BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Mempermalukan


__ADS_3

Jacqueline, nampak bersinar di mata orang-orang yang melihat tampilannya.


Apa lagi,para wanita-wanita yang tergoda dengan kalung berlian tepatnya di leher Jacqueline. Seakan-akan, Jacqueline menghipnotis para kaum hawa.


Istri para pembisnis lainnya, merengek-rengek meminta belikan sebuah kalung berlian yang di pakai oleh Jacqueline.


Apa lagi, kata-kata manis yang keluar dari mulutnya Jacqueline. Membuat mereka, berlomba-lomba ingin memilikinya.


Rivaldo,juga tak luput dari pandangannya. Dia, sangat kagum dengan kecantikan Jacqueline malam ini. Begitu juga, dengan Romi nampak gelisah dengan kedekatan Rivaldo.


Kurang ajar sekali, Rivaldo. Berani sekali, berfoto bersama Jacqueline. Bahkan, tangannya melingkar di pinggang Jacqueline. Sial, kenapa aku cemburu melihat kedekatan mereka. Batin, Romi.


Rivaldo, tersenyum Merekah. Karena banyak membeli perhiasan,yang di pamerkan oleh Jacqueline. Tentu saja,dia mendapatkan untung besar. Rivaldo, sudah yakin dari awal.


Byuuuurrrrr.....


"Aaaahh....". Jacqueline, terkejut karena seseorang menyiramnya dengan segelas minuman wine. Wajah dan bajunya, sudah basah terkena. Apa lagi,baunya menyengat. Jacqueline,tidak menyukai minuman wine.


Orang-orang sekitar tercengang, melihat kejadian tersebut. Mereka semua, berbisik-bisik wanita tersebut. Berani, melakukan hal seperti. Terhadap keturunan keluarga Fernandez, sudah pasti wanita itu mendapatkan masalah besar.


Jacqueline, menatap tajam ke arah seseorang yang berani menyiraminya. "Kamu....". Jacqueline, menunjukkan jarinya ke arah Nita.


Sungguh,berani sekali dia melakukan hal ini kepada ku. Siap-siap saja, kamu akan di injak-injak oleh orang sekitar.


Yah... Nita dan Angel, tersenyum mengejek ke arah Jacqueline. "Kenapa,kamu terkejut melihat aksiku ha? Dasar pelakor". Nita,tak segan-segan mendorong tubuh Jacqueline.


Kebetulan Rivaldo,sempat menahan tubuh Jacqueline agar tidak jatuh. Membuat Angel,marah melihat pemandangan di hadapannya.


"Rival,kenapa kamu menolongnya ha? Lepaskan, tanganmu". Angel, memisahkan tunangannya dari Jacqueline.


Akan tetapi, Rivaldo malah mendorong tubuh tunangannya itu. Tanpa memperdulikan, tatapan orang-orang lain.


Romi,yang langsung tergesa-gesa menghampiri Nita istrinya itu. "Sial,dia ingin aku berakhir di tangan keluarga Fernandez". Gumam Romi


Plakkkk....

__ADS_1


Rivaldo,tak segan-segan menampar wajah Angel. Walaupun,dia calon istrinya itu. "Diam kamu, Angel. Berani sekali, mendorong Jacqueline. Dia adalah seorang model terkenal dan keturunan keluarga Fernandez. Kamu harus,ingat itu. Aku tidak mau, kenapa-kenapa Angel. Jika sampai,aku terkena masalah atas kejadian ini. Siap-siap,aku bakalan memutuskan pertunangan kita". Tegas Rivaldo,dia sudah emosi terhadap sikap Angel.


"Rivaldo,kenapa kamu malah membela dia ha? Dia, seorang pelakor. Dia, sudah merusak rumah tangga ku. Gara-gara dia,aku dan suami....".


Plakkkk....


Belum sempat Nita, menyelesaikan perkataannya. Akan tetapi, wajahnya sudah di tampar oleh Romi. "Cukup, Nita...!!!". Bentak Romi, yang sudah marah kepada istrinya.


Jacqueline, melihat kejadian ini. Dia,malah tersenyum merekah Karena berhasil menghancurkan mereka.


"Mas,kenapa kamu malah membela dia. Aku cemburu mas, melihat kedekatan kamu dan dia. Bahkan,makan berdua". Bentak Nita,air matanya luruh sudah.


"Aku makan bersama,karena bisnis Nita. Anggap saja, sebuah perayaan atas kesuksesan kami". Tegas Romi, dadanya naik turun mengontrol dirinya. Dia, ingin sekali melayangkan satu tamparan di wajah istrinya itu.


Keadaan sudah nampak ricuh, orang-orang mulai berbisik-bisik. Wartawan,juga meliputi mereka.


"Romi, kamu tega menampar ku ha! Demi membela, pelakor itu". Nita, menunjukkan jarinya ke arah Jacqueline. "aku istrimu,kenapa kamu tega mempermalukan diriku di tempat umum ini".


"Diammmm....!! Kamu, sudah bikin malu Nita. Aku dan Jacqueline,hanya rekan bisnis. Semua orang tahu,jika aku dan Jacqueline hanya bekerjasama. Kamu, merusak segalanya Nita. Siap-siap,kamu akan hancur di tangan keluarga Fernandez. Aku tidak memperdulikan, bagaimana nasip mu nanti". Bentak Romi, emosinya menggebu-gebu disaat ini.


Hingga orang-orang sekitar, merasa iba kepada Jacqueline. Bagaimana rasanya,jika di fitnah menjadi seorang pelakor. Nyatanya, tidak ada bukti-bukti tentang perselingkuhan mereka.


"Maaf,kami tahu. Jika Jacqueline, dengan perusahaan Indramayu hanya sebuah kerjasama saja. Begitu juga, dengan perusahaan Rocky. Anda,jangan mengada-ada dan memfitnah nona Jacqueline". Ucap seseorang, melainkan wartawan.


"Benar sekali, bukankah nona Jacqueline dan Tuan Romi. Sudah menjelaskan, semuanya. Bahwa, mereka hanya sebatas rekan bisnis. Begitu juga, dengan Tuan Rivaldo". Sahut lainnya,juga.


"Sepertinya, istri anda terbawa cemburu tuan Romi. Mohon, untuk menasehati istri anda. Jangan sembarangan,menebar fitnah segala". Sahut lainnya juga,sehingga Nita seakan-akan terpojokkan.


Romi dan Rivaldo, mereka takut berhadapan langsung dengan keluarga Fernandez. Apa lagi,di buat malu seperti ini.


"Baru juga, tunangan. Sok-sokan belagu,suka nuduh sembarangan".


"Kasian sekali,tuan Rivaldo mendapatkan calon istri seperti Angel. Orang hanya berbisnis,malah di cemburuin. Apa lagi, berani menyinggung keluarga Fernandez. Siap-siap saja, kehancuran akan datang".


"Kasian sekali, keluarga Rocky mendapatkan calon menantunya seperti itu".

__ADS_1


"Malu-maluin keluarga besar, Indramayu saja".


"Ck, tukang fitnah segala. Huuuu....".


Nita dan Angel, terkejut mendengar ucapan yang di lontarkan setiap orang-orang sekitar.


Niatnya, untuk menginjak-injak harga diri Jacqueline. Malah mereka,di amuk massa.


Romi dan Rivaldo, siap-siap berurusan dengan keluarganya dan menahan rasa malu.


Apa lagi caci-maki,dari orang lainnya dan termasuk rekan bisnis mereka.


Keluarga besar Indramayu dan Rocky, langsing meninggalkan acara tersebut. Malu, itulah yang di rasakan oleh mereka.


Romi dan Rivaldo, tak segan-segan menyeret paksa Nita dan Angel keluar.


Seumur-umur baru kali ini, mereka di buat malu. Oleh pasangan masing-masing, Nita dan Angel merengek-rengek meminta maaf dan memohon-mohon segala.


Akan tetapi Romi dan Rivaldo, sudah di selimuti amarah yang tengah memuncak ingin meledak.


Jacqueline, langsung di bawa ke sebuah kamar hotel di tempat.


"Apa kamu puas, Jacqueline". Tanya Melda, menoleh ke arah temannya.


Jacqueline, mengganti pakaiannya. "belum, Melda. Ini hanya seberapa,". Jawab Jacqueline, dia tidak menyangka rencananya akan berhasil.


Dimana kah, Huda? Hingga, tidak ada di tempat kejadian. Tentu saja, Huda tengah berbaring di atas ranjang. Dia, tertidur pulas karena Melda memberikan obat tidur yang berjangka waktu lama.


"Sepertinya,kamu sangat berbakat menjadi peran penjahat. Kenapa, tidak menjadi seorang bintang film? Aku yakin,aktingmu sangat bagus". Kekehnya Melda, dia tersenyum sumringah.


"Melda,aku tidak ada niatan untuk menjadi bintang perfilman. Entahlah,aku juga bingung". Kata Jacqueline, merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Saat ini,aku sedang berbahagia. Aku yakin, hubungan mereka sudah di ujung tanduk. Hanya sekali jentik, mereka akan jatuh sejatuh-jatuhnya". Senyum smrik, Jacqueline.


"Kalai begitu, bagaimana kita berpesta". Melda, langsung merangkul pundak Jacqueline.

__ADS_1


"Baiklah,kita berpesta sekarang". Jacqueline dan Melda, langsung melenggang pergi meninggalkan kamar hotel itu.


__ADS_2