
"Frans,akan mengirim uangnya nanti". Kata V,karena Jacqueline terus-menerus mengambil cek tersebut. Kalau seperti ini, keenakan Jacqueline mengambil uangku dengan jumlah besar.
Jacqueline, langsung mengerucut bibirnya. Karena kesal, karena kakaknya tetap meminjamkan uang kepada Sunita.
Sunita, tersenyum merekah saat mendengar perkataan V. "Baiklah, aku pamit dulu karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan". Sunita, pamit undur diri. Rasanya, sangat gerah terlalu lama bersama Jacqueline.
Begitu juga Jacqueline,dia lebih dulu melenggang pergi. Pergi saja,karena sudah selesai dramanya. Moodku, lumayan membaik.batin Jacqueline.
"Jacqueline, tunggu! Ada perlu, apa? Tumben sekali, mampir ke kantor. Apa ada hal, penting? Bukankah, kamu sibuk dengan pekerjaan mu". V, mencegah Jacqueline pergi. Apa dia, ingin mengatakan sesuatu kepada ku? Apa,dia merindukan diriku. Aissss...kenapa,aku berpikir macam-macam.
"Aku sudah pulang, kebetulan sekali melihat ulat keket masuk ke perusahaan ini. Karena mood ku, tidak baik. Biasa,mau cari masalah. Bay,kak V". Jacqueline, keluar ruang kerja V. Sebenarnya,memang pulang. Tapi,ada pekerjaan tambahan. Eee...moodku ambyar,karena gagal makan siang bersama calon suami.
Mendengar ucapan Jacqueline,V hanya menghela nafas panjang dan bersandar di sofa. "Jangan pergi,aku ada hal penting yang di bicarakan". Selalu pergi, begitu saja. Apa dia, masih marah kepadaku.
"No,aku kecewa berat dengan mu kak". Tolak Jacqueline,yang sudah menjauh dari pandangan V.
Sunita,juga keluar dan menatap tajam ke arah depan. Karena Jacqueline,masih mengibas-ngibas cek tersebut.
Kurang ajar sekali, Jacqueline. Beraninya, mengerjaiku. Untung saja,V memiliki ide lainnya. Sial, sekali hari ini. Batin Sunita,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.
"Lumayan,lima belas triliun. Pas buat shopping, jalan-jalan dan foya-foya". Sindir Jacqueline, tersenyum smrik. Mending aku, panas-panasin si ular keket ini.
"Ck, menyusahkan orang lain. Apa kamu tidak berpikir,jika V susah payah bekerja dan berbisnis. Sedangkan kamu, seenaknya sendiri menghabiskan uangnya". Kata Sunita, yang sudah kesal kepada Jacqueline.
"Terusssss.... masalah,buat lo. Sunita,oh Sunita...!! Sadar dirilah,aku kan Jacqueline Fernandez. Seorang anak tersayang,dan adik tersayang V. Toh, tidak masalah aku menghabiskan uang ini". Jacqueline, semakin memanasi Sunita. Makanya,jangan melawan diriku. Wahai, Sunita si ulat keket.
Hap...
Sunita, tersenyum merekah saat cek uang berada di tangannya. "Lihatlah,cek ini berada di tanganku. Aku ambil satu,duanya aku akan kembalikan kepada V. Aku yakin,V akan senang hati karena aku membantunya".
"Ohh...hiks...hikss...huu...huu..aku sangat,sedih karena uangku hilang...Eee,tapi bo'ong. Lihatlah,apa cek itu benar atau tidak". Ejek Jacqueline, cekikikan tertawa.
Mata Sunita, membulat sempurna ternyata benar. Cek tersebut, kosong. "Kosong? Tidak mungkin,kamu". Tunjuk Sunita, dengan amarahnya.
__ADS_1
"Makanya, Jacqueline di lawan. Aku tahu,kamu bakalan merampas cek itu di tanganku. Yahh...aku sengaja, membuat dirimu bodoh". Jacqueline, langsung melangkah kakinya sedikit berlarian dan masuk ke dalam lift. Dia, melambaikan tangannya ke arah Sunita.
"Jacqueline, tunggu...!!!". Sunita, terlambat masuk ke dalam lift. Kurang ajar,dia benar-benar mengerjai ku hari ini.
Jacqueline,hanya cekikikan tertawa dan sudah beres mengerjai ulat keket itu.
************
"Lama sekali,darimana? Kami menunggu kedatangan mu". Gerutu Melda, sudah menyiapkan BBQ di kediaman. "Kamu melihat,pria di sana bersama Alvin? Dia, partner kerjamu nanti. Namanya,Sagara Caesar". Bisik Melda.
"Tadi,dari kantor dan menemui V. Kau tahu,aku mendapatkan cek ini". Jacqueline, memperlihatkan sebuah cek uang dengan nominal besar.
Melda langsung melotot dan mulutnya ternganga lebar. "Bungkam mulutmu, nanti ke masukan nyamuk baru tau rasa". Jacqueline,mengusap wajah Melda.
"Apa-apaan,sih? Aku,hanya syok. Lalu,apa kita akan bersenang-senang dengan uang ini". Senyum manis, terpampang di sudut bibir Melda.
"Dasar, mata duitan! Iya, dong. Lumayan,kita bisa shopping sepuasnya". Kekehnya Jacqueline,yang sama pemikiran mereka.
"Salam kenal, balik. Senang, bekerjasama dengan anda Nona". Sagara, tersenyum kecil.
"Jangan terlalu formal,biasa saja. Bukankah,kita partner kerja". Kekehnya Jacqueline, tersenyum manis.
"Sepertinya,aku harus mengambil momen kebersamaan kalian. Jacqueline, Sagara. Kalian, lakukan BBQ nya dan tertawa lepas. Ini sangat bagus, momen romantis". Alvin, mengarahkan kameranya langsung.
Jacqueline dan Sagara, terlihat sangat cocok.
"Sip! sangat bagus. Coba kamu,lihat". Alvin, memperlihatkan gambar kepada Melda.
"Yah... bisakah,kita lanjutkan BBQ nya. Aku tidak sabar, perutku sudah keroncongan". Rengeknya Melda, membuat yang lain cekikikan tertawa bersama.
Mereka bertiga, menikmati suasana santainya. sambil berbincang hangat dan membicarakan tentang pekerjaan.
"Aku dengar-dengar, Laura terkena gangguan jiwa. Tapi,aku tidak yakin". Kata Sagara, terlihat penasaran.
__ADS_1
"Namanya, juga akting. Dia, melakukan hal ini. Kemungkinan, untuk menghilangkan bukti skandalnya. Lalu,awak media lainnya. tidak meliputi skandalnya lagi. Takutnya, kejiwaannya terganggu lagi,itu kesempatan untuk masuk ke dunia hiburan. sesosok Laura,banyak di minati oleh sutradara perfilman lainnya. Aktingnya, tidak di ragukan lagi". Sahut Alvin, langsung.
"Tapi,apa benar apa yang di katakan Laura? Dia, melihat sesosok hantu di kamarnya dan mendorong tubuhnya di atas tangga". Kata Melda, membuat yang lainnya terdiam.
"Kalian sempat mendengar, kematian Kiara Yu Shin. Seorang artis pendatang baru,tapi aktingnya tak kalah dengan Laura. Lalu, dekat dengan sutradara Yoshi. Waktu itu, Laura jugakan". ucap Jacqueline, membuat yang lainnya tercengang dan terdiam.
"Ahh..!! Aku sempat dengar, dari sutradara Loli . Yang sudah bersaing dengan, sutradara Yoshi. Katanya, kematian Kiara akibat bunuh diri di apartemennya sendiri. Saat di periksa, Kiara habis aborsi. Sepertinya ,dia hamil di luar nikah. Tidak tahu,anak siapa? Namanya, dunia hiburan pasti melakukan hal apapun agar cepat terkenal dan meraih kepopuleran. Tapi ,jangan bilang-bilang sama siapapun. Karena ini,di rahasiakan". Ucap Sagara, setengah berbisik.
"Aborsi? Jadi, Kiara hamil. Kemungkinan, pria tersebut tidak mau bertanggung jawab. Apa lagi,dia mulai berkarir sebagai artis terbaik kan. Mengerikan sekali,". Jacqueline, bergidik ngeri mendengar Kiara aborsi.
"Dibunuh? Apa jangan-jangan,yang menghamili Kiara. Kenapa, kasusnya di tutup secepat itu". Melda,juga merasa janggal dengan kasus kematian Kiara.
"Bukan hanya Kiara, bahkan ada artis pendatang baru. Kalau tidak salah, namanya Shofie. Kasus kematiannya sama juga,tapi dia tengah mengandung". Sagara,juga menceritakan tentang kematian artis yang lalu."Namanya juga dunia hiburan,tentu banyak pesaing-pesaing lainnya. Bahkan, melakukan hal apapun". Sambung Sagara, terkekeh.
"Bisa tidak,jangan membahas orang yang sudah mati. Apa lagi,bunuh diri. Aku,aku tiba-tiba merinding". Kekehnya Alvin,dia memang penakut.
"Iya,sih. Seharusnya, kita tidak membahas tentang kematian mereka". Kata Jacqueline, tersenyum.
"Lah, bukankah kamu yang mulai". Sungut, Melda. Dia, menjulurkan lidahnya ke arah Jacqueline.
"Loli,itu perempuan atau laki-laki sih". Tanya Jacqueline, sedari tadi dia penasaran.
"Eee... tidak tahu,yah. Laki-laki,masa tidak tau". Sagara, memperlihatkan sebuah gambar dirinya dan seorang pria di sampingnya.
"Dia,yang bernama Loli". Tunjuk Jacqueline,yang langsung di angguki Sagara.
"Eeee... Ternyata laki-laki,kira tadi wanita". Kekehnya Melda, tersenyum kecil.
"Loliwan Shu,nama aslinya". Alvin, memberitahu nama asli sutradara Loli.
Apa kak V mengetahui, jika Kiara aborsi? Tapi,kak V tidak mengatakan apa-apa
apa lagi, tentang itu.batin Jacqueline,jiwa penasarannya meronta-ronta.
__ADS_1