
"Kalau,kak V menikah nanti. Mereka akan tinggal di sini kan? Wah... bakalan rame,mamah juga gak kesepian. Kak Laura, tidak menunda kehamilan kan". Tanya Jacqueline, seketika di meja makan hening seketika.
V,nampak gelisah gusar karena pertanyaan Jacqueline. Mulutnya,tak mampu menjawabnya. "Maaf,aku melakukan kesalahan. Tidak apa,mah. Aku akan segera menikah dan memiliki anak. Aku janji, tidak akan menunda kehamilan ku". Jacqueline,mencoba menepiskan rasa sedih yang di rasakan ibu angkatnya itu.
"Terimakasih, sayang. Kamu, selalu membuat mamah dan papah bahagia". Sarah, mengelus lembut rambut panjangnya Jacqueline.
"Pasti,aku akan melakukan hal apapun. Demi, kebahagiaan mamah dan papah". Jacqueline, mengecup pipi Sarah.
"Tapi,papah dan mamah. Akan merasakan, kesedihan. Jika,kamu pergi dan mengikuti suamimu nanti". Sahut Irfan, tersenyum kecil.
"Papah,aku akan mengikuti kemana suamiku. Tapi,kalau hamil dan memiliki anak. Kemungkinan,aku akan tinggal di sini". Jawab Jacqueline,tak ingin membuat mereka merasa sedih.
"Aku tidak, setuju. Walaupun, Jacqueline menikah. Dia,tetap tinggal di mansion ini. Aku, tidak akan membiarkan dia pergi kemana pun". Tegas V, langsung meninggalkan meja makan.
Entah kenapa, tiba-tiba dia merasa kesal dengan perkataan Jacqueline. Di sudut hatinya,tidak rela kehilangan Jacqueline. Apa lagi,di miliki oleh seseorang seutuhnya.
"Mah,pah... sebenernya,aku memiliki hubungan dengan Jacob. Tapi,kalian tau? Bagaimana, kehidupan para artis. Aku, menerimanya karena mengisi kekosongan di hatiku". Jacqueline, mengatakan bahwa dia. Memang memiliki hubungan, dengan pria lain. Kepalanya, menunduk karena takut tak di restui.
"Papah dan mamah, memang sudah tahu. Tapi, terserah kamu sayang. Kami,hanya mengikuti langkah kebahagiaan yang kamu pilih". Sarah, mengelus lembut pipi anak angkatnya.
"Mamah, makasih banyak. Jujur,aku sangat terharu sekali dengan kebaikan kalian dan selalu mendukung apa yang aku lakukan". Jacqueline, memeluk erat tubuh Sarah.
Selesai sarapan pagi, Jacqueline dan Melda langsung pergi jalan-jalan.
Mereka menikmati suasana liburnya, dengan berbelanja di mall.
"Jacqueline,tuan Yoshi ingin bertemu denganmu. Masalahnya, sekarang di kediamannya". Ucap Melda.
"Tuan Yoshi,hemmm... baiklah,kita ke sana. Aku sangat merindukan, suasana kediamannya. Apa lagi, banyak buah-buahan di kebun belakangnya". Jacqueline, langsung mau.
Yoshi, seorang sutradara film terbilang sangat muda. Walaupun, berstatus duda anak satu . Anaknya,masih berumur empat tahun.
Mereka menempuh perjalanan,selama dua jam. Suasana sangat damai,jauh dari perkotaan yang padat.
Udaranya sangat sejuk, apa lagi di kelilingi pepohonan dan rerumputan yang hijau.
Sesampai di kediaman Yoshi, Jacqueline dan Melda tercengang melihat sesosok duda beranak satu.
__ADS_1
"lihatlah,kalau aku mendapatkan ayahnya. Tentu saja,aku mendapatkan bonus anaknya. Apa lagi, seorang duda seperti tuan Yoshi. Mana ada, perempuan lain menolak ajakannya untuk menikahi". Kekehnya Jacqueline, tersenyum smrik
"Duda,apa perjaka. Hemmm...Hayo,pilih tuan Yoshi atau Jacob. Mereka sama-sama,termasuk berbisnis dalam dunia hiburan lo". Melda,menggoda Jacqueline.
Jacqueline dan Melda di sambut hangat oleh Yoshi dan anaknya. Saat keluar dari mobil dan bersalaman dengan.
Anak kecil berlarian dan memeluk erat tubuh Jacqueline. "Kakak,aku sangat mencintaimu. Aku juga memiliki, banyak foto-foto kakak". Bocah itu, tersenyum manis.
"Hai, terimakasih. Ngomong-ngomong,siapa namamu". Jacqueline, berjongkok sambil mengelus lembut pipi bocah itu.
"Namaku Lyodra Yin,panggil saja Ly kak". Bocah itu, memperkenalkan dirinya kepada Jacqueline.
Yoshi, tersenyum kecil melihat kedekatan anaknya dengan Jacqueline. "Sayang, ajaklah kakak cantik ke dalam". Yoshi, membisik ke telinga anaknya.
Melda,hanya cengengesan mendengarnya. Sedangkan Jacqueline, tersenyum dan kedua pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Bocah itu, menuntun tangan Jacqueline. Sesekali,dia menarik pelan. "Kakak, nanti kita petik buah. Apa,kakak suka buah di sana". Ly, menunjukkan kebun buah apel di samping.
"Tentu,kakak sangat suka memetik buah. Apakah,kakak bisa membawa buahnya pulang". Tanya Jacqueline, memasang wajah senang.
"Baiklah, terimakasih sudah mau membantu kakak". Jacqueline, memeluk erat tubuh bocah itu.
"Hahahaha... maafkan, anakku. Dia,memang seperti itu. Jika, menyukai seseorang". Yoshi,hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terimakasih,anda sudah mengundangku dan Melda ke sini. Jujur saja,aku menyukai tempat ini". Kata Jacqueline, membuat Yoshi merasa senang.
"Menyukai tempat ini,atau menyukai dudanya". Bisik Melda, langsung mendapatkan cubitan dari Jacqueline.
"Ly, duduklah di samping papah". Pinta Yoshi, karena anaknya tidak mau jauh dari Jacqueline. Bahkan,dia duduk di tengah-tengah antara Jacqueline dan Melda.
"Eeee... biarkan saja, dia di ini tuan". Kata Jacqueline, langsung.
"Benar sekali,karena kami sama-sama menyukai seorang anak". Kekehnya Melda, cengir kuda.
"Baiklah,kita lanjutkan dengan pembicaraan lainnya. Sebenarnya,aku ingin mengajak Jacqueline memerankan tokoh dalam filmku".
Mendengar ucapan Yoshi, membuat Jacqueline tercengang dan menoleh ke arah Melda. "Maksudnya, apa? Tolong,di jelaskan lagi" pintanya.
__ADS_1
"Begini,aku memiliki ide sangat baik. Aku menginginkan dirimu, sebagai tokoh dalam film terbaruku. Hanya tokoh, tamu undangan besar dan....". Yoshi, menjelaskan semuanya.
Jacqueline dan Melda, manggut-manggut mendengarnya.
Jacqueline,merasa tidak enak menolaknya. Akan tetapi,dia merasa tak bisa melakukan hal ini.
Jacqueline,meminta tempo waktu untuk berpikir panjang. Tidak mungkin,dia langsung menerimanya.
Selesai dengan semuanya, barulah Yoshi mengajak Jacqueline dan Melda. Mereka, berkeliling sekitar kebun buah-buahan dan memetiknya.
Yoshi, tersenyum kecil melihat anak dan Jacqueline bermain-main bersama. Walaupun, Melda terus kena getahnya.
Para pelayan langsung, menyaksikan seperti apa kebahagiaan mereka. "fiiiuuhhh.... akhirnya, kita lumayan banyak memetik buahnya". Gumam Melda,sambil mengigit buah apel di tangannya.
"Benar sekali, sepertinya sangat banyak. Pas sekali,besok kita berjualan di pasar". Jacqueline, menggeleng kepalanya. Pasalnya, Yoshi memberikan buah sangat banyak.
"Hahahaha.... Nona Jacqueline, bisa saja di ajak bercanda". Yoshi, tertawa lepas mendengar ucapan Jacqueline.
"Wahhh...kalau,kakak berjualan buah-buahan ini. Ly,mau bantu berjualan. Aku yakin,hanya hitungan detik pasti ludes buahnya". Ly, terlihat sangat senang.
"Sangat menggemaskan sekali, ingin sekali aku bawa pulang". Melda, mencubit pipi gembul Ly.
"Emangnya,kak Melda dan kak Jacqueline. Sama tempat tinggalnya,". Tanya Ly,yang penasaran.
"Benar sekali,kak Melda dan aku sama-sama tinggal di mansion". Jawab Jacquie, langsung.
"Wahhh..... Asyiiikk...papah,mau tinggal sama kak Jacqueline dan kak Melda ". Rengek bocah itu,kepada ayahnya.
"Eeee...mana mungkin, nanti malah merepotkan kakaknya. Gak usah,yah". Yoshi, berjongkok dan membujuk anaknya.
"Tuan Yoshi, hemmm... Anda, memang sering sibuk. Apa lagi,aku dan Melda tidak ada pekerjaan. Masih berlibur panjang, bagaimana Ly ikut dengan kami". Jacqueline, gak sanggup melihat wajah Ly sedih dan matanya sudah berkaca-kaca.
"papah.... plissss...". Rengeknya Ly, memohon izin.
Yoshi, memandang wajah anaknya dan menciumnya. "baiklah, asalkan jangan aneh-aneh dan jangan menyusahkan kak Jacqueline dan Melda. Janji,kepada papah".
"Janji, Horeeeeee....". Ly, terlihat kegirangan loncat-loncat mendengar jawaban dari ayahnya. Begitu juga, Jacqueline dan Melda. Merasa senang,bisa membawa Lyodra ke mansion.
__ADS_1