
Jam sembilan malam,V baru saja pulang dari kerja. Kepalanya sudah nyut-nyutan, memikirkan masalahnya.
Saat pintu kamar terbuka, terlihat sesosok Jacqueline tengah tersenyum di atas ranjangnya. Seperti sang istri, menyambut kedatangan suaminya.
"Baru pulang,kak? Mandi gih,sana". Perintah Jacqueline,saat V ingin menghampirinya.
Tanpa sepatah kata,V langsung ke kamar mandi. Terdengar suara gemericik air,di dalam.
Selang beberapa menit,V keluar dari kamar mandi. Hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya,tak menghiraukan pandangan Jacqueline.
Jacqueline, masih setia di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Pijatkan kepalaku". Perintah V, selesai mengenakan pakaiannya.
"Duduk di bawah,biar aku enak mijitnya". Pinta Jacqueline, dengan senang hati. V,duduk di bawah dan Jacqueline duduk di tepi ranjang.
Berlahan-lahan Jacqueline,memijat kepala V. Terlihat jelas,V sangat menikmati pijatan Jacqueline.
"Pijatan mu, sangat enak. Aku hampir tidak percaya,tanganmu yang lembut itu". Kata V, memejamkan matanya.
"Tentu saja, pijatan ku sangat enak. Mau yang lebih enak lagi,bisa kok". Lirih Jacqueline,akan tetapi V tahu kemana tujuan perkataannya.
"Jangan aneh-aneh,aku tahu ke mana arah perkataanmu. Dasar mesum,". Decak V,dia beralih posisi duduknya.
V,duduk di tepi ranjang dan berhadapan dengan Jacqueline.
"Tumben, pulang jam segini". Jacqueline, dengan beraninya duduk di pangkuan V yang tengah bersandar.
"Tidak apa,hanya ada masalah sedikit. Lalu, ngapain masuk ke dalam kamar ku dan sekarang duduk dimana". Tanya V,dia susah payah menahan hawa nafsunya.
"Tidak peka, terhadap ku. Kakak kan, kekasih simpananku. Pernikahan kakak,tinggal dua minggu lagi. Jadi, kita jarang sedekat ini dan se mesra ini". Jacqueline,mengelus jakun. "Masa iya,aku bermesraan dengan kekasih simpananku. Tepatnya, di depan kakak ipar".
"Jacqueline,jangan memancingku". V, memalingkan wajahnya. Karena wajahnya,hanya berhalat berapa inci dengan wajah Jacqueline. Sial,kenapa bibirnya jadi membuatmu candu.
__ADS_1
Jacqueline,tak segan-segan untuk menggigit bibir bawah V. Sedangkan empunya, sudah gelisah dan langsung memangsa bibir Jacqueline. Yesss... akhirnya,aku bisa memancing kak V. Aku yakin,kak V tidak akan bisa menahan dirinya.batin Jacqueline, tersenyum kemenangan.
Dengan posisi sangat intim,V juga mengelus-elus punggung belakang Jacqueline. Mereka berdua,larut dalam dekapan hangat. V,kau harus sadar jangan melakukan melewati batas. Ingatlah,jika Jacqueline adikmu.batin V, ingin sekali menghentikan ciumannya. Akan tetapi, dirinya tak bisa lepas dalam dekapan yang selalu di rindukannya.
Dering Jacqueline, berbunyi. Ciuman mereka, terhenti. "Hemmm.. Jacob,dia meneleponku". Ucap Jacqueline, melihat tertera nama di layar ponselnya. Posisi duduknya,masih di atas pangkuan V dan berhadapan.
Kenapa,dia menelpon saat di waktu yang tidak tepat. Apa lagi, Jacqueline masih duduk di pangkuanku. Gerutu V,dalam hatinya.
(Apa,aku mengganggumu sayang). Ucap Jacob,di telponnya.
"Tidak,sayang. Aku,baru saja ingin tidur. Tapi,aku sedang dengan kakakku. Biasa, membahas tentang pernikahannya". Jawab Jacqueline, menahan bibir bawahnya. Saat V, dengan jahilnya menyelusuri lekukan tubuh dan mencium lehernya.
Astaga,aku benar-benar seperti kekasih simpanan Jacqueline. Di saat seperti ini,dia bertelepon dengan kekasihnya.batin V, benar-benar sikapnya yang tak masuk akal.
(Aku ingin menyampaikan, bahwa lusa aku ke sana). Jacob
"Benarkah,kalau begitu aku akan menjemput di bandara bagaimana". Jacqueline, tersenyum manis. Saat mendengar,sang kekasih akan datang.
V,nampak kesal dan menghentikan aksinya. Ck, ngapain dia kesini? Baguslah,aku akan memberikan dia pelajaran yang setimpal. V, mengepalkan kedua tangannya saat mengingat jejak pria itu. Tepatnya,di leher Jacqueline.
"Dahh.. selamat malam,juga. I miss you to". Balas Jacqueline, langsung mematikan telponnya.
Jacqueline, mencubit kedua pipi V. Karena wajah sang kakak, terlihat masam. "Astaga, kekasih simpananku. Ternyata, sedang cemburu. Maafkan aku, sayang". Jacqueline, menyelusuri dada bidang V. Pria mana pun,akan tunduk kepada ku. Jangan V,pria lain juga.
"Ck, hentikan tangan lentik mu ini. Pergilah,ke kamar mu sana". V, mengangkat tubuh Jacqueline. Agar beralih dari, pangkuannya. Lalu,dia merebahkan tubuhnya. Kenapa, perasaan ku seperti ini? Apa aku, tengah cemburu buta mendengar pembicaraan mereka tadi.
Hahahaha...aku yakin,kak V tengah cemburu buta.batin Jacqueline, hatinya begitu sangat senang.
Akan tetapi, Jacqueline malah masuk ke dalam pelukan V. "Malam ini, tidur dengan kakak". Bisiknya. Tak memperdulikan tatapan tajam,V.
V,hanya menghembuskan nafas beratnya. "Jacqueline, tidak pantas kita tidur dalam satu kamar. Pergilah....jangan membuat masalah". Sekeras apapun ,dia tetap niat untuk melakukannya.
"Tidak mau,aku tetap di sini". Jawabnya, penuh penekanan. Jacqueline,malah mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Kakak,bilang dengan kakak ipar. Jangan menunda kehamilan,aku ingin memiliki keponakan perempuan yang cantik. Kalau tidak mau,aku bersedih bibit unggul kakak dan tumbuh di rahimku".
V, tersentak kaget mendengar permintaan adiknya. "Jangan bicara sembarangan, Jacqueline. Diamlah,jangan terlalu sering bergerak. Kamu, tidak ingin kan terjadi sesuatu pada mu". V, menyeringai tajam ke arah Jacqueline. "Jacqueline, hentikan tanganmu".
"Kakak,payah sekali". Gerutu Jacqueline, membalikkan badannya.
Akan tetapi,V memeluk erat dari belakang. Jacqueline, tersenyum manis. "Selamat malam,kak".
"Hemm... tidurlah,". V, sudah memejamkan matanya dari tadi.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara dengkuran halus. "Sudah tidur pulas, sangat cantik dan bibir ini membuatku candu Jacqueline". Lirih V,pelan. Dia, menyelusuri wajah Jacqueline. Terhenti,pada bibir Jacqueline.
Berlahan,V mengecup bibir Jacqueline dengan lembut. Lama-lama, ciuman tersebut terlihat agresif.
"kakak, hentikan jangan menciumi ku. Aku ingin, tidur". Rengeknya Jacqueline, terbangun dari tidurnya. Saat V,mulai nakal.
"Tidurlah, sayang". Bisik V, tersenyum manis.
"Hemmm...jangan di gigit, leherku". Jacqueline, langsung mendorong tubuh V.
V,hanya tertawa renyah dan mengusap wajahnya dengan kasar. "sial,kau membuatku lupa diri Jacqueline".
V, membenarkan posisi tidurnya dan dia pun tertidur pulas di samping Jacqueline.
*************
Pagi hari yang cerah, menyinari semesta alam. Jacqueline, mengeliyat tubuhnya di atas ranjang. "sudah siang,kak V bangun". Jacqueline, mengerjapkan matanya. Saat melihat ke arah samping, ternyata V sudah pergi.
"Kak V....!!! Kak V,kemana...??? Kak...". Jacqueline, memanggil kakaknya. Tetap saja, tidak ada jawaban.
Jacqueline,turun dari ranjang dan keluar dari kamar V. Dengan langkah gontai, Jacqueline masuk ke dalam kamarnya.
Pagi-pagi sekali V, langsung pergi meninggalkan mansion. Karena ada beberapa panggilan,dari seseorang. Terpaksa, dirinya meninggalkan Jacqueline masih terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
"Maafkan,aku. Harus pergi, meninggalkan mu di saat tidur. Terimakasih, sudah menganggap ku melebihi seorang kakak". V, mengecup kening Jacqueline. sebelum,dia meninggal kamarnya.