
Baru tiga jam, kepergian Wandari dan anaknya. Karena V, menyuruh anak buahnya untuk memulangkan mereka
Tentu saja, mereka memberontak terhadap anak buah V. Yang tak mau,di pulangkan begitu saja.
Akal bulus mereka, berteriak-teriak dan memaki-maki Jacqueline habis-habisan. Mencari simpati, terhadap wartawan dan mencari pembelaan dari orang luar.
Kebetulan sekali,ada wartawan tengah meliputi kediaman keluarga Fernandez. Ini adalah kesempatan mereka, untuk menghancurkan reputasi Jacqueline dan keluarga Fernandez.
Pikiran Wandari dan anaknya, kemungkinan berhasil menghancurkan Jacqueline.
Akan tetapi, mereka salah. Karena V, mengeluarkan bukti-bukti kuat. Mampu,mengklarifikasi tindakan tuduhan mereka.
Di siaran mana pun, bahkan sosial media. Para netizen,menghujat habis-habisan ibu tiri dan kakak tirinya Jacqueline.
"Bagaimana,mah? Semuanya, hancur sudah. Mereka, tidak mempercayai perkataan kita. Aku yakin, tidak ada orang yang menerimaku bekerja. Kita akan mati, kelaparan". Kata Angel, menggerutu ibunya.
"Pastinya, keluarga Indramayu juga malu. Pernah memiliki menantu seperti ku,aku takut mah. Mereka,malah tidak memperbolehkan aku ketemu anak". Nita, nampak gelisah. Secepat itu, beritanya tersebar luas.
"Cukup! Kalian selalu, menyalahkan mamah. Bahkan,kalian hanya memikirkan diri sendiri. Lalu, bagaimana perasaan mamah? Pernahkah,kalian memikirkannya ha". Bentak Wandari, yang sudah berderai air mata.
Nita dan Angel,terdiam dan wajahnya menunduk. Entah, bagaimana kehidupan sehari-hari mereka.
Nita, sangat terpukul saat ini. Apa lagi, membaca pesan dari mantan suaminya.
[Masih kurang kah, membuat onar Nita. Untuk kedepannya,jangan harap bertemu dengan anakmu. Sungguh, memalukan sekali. Ck, ngaku-ngaku keluarga Fernandez. Nyatanya,di usir oleh mereka]. Romi
Flashback..
Angel,yang baru pulang dari pekerjaannya.dia buru-buru, menghidupkan televisi.
Wandari, Nita dan Angel. Mereka, sangat marah karena Jacqueline menikah tanpa mengundang mereka.
Berita tentang pernikahan Jacqueline,memang tersebar luas sebelum hari resepsinya.
__ADS_1
"Kurang ajar sekali, Jacqueline. Dia, melupakan kita. Di sini, kita mati-matian bertahan hidup dan berkerja keras. Sedangkan dia, enak-enak di sana". Kata Nita,yang geram dengan Jacqueline.
Bagaimana tidak,geram? Karena dia, menghancurkan rumah tangganya.
"Dia, berbahagia dengan kehidupannya. Bahkan,aku kehilangan orang yang aku sayang. Itu semua,karena dia". Kata Angel, terduduk lemas.
"Mamah,berniat untuk menemuinya di sana. Untuk memberikan pelajaran, sudah pasti banyak wartawan. Kita harus, memiliki rencana licik". Wandari,mengajak anaknya untuk melakukan rencana.
"Gak,aku tidak setuju". Nita, langsung menolak ajakan ibunya. "Mana mungkin,kita melawan keluarga Fernandez".
"Kamu,ha? Hidup susah seperti,ini! Gara-gara Jacqueline, kita kehilangan semuanya. Percayalah,kepada mamah. Kita akan ke sana,lalu bermohon-mohon kepada Jacqueline. Aku yakin, Jacqueline akan luluh. Kita bisa,hidup enak. Jangan pikirkan,rasa malu dan harga diri. Setelah,kita memiliki segalanya. Baru,kita menghancurkan Jacqueline. Angel,tugasmu adalah merayu dan menggoda V. Kita,akan tinggal di mansion Fernandez". Ucap Wandari,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.
"Aku tidak, percaya. Pasti,kita akan gagal". Nita,ragu dengan rencana ibunya.
"Kak,jika kita berhasil. Pasti keluarga Indramayu, bermohon-mohon kepada kakak. Agar rumah tangga,kalian kembali lagi". Angel, mencoba meyakinkan perasaan kakaknya.
"Benar,kita bisa menindas orang-orang yang telah merendahkan kita. Mereka,pasti akan tunduk dan menyanjung diri kita. Ingat itu, Nita". Kata Wandari, memegang bahu anaknya.
"Ya sudah,kita saja Angel. Kalau, rencana kita berjalan dengan lancar. Siap-siap aja,kamu tidak dianggap sebagai anakku". Ancam Wandari,kepada anaknya.
Akhirnya, Nita pasrah dan mengikuti perkataan ibunya. Dia, sangat takut jika berhasil. Sudah pasti,ibu dan adiknya tak menghiraukan dirinya lagi. "Baiklah,aku ikut".
"Nah,gitu dong. Kita,harus bekerjasama". Angel dan Wandari,nampak tersenyum sumringah.
Flashback off....
**********
Di kediaman Indramayu,mantan ibu mertuanya Nita. Tak henti-hentinya,memaki ibu dari cucunya itu.
"Lihatlah,mantan istri mu ini. Memang tidak memiliki,rasa malu sedikitpun. Mereka, berani-berani keluar negeri hanya untuk membuktikan siapa mereka? Sudah pasti,teman sosialita mamah mengejek-ejek". Gerutu Arta.
"Sudahlah,mah. Jangan memikirkan hal itu, bagaimana lagi? Yang jelas, aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Nita. Kami, sudah bercerai". Sahut Romi, dengan kesal. Jujur saja,dia tidak menyukai sifat mantan istrinya itu.
__ADS_1
Yang jelas,di kantor akan heboh menggosip Nita. Sebagai atasan mereka,dia juga merasa malu. Bisa jadi, terpengaruh dalam bisnis lainnya.
"Ini akibatnya, selalu menantang ucapan mamah. Selalu,mamah yang di salahkan. Kalau, seperti ini? Baru sadarkan, Nita bukan wanita baik-baik. Kamu,malah ngeyel nikahin dia". Gerutu Arta,lagi. Yang kesal dengan anaknya, tidak pernah mendengar ucapannya .
"Iya,aku salah mah. Maaf,lain kali aku akan menuruti perkataan mamah". Jawab Romi,yang sudah mengacak-acak rambutnya.
"Edehhh.... menyebalkan sekali, Nita". Decak wanita,yang sudah tak muda itu. "Untung saja,mamah cepat-cepat mengambil anak kalian. Mamah, sangat takut jika besarnya seperti ibunya". Romi,hanya menghela nafasnya. Telinga terasa panas, mendengar ocehan sang ibundanya.
*************
Siang harinya, Melda dan Frans pergi sesuai janji.
Frans,membawa Melda ke pegunungan. "Eeee...kita, ngapain ke arah pegunungan". Tanya Melda,yang terheran-heran.
"Kita ke villa, tepatnya ke puncak gunung. Lihatlah,apa yang terjadi. Aku harap, kamu jangan putus asa dalam cinta". Kekehnya Frans, sambil mengemudi.
"Ck, untuk apa? Aku menangisi,lalu putus asa. Hanya karena cinta,atau seorang pria. Aku cantik, lumayan kaya raya. Sangat gampang, mencari pria lain". Ucap Melda, berlagak sombong.
Entah kenapa, Frans tak menyukai perkataan Melda. "Ck,jangan sok-sokan dulu. Takutnya,nangis kejer nanti".
"Wahh...kamu menantang ku, Frans". Melda, mengubah posisi duduknya dan menghadap ke arah Frans.
Sudah pasti, Frans langsung gelabakan dan jantungnya berdegup kencang. "Jangan macam-macam,aku bisa memperkosa di sini. Mumpung, banyak jalanan sepi dan banyak semak-semak untuk kita bercinta". Seringai tajam, Frans.
Melda, langsung terkejut dan kedua pipinya sudah memerah seperti tomat masak. "Mesum juga, ternyata. Sepertinya,aku penasaran sekali. Bagaimana, perkasanya dirimu saat bercinta".
Tangan lentiknya Melda, mengelus-elus lengan kekar Frans. Dia,lebih menantang ucapan Frans tanpa ragu.
"Melda,kamu tidak takut ha? Aku, benar-benar serius dengan ancaman ku". Tegas Frans,mulai tak fokus menyetir mobilnya. Sial, kenapa dia tidak takut? Bisanya, memancing ku tanpa bertanggung jawab.
"Untuk apa,takut? Kalau,aku kenapa-kenapa nantinya. Aku,bisa mengadu ke mamah Sarah". Kekehnya Melda, tersenyum smrik.
Frans, mencoba menenangkan dirinya dan menarik napas dalam-dalam lalu di buang. sesekali,dia melirik ke arah Melda. Terlihat, matanya sudah terpejam. Tepat,dimana Melda bersandar pada bahunya. Ada senyuman manis,di sudut bibir Frans.
__ADS_1