
Wandari,terus berteriak-teriak memanggil nama Harlem.
Wandari, emosional dengan mengetahui jika mantan suaminya sudah memiliki istri. Dia,yakin jika Harlem berselingkuh di belakangnya.
Wandari, nampak terkejut melihat siapa istri mudanya itu.
Siapa lagi,kalau bukan teman sosialitanya bernama Rismaharini. Yang sering dipanggil, Risma.
"Wanita ular, ternyata benar kamu selingkuhan suami ku ha". Wandari, ingin sekali menjambak rambut Risma.
"Cukup, Wandari....jangan menyentuhnya,dia adalah Istriku dan kamu hanyalah mantan". Harlem,membela istrinya.
"Tega kamu,mas. Kurang apa,aku selama ini ha? Selama ini,aku selalu menuruti kemauan mu. Tega, melakukan apapun demi kebahagiaan kita. Nyatanya,kamu merusak segalanya. Penghianat,dasar penghianat". Wandari,memukul dada bidang Harlem.
Akan tetapi Harlem,malah mendorong Wandari. Hingga, terjatuh ke bawah. "Ckckck, kamu hanya wanita bodoh Wandari. Aku,hanya memanfaatkan dirimu. Hahahaha...selama ini,aku menyimpan rahasia. Aku, sudah lama menikah dengan Risma. Asal kamu tahu, itu". Senyum smrik Harlem.
"Pergilah,kamu sudah jatuh miskin Wandari. Sudah pasti, teman-teman sosialita mu juga membencinya. So,kamu tidak memiliki uang lagi". Risma, malah mengejek Wandari.
"Dasar pelakor,kurang ajar kamu Risma ". Teriak Wandari, sangat keras.
"Pelakor,teriak pelakor. Karma, untuk mu Wandari. hahahahaha...". Risma,malah tertawa terbahak-bahak.
"Sial, sampai kapan pun. Aku akan,membalas dirimu Harlem. Aku akan, membongkar rahasia mu. Ancamkan,itu". Wandari, menunjukkan jarinya ke arah Harlem.
Dengan hati yang teriris-iris, Wandari meninggalkan perkarangan rumah mantan suaminya itu.
Sesampai di rumah, Wandari nampak terkejut melihat beberapa pria bertubuh besar. Tengah, mengeluarkan baju-bajunya ke luar rumah.
"Hei....Hei...Hei...siapa kalian,ha? Berani-beraninya, mengeluarkan barang milikku". Bentak Wandari,akan tetapi mereka tak menghiraukan teriakkannya.
"Nita,kenapa dengan semua ini". Wandari, menghampiri anaknya masih berdiri.
"Mereka, mereka pihak bank mah. Rumah ini, bakalan di sita. Papah, tidak pernah membayar sepeserpun dari bank". Nita, menjawab pertanyaan ibunya.
"Apa....?? ". Wandari,nampak syok dan langsung tak sadarkan diri.
Sekarang mereka sudah, benar-benar miskin dan tidak memiliki harta kekayaan lagi.
Nita, terus-menerus membangun ibunya yang sudah tergelatak di tanah.
***********
__ADS_1
"Hahahahha....".
"Hahahahha....
Jacqueline dan Melda, tertawa lepas bersama. Saat mendengar, bagaimana dengan kehidupan ibu tiri dan kakak tirinya itu.
"Rasakan, sekarang mereka sudah jatuh miskin. Rumah itu, sudah menjadi milikku". Ucap Jacqueline, tersenyum smrik.
"Benar, mereka sudah merasakan bagaimana rasanya di sakiti oleh seseorang ". Kata Melda, tersenyum kecil.
"Sepertinya,jam istrirahat sudah selesai. Aku, lanjutkan lagi pemotretan nya". Jacqueline,bergegas dan menghampiri seorang fotografer profesional itu.
Jacqueline, sangat mudah untuk berpose seperti apa.
Selesai dengan semuanya, seorang pria tengah berdiri tegak dan menunggunya.
"Terimakasih, sudah menungguku". Ucap Jacqueline,kepada Rivaldo.
Rivaldo,saat ini tengah mengajak Jacqueline makan siang bersama.Dia juga, menerima ajakannya.
Rivaldo,membawa Jacqueline di sebuah restoran ternama. Apa lagi, pemandangannya sangat indah. Restoran tersebut, tidak jauh dari danau.
"Tuan Rivaldo,jujur aku sangat senang dengan ajakan makan siang bersama. Akan tetapi, bagaimana jika mantan kekasih tuan. Tiba-tiba saja datang,anda taukan maksudnya apa". Ucap Jacqueline, sesekali menerima ajakan Rivaldo.
Makanan yang di pesan,satu persatu datang. "Nona Jacqueline,jangan memikirkan dia. Aku, sudah memutuskan hubungan antara kami. Tidak sudi, memiliki istri sifatnya tidak baik". Jawab Rivaldo, tersenyum kecil.
"Benarkah, aku yakin. Di sisi lainnya,pasti ada wartawan tengah mengintai kita. Sudah pasti,cepat atau lambatnya. Berita tersebar luas, dengan kebersamaan kita". Jacqueline,tahu jika ada seseorang membuntuti mereka.
"Hahahahha... tidak masalah, Nona. Kita,hanya makan bersama saja. Tidak, melakukan skandal apapun". Kekehnya Rivaldo, sebenarnya dia menyewa wartawan itu. Untuk menyebarkan, kedekatannya dengan Jacqueline.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di perusahaan Indramayu. Romi, mengepalkan kedua tangannya. Saat mengetahui, jika Jacqueline makan siang bersama Rivaldo.
Dengan tergesa-gesa, Romi langsung pergi ke restoran tersebut.
Romi, sangat cemburu melihat kedekatan Jacqueline dengan Rivaldo. Dia, tidak terima jika sang pujaan di rebut oleh seseorang.
Sesampai di restoran, Romi mencari-cari keberadaan mereka. Hingga akhirnya,dia menemukan sang pujaan hati.
"Aaaakkhh..lepas". Jacqueline,kaget dengan perlakuan Romi. Tiba-tiba, menarik lengannya dan jatuh ke pelukan Romi yang baru berstatus duda itu.
"Gila, apa-apaan sih". Jacqueline, langsung mendorong tubuh Romi.
__ADS_1
"Brengseeekk....". Rivaldo, langsung melayangkan bogem mentah di wajah Romi.
Sehingga, Romi tersungkur di lantai. "Aaakkhh..sial". Romi,juga membalas bogem mentah
"Toloooong.... Tolooong". Jacqueline, langsung berteriak. Dia syok, melihat mereka berdua berkelahi di hadapannya.
Para wartawan, menyiarkan langsung. Atas kejadian tersebut,tentu saja banyak orang-orang menontonnya. Dengan berita, merebutkan hati Jacqueline.
Bahkan, restoran di penuhi oleh penghujung dan ada juga kesempatan untuk mendekati Jacqueline. Suasana restoran cukup ramai,dan saling berdesak-desakan
Jacqueline, kewalahan menghadapi fans-fansnya. Untung saja,para bodyguard siap menyelamatkan Jacqueline.
*************
Tiba di restoran, Jacqueline langsung masuk ke dalam kamar hotelnya dan menyalakan televisi.
Jacqueline, tersenyum puas melihat berita tersebar itu. "Baguslah,aku akan membuat dirimu semakin gelisah". Gumam Jacqueline, masih asyik menonton berita tersebut.
Suara bel, berbunyi bertanda ada tamu datang. Saat di buka, ternyata Melda.
"Sumpah, bagaimana dengan berita ini". Tanya Melda,tak habis pikir dengan kelakuan Jacqueline.
"Kenapa?bawa santainya saja, Melda". Jawab Jacqueline, dengan santainya.
"Astaga,kau tahu? V, marah-marah kepada ku. Saat mendengar berita ini, kemungkinan besar. Dia,akan ke sini dan tak segan-segan menyeret paksa kita". Melda, sudah ketakutan apa yang di lakukan V nantinya. "Dia, meminta kita pulang besok. Jika tidak, siap-siap katanya".
"Melda,dia itu cuman mengancam saja. Lihatlah,mana berani untuk langsung menyeret kita". Jacqueline,tak pernah takut dengan ancaman kakak angkatnya itu.
Melda,hanya menggeleng kepalanya. Karena Jacqueline, wanita yang berani menantang perkataan V.
"Sudahlah,aku pusing memikirkan hal ini. Besok bersiaplah, pekerjaan kita banyak dan kamu semakin terpopuler. Apa lagi, gosip-gosip beredar luas ini ". Kekehnya, Melda membuat Jacqueline tertawa lepas
"Bolehkah, aku bertanya sesuatu". Tanya Jacqueline, membuat Melda nampak gelisah.
Karena pertanyaan Jacqueline, biasanya tidak main-main dengan kenyataan. "Jujur saja, pertanyaan mu adalah mautku Jacqueline". Kekehnya Melda, membuat Jacqueline tersenyum. "Baiklah, apa pertanyaan mu itu ".
"Bukankah, kamu menyukai Frans? Kenapa,malah jadian dengan kak Huda? Beritahu aku,apa alasannya ". Jacqueline, membaringkan tubuhnya di samping Melda.
"Mencintai seseorang, sangat bahagia jika cinta kita di balaskan. Akan tetapi, sangat menyakitkan jika cinta kita bertepuk sebelah tangan. Seperti dirimu, Jacqueline. Kak Huda, sangat mencintaiku. Dia, selalu memberikan perhatian khusus untuk ku. Sedangkan Frans,dia malah acuh tak acuh. Jacqueline,aku pernah mengatakan cinta kepada Frans. kau tahu,apa jawabannya? Dia,menolakku. Dari situ,aku berniat untuk melupakan dia. Aku juga senang, dengan ajakan kamu tetap tinggal di sini". Melda, menjawab pertanyaan Jacqueline.
Jacqueline, terdiam saat ini. memang benar,apa yang di katakan Melda. Untuk apa,terus berjuang keras untuk mendapatkan cintanya. "masalahnya,siapa yang mencintaiku dengan tulus". Gumam Jacqueline, cengengesan.
__ADS_1
Melda,hanya menepuk jidatnya saat ini. Memang benar, setiap pria mendekati Jacqueline. Mereka,hanya memanfaatkan Jacqueline semata.