BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Suami-istri


__ADS_3

Pagi harinya, Jacqueline di rias wajahnya dan sudah mengenakan gaun akad nikah.


"Kurang tidur yah,kaya ngantuk". Kata seorang, wanita yang menghias kuku Jacqueline.


"Eeeee...iya,aku sangat gugup sekali". Jawab Jacqueline, tersenyum.


"Hemmm.. maklum, pengantin wanita kebanyakan mengalami hal itu. Santai,bawa rileks jangan gugup". Kekehnya wanita, tersebut.


"Anak mamah, sudah cantik. Sebentar lagi,akan datang mempelai pria dan keluarganya". Sarah, mencium kening Jacqueline.


"Aku sangat,gugup mah". Jacqueline, menggenggam erat tangan Sarah.


"Santai saja,mamah keluar dulu. Banyak tamu,yang sudah berdatangan". Sarah, langsung pergi meninggalkan kamar Jacqueline.


Hampir setengah jam, Jacqueline di dalam kamar dan mengunci. Karena dia tahu, apa yang terjadi di luar sana.


"Bagaimana,ini? Apa yang harus, aku katakan. Sangat memalukan,". Gumam Jacqueline,tak memperdulikan ketukan pintu terus di ketuk seseorang.


Di luar sana,tengah heboh karena tidak ada tanda-tanda kedatangan mempelai pria dan keluarganya.


Irfan dan Sarah, sudah gelisah dan mencemaskan pernikahan Jacqueline. Apakah,ada sesuatu yang terjadi.


Waktu ijab Kabul, sudah terlewati. Para tamu undangan, berbisik-bisik dan ada juga bertanya-tanya.


"Kenapa tidak, dimulai".


"Mana mempelai,prianya? Apa belum,datang".


"Aduhh..kapan mulainya,".


"lama sekali,tidak ada tanda-tanda mulai ijab kabul". Bisik-bisik,para tamu yang.


Entah,Kenapa! mempelai pria atau pihak keluarga mempelai pria juga tidak datang. Semua orang, tidak tahu apa-apa.


Irfan, seringkali menghubungi orangtua Garrix. Akan tetapi, tidak ada jawaban dan informasi lainnya.


"Kurang ajar sekali! Apa mereka sengaja, melakukan hal ini". Gerutu Huda,yang kesal.


Melda, mencoba menenangkan kekasihnya itu.


Frans,juga pergi ke kediaman orangtuanya Garrix. Atas perintah keluarga Fernandez,dia juga tak terima di perlakukan seperti ini.


"Sarah,kenapa mempelai pria tidak datang? Apa jangan-jangan, Jacqueline gagal menikah". Tanya seorang wanita,teman sosialita Sarah.

__ADS_1


"Ya sudah,ganti saja mempelai prianya. Anakamu, adakan". Sahut lainnya, juga.


"Kemungkinan,macet". Jawab Sarah,yang tidak enak hati.


"Kami, pengen liat lah. Gimana mantumu".


Sarah,hanya tersenyum dan kebingungan menjawab pertanyaan teman-temannya. Kenapa seperti,ini? Astaga, aku benar-benar tidak tahu apa-apa. Bagaimana, Jacqueline? Aku sangat, mengkhawatirkan keadaan anakku itu.


Jacqueline, menuruni anak tangga dengan sendirinya. Dia,masih berdandan pengantin wanita. Walaupun, dadanya terasa sesak. Setiap langkah kakinya, sangat susah di langkahkan. Perasaan sudah campur aduk, entah benar atau tidak? yang dia,lakukan ini.


Para tamu undangan, terpesona dengan kecantikan Jacqueline. Wajahnya, tidak ada terlihat kegelisahan dan sedih.


Irfan dan Sarah, merasa mencemaskan Jacqueline. Saat mengetahui,calon suaminya tak kunjung datang. Apa lagi,dia sudah turun dari kamarnya. Mereka bingung,harus berbuat apa. intinya, tidak tega melihat Jacqueline sakit hati


Astaga,kenapa turun? Tidak, Jacqueline wanita kuat. Apapun terjadi,dia selalu menerima dengan ikhlas dan sabar.batin V,yang langsung menghampiri Jacqueline.


"Kenapa,turun? naiklah". Kata V, tersenyum.


"Dia, tidak akan datang. Percuma,kita menunggunya". Kata Jacqueline, membuat orang-orang tercengang.


"Tidak, datang? Apa, Garrix mengirim pesan kepada mu. Katakan,sayang". Sarah, menggenggam erat tangan Jacqueline.


Jacqueline,hanya mengangguk pelan dan tersenyum. "Aku, tidak apa.semuanya baik-baik saja,jangan mengkhawatirkan keadaan ku".


"Pak Marsan,mana anakmu? Kenapa,kalian baru datang". Irfan,yang sudah di selimuti emosi.


"Pah,sabar". V, langsung menjaga jarak dengan Marsan. "Malu,di lihat orang tamu undangan".


"Maafkan aku,jeng Sarah. Kami, sudah berusaha semaksimal mungkin". Kata Elviya,ibu kandung Garrix. Nafasnya ngos-ngosan, keringat membasahi keningnya.


"Begini,pagi harinya Garrix tidak ada di kamarnya. Kami, sudah berusaha mencari Garrix kemana-mana. Tetapi,dia tidak ada". Ucap Marsan, dengan wajah begitu sangat bersalah.


para tamu undangan, terkejut mendengar ucapan orangtuanya mempelai pria. Ini adalah berita heboh,harus di sebarkan.


"Maafkan,kami. Yang gagal, mendidik Garrix. Dia,kabur dan menghilang. Entah,kemana? Maafkan kami, sudah mempermalukan keluarga Fernandez". Elviya dan Marsan, berlutut meminta maaf.


Sarah, langsung terduduk tak tega melihat seorang ibu. Memohon maaf, kepada keluarga Fernandez.


"Pak Marsan,jangan lakukan ini. Tolong, berdirilah. Kita akan mencari,jalan tengahnya". Irfan, langsung meminta Marsan dan istrinya untuk berdiri.


Marsan, menjelaskan semuanya kepada keluarga Fernandez dan tamu undangan.


Jika, Garrix pergi dan menghilang. Mereka sudah berusaha,mencari keberadaan Garrix. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda dia.

__ADS_1


Para tamu dan wartawan, nampak kecewa atas kegagalan pernikahan Jacqueline.


Jacqueline, terdiam dan meremas gaun akad nikahnya. Ada juga iba,kepada Jacqueline. Pernikahan pertamanya, gagal begitu saja. Bahkan, calon suaminya kabur entah kemana? Seakan-akan, penuh misteri yang tersembunyi.


"Aku mohon,kalian pulanglah. Karena tidak ada akad nikah, maupun resepsi pernikahan hari ini". Ucap Irfan, dengan MC. Irfan,nampam kecewa dengan hal ini. Satu yang paling ditakutinnya, apakah Jacqueline? Sanggup, menahan dirinya atas kegagalan pernikahan ini.


Elviya, memeluk erat tubuh Jacqueline. Karena Jacqueline, gagal menjadi menantu idamannya.


Sarah,juga mencemaskan keadaan Jacqueline. Sudah pasti,dia sangat terpukul saat ini. Inilah takdir yang harus,ditempuh dengan sabar.


"Berhenti, acara ini tidak ada di bubarkan. Akad nikah dan resepsi pernikahan, tetap di selenggarakan". Tegas V, rahangnya mengeras seketika.


Sontak membuat orang-orang tercengang, mendengar ucapan V. Orangtuanya dan Jacqueline, terdiam. Mereka nampak kebingungan,entah apa yang di lakukan V.


V, melepaskan jas dan menuju ke tempat akad nikah. "Pak penghulu,ayo kita mulai". Perintah V, tanpa memikirkan hal lainnya.


Irfan dan Sarah, terkejut dengan sikap V. Begitu Jacqueline,dia langsung menghampiri V. Aku harus melakukan Sesuatu,demi menjaga nama baik keluarga Fernandez. Kemungkinan,ini adalah jodohku yang sudah di takdirkan. batin Jacqueline, berusaha keras untuk menepis pikirannya.


Pak penghulu terdiam dan menatap ke arah orangtuanya V. Terutama ke arah, Irfan. Pak penghulu, ingin mendapatkan jawaban pasti.


Irfan,hanya mengangguk kepala dan tak bisa berkata apa-apa. Memang dari awal, Irfan dan Sarah. Sudah sepakat, untuk menikahi mereka berdua.


Para tamu undangan,juga menegang saat ini.


Mereka menantikan hal ini, mereka menyetujui hubungan antara mereka.


Jacqueline, langsung menatap tajam ke arah V. Yang sudah duduk, tangannya siap ijab kabul.


Jacqueline, memejamkan matanya dan duduk di samping V. Dengan lapang dada,dia berusaha untuk menahan air matanya. " Aku bersedia, Menikah dengan V". Kata Jacqueline, membuat orang-orang tercengang.


Ada raut senyuman manis,di sudut bibir Sarah. Akhirnya,doaku di kabulkan. Batin Sarah,dia sangat bahagia sampai memeluk temannya.


"Pak penghulu,kita mulai sekarang". Perintah V,tangan sebelahnya menggenggam erat tangan Jacqueline.


Jacqueline, memperhatikan setiap ucapan keluar dari mulut V. Ijab kabul,yang terdengar lantang di telinga Jacqueline. Tak henti-hentinya, memandang wajah V yang sudah resmi menjadi suaminya.


Apa yang kita inginkan,tak sesuai yang kita harapkan. Kita boleh berencana,akan tetapi Tuhan berkehendak lain. Batin Jacqueline, mencium punggung tangan V.


V,juga mencium kening Jacqueline. Ada senyuman manis,di sudut bibir mereka.


Sarah, langsung menghampiri anak-anaknya dan memeluk erat.


Irfan,juga begitu. Dia,tak menyangka bahwa akan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2