
"Laura...". Jacqueline, memanggil Laura di lokasi syuting.
Jacqueline, berniat untuk menemui Laura dan ingin mempertanyakan sesuatu hal.
"Aku tahu! Kenapa,kamu menemui ku? Karena ingin mempertanyakan, mengapa aku menikah dengan Yoshi. Seharusnya,kamu tahukan jawabannya". Kata Laura, tersenyum smrik.
Laura, lebih dulu tahu. Apa,yang di pikiran Jacqueline? Akan tetapi, Laura salah tebak.
"Kau salah, Laura. Aku,malah tertarik dengan sikapmu yang tiba-tiba berubah pikiran. Bukankah, kamu sudah klarifikasi tidak akan terjun lagi ke dunia perfilman. Aku,juga heran kalau kamu tidak merasa malu tentang video panas itu". Tanya Jacqueline, tersenyum manis.
Laura, menatap tajam ke arah Jacqueline. "Oh,kamu marah kepadaku. Hemmm...karena aku, mengambil posisi mu kan. Ayolah, Yoshi adalah calon suamiku. Tentu,dia akan mengutamakan diriku. Di bandingkan dengan mu,so jangan lupa itu".
Sial,kalau aku di gantikan oleh Laura? Bagaimana caranya,aku mendapatkan informasi tentang Kiara.batin Jacqueline, terlihat nampak kesal. "Tidak, aku hanya bertanya saja. Sepertinya,ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Tuan Yoshi,wajar menggantikan posisi ku.karena kakakku, sudah mempermalukan dirinya dan kamu".
"Lalu, ngapain kamu ke sini? Jangan bilang,hanya menanyakan hal itu saja. Astaga, Jacqueline..!! Jangan bilang,kamu ingin membujuk rayu Yoshi. Ingat yah,aku tidak di rugikan siapapun? Walaupun,aku kehilangan V. Tetapi,aku bisa mendapatkan Yoshi". Laura, menyenggol bahu Jacqueline dan pergi meninggalkannya.
Jacqueline, mengepalkan tangannya. Matanya,masih menatap kepergian Laura. tetap, Jacqueline masih mengikuti langkah kaki Laura.
"Kiara,apa kamu ingat". Ucap Jacqueline, dengan lantang.
Sontak Laura, menghentikan langkah kaki dan berbalik ke arah belakang. "Maksudmu,apa". Tanya Laura, langsung.
"Haaa...!! Maksudnya,apa? Laura, aku tidak mengerti perkataan mu". Jacqueline,malah menguji kesabaran Laura.
"Kau tadi, menyebut nama seseorang yang aku kenal". Kata Laura, semakin mendekati Jacqueline.
"Oh,kau mengenal nama Kiara? Hemmm... sebenarnya,aku sangat kepo dengan nama itu. Dia, seorang artis tetapi sudah tiada. Aku, sempat mendengar pembicaraan Sunita dan V". Jacqueline, mencoba memancing reaksi Laura.
Laura,nampak gelisah. "Lalu,apa yang kau dengar lagi".
"Eeeehh...Apa yah? Hemmm, rahasia". Ejek Jacqueline, berbalik badan.
"Jacqueline, katakan kepadaku. Asal kamu tahu,jangan main-main denganku". Laura,mencekal lengan Jacqueline.
Jacqueline, tersenyum smrik. Benar saja,wajah polosnya tersimpan kelicikannya. "Eee... cengkalan tangan mu,cukup kuat. Apa yang mereka katakan, aku tidak bisa mengatakan secara langsung".
__ADS_1
"Ck, palingan mau menggantikan posisi ku kan. Aku bisa memberikan posisi ini dan membicarakan tentang ini kepada Yoshi. Asalkan kamu, beritahu aku. Apa,yang mereka bicarakan". Laura, semakin memperkuat cekalan tangannya.
"Asalkan kamu,tahu! Aku, tidak pernah menginginkan pemeran ini. Malah,aku senang bisa lepas dari tuan Yoshi. Sebenernya,aku ingin membereskan barang-barang ku di ruang ganti". Jacqueline, melepaskan cekalan tangan Laura.
"Kenapa,harus di ganti? Aku, lebih suka nona Jacqueline. Di bandingkan, Nona Laura". Ucap seorang wanita,yang baru datang bersama temannya.
Sepertinya, mereka adalah pemeran lainnya.
"Benar sekali,apa lagi memiliki skandal dengan seorang sutradara".
"Diam kalian,tuan Yoshi akan marah besar. Jika,dia tahu. Kalau,kalian tengahnya membicarakannya". Bentak Laura, dengan tegas.
"Ck, Mentang-mentang calon istrinya. Jadi,sok belagu". Sindir lainnya, membuat Laura marah.
"Awas kalian,dan....kemana dia,kemana Jacqueline? Bukankah,dia ada di sini tadi. Gara-gara kalian, Jacqueline hilang". Bentak Laura, lagi.
Bentak Kan Laura, bagaikan angin yang lewat saja. Mereka, tidak merasa takut kepadanya.
Membuat Laura, merasa harga dirinya di injak-injak oleh mereka. Semenjak skandal itu, mereka tidak pernah takut dengannya lagi.
Tiba-tiba saja,dari belakang memeluknya erat. "Lepaskan,tuan Yoshi". Jacqueline, langsung menjauhkan diri darinya.
"Jacqueline, maafkan aku. Aku,aku terpaksa harus menuruti perintah Laura. Semua ini, karena kakakmu. Jacqueline,aku tidak menyalahkan diri mu. Semua ini,bukan salahmu". Yoshi, tersenyum kecil.
"Memang,bukan salahku. Itu, urusan kalian. Aku ke sini,hanya membereskan semua barang-barang ku saja. Tuan Yoshi, terimakasih atas semuanya. Karena, memberiku kesempatan untuk memerankan tokoh dalam film mu". Kata Jacqueline, tersenyum manis.
" Jacqueline,aku tahu! Kau, sangat marah kepada ku. Karena, Laura menyingkirkan dirimu. Semua ini,demi reputasi kami". Yoshi, sangat berharap. Jacqueline, memahami perkataannya. "Jacqueline,apa kamu bisa menemani Ly. Jika, suatu hari nantinya. Dia, ingin bersamamu".
Jacqueline, tersentak ketika mendengar ucapan Yoshi. "Tuan Yoshi,bukannya aku tidak mau. Masalahnya,anda sudah memiliki istri seperti Laura. Apa lagi, Laura sempat menjadi calon istri V. Apa lagi,anda dan Laura sudah memalukan keluarga Fernandez. Jadi,aku mohon maaf atas semuanya. Kemungkinan,aku akan menjaga jarak dengan keluarga anda". Jawabnya, dengan santai.
Yoshi, memasang raut wajah sedih. Apa yang di katakan oleh, Jacqueline. Memang benar, sudah pastilah. Keluarga Fernandez,akan membenci anaknya Ly.
"Aku mohon,Ly tidak menyukai Laura". Pinta Yoshi,lagi.
Jacqueline,hanya menghela nafas beratnya dan memutar bola mata memelas. "Tidak bisa,aku tidak ingin menyakiti perasaan kedua orangtuaku. Apa lagi, dengan kak V. Dia, benar-benar membenci mu".
__ADS_1
Yoshi,hanya pasrah dan membiarkan Jacqueline pergi begitu saja.
Lepas kepergian, Jacqueline. Barulah, Laura masuk dan menemui Yoshi
"Ingatlah, Laura! Kita, menjalin hubungan ini. Hanya untuk sekedar,balas dendam semata. Jangan pernah,kamu menganggap berlebihan umur memiliki ku". Seringai tajam, Yoshi.
"Jacqueline, mengetahui Kiara. Dia, menyebut nama itu". Ucap Laura, membuat Yoshi terkejut.
"Apa...!!! Darimana dia, tahu Kiara". Tanya Yoshi, tatapannya tak teralihkan dari Laura.
"Jacqueline, mendengar pembicaraan V dan Sunita". Jawab Laura, dengan tegas.
"Hussssttttt...jangan terlalu, keras. Takutnya,ada seseorang yang tengah menguping pembicaraan kita. Sudah aku,duga kan. Kalau, V memang sengaja menghancurkan kita. Sebenarnya, dia ingin menyelidiki kematian Kiara. Bisa gawat, Laura. Apa lagi,video itu hilang". Kata Yoshi, mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
"Sudah aku, bilangkan. Ngapain,kamu video-video segala. Kalau saja, video tersebut sudah tersebar luas. Kita bakalan habis,karir kita akan hancur". Laura,tak kalah frustasinya.
"Kenapa,jadi nyalahin aku ha? video itu,hanya untuk mengancam kiara semata saja. Aku, tidak habis pikir. Ternyata,nyawa kiara melayang. Semuanya,aku melakukan hal dengan semulus mungkin. Akan tetapi, kematiannya bisa membuat V dan Frans curiga". ketakutan Yoshi, semakin ketakutan.
"Hussssttttt.... Jangan membahas ini,ada bayangan seseorang di balik tirai itu". Bisik Laura, sambil menunjukkan jarinya ke arah tirai.
Yoshi, langsung mendekati tirai tersebut. Karena matanya,juga menangkap sesosok bayangan tengah berdiri. Jantungnya berdegup kencang, tangannya gemeteran saat ingin membuka tirai tersebut.
Sreeekkkkk....
Yoshi dan Laura, langsung terkejut saat menyingkap tirai. Tidak ada siapapun, di balik tirai tersebut.
Akan tetapi, membuat mereka ketakutan. Saat tirai tersebut,di tutup kembali. Sesosok bayangan tersebut,masih ada dan tengah berdiri tegak. seperti seorang perempuan,tengah menguping pembicaraan mereka.
Lagi-lagi Yoshi, membuka tirai tersebut. Tetap sama,di balik tirai tersebut tidak ada siapapun. Laura, langsung menarik lengan Yoshi. Hanya untuk, pergi dari ruangan tersebut. Karena suasananya, semakin mencengkam seram.
"Kenapa,malah menarik ku dan keluar dari ruangan itu". Tanya Yoshi,yang kesal kepada Laura.
"hussssttttt...apa kamu, tidak takut ha? Ada bayangan, tetapi tidak ada wujud". Laura, bergidik ngeri.
"Ha..!! Maksudmu,setan. Begitu,". Tanya Yoshi,memang benar. Tidak ada sesosok, tetapi ada bayangan.
__ADS_1