tahu,kamu cemburu! Apa perlu,aku menciumi seluruh wajah dan ini". Tunjuk Jacqueline,ke arah bibir Garrix.


Garrix, langsung menepis tangan Jacqueline dan memeluk tubuh Jacqueline. "sudah aku,bilang. Jangan menciumi ku, sebelum kita menikah".


"Hemmm...". Jadwal,hanya berdehem dan membalas pelukan Garrix.


"E'ehmmm...". Seseorang tengah, berdehem di balik pintu. Siapa lagi,kalau bukan V yang tengah mengunjungi adiknya itu.


Garrix, langsung melerai pelukan dan menjauhkan dirinya dari Jacqueline. Dia,hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ketahuan oleh calon kakak iparnya itu.


"Ngapain, kalian berduaan di sini". Bentak V, membuat Garrix menundukkan kepalanya. Jacqueline,hanya melipat kedua tangannya dan berlagak seperti biasa saja.


"Maaf,tuan V. Aku,aku hanya mengajak Jacqueline makan siang". Garrix, seorang anggota kepolisian. Dia, gak berani menatap wajah V.


"sudahlah,lagian ngapain kak V ke sini? Tumben-tumbenan, menjenguk keadaan ku". Gerutu Jacqueline, mengambil tas dan ingin pergi.


"Ck,bilang saja ingin berduaan dengan adikku kan? tidak perlu, beralasan apapun". V, menyunggingkan senyumnya. "Aku tahu,kau berbohong".


"Tidak,tuan V. Aku, mengatakan sebenarnya". Garrix, berusaha meyakinkan V.


"Ayo,kita pergi". Jacqueline, menggandeng tangan Garrix. Dia, ingin segera pergi dari hadapan V.


"Mengajak adikku,makan siang? Lantas,apa yang aku lihat. Kalian, berduaan dan berpelukan dengan mesra.lalu, setelahnya kebablasan nantinya". V, terus saja mengada-ada. Dia, berusaha memojokkan Garrix.


"Kak,cukup! Jangan mengada-ada,yang tidak-tidak. Garrix, menemuiku ingin makan siang. Lantas,kami pelukkan tidak masalah. Sebentar lagi,kami akan menikah". Ucap Jacqueline, dengan tegas.


"Jacqueline, berbicara dengan pelan. Jangan meninggikan suaramu, tidak baik". Garrix,malah menasehati Jacqueline.


"Ck, berpikirlah dewasa Jacqueline. Jangan berpikir, seperti kekanakan. Penyesalan, selalu datang belakangan. Kau mengerti,". Kata V,penuh penekanan pada adiknya. sial,kenapa mereka bergandengan tangan seperti itu. Membuatku, cemburu saja.


"Jacqueline,aku pergi dulu. Maaf,aku membuat pertengkaran antara kalian. Lain kali,kita bertemu di restoran saja. Permisi,tuan V". Pamit Garrix,yang sudah merasa tak nyaman dengan tatapan tajam V.


"Garrix, jangan pergi ". Jacqueline, menahan tangan Garrix.


Akan tetapi,V juga mencekram lengan Jacqueline. "Biarkan, dia pergi. Seharusnya,dia paham dengan keluarga Fernandez ". Tegas V, rahangnya mengeras seketika.


"Besok,kita akan makan siang bersama ". Garrix, melepaskan tangan Jacqueline dan pergi meninggalkan ruang istirahat Jacqueline.


Jacqueline, langsung membuang muka dan merasa kesal dengan sikap kakaknya itu.


"Ck, mengganggu kesenangan ku saja". Gerutu Jacqueline.


V, langsung menarik lengan Jacqueline dan jatuh ke pangkuannya. "Aaakkhh...". pekik Jacqueline, tiba-tiba sudah di bawah Kungkungan V.


V, dengan brutalnya melahap bibir Jacqueline. api cemburunya, sudah berkobar-kobar sejak tadi. Jacqueline,tak sanggup menyeimbangi ciuman V yang begitu agresif.


Jacqueline, merasakan bahwa V. Tengah memendam api cemburunya,lalu melempiaskn kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2