
Semenjak, mengetahui kehamilan Jacqueline. V, lebih menghabiskan waktu bersamanya. Dia, bekerja di mansion. Biarlah, Frans menghandle pekerjaannya di perusahaan. Jika ada yang, sangat penting. Barulah,V pergi dan menyelesaikannya.
Jacqueline, sempat kewalahan menghadapi suaminya. Karena perhatiannya, terlalu berlebihan sekali.
Turun dari ranjang,harus V yang menuntun tangannya. Pergi ke kamar mandi,V juga ikut. Bahkan,mandi bersama.
Jacqueline,diminta duduk manis jangan melakukan apapun demi kebaikannya.
"V,aku hanya mengambil ponsel. Tidak perlu, kamu Pegang-pegang aku. Gak bakalan,jatuh juga". Jacqueline,nampak kesal kepada suaminya. "Pergilah, ke kantor. Lama-kelamaan, bosan melihat sikapmu terlalu mengekang kebebasan ku".
"Aku adalah seorang suami,yang selalu sigap melakukan apapun. Demi, kebaikan istri dan anakku". V,mengelus lembut perut Jacqueline.
"Iya,tapi kamu terlalu berlebihan sayang. Aku,bisa sendiri kok. Kamu,fokus saja dengan pekerjaan mu". Kata Jacqueline, melerai pelukan dari suaminya.
"Mau, kemana? Berhati-hatilah, sayangku". V, langsung menahan bahu Jacqueline.
"Aku,mau jalan-jalan. Ke halaman,sumpek juga. Lama-lama,di kamar ini. Aku,bisa sama mamah. Kak V,fokus saja dengan pekerjaan". Rengek Jacqueline,dia ingin bebas dari jeratan suaminya.
"Tidak,mamah biasanya lengah. Aku,saja menemani mu. Masalah pekerjaan, nanti gampang yah". V, tersenyum langsung menarik lengan istrinya. "berhati-hati,jangan sampai jatuh. Jangan menuruni anak tangga,pakai lift saja".
Jacqueline,hanya pasrah dan menuruti perkataan suaminya. Semenjak ketahuan hamil, oleh V. Dia, tidak pernah lagi menuruni anak tangga dan menaikinya. Kata V,takut kepleset dan jatuh.
"Hemmm... sore-sore, gini. Memang enak, jalan-jalan. Bahkan,kita belum pernah bulan madu. Ke boro berisi,". Gerutu Jacqueline,dia ingin memetik bunga mawar.
"Tunggu! Biar aku,saja. Aku, tidak mau jika tangan halus ini. Tiba-tiba terluka, karena duri mawar". Kekehnya V, langsung memetik bunganya dan memberikan kepada istrinya.
V,juga meminta istrinya agar berhati-hati. Tentu saja, tangannya tak lepas dari Jacqueline.
"Jangan lari-lari, nanti jatuh". V, selalu mencegah istrinya berbuat aneh-aneh.
__ADS_1
Cukup lama mereka, berdua jalan-jalan di taman mansion. Akhirnya,V membawa istrinya masuk ke dalam. "Terimakasih, sudah menjadi suami idamanku". Jacqueline, langsung mengecup bibir suaminya. Walaupun,hanya sekilas. Mampu, membuat hati V berbunga-bunga.
"Sepertinya,aku lapar. Temani aku,makan". Pinta V, tersenyum manis.
"Makan mie,lagi? bisa tidak,jangan mie terus". Tanya Jacqueline, mengkhawatirkan keadaan Suaminya.yang terus-terusan mengonsumsi, makanan mie.
"Bagaimana,lagi? Hanya mie,yang bisa aku makan. Kalau tidak,aku mual-mual dan badanku lemas". Jawab V, dengan wajah lesu.
Jacqueline,hanya menghela nafas beratnya dan mengangguk saja. "Baiklah, aku minta yah. tapi,di suapin". Rengeknya Jacqueline, dengan manja.
"Hemm... baiklah,sayang". kedip mata,V langsung menuju ke dapur. Sampai kapan,V akan berhenti morning sickness.
*************
"E'ehmmm....Enak banget,yah. Eskrim nya, cocok buat ibu hamil". Ucap seseorang, yang mendekati meja Jacqueline dan Melda.
Cepat atau lambatnya,pasti ketahuan kehamilan Jacqueline. Apa lagi, perutnya semakin membesar. Saat ini, Melda tengah menemani Jacqueline menyantap eskrim. Siang-siang begini,enaknya yang dingin-dingin. Apa lagi, cuacanya panas.
"Silahkan,duduk saja". Jawab Melda, tersenyum kecil. Astaga,dia benar-benar pengganggu.
"Berapa bulan,hemmm... sepertinya, sudah mulai membuncit yah". Tanya Laura,ada senyuman kecil di sudut bibirnya. Ternyata, keluarga Fernandez cukup lama menyimpan kehamilan Jacqueline. Sial,aku sampai ketinggalan berita.
"Oh,baru lima bulan. Kenapa,hemmm...". Jawab Jacqueline, tersenyum smrik. Palingan,ada apa-apanya. Aku,harus berhati-hati dengan Laura. Dia, wanita licik. Hanya wajahnya, yang sok polos.
"Jacqueline,kamu harus berhati-hati dengan ku. Tahukan,aku memiliki dendam dengan keluarga Fernandez. Pasti paham,kan". Ucap Laura, dengan santainya. Tenang saja, Jacqueline. Aku, belum selesai berurusan dengan keluarganya Fernandez. Karena kejadian itu,aku di bully dan di manfaatkan oleh pria hidung belang.
"Tenang saja,aku ingat kok". Jawab Jacqueline, menoleh sekilas ke arah Laura. Aku yakin,kau sudah menyusun rencana licik kan. Tenanglah,aku bisa melawan mu Laura.
"Laura, seharusnya kamu berhati-hati. Karena,yang kamu hadapi adalah keluarga Fernandez. Kau,paham". Sahut Melda, tersenyum smrik.
__ADS_1
"Melda,kau kira aku bodoh. Tentu,aku bermain-main dengan halus. Jacqueline,aku permisi dulu". Laura, beranjak berdiri dan meninggalkan mereka.
Dengan anggunnya, Laura meninggalkan kafe tersebut. Dia, langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang. Walaupun, hatinya sangat berantakan. "Sial, sial...awas kau,V. Kamu, bahagia di atas penderitaan ku ha! Lihatlah,aku akan merenggut kebahagiaan mu". Teriak Laura, sambil memukul setir mobilnya.
"Aaakkhh...Aku, memiliki ide cemerlang. Tanpa, mengotori tanganku sendiri. Aku,bisa melenyapkan dia. Siap-siaplah menerima,balas dendam ku V. Kau,akan merasakan kesedihan teramat dalam". Senyum smrik, Laura.
*************
Di sebuah tempat, Laura janjian dengan seseorang Pria.
"Untuk apa,kamu ingin bertemu dengan ku". Tanya Garrix,yang baru datang.
"Lihatlah, di tanganku ada flashdisk. Kau, tahu apa isinya?". Tanya Laura, tersenyum. Garrix, tercengang dan menggelengkan kepalanya. "Di flashdisk ini, sebuah rekaman video panas mu".
Garrix, langsung terkejut mendengar ucapan Laura. "Jadi,kau pelakunya ha".
"Yah,aku pelakunya. Oups...". Laura, cekikikan tertawa. "Garrix,aku bisa menyebarkan video panas ini. Dalam hitungan detik,karena ada seseorang yang bekerjasama dengan ku. Oh, bagaimana jika tersebar luas. Kamu,akan kehilangan segalanya dan keluarga mu. Aissss...sayang sekali, sangat memalukan".
"Kau,jangan coba-coba melakukan hal itu. Laura,aku tidak akan memaafkan mu". Ucap Garrix, dengan tegas.
Ternyata Laura,membawa pengawal pribadi lumayan banyak. Membuat Garrix,tak bisa berkutik. Apa lagi, videonya masih di tangan Laura.
Garrix,hanya menghela nafas panjang dan mencoba untuk berpikir panjang. "Apa mau,mu. Agar video itu, tidak ada lagi".
"Hahahahaha...ini,yang aku mau. Garrix,aku ingin kamu menghabisi nyawa V atau Jacqueline". Ucap Laura, membuat Garrix syok mendengarnya.
"Tidak,aku tidak bisa melakukan hal itu. Kau,jangan aneh-aneh Laura". Garrix, langsung membentak keras.
"Oh, tidak mau. Aku, dengar-dengar kalau istrimu tengah berbelanja di pasar. Bagaimana,aku menyuruh seseorang menculik istrimu". Laura, langsung merencanakan sesuatu. Agar Garrix, tunduk kepadanya.
__ADS_1
"Sialan,jangan menyentuh istri ku ha! Oke,aku akan menuruti perintah mu. Asalkan,jangan membawa istri ku". Garrix, terpaksa harus menuruti perintah Laura. Dia, tidak mau kehilangan istrinya yang tengah mengandung anaknya.
Mendengar Jawa Garrix, membuat Laura tersenyum sumringah dan sangat berbahagia. Sebentar lagi,balas dendamnya akan tercapai.