BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Kencan


__ADS_3

Prokkk.... Prokkk... Prokkk....


"Sangat bagus,akting anda nona. Aku sudah yakin,jika akting nona sangat memuaskan". Yoshi, tersenyum merekah karena Jacqueline berhasil membuatnya kagum.


"Terimakasih,tuan Yoshi. Jujur,aku sangat beruntung sekali karena berakting dalam film terbaru anda. Walaupun,hanya beberapa adegan saja". Jacqueline, tersenyum manis.


"Hemmm... kenapa, tidak terjun ke dunia perfilman? Kan bisa, menjalankan model juga. Nona Jacqueline,aku bisa menjadikan anda seorang artis terkenal di perfilman". Yoshi,tak main-main dengan tawarannya. Kemungkinan,jika orang lain langsung menyetujuinya.


Akan tetapi, Jacqueline malah menolaknya dengan."Tidak, terimakasih atas semuanya. Tuan Yoshi, hemmm....jika anda sibuk, Ly bisa titipkan pada ku". Jacqueline, sudah jatuh hati kepada anak itu.


Tentu saja Yoshi, tersenyum dan mengangguk. "Baiklah, terimakasih sudah menjaga anakku beberapa hari ini"


"Oke,aku kembali istirahat dulu". Jacqueline, malu-malu kucing.


"Aaahh... nona Jacqueline, maukah makan malam bersama ku". Yoshi,juga nampak cengengesan. Sial,kenapa mulutku tidak bisa di rem.batinnya, tersenyum. "Kalau tidak,tidak masalah. Aku tidak keberatan, mungkin karena kakakmu atau hal lainnya". Yoshi, jangan kecewa Kepadanya. Masih banyak waktu,jika dia menolaknya.


Bagaimana ini,apa lagi di kak V. Semoga saja, tidak terjadi apa-apa. Batin Jacqueline,masih terngiang-ngiang masa lalunya.


"Hemmm... baiklah,tapi anda menyiapkan segalanya. Aku akan,datang". Jacqueline, tersenyum dan melangkah pergi.


"Yesss...dia,mau". Yoshi,tampak bahagia karena mendengar jawaban Jacqueline.


Yoshi, menatap kepergian Jacqueline dan menghilang di balik pintu.


Jacqueline,merasa lega karena sudah menghilang dari pandangan Yoshi.


"Melda, Melda....!! Kau tahu,jantungku berdegup kencang. Apa lagi,si duda ngajakin makan malam bersama". Jacqueline, mengatakan itu. Matanya,juga ikutan melotot.


"What's....?? Astaga, sadar Jacqueline Fernandez. Jacob,kau kemana kan ha? Jangan bilang,pria itu rela melihat kekasihnya bersama pria lain". Melda, terkejut mendengar ucapan Jacqueline.


"Ayolah... Melda,jangan memikirkan Jacob. Dia,bisa saja di sana tidak setia kepadaku. Lihatlah,film terbarunya. Ada adegan berciuman, yang sangat panas di atas ranjang". Decak Jacqueline, tersenyum smrik


"Ho'oh.... jangan-jangan,kamu cemburu yah...". Goda Melda, tersenyum.


"Melda,lusa kita akan pergi ke kota kelahiran ku. Masih ada,yang belum aku tuntaskan dendam kepada mereka". Ucap Jacqueline, sambil membenarkan make up tipisnya.


"Baiklah,aku ngikut saja". Melda, hanya bisa menggiring Jacqueline kemana perginya

__ADS_1


***********


Malam harinya, Jacqueline tiba di sebuah restoran ternama. Dimana Jacqueline dan Yoshi,akan makan malam bersama.


Melda,hanya mengikuti saja dan tiba di ruang VIP. "Aku akan menunggu,kau hati-hati". Sebenarnya Melda, khawatir dengan Jacqueline.


"Hemm...jangan jauh,dari pintu ini. Aku takut, kebablasan. Apa lagi,dia seorang duda". Kedip mata Jacqueline. "Tapi,hilaf dikit gak papa. Hehehhe...." Kekehnya lagi, membuat Melda geleng-geleng.


Pintu VIP terbuka lebar, terlihat sesosok Yoshi menyambut kedatangan Jacqueline. Pintu tersebut, langsung tertutup rapat.


Yoshi, menyambut uluran tangan Jacqueline. Tak segan-segan, Yoshi mengecup punggung tangannya. membuat Jacqueline,menjadi salah tingkah saja.


"Silahkan,duduk". Yoshi, menuntun tangan Jacqueline.


Di meja makan, sudah tersedia hidangan pembukaan. Yoshi, tersenyum dan tak henti-hentinya menatap wajah cantik Jacqueline.


"Untuk anda,nona cantik". Yoshi, memberikan sebuket bunga mawar merah.


"Haa...? Terimakasih,tuan Yoshi". Jacqueline, menyambut buket bunga dan menciumnya.


Tangan Yoshi, sudah merangkul bahu Jacqueline. Bahkan,duduk saling berdempetan.


Astaga,si duda ternyata agresif sekali. Batin Jacqueline, jantungnya berdegup kencang napas seakan memburu. Mata mereka saling pandang,sampai tak berkedip.


Yoshi, sangat mengagumi kecantikan Jacqueline. Ada senyuman kecil, di sudut bibirnya. Wajah mereka semakin dekat,hanya beberapa inci saja.


Braakkkk.....


"Haaa...??". Jacqueline,terperanjat melihat kedatangan V. Dia, langsung berdiri dari pangkuan sang duda. Ada tatapan, mematikan di mata V.


Sial...kenapa,dia datang. Batin Yoshi, hatinya begitu kesal kedatangan V.


V, langsung menghampiri Yoshi dan...


Buughhhh....


Satu bogem mentah mendarat di sudut bibir, Yoshi.

__ADS_1


"Tuan Yoshi....!!". Jacqueline, terkejut dengan kelakuan kakaknya. "Kakak, apa-apaan sih? Main pukul saja". Teriak Jacqueline,dia nampak syok ada darah segar mengalir di sudut bibir Yoshi. "Astaga,anda tidak apa". Jacqueline, mengkhawatirkan keadaan Yoshi. Membuat V, semakin marah besar dan menarik lengan Jacqueline agar menjauhkan dari Yoshi.


"Aku tidak apa-apa,nona Jacqueline" Yoshi, terduduk. Apa jangan-jangan,anak buahku di kalahkan oleh anak buah V. Sial,tinggal sedikit lagi aku bisa memiliki Jacqueline. Haruskah,aku melawan kakaknya untuk mendapatkan Jacqueline.


"Brengseeekk.... sutradara cabul, beraninya ingin mencium adikku ha". V, langsung menarik kerah kemeja Yoshi. Ckckck,berani sekali dia ingin menyentuh adikku.


"Kakak, lepaskan tanganmu....!! Jangan seperti ini," Jacqueline, mencoba melepaskan cengkraman tangan kakaknya. Jadwal, nampak terkejut melihat kakaknya mencekik leher Yoshi.


Ohhh...dia membela sutradara cabul ini, baiklah aku akan melakukan hal yang mengerikan.batin V, tersenyum smrik."Sekarang kamu,pulang...!!!" Bentak V,kepada Jacqueline.


Dengan rasa takutnya,dia masih tetap ingin melawan kakaknya itu.


"Tidak,aku tidak akan pulang". Jawab Jacqueline, matanya sudah berkaca-kaca.


"Tidak ingin pulang,atau aku bunuh dia". Teriak V, sorotan matanya begitu tajam. Bahkan, tangannya sudah mencekik leher Yoshi. Bahkan,V semakin mencekik leher Yoshi.


"Jacqueline,ayo kita pulang" Melda,menarik lengan Jacqueline. Melda, takut terjadi apa-apa. Dia, langsung menarik lengan Jacqueline.


"Kakak,jahat...jahat,jahat,". Jacqueline,memukul bahu V beberapa kali. Air matanya, mengalir deras. Lalu,dia pergi meninggalkan tempat itu. Sepanjang jalan, Jacqueline hanya menangis kesegukan.


V,hanya menghembuskan nafas beratnya. Barulah,dia melepaskan tangannya di leher Yoshi. Saat Jacqueline, telah pergi jauh.


Melda, langsung menyusul Jacqueline dan berlarian.


"Ini peringatan terakhir mu, jangan pernah bermain-main dengan keluarga Fernandez. Aku bisa saja, menghancurkan karirmu dalam sekejap". Ancam V, langsung meninggalkan ruang tersebut.


Yoshi,hanya mengangguk dan terdiam saat melihat kepergian V. Jantungnya berdegup kencang,ada rasa perih di bagian bibirnya.


*************


Sarah, mengelus dadanya mendengar penjelasan dari Melda. Sarah, terkejut melihat Jacqueline memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"V, benar-benar tidak ada akhlak baiknya. Dia, sudah melakukan hal ini dua kali. Apa sih,maunya". Decak Sarah, memeluk erat tubuh Jacqueline.


"Aku akan pergi mah,pengen menenangkan pikiran dan perasaan ku. Kakak, sudah kelewatan mah. Bagaimana bisa,aku mendapatkan pendamping hidup. sedangkan,kak V selalu menghajar pria yang dekat dengan ku". Isak tangis Jacqueline,dia berniat untuk pergi ke kota kelahirannya.


Jacqueline dan Melda, berpamitan dengan Sarah. Sarah, mengijinkan mereka pegi.

__ADS_1


Selang beberapa menit, V datang dengan tergesa-gesa. Kemungkinan besar,dia akan menghukum Jacqueline.


V,melongos melewati ibunya dan naik ke atas. Dia, melepaskan jas dan melemparkannya ke sembarang arah. Saat membuka pintu kamar, Jacqueline. Kedua tangannya mengepal kuat dan rahangnya mengeras seketika.


__ADS_2