BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Pasar Malam


__ADS_3

Satu bulan, telah berlalu. Jacqueline,tak juga pulang.


Dia,merasa nyaman dan tenang. Apa lagi, kakak angkatnya itu tidak ikut campur dalam urusannya.


Jacqueline, tersenyum smrik saat membaca berita. Tentang kedekatan kakaknya, dengan seorang artis terkenal.


Akan tetapi Jacqueline,malah santai tak menanggapi berita tersebut.


"Kenapa,bengong? Hemmm... ayolah,terima saja cinta pangeran kuda putih itu". Goda Melda, tersenyum.


"Mana mungkin,dia seorang artis terkenal dan aku hanya seorang model. Sudah pasti,banyak fans beratnya. Siap-siap,aku akan di bully". Kekehnya Jacqueline, tersenyum smrik.


"Hemmm...bilang saja, kau tidak bisa move on dengan kakak angkat mu". Ledek Melda,lagi.


"Sial,kau selalu meledek ku dan menggodaku juga. Aku tidak sejahat itu, memainkan perasaan seorang pria". Jacqueline, mengigit jarinya.


"Lihatlah, Jacob mengajakmu jalan-jalan. Ayolah, mumpung besok jam kosong" Melda, memperlihatkan sebuah pesan yang di kirim Jacob untuk Jacqueline.


"Sudahlah,aku tidak menyukainya. Jangan membuat ulah,aku sudah bahagia seperti ini. Menjalankan karir seorang model,uangku terus mengalir dengan kerja keras. Lalu,bisa membayarmu. Aku akan berhenti menjadi model dan menjalankan hidup biasa. Saat kau, menikah nanti". Jacqueline, menyentuh lengan Melda.


"Tidak,aku tetap bersama mu. Walaupun,aku menikah. Karena aku,masih membutuhkan gajih darimu. Hahahaha". Gelak tawa Melda, membuat Jacqueline geleng-geleng kepala.


"Ck, menikah lah dengan pria kaya raya. Seperti,kak Huda". Kini Jacqueline, menggoda Melda.


"Aku mencintai, Frans. Hemm...tapi,mana mungkin bisa mendapatkan dirinya. Karena nasip kita, memang sama. Huuu....huuuu...hikss... hikksss...". Melda, memeluk erat tubuh Jacqueline.


"Cup....Cup.... jangan nangis,pria yang lain masih banyak kok". Jacqueline, menghapus air mata sahabatnya.


"Bagaimana,kita malam ini jalan-jalan ke pasar malam? Pasti di sana,banyak cemilan yang enak dan banyak". Jacqueline, merayu sahabatnya untuk berhenti menangis.


"Janji, baiklah kita pergi. Tapi,kamu yang traktir". Rengeknya Melda, langsung di angguki Jacqueline.


**********


Tiba di pasar malam, Jacqueline dan Melda menikmati setiap cemilan yang di jual.


"Jacqueline, bukankah ibu tirimu yang jualan nasi goreng itu". Melda, langsung memberitahu kepada Jacqueline.


"Waw...hidup mereka, sudah miskin ternyata. Kau tahu, nasi goreng buatan nenek lampir itu. Memang enak,jika di membuatnya. Lihatlah, banyak yang mengantri untuk memesan". Jacqueline , pernah merasakan nasi goreng buatan ibu tirinya.


Ingatan itu,masih terbayang di pikirannya.


"Mamah,Almira lapar. Tadi pagi, sampai siang belum makan".


"Amira,mamah bakalan ngasih kamu makan. Asalkan, pekerjaan rumah sudah beres. Nyusahin aja,gak ayah gak anak". Wandari, mendorong tubuh Almira. Hingga jatuh ke lantai,dia hanya menangis kesegukan.


"Aduhh... nangis-nangis segala,lapar yah". Ledek Nita, menjulurkan lidahnya.


"Aaaammm....enakkk,nasi goreng buatan mamah". Angel,malah mengejek-ejeknya.


"Mamah, Almira lapar. Mau makan, berikan nasi goreng itu". Isak tangisnya Almira.


Plakkkk....

__ADS_1


"Pergiiiiii...dan kerjakan tugasmu". Bentak Wandari, setelah menampar wajah Almira.


Seketika lamunan Jacqueline,membuyar seseorang menyenggol lengannya.


Jacqueline, menghapus air matanya dan memiliki ide untuk membalasnya.


"Lihatlah,aku akan membuat kalian malu". Senyum smrik Jacqueline, apapun yang dia inginkan pasti terwujud.


"Pesan dua,nasi goreng pedas". Jacqueline, seakan-akan menjadi seorang pembeli.


"Baiklah, minumannya apa". Tanya Wandari, dia nampak sibuk mengaduk-aduk nasi goreng itu.


"Jus jeruk,kami duduk di sana". Jawab Melda, langsung.


Jacqueline dan Melda dan di seberang terlihat menikmati nasi gorengnya.


"Sayang, ambilkan tisu" pinta seorang wanita,di seberang Jacqueline.


"Baiklah,". Jawab pria itu,yang sudah di awasi oleh Jacqueline.


Saat wanita tersebut,tengah lengah. Jacqueline, mengeluarkan sesuatu dan memasukkan ke nasi goreng orang lain.


"Lihatlah,ada artis Jacob ke sini. Lihatlah....". Orang-orang berbondong-bondong menghampiri Jacob.


Tentu saja para pengawalnya, kewalahan di serbu para fansnya.


Jacqueline, sengaja melakukan ini. Hanya untuk mengambil alih,para orang-orang lainnya.


Saat Jacob, sudah tidak ada lagi. Barulah para pembeli,kembali ke tempat makanan mereka yang sempat di tinggalkan.


Tempat jualannya,di obral-abrik oleh orang-orang sekitar. Bahkan,ada caci makian yang sangat menjatuhkan Wandari dan anaknya.


"Tidak,aku sedang di fitnah. Mana mungkin,aku melakukan hal kecurangan itu". Wandari, terus-menerus membela dirinya.


"Alahhh... lihatlah, menjijikkan sekali. Di nasi gorengnya,ada cicak yang di goreng bersamaan. Ayamnya,juga ada ulat menjijikkan". Bentak salah satu, pembeli itu.


"Huuuuu....payah,".


"Usiiirrr.... usiiirrr mereka".


Wandari dan Nita,hanya diam dan menangis kesegukan. Melihat tempat jualannya, berantakan dan hancur.


"Makanya,kalau jualan jangan jorok. Menjijikkan sekali,".


"Pantesan murah, bahan-bahannya gak higienis dan menjijikan"


"Uuueeek....jorok sekali".


"jangan-jangan,ayamnya sudah mati kemarin lagi".


"Uueeeekk... benar-benar gila".


"lihatlah, air minumnya keruh sekali. Aku yakin, mereka mengambil air selokan ". Ucap lainnya,karena Melda sempat-sempatnya menaruh tong air mereka dengan air bercampur lumpur. Sehingga air mereka, menjadi keruh dan bau.

__ADS_1


Jacqueline dan Melda, hanya tersenyum dari kejauhan. Karena adanya Jacob, semua rencananya berhasil. Mampu membuat orang-orang sekitar,bisa mengalihkan perhatian mereka.


Akan tetapi Jacob,malah mengumpat Jacqueline. Karena Jacqueline, sudah membohonginya. "Kau sangat menggemaskan, Jacqueline. Berani sekali, mempermainkan diriku". Senyum smrik Jacob.


************


Besok harinya,saat Jacqueline mengadakan pemotretan di sebuah perusahaan desainer terkenal.


Semua orang nampak heboh, kedatangan artis terkenal Jacob.


"Waahh...tampan sekali,"


"Kenapa,dia ke sini? Apakah, dia memiliki kerjasama dengan perusahaan ini".


"Beruntung sekali,bisa melihatnya sedekat ini"


"Betapa, sempurnanya menjadi seorang pria".


"Aku ingin sekali, menjadi kekasihnya.


"Aku juga, ingin sekali menjadi istrinya".


Banyak lagi, ucap yang di lontarkan kepada Jacob.


Dia,hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


Membuat kaum perempuan, terhipnotis olehnya. Apa lagi, senyuman manis membuat klepek-klepek di hati.


Akan tetapi, Jacob datang karena menemui Jacqueline.


Sesampai di ruang tempat istirahat Jacqueline,akan tetapi Jacob tidak menemukan dirinya.


"Jacqueline,dimana kau ha? Keluarrrrr...aku tahu,jika dirimu ada di sini". Teriak Jacob,yang keluar dari kamar mandi malah Melda.


"Tuan Jacob, Nona Jacqueline tidak ada sini. Dia,dia pergi". Kekehnya Melda, meremas ujung bajunya.


"Pergi? Pergi, kemana dan bersama siapa". Delik mata tajam, Jacob. Yang siap, memangsa Melda.


Glekkkk....


Melda,hanya menunduk dan bulu kuduk seketika berdiri. "Tidak tahu, pergi kemana? Tapi,dia pergi bersama Tuan Rivaldo". Alibinya, Melda.


"Pergi, bersama Tuan Rivaldo? Baiklah,kau hubungi Tuan Rivaldo". Perintah Jacob,kepada sekertaris pribadinya. Matanya, masih tak luput memandang ke arah Melda.


"Mu-mungkin saja,dia pergi bersama Tuan Romi atau yang lainnya. Biasalah, masalah pekerjaan". Alasan Melda,tak mau jauh dari pintu kamar mandi.


"Pergi, bersama pria lainnya? Baiklah, hubungi Tuan Romi juga. Lalu,menyingkir lah dari balik pintu kamar mandi". Jacob, langsung menjauhkan tubuh Melda dari pintu tersebut.


"Tuan Jacob, Nona Jacqueline tidak ada di sana". Melda, terus-terusan mengelak lagi.


"Jacqueline,buka pintunya atau aku dobrak ha..!!! Sudah puas kah, mengerjai ku malam tadi". Jacob,terus menggedor-gedor pintu kamar mandi.


"Tuan Jacob,tidak perlu menggedor-gedor pintunya. Tinggal di buka,karena pintunya tidak terkunci". Kekehnya Melda, tersenyum kecil.

__ADS_1


Benar sekali, pintunya tidak terkunci. Aku datang Jacque, siap-siap menerima hukuman dariku. Batin Jacob,dia langsung membuka pintu. Tatapan mata tajam dan rahangnya mengeras seketika.


__ADS_2