BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Buku Diary


__ADS_3

"Hiks....Hiks... Terimakasih,karena kak V dan kak Frans. Selalu, mendukung ku dan memberiku semangat. Apa lagi, kondisi kak Loeis seperti ini. Aku, tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa kalian,entah bagaimana hidupku? Hikss...Hiksss..". Lauri, menangis kesegukan.


"Huusssstttt... diamlah, mereka sudah mendapatkan karmanya. Yoshi dan Laura, sudah meninggal dunia. Mereka, menebus kesalahannya sendiri. Lauri, jangan memikirkan apapun. Jangan sungkan, untuk meminta bantuan. Tenanglah,aku akan memberikan apa yang kamu butuhkan. Bukankah, aku mentransfer uang setiap bulannya. Jadi,kamu fokus saja dengan kakak mu". V,mengelus lembut rambut Lauri.


"Tapi,aku merasa tidak nyaman kak. Bagaimana, istri kak V? Mengetahui,jika menafkahi wanita lain". Kata Lauri, menghapus air matanya.


"Tenang saja,dia tidak tahu. Percayalah,aku akan memberitahunya nanti". V, menghapus air mata lauri. Huuuff...Entah, bagaimana cara berbicara kepadanya? kemungkinan, Jacqueline sangat marah besar. Tentunya,aku di hadapi oleh mamah.


Kecemburuan Jacqueline, semakin menggebu-gebu. Ingin sekali, menghampiri mereka. Tetapi,masih banyak ingin tahu. Apa,yang mereka bicarakan. Awas kamu,kak V. Ingatlah,aku akan memberikan mu pelajaran yang setimpal. Aku,tengah hamil begini. Kamu,malah menyembunyikan sesuatu dengan ku. Batin Jacqueline, mengepalkan kedua tangannya.


"Kakakmu, syok dan stroke karena melihat secara langsung. Dimana, Kiara di bunuh oleh Yoshi dan Laura.. maaf,kami tidak sempat membantu kiara teman kami. Seandainya,ada waktu sedikit lagi. Kemungkinan,kakakmu tidak syok berat seperti ini". Frans, tersenyum dan mengelus punggung Lauri.


Di sudut ruangan lainnya, Melda mencoba sabar. "Sekarang, kita tahu. Apa, penyebab kematian Kiara. Ternyata,di bunuh oleh mereka berdua". Kata Melda, tersenyum. "Jacqueline,kamu tidak apa-apa kan? Sabar, apa kita labrak mereka. Aku, tidak mementingkan kematian Kiara. Tapi,kita beruntung menemukan faksa yang mengejutkan. Diam-diam, tidak menyukai wanita. Tapi, mereka diam-diam menyembunyikan wanita di tempat ini".


"Jangan,aku memiliki ide cemerlang. Agar,kak V merasa di bodohi oleh seseorang ". Senyum smrik, Jacqueline. Mereka berdua,kembali ke kamar tadi.

__ADS_1


****************


Beberapa saat kemudian, Lauri membukakan pintu kamarnya."maaf,aku mengunci pintunya. Hanya, berjaga-jaga saja." Kekehnya.


"Eee... tidak apa, Lauri. Mereka, sudah pergikan". Tanya Jacqueline, langsung di angguki Lauri.


"Fiuuhhh... akhirnya, ya sudah. Kami pamit dulu,gak papakan. Boleh dong, kapan-kapan kami berkunjung ke sini". Tanya Melda, tersenyum.


"Eeee...Tentu,boleh. Aku, senang sekali melihat kedatangan kalian". Jawab Lauri,akan tetapi raut wajahnya tidak suka dengan mereka. "Maaf,aku tidak bisa berbuat apa-apa. Apa lagi, tentang kematian Kiara. Hanya kakakku, kemungkinan tahu. Tapi, melihat kondisinya seperti ini. Mana mungkin, tahu". Alibi Lauri, wajahnya terlihat sedih.


"Tidak apa,kami memahami segalanya". Jacqueline, menepuk pundak Lauri.


Di perjalanan menuju pulang, Jacqueline membacakan diary loeis. Sebuah fakta, mengejutkan yang di rahasiakan.


"Namaku Loeis shu,aku bekerja menjadi manager Laura selama dua tahun. Kejadian yang sangat mengerikan sekali. Aku, melihat secara langsung dengan mataku sendiri. Saat Yoshi dan Laura,membunuh Kiara. Aku tahu,jika Kiara tengah mengandung anak Yoshi. Yah, seorang sutradara film terbilang terkenal. Mereka berdua, tidak memiliki hati nurani dan langsung melenyapkan Kiara. Aku, tidak sanggup mengungkapkan kematian Kiara. Karena aku, sangat takut. Tidak memiliki bukti,yang kuat. Hingga akhirnya,aku jatuh sakit keras. Suatu hari,dua orang pria datang menemui ku. Ternyata, keluarga Fernandez dan mencari sesuatu tentang kematian Kiara. Aku, ketakutan dan ketakutan. Seakan-akan, kejadian itu menghantui ku". Jacqueline, membacakan diary Loeis. "Penyebabnya Yoshi, sangat marah kepada Kiara. Karena dia, meminta pertanggung jawaban dari Yoshi. Tetapi, Yoshi Yuda mau karena dia di jebak oleh Laura. Yah, setahuku Laura menjebak Yoshi dan Kiara. Hanya untuk, menyingkirkan Kiara dari dunia akting. Apa lagi, Kiara menjadi pemeran utama film terbaru. Karena iri hati, membutakan mata Laura dan nekat melakukan hal itu. Aku, berusaha untuk mencegah Laura. Tetapi, tidak mampu berbuat apa-apa ".

__ADS_1


"Aku yakin, kak V dan Frans. Dua pria,dari keluarga Fernandez". Sahut Melda, sambil menyetir mobilnya. "Lanjutkan membacanya,aku penasaran sekali. Sungguh, tragis yang di alami Kiara. Ternyata, Laura sangat kejam dan menakutkan".


" Dua pria dari keluarga Fernandez, mereka adalah Aarav Fernandez dan Frans. Sejak aku, sakit keras. Aku, di rawat di rumah sakit. Merekalah,yang membayar biaya semuanya. Termasuk,adikku sendiri Lauri. Saat aku,mulai sembuh dan akhirnya aku mulai menceritakan tentang kematian Kiara. Mereka, memberikan sejumlah uang besar kepadaku. Aku,juga bermohon-mohon kepada mereka. Agar, tidak ketahuan oleh Yoshi dan Laura. Jika aku, memberitahu kebenarannya. Yah... mereka, menyanggupinya dan merahasiakannya". Jacqueline, berhenti membaca diary Loeis.


"Kasian sekali, Loeis sempat mengalami trauma berat. Lanjutkan lagi,aku penasaran sekali". Kata Melda, dengan santainya.


Sebelum melanjutkan membacanya,dia menyempatkan untuk minum beberapa tegukan . "Waktu telah berlalu,aku sudah mulai membaik. Tetap saja, tidak berani keluar rumah. Takut, itulah yang aku pikirkan. Uang semakin menepis, bahkan adikku Lauri terus memaki-maki ku. Karena aku, tidak bisa bekerja dan uang sudah mulai habis. Dia,berusaha untuk menghubungi V meminta bantuan. Apa lagi,kalau bukan uang. Lauri, memberitahu kepada V keadaan ku semakin memburuk dan uang yang di berikan habis untuk berobat. Aku, benar-benar marah kepada Lauri. Dia, memanfaatkan kebaikan V hanya demi uang. Aku, merampas Ponselnya dan mencoba melawan. Namun, sayangnya aku tidak kuat melawan adikku. Tubuhku, masih lemah dan terus melemah. Entah,cairan apa yang di suntikan ke tubuh ku. Ingin memberitahu tentang kebenaran ini, selalu berusaha. Tetap saja, tidak bisa. Pada akhirnya,V memutuskan untuk mentransfer uang setiap bulan ke rekening adikku. Demi, merawat keadaan ku dan biaya hidupnya. Hatiku hancur, melihat sikap adikku yang memanfaatkan kebaikan seseorang ". Jacqueline, meneteskan air matanya dan berhenti membaca diary Loeis.


"Jadi, Loeis sakit dan bertambah parah? Astaga,karena keserakahan adiknya sensasi. Ck,kita harus membasmi bakteri seperti itu. Enak saja,dia memanfaatkan kebaikan Kak V". Decak Melda, dengan kesal.


"Sepertinya, Lauri menaruh rasa kepada Kak V. Terlihat, jelas dari gerak-geriknya tadi. Mencari simpati,agar kak V tidak mencurigai". Sahut Jacqueline, meremas buku diary di tangannya.


"Aku,akan melanjutkan membacanya lagi". Kata Jacqueline,membuka lembaran kertas. "Aku, berusaha menyelipkan sebuah kertas ke kepada V dan Frans. Tetapi, Lauri mengetahuinya. Hingga aku, tak bisa melakukan apapun. Tubuhku, semakin sulit di gerakkan. Berharap,ada seseorang yang membaca diary ku. kemungkinan,adikku masih memanfaatkan kebaikan V. Sungguh,harga diriku hancur berkeping-keping karena kelakuan adikku sendiri". Jacqueline, menghentikan membacanya.


"Kenapa,berhenti ? Ayolah, teruskan". Rengeknya Melda, langsung.

__ADS_1


"Aku,lapar Melda. Kita cari makan, yuk". Kekehnya Jacqueline, meletakkan buku diary di sampingnya.


Melda, langsung mengangguk kepala dan mencari tempat makan siang mereka.


__ADS_2