BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Pernikahan


__ADS_3

"Wahhh...lagi, menunggu kedatangan Jacqueline. Hahhaha...jangan harap,dia akan datang". Sunita, tersenyum smrik.


"Ck, ternyata kamu biang keroknya. Sejak kapan,kamu mengurus kepribadian ku ha". Bentak Yoshi, rahangnya mengeras seketika.


"Aku hanya mengatakan, sebenarnya saja. Kalau kamu, memiliki penyakit temperamental" Ucap Sunita, dengan santainya.


"Aku memang temperamental dan sangat bahaya. Akan tetapi,hanya dengan mu dan tidak dengan Jacqueline. Berani sekali, mengusik kehidupan ku". Yoshi,tak segan-segan mencekik leher Sunita.


"Mommy....". Ly, tiba-tiba datang dan melihat aksi ayahnya.


"Ck,kau beruntung hari ini Sunita". Decak Yoshi, melihat anaknya memeluk erat tubuh ibunya.


"Papah,jangan sakiti mommy. Mommy, tidak bersalah apapun". Ly, bermohon kepada ayahnya.


"Ly,ini urusan papah. Pergilah sana,lalu masuk ke dalam kamar mu". Perintah Yoshi, dengan tatapan tajam.


"Ly,aku bawa. Aku tak ijinkan,dia dekat dengan Jacqueline. Perempuan itu, tak pantas menggantikan posisi ku". Tegas Sunita, menyunggingkan senyumnya.


"Mommy,kak Jacqueline baik. Dia, sangat baik kepadaku". Ly,membela Jacqueline.


"Ly,kamu tidak tahu apa-apa. Cukup diam,kau mengerti". Bentak Sunita, langsung.


Ly,hanya terdiam dan menundukkan wajahnya. Yoshi, langsung menarik lengan anaknya.


"Papah,mommy membentakku". Kata Ly,dalam isak tangisnya.


"Ly, masuk ke dalam kamar dulu. Biar papah,mengurus mommy mu". Pinta Yoshi, dengan lemah lembut. Ly, langsung menuruti perintah ayahnya.


Membuat Sunita, mengepalkan kedua tangannya. "Ly, kembali ke sini. Ikutlah denganku,jangan dengarkan perkataan papahmu. Dia, memang sengaja untuk memisahkan kita". Teriak Sunita, dengan suara kerasnya.


"Diam...!! Tidak pantas, meneriakinya seperti itu. Aku masih ingat, bagaimana melakukan hal buruk kepada Ly". Yoshi, sekuat tenaga menahan dirinya.


"Ck,bilang saja kamu sudah terpikat dengan pesona Jacqueline. Hahahaha,jangan harap kamu bisa berbahagia dengannya. Aku akan melakukan, apapun Yoshi. Selamat tinggal, aku yakin dia membenci dirimu". Sunita, tersenyum dan melenggang pergi meninggalkan Yoshi.


Yoshi,hanya menghela nafas beratnya dan tersandar di sofa ruang tamu.


***************


Pagi harinya, Jacqueline menginjakan kaki di sebuah hotel ternama. Dimana acara akad nikah dan resepsi pernikahan,di selenggarakan di hotel ini.


Seluruh hotel,di hiasi bermacam-macam jenis bunga dan lainnya. Ballroom hotel,tampak sangat megah. Lampu-lampu kristal menghiasi, langit-langit hotel.

__ADS_1


Perasaan Jacqueline, jadi serba salah dan campur aduk. Tak menyangka,orang yang selama ini dia anggap sebagai kakak dan cinta pertamanya. Akan menikah tepat, beberapa menit lagi.


"Apa kamu, baik-baik saja" Melda, tersenyum.


"Aku baik kok,". Jawab Jacqueline, tersenyum manis.


Para tamu undangan dan kerabat besar, sudah berdatangan.


Irfan, selalu melihat jam tangannya. Karena V dan Frans,tak kunjung datang juga.


Sarah, juga semakin cemas karena tidak ada tanda-tanda kedatangan anaknya.


"Mel,kemana kak V? Ini sudah waktunya,akad nikah". Jacqueline,juga semakin mencemaskan keadaan.


Suara riuh tamu, sudah mulai terdengar. Karena mempelai pria , tidak kunjung datang.


"Jeng Sarah,mana V? Ini sudah waktunya,akad nikah. Kenapa, tidak datang". Bisik Sisca, orangtuanya Laura.


"Jeng Sisca, aku juga tidak tahu? Sudah beberapa kali,aku meneleponnya. Tak kunjung di angkat,kita tunggu sebentar lagi". Sarah, langsung menghampiri Jacqueline.


"Mah,aku juga tidak tahu? Bagaimana ini,para tamu yang sudah membicarakan tentang ini". Jacqueline,juga semakin takut. Jangan sampai gagal,bisa jadi dua keluarga akan malu besar.


"Huda, tolong cari V". Pinta Melda,kepada kekasihnya.


"Jacqueline,kamu tidak menculik V kan". Melda, langsung menuduh Jacqueline.


"Apa aku, sudah gila ha? Sampai,menculik kak V. Ada-ada saja,mana mungkin aku bisa melakukan hal itu". Jacqueline,tak habis pikir dengan Melda. Bisa-bisanya, dia menaruh curiga kepada ku. Lagian,kemana kak V? Masa,dia mau menggagalkan pernikahan ini. Kasian papah dan mamah, menahan malu.


"Baguslah,kalau tidak". Melda,hanya menghela nafas panjang. Kemana V, tiba-tiba menghilang? Apa mungkin,dia akan menggagalkan pernikahan ini. Tapi,kenapa? Kenapa, tidak dari kemarin.


"Bagaimana,ini pak Irfan? V, tidak datang. Jangan sampai,kita menahan rasa malu. Lihatlah,banyak orang-orang dan rekan bisnis lainnya". Haidar,ayah kandungnya Laura nampak gelisah.


"Jangan pak Haidar,aku juga malu. V,hilang jejak". Irfan, kebingungan mencari anaknya. Kepalanya, sudah nyut-nyutan memikirkan masalah ini.


Di kamar hotel,dimana Laura di rias. Dia,nampak gelisah dan jarinya *******-***** baju pengantinnya.


"Ada masalah,V tidak datang". Ucap seorang perempuan, sahabatnya Laura.


"Sudah aku,duga. Dia,tak akan datang". Laura, menahan air matanya.


"Laura,kenapa seperti ini? Apa Kalian, memiliki masalah". Tanya Jessi,kepada Laura.

__ADS_1


"Jessi, diamlah jangan terlalu banyak bertanya. Ayo,kita ke ballroom hotel. Aku ingin, mengatakan sesuatu kepada orang-orang. Jika pernikahan ini, tidak akan berlanjut". Laura, mendorong tubuh Jessi dan keluar dari kamar.


Sarah, sudah menangis kesegukan di pelukkan Jacqueline.


"Mamah, berhenti menangis. Aku yakin,kak V akan datang". Jacqueline,tak mampu berkata apa-apa lagi.


Irfan dan Haidar, terus-menerus menghubungi V.


Sedangkan Laura, pengantin wanita. Tiba di ballroom hotel, semua orang-orang tercengang melihat kedatangannya


Malu, itulah yang di rasakan Laura. Tangannya, gemeteran sudah dan mulutnya kelu tak bisa berkata apa-apa


Para tamu undangan, wartawan dan lainnya. Sudah berbisik-bisik,apa lagi siaran langsung.


Jacob,yang baru saja datang langsung menghampiri Jacqueline. Akan tetapi, Yoshi juga datang.


"Aku sudah mengarahkan,para pengawal untuk mencari V". Ucap Jacob, tersenyum kecil.


"Aku juga, Jacqueline. Aku harap, secepatnya V di temukan". Yoshi,juga ikut-ikutan. Membuat Jacob, terbakar api cemburu.


"Hemmmm... terimakasih, atas semuanya". Jawab Jacqueline, tersenyum manis.


"Keluarga Fernandez,akan menanggung rasa malu Jacqueline. Mamah, tidak menyangka V seperti ini". Isak tangisnya, Sarah.


"Mah, semua orang juga tidak mau ini terjadi. Jacqueline,juga tidak ingin". Jacqueline, menghapus air mata ibu angkatnya itu.


"Kalau pernikahannya gagal, bagaimana kalau kita yang menikah". Yoshi, langsung angkat bicara. Membuat orang sekitar, tercengang mendengarnya.


Tentu saja, Jacob tak terima dengan perkataan Yoshi.


"Tuan Yoshi,jangan berbicara sembarangan. Ingat, banyak orang-orang di sini". Bantah Jacqueline, begitu berani berbicara seperti. Ada tatapan tajam,mengarah ke Yoshi.


"Sadar,jika Jacqueline kekasihku". Jacob, langsung mendorong tubuh Yoshi.


"Ck, kekasih? Kalau,memang kekasih. Selamatkan harga diri, keluarga Fernandez. Apa kamu,akan menikah dengan Jacqueline ha? Hahahaha, tentu saja tidak akan" Yoshi, tersenyum remeh ke arah Jacob.


"Tuan Yoshi,cukup...!! Jangan membahas macam-macam,apa tuan tidak mengerti bagaimana keadaan sekarang". Bentak Jacqueline, sekarang menjadi pusat perhatian. Akhirnya,semua orang-orang tahu. Jika Jacqueline dan Jacob, sepasang kekasih


"Maaf,sejak kapan kalian memiliki hubungan".


"Apa kalian, sudah lama menjalin hubungan diam-diam?apa,kalian akan menyusul ke hubungan serius".

__ADS_1


"Tolong, konfirmasinya Tuan Jacob dan Nona Jacqueline".


Para wartawan berlomba-lomba, untuk mendapatkan informasi tentang Jacqueline dan Jacob. Perhatian orang, teralihkan dan lupa dengan pernikahan. Pada akhirnya, lampu padam dan hanya kegelapan. Layar besar menyala,di hadapan mereka dan menampakkan sebuah video.


__ADS_2