BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Ketahuan Berduaan


__ADS_3

"Huaaaa...lelah sekali, perjalanan yang sangat melelahkan". Jacqueline, membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Dua keluarga sepakat, akad nikah segera di laksanakan pada bulan depan". Ucap seorang pria, di ambang pintu dan masuk ke dalam kamar Jacqueline.


Jacqueline, langsung duduk dan membenarkan bajunya yang berantakan. Apa? Secepat itu,aku kira beberapa bulan lagi.batin Jacqueline,nampak gelisah. "Oh, baguslah kalau secepat itu".


"Yakin, secepat itu? Hemmm... matamu, tidak bisa berbohong kepadaku". Senyum smrik V, membuat jantung Jacqueline berdebar kencang.


"Lalu,kenapa ha? Bukan urusanmu, juga". Sungut Jacqueline,ia langsung berbaring kembali.


V, merangkak naik ke atas ranjang. Bahkan, Jacqueline langsung tiarap agar tidak bertatapan muka dengan V. Takutnya, imannya lemah dan jatuh di pelukkan V lagi.


Ada apa,ini? Kenapa,kak V jadi seperti ini. Jacqueline, jangan lemah dan jangan di berdayakan oleh V. Ingat,kamu akan menikah. V, melakukan hal ini kepadamu. Dia,hanya ingin menggagalkan pernikahan mu. Batin Jacqueline,dia meremas sprei. Saat hembusan nafas,V. Terasa di leher dan bagian tubuh belakangnya.


"Yakin, ingin menikah dengan pria lain". V, mengecup bahu Jacqueline yang mulus itu.


"Pergilah,kak. Aku mohon,jangan ganggu aku dan jangan hancurkan hubungan ku". Pinta Jacqueline,dia membalikkan badannya dan menahan wajah V. Saat wajah V, ingin menyambar bibirnya.


"Aku melihat manik-manik matamu, yang sedang berbohong kepadaku. Jacqueline,kamu tidak bisa mengelak lagi. Jika hatimu,hanya untukku". Senyum smrik, V.


"Iya,aku memang mencintai kak V. Bahkan,mamah dan papah tau. Tapi,apa kak V pernah memikirkan perasaanku? Nyatanya tidak,kak. Bahkan,kamu yang mencium bibirku dan memelukku. Di setiap saat,yang kamu mau. Tapi,kak V tidak ingin menikahi. Setelah,ada seseorang yang ingin menikahi. Kenapa,kak V ingin menghancurkannya? Apa kak,salahku!apa kak? Katakan,biar aku perbaiki". Isak tangis Jacqueline, meremas lengan kekar V.


"Ck,jika kamu memang benar mencintai ku. Kenapa,malah menikah dengan pria lain". Tanya V,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.


"Menjauhlah kak,aku seperti wanita murahan di hadapan mu". Jacqueline, mencoba mendorong tubuh V. Akan tetapi, kekuatannya tentu kalah.

__ADS_1


"Hussssttttt....kata siapa,kamu wanita murahan ha? Kalau ada, orang yang mengatakan hal itu kepada mu. Siap-siap saja,dia akan hancur di tanganku. Kau adalah berlian,yang sangat indah dan mahal di hidupku". V, mengelus pipi mulusnya Jacqueline dan mencium punggung tangannya juga.


Jacqueline, langsung membuang muka dan malu-malu mendengar pujian dari V. "Ikhlaskan saja,aku menikah dengan pria lain". Kata Jacqueline, tersenyum.


"Tidak,tidak akan pernah aku ikhlaskan dan aku lepaskan. Walaupun,kamu menikah sekalipun. Aku percaya, hatimu dan pikiran mu hanya tertuju kepadaku". Bisik V, penuh tekanan.


Deggg....


"Jangan gila,kak. Aku tidak ingin, melakukan hubungan diam-diam di belakang suamiku. Pergilah,jangan ganggu aku". Air matanya luruh sudah, hatinya sangat perih mendengar ucapan V.


"Yakin, tidak mau ha? Tubuhmu, meresponnya Jacqueline. Bahkan, hatimu juga sayang". V, mencekram dagu Jacqueline.


Jacqueline,hanya menggeleng kepalanya dan bibirnya di bungkam rakus oleh V. Awalnya, Jacqueline memberontak pada akhirnya dia menyerah. Sangat percuma, untuk memberontak karena kekuatannya tak kuat.


Hanya ada air mata mengalir deras,saat V mulai membuka kancing bajunya dan Jacqueline. Walaupun,dia tak melepaskan Jacqueline sekalipun.


Sontak V, langsung menoleh ke belakang dan terkejut.


"Papah,mamah". V, langsung menjauhkan diri dari Jacqueline.


Memang benar, Irfan dan Sarah mengetahui anaknya masuk ke dalam kamar Jacqueline.


Irfan dan Sarah,masuk ke kamar sebelah dan melewati balkon kamar. Beruntung pintu balkon kamar, tidak terkunci dan pas untuk memergoki kelakuan anaknya.


Irfan,yang sudah terlanjur emosi dan langsung menyeret paksa V.

__ADS_1


Plakkkk....


Wajah V,di tampar keras oleh ayahnya sendiri. Dia, seketika diam dan tidak membantah apapun. Karena memang benar,dia melakukan kesalahan besar.


Jacqueline, meringkuk di atas ranjang dan di peluk erat oleh Sarah. Tangisnya, langsung pecah. Dia,tak menyangka akan ketahuan oleh kedua orangtua angkatnya.


"Anak kurang ajar,mau jadi apa Aarav Fernandez? Bukankah, papah dan mamah untuk mengusulkan agar kamu menikah dengan Jacqueline. Sudah berapa kali,kami mengatakannya ha! Tapi,kamu selalu menolaknya. Saat seperti ini,apa kata orangtuanya Garrix. Jawab V! Apa yang kamu pikirkan,ha? Kamu kira, Jacqueline seenaknya kamu sentuh begitu ha! Papah dan mamah, sudah mendengar perkataan mu itu. Sungguh memalukan,papah malu memiliki seorang anak laki-laki seperti mu". Teriak Irfan,yang sudah emosi dari tadi.


V, masih duduk dalam keadaan diam dan menundukkan kepalanya. Ada rasa perih,di pipinya.


"Aku tetap menikah dengan, Garrix. Aku tidak mau, mempermalukan keluarga Fernandez. Lagian,yang tahu hanya kalian. Kak V,belum sepenuhnya menyentuhku". Ucap Jacqueline, membuat orangtua angkatnya tercengang mendengarnya.


"Jacqueline,papah dan mamah tahu! Kalau, kamu sangat mencintai V. Tidak masalah, jika keluarga Fernandez malu. Seiring waktunya berjalan,akan hilang sayang". Sarah, mengecup kening Jacqueline.


"Masalahnya,kak V tak akan pernah mau menikahi ku mah. Dia,dia hanya menganggap sebagai adik atau semacam boneka hidup untuk di mainkannya". Kata Jacqueline,dalam isak tangisnya.


"Jawab pertanyaan,papah. Kamu,mau menikahi Jacqueline atau tidak". Tegas Irfan, kepada anaknya.


"Percuma,pah. Percuma,dia menikahi ku tapi tidak menganggap diriku seorang istri". Sahut Jacqueline, langsung. "Lebih baik, aku bersama orang yang mencintaiku. Di bandingkan,aku mencintai orang itu. Walaupun bersama, tapi tidak bisa memiliki hatinya".


V, mengepalkan kedua tangannya. "Tau darimana,kamu? Soal hatiku,ha. Mentang-mentang,aku selalu menolak saat papah dan mamah. Untuk segera menikahi mu,ha. Aku, sengaja tidak menyetujui permintaan orangtuaku. Karena aku ingin,menguji mu Jacqueline. Karena cinta, pikiran mu ingin menikah dan menikah begitu. Aku, lebih tua dari mu Jacqueline. Aku menolak,bukan berarti aku tidak mau. Hanya saja, memberikan waktu untuk berpikir panjang. Ingat baik-baik, berpikirlah secara dewasa jangan gegabah dan plin-plan. Aku menolak karena, ingin kau berpikir dewasa Jacqueline. Menjalin hubungan dalam rumah tangga, tidak segampang yang kamu bayangkan. Papah dan mamah, sering kali bertengkar. Apa kamu,tahu? Tentu, tidak kan. Masalah keluarga Garrix,aku akan menyelesaikannya". Tegas V, langsung meninggalkan kamar Jacqueline.


Di luar kamar, sudah ada Melda dan Frans. Begitu juga, Huda yang baru datang. Suasana sangat tegang dan mencekam.


Irfan dan Sarah,hanya diam. Jacqueline, menahan tangan yang sudah di anggapnya sebagai ibu kandungnya.

__ADS_1


Beribu pertanyaan, yang ingin dia katakan. Memang benar,dia sering plin-plan tanpa memperdulikan sekitarnya. Sarah, melepaskan tangan Jacqueline. Dia,juga meminta Jacqueline untuk tenang dan bersabar.


__ADS_2