
Jacqueline, menumpahkan air matanya. Matanya memandang lurus, ke arah laut.
Ayah angkatnya, memberitahu kepadanya. Jika V,akan melamar Laura Kiehl satu minggu lagi.
Pupus sudah harapan indah, untuk bersama V. Bicaralah, cintanya di simpan yang belum sempat tergapai ini.
Aku selalu mendoakan, kebahagiaan mu kak. Walaupun,aku yang menanggung rasa sakit ini. Sekarang aku sadar,jika aku hanya seorang adik tidak lebih. Batin Jacqueline, menghapus air matanya yang luruh.
Tubuh Jacqueline, menegang saat seseorang memeluknya dari belakang. "Seorang perempuan cantik,menangisi pria yang tidak tahu diri. Sayang sekali,air mata ini sia-sia". Jacob, menghapus air mata Jacqueline.
"Lepaskan,jangan seperti ini tuan Jacob". Jacqueline, mencoba melepaskan pelukan pria itu.
"Hussssttttt... diamlah, nikmatilah saja". Jacob,tak segan-segan mengecup punggung Jacqueline yang tidak terhalang oleh sehelai benang pun.
Bulu-bulu halus meremang, berdiri. Saat Jacob, mengecup punggung dan lehernya di belakang. "Tuan Jacob,tolong jaga sikap anda. Belum puaskan, dengan berita itu".
"Ckckck.... kita berada di tengah laut, Jacqueline. Bukan di tengah,kota. Apa lagi,kita sepasang kekasih. Bagaimana,jika kita benarkan saja ucapan orang-orang lain". Jacob, semakin erat memeluk Jacqueline.
"Lepassss....". Akhirnya Jacqueline,bisa lepas dari pelukkan Jacob. "Jangan harap,". Bentak Jacqueline,lalu melangkah kakinya untuk pergi.
Baru saja dua langkah, Jacob malah mencekal lengan Jacqueline dan menariknya. Hingga jatuh ke pelukan Jacob, dengan sigap. Dia, menyambar bibir Jacqueline dan menahan tengkuk lehernya untuk memperdalam ciumannya.
Jacqueline,hanya pasrah karena tubuhnya di kunci Jacob.
"Aku menyukai, bibirmu ini". Jacob,mengusap bibir Jacqueline. Nampak bengkak,karena Jacob terlalu agresif.
Jacqueline, ngos-ngosan mengatur nafasnya.lalu, bersandar di dada bidang Jacob. Tentulah, Jacob tersenyum sumringah karena Jacqueline sudah jatuh ke pelukannya.
"Ak-aku mau,tidur". Jacqueline, melepaskan pelukan mereka.
"Apa perlu antar dan tidur bersama,hanya tidur. Tidak melakukan apapun, percayalah" bisik Jacob, menggoda Jacqueline.
Kedua pipinya sudah memerah seperti, tomat masak. Jacqueline, menahan rasa malu. Ada senyuman kecil, di sudut bibirnya. "Tidak,aku pergi sendiri". Tolaknya,saat bangkit dari duduknya.
Jacob,malah menarik dan jatuh lagi ke pelukannya. Tentu saja, Jacob menyambar bibir Jacqueline lagi.
__ADS_1
Untuk kali ini, Jacqueline membalas ciumannya. Mereka berdua, sudah sepasang kekasih. Demi menuruti perkataan, Jacqueline. Hubungan mereka,harus di sembunyikan dulu.
"Apa ini, namanya cinta? Tak ingin, jauh dari kekasihnya". Jacob,tak henti-hentinya memandang wajah cantik Jacqueline.
Jacqueline,hanya memutar bola matanya dengan malas. "Sudahlah,aku ngantuk sekali. Selamat malam,daahhh....jangan terlalu begadang". Kata Jacqueline, melambaikan tangannya dan menghilang dari pandangan Jacob.
Sesampai di kamar, Jacqueline langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. "Astaga,kenapa jantungku berdegup kencang. Masa iya,cinta secepat itu tumbuhnya". Gumam Jacqueline, memejamkan matanya.
Melda,yang sudah terlelap tidur di sebelahnya. Tidak tahu,jika sahabatnya sudah menjalin hubungan dengan Jacob.
*************
"Hemmmm.... akhirnya, selesai juga". Ucap Jacqueline, menghirup jus jeruk di tangannya.
"Jacqueline,mamah Sarah meminta kita pulang. Kata mamah,ada sesuatu yang di katakan". Jacqueline, tercengang mendengar ucapan Melda.
"Hemmm...dua hari sebelum lamaran,kita akan pulang". Jawab Jacqueline,dia ingin melihat kebahagiaan kakak angkatnya itu.
"Yakin? Kirain,gak pulang". Melda, terkejut mendengar jawaban Jacqueline. Apa, Jacqueline memiliki rencana untuk mencegah terjadinya lamaran ini. Tebak Melda, menatap tajam ke arah Jacqueline.
"Melda,aku tahu! Apa yang ada,di pikiranmu. Tenang saja,aku ikhlas melepaskan. Ngomong-ngomong,ada sesuatu yang tidak kau ketahui". Kini Jacqueline,malah membuat Melda penasaran.
"Akan aku beritahu, asalkan tangkap aku. Bleee....". Jacqueline, menjulurkan lidahnya.
"Awas kau, Jacqueline... Aku akan menangkap mu". Melda, langsung mengejar Jacqueline.
Jacqueline,hanya tertawa cekikikan dan terus berlarian mengelilingi kapal pesiar.
Cukup lama, Melda mengejar Jacqueline. Akan tetapi,tidak berhasil menangkapnya. Nafas keduanya, sudah ngos-ngosan tubuhnya tersandar lemas.
"Aku menyerah, tidak kuat lari". Melda, langsung angkat tangan.
"Sayang,di sini kamu rupanya ". Jacob, langsung merangkul pinggang Jacqueline dan mencium pucuk kepalanya.
Mata Melda, melotot dsn mengerjapkan beberapa kali. "Omoooo....jangan bilang,kalian jadiaaaaan...". Teriak Melda, kegirangan loncat-loncat.
__ADS_1
Kini Jacqueline dan Jacob,hanya cekikikan tertawa melihat tingkah Melda.
Jacob,membawa Jacqueline ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Mereka saling berpelukan dan berciuman dengan mesra. Hingga akhirnya, Jacob membawanya ke atas ranjang.
Jacqueline,susah payah meneguk salivanya. Saat Jacob, melepaskan bajunya. Terlihat jelas, sixpack perut dan begitu kekar.
"Jacob....". Jacqueline, sudah gugup saat ini. Jari telunjuk Jacob, menyentuh bibirnya untuk diam.
"Huusssstttt...sore ini,kita sudah sampai di pelabuhan. Otomatis,kita berpisah dan susah berduaan. Biarlah, seperti ini. Hanya berbaring dan pelukan, selebihnya kita ciuman saja". Bisik Jacob, sudah mencium leher Jacqueline.
Jacqueline,hanya meremas lengan kekar Jacob merasakan tubuhnya bergetar hebat. Saat Jacob,mulai memberikan jejak di lehernya.
"Sssshhhttt...." Jacqueline,menahan mulutnya agar tidak bersuara aneh-aneh.
"Tenanglah,aku tidak akan melewati batas". Jacob, tersenyum dan mengelus pipi mulusnya. "Aku akan merindukan, suasana ini sayang. Apa lagi, jadwal ku sangat padat. Aku harus, membintangi film terbaru. Jangan cemburu,jika ada adegan romantis di film itu". Kekehnya, membuat Jacqueline berwajah masam.
"Hemmm... selebihnya,bibirmu juga di cicipi wanita lain". Ketus Jacqueline, memalingkan wajahnya. Astaga,kenapa aku malah jadian dengan seorang artis.
"Eeeee...aku akan, melakukan peran pengganti sayang". Jacob, mencubit pipi kekasihnya.
"Empat hari lagi, aku akan pulang ke luar negeri. Kakak angkat ku, mengadakan lamaran. Aku,harus pulang. Gak papakan,aku tinggal". Jacqueline, mengelus-elus wajah Jacob. Yang begitu mulus dan terbilang sempurna.
"Berapa hari? Apa lama, baru pulang. Aku tidak bisa kemana,karena padat jadwal. Jangan menyiksaku, dengan kerinduanmu Jacqueline". Jacob,mencium sekilas di bibir Jacqueline.
"Mungkin, semingguan. Tapi,aku tidak janji". Jawab Jacqueline, sedangkan Jacob memasak wajah sedih.
Jacob, berbaring di atas Jacqueline dan meletakkan kepalanya di dadanya. Detak jantung Jacqueline, terdengar oleh Jacob. Akan tetapi,dia memahami kegugupan sang kekasihnya.
"Baiklah, asalkan jangan aneh-aneh di sana. Aku, sangat mengkhawatirkan keadaan mu. Jika jauh dariku, ingatlah jangan sampai jalan dengan pria lain". Kini wajahnya, sejajar dengan wajah Jacqueline.
Astaga..... imutnya bayi-bayi mungil,kalau Jacob sedang gemes seperti ini. "hemmm...aku mengerti,". Jacqueline, langsung menangkup kedua pipi Jacob dan mencubit lalu di tarik.
"Huaaaa....sakit ayang,ini pipi. Bukan squishy" rengeknya Jacob, membuat Jacqueline semakin gemes.
__ADS_1
"Utututuhhh.... gemesin,tau". Jacqueline,tak henti-hentinya memandang wajah tampan Jacob."makasih, sudah mengisi hati ku". Jacqueline, membenamkan wajahnya di dada bidang Jacob.
Jacob,hanya merasakan kehangatan dan mata mereka mulai terpejam. Kantuk mereka, tiba-tiba datang. Berselang beberapa menit, dengkuran halus terdengar. Sepertinya, mereka berdua sudah terlelap dalam mimpi.