BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Ending


__ADS_3

"Bagaimana,kita bulan madu ke sana? Sekalian, bertemu dengan Herlin". Usul Melda, memeluk erat tubuh Frans. Suami dan mantan kekasihnya,itu. Harus menyelesaikan, masalah mereka. Agar di kemudian hari, tidak terjadi apa-apa. Berharap, Herlin memahami Frans. Yang sudah memiliki istri, bukankah Semuanya adalah salah dia.


Frans, memutuskan panggilan Herlin. Yang terus-menerus, terang-terangan menyatakan cinta kepadanya. Merengek-rengek, ingin bertemu.


Frans, menghela nafas beratnya dan mengecup kening istrinya. "Tidak perlu,aku muak melihat wajahnya". sesosok Frans,memang membenci kepada orang berkhianat dengannya. Sampai kapan pun, jangan harap ada kata maaf dan memberikan kesempatan satu kali lagi. Frans dan V, mereka berdua sama-sama tegas menghadapi sikap orang lain.


"Ayolah,sekali ini saja. Takutnya,dia malah ke sini lo. Apa kata orang-orang, Frans". Melda,terus membujuk suaminya itu.


"Lalu, bagaimana dengan perasaan mu? Melihat suami, bertemu dengan mantan kekasih". Tanya Frans, menatap lekat manik-manik mata Melda. Frans, mengetahui sifat aslinya Melda. istrinya itu,tak mudah cemburu begitu saja. jika ada seseorang, yang berbuat macam-macam. Selagi, tidak ada bukti. Bahkan, Melda bisa mencari bukti tentang kebenarannya. Itulah Frans, sangat menyukai jalan pikiran Melda. Tak mudah, mengambil keputusan sendiri. Sebelum, mengetahui apa yang terjadi.


"Eee...Kalian, bertemu di tempat terbuka lah. Cuman ngobrol gak lakuin apa-apa,yang jelas dalam pengawasan ku pastinya". Jawab Melda, mengerucutkan bibirnya. Enak saja,kalau bertemu di kamar hotel.


"Tidak, sekarang. Aku,sibuk dengan pekerjaan". Frans, berusaha menolak ajakan istrinya lagi.


"Hemmm... Nantilah,jika kamu tidak ada urusan lagi". Kekehnya Melda, tak ingin berlama-lama lagi. Aku tahu,kamu benar-benar membenci Herlin. Makanya,kamu beralasan macam-macam.


Frans, sudah membungkam bibir Istrinya. Kecupan manis dan lembut,kini jadi candunya. Daripada,membahas yang tidak jelas. Lebih baik, Menikmati apa namanya malam pertama di malam pengantin.


Malam pengantin, momen yang di tunggu-tunggu Melda. Dulu,dia bersusah payah meluluhkan hatinya. Bahkan,dia terbilang wanita murahan. Berani sekali, mencium bibir Frans beberapa kali. Menjalin hubungan dengan pria lain, untuk membuat Frans cemburu. Yah... Walaupun, semuanya hanya sia-sia saja.


Terkadang Frans, perhatian kepadanya walaupun sedikit saja. Mampu, membuat hatinya bahagia. Cinta Melda,kepada Frans semakin bertumbuh dalam seiring waktunya. Dia, sampai kesusahan untuk move on.


Apa lagi sekarang, sudah sah menjadi miliknya. Berstatus sebagai suami dan membina rumah tangga bersamanya. Tidak ada lagi,rasa gelisah dan was-was. Memikirkan, bagaimana nasipnya nanti? Jika Frans, bersanding di pelaminan dengan wanita lain.

__ADS_1


"Aahhhh....Franssss...". Des-ah Melda, saat Frans mencium di leher dan meninggalkan jejak di sana. Apakah,malam ini aku jebol gawang. Benar-benar,nikmat jika bersama , dengan orang yang kita cintai. Aku, ingin lebih Frans.


Melda,yang malu-malu. Saat sang suami,mulai melepaskan lingerie seksi transparan itu. Padahal,di dalam hatinya bersorak-sorai gembira.


Nafasnya ngos-ngosan, gai-rah sudah memburu. Tak sabar, ingin melanjutkan permainan semakin dalam.


Glekkkk....


Tubuh polos Melda, terpampang jelas di mata Frans. Susah payah, meneguk salivanya. Tak sabar, mencicipi setiap lekukan tubuh istrinya.


"Kenapa,di tutup". Tanya Frans,saat Melda menutup buah pepaya kalifornia bergelantungan. Yang sangat menggiurkan dan menggoda.


"Ak-aku,malu". Lirih Melda, memalingkan wajahnya. Aduhh....kenapa,aku jadi deg-degan dan malu. Astaga, bukankah ini yamg kamu nantikan Melda.


Tangan Frans,mulai mengalihkan tangan Melda Berlahan-lahan. "Aaahhh... Sshhhttt...". Rintih Melda, merasakan satu pepaya kalifornianya di isap lembut oleh Frans. Satunya,di remas-remas.


Oouhh....Nikmatnya, seperti inikah awalan bercinta. Benar-benar, membuatku melayang entah kemana? Terus Frans,isap lagi dan remas-remas. Batin Melda, mampu bersuara di dalam hati.


Mata Melda, merem melek dan kepalanya mendongak ke atas. Dia, membiarkan Frans seperti bayi yang menyusu silih berganti.


Tangannya mulai turun,ke bawah. Rupanya, sudah terasa basah di bawah sana. Apa lagi miliknya, meronta-ronta ingin masuk ke dalam.


"Hmmmmpt....Frans, Aaaahh....". Des-ah Melda,saat Frans memainkan tangannya di bawah sana. Tubuh Melda, meliuk-liuk dan menggigit jarinya. Aaahhh... Jarinya, membelai lembut di bawah. Benar-benar, tidak bisa aku bayangkan. Aaahhh... Tarus Frans,isap lagi dan mainkan milikku. Racau Melda,dalam hatinya.

__ADS_1


Cukup lama Frans, memberikan servis full kepada istrinya. Waktunya dia, memiliki seutuhnya Melda.


Nafas Melda, ngos-ngosan tubuhnya bergetar hebat. Rupanya,dia mendapatkan pelep-asan pertamanya. Frans, tersenyum merekah karena membuat istrinya puas.


"Aaakkhh.... Sshhhttt... sakkiiiiiit...Fransss...". Rintih Melda, sesuatu yang ingat masuk. Bagian bawahnya, mulai terasa sakit dan perih. Aaaargghhh.... Sialan,sakit sekali. Huuuff...sakittt... pantesan saja, Melda tidak bisa berjalan dengan lancar. Sakitnya,luar biasa sekali.


"Ak-aku,akan melakukannya berlahan-lahan". Frans, mengecup bibir Melda dan memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.


Frans, merasakan punggungnya di cakar oleh Melda. Dia, membiarkan begitu saja. Ada rasa pedih,di bagian punggungnya.


"Aaauukkk....Ssakkkiiitt.." Buliran air mata, Melda mengalir. Tubuhnya, seakan-akan terbelah dua. Aaarghhh... Akhirnya,jebol gawang juga. Sekarang,aku sudah tidak perawan lagi. Jacqueline,aku sudah tidak perawan lagi. Gerutu Melda, di dalam hati. Biasa jadi, Jacqueline merasakan sakit seperti dirinya. Saat malam pertama, kemungkinan dia akan curhat kepada sahabatnya itu.


Saat milik Frans,masuk seutuhnya ke dalam Melda.Dia, merasakan kenikmatan tiada tara. Tidak ingin, melepaskan begitu saja. Pantesan saja,bos tidak bisa lepas dengan nona Jacqueline. Ternyata, senikmat ini. Oouhh... kenapa, tidak dari dulu saja? Aaahhh...Aku, semakin mencintaimu Melda. Terimakasih, sudah menjaganya untuk ku.


Tetapi, dia membiarkan di dalam dan menunggu Melda mulai tenang. "Terimakasih, menjaganya untukku". Bisik Frans,mulai menggerakkan bagian bawahnya.


Melda, merasakan kebahagiaan karena sudah menjaga kesuciannya untuk sang suami. Walaupun, bergaulannya terbilang bebas. Namun bagi Frans,dia tidak masalah jika Melda sudah tak perawan lagi. Dia, mencintainya dengan tulus hati. Masa lalu, biarlah berlalu.


"Ssshhhttt.... pelan-pelan, Frans". Lirih Melda, tersenyum manis. Aauuukkk....Kenapa,masih perih sih? Huuuuff...Tahan Melda,kata orang-orang nantinya enak kok.


"Panggil aku, sayang". Kata Frans, mencium bibir istrinya dengan lembut. mendengar ucapan Frans,kedua pipi Melda sudah memerah seperti kepiting rebus.


Melda, merasakan ciuman suaminya sangat berbeda. Lama-lama, berubah jadi ciuman agresif. Di tambah lagi, tangannya *******-***** pepaya kalifornia nya. Hawa nafsu, sudah memuncak keduanya.

__ADS_1


Barulah Frans, menghu-jam tu-buh istrinya. Awalnya, berlahan-lahan dan pada akhirnya semakin cepat.Hanya suara desa-han, saling bersahutan. Yang menggema di,dalam kamar.


__ADS_2