BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Terakhir Kalinya


__ADS_3

Hari demi hari berlalu,V terus membujuk Jacqueline agar mengubah keputusannya.


Akan tetapi, Jacqueline tetap dengan pendiriannya sendiri. Tidak akan mengubah keputusannya,sama sekali.


Hingga akhirnya, undangan pernikahan telah tersebar luas.


Setelah akad nikah, mereka langsung mengadakan resepsi pernikahan. Yang di laksanakan,di mansion Fernandez.


V, meremas undangan pernikahan Jacqueline dan melemparnya ke sembarang arah.


Frans,hanya menghela nafas panjang karena sang bos tengah bersedih. "Galau yah,bos". Tanyanya.


V, mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan sekertaris pribadinya itu. "Ck,kaya kamu gak galau aja".


"Hehehehe... berarti kita senasib,bos". Kekehnya Frans. "Untung senasib,gak sejodoh bos. Bahaya nantinya,nama keluarga Fernandez juga hancur".


"Iiiiyyy...Aku masih normal, Frans. Jangan mengada-ada segala,". Gerutu V, menuangkan air ke dalam gelasnya.


"Bos, ngapain kita enaknya. Maksudnya, menghilangkan rasa galau ini". Kata Frans, tersenyum.


"Jangan tersenyum kepadaku, pergilah! Aku ingin sendiri,". V, mengusir Frans.


"Baik, permisi dulu bos". Frans, langsung keluar dari ruang kerja V.


"Aaarghhh... Brengseeekk...". Decak V, mengusap rambutnya ke belakang dengan kasar


Sedangkan di kamar lainnya,nampak Jacqueline tak henti-hentinya memandang gaun pengantinnya.


"Sangat cantik". Gumam Melda, tengah terpesona baju pengantin Jacqueline. "Tidak sabar,aku akan memakai gaun pengantin juga".


"Kenapa tidak barengan saja,jadi rame". Sahut Jacqueline, tersenyum.


"Sangat merepotkan, Jacqueline. Aku harus siaga, untuk mu. Siapa tahu,minta minum atau cemilan. Aku yang ke sana kemari, untuk memberikan kepadamu. Kalau aku,jadi pengantin wanita juga. Sangat susah, tidak bisa melakukan apapun. Di saat kamu, membutuhkan diriku. Nanti saja,di saat aku jadi pengantin wanita. Kamu,yang siaga melayani ku. Anggap saja,kita bergantian". Kekehnya Melda, cengengesan.


"Gampang,pelayan banyak kok". Jawab Jacqueline, membuat Melda cemberut.


"Jacqueline, selamat atas pernikahan mu besok. Akhirnya,kamu duluan dan tidak mengubah keputusan mu". Melda, hanya menepuk pundak Jacqueline. Aku tidak yakin,kamu bisa menjalani rumah tangga bersama Garrix. Sedangkan hatimu dan pikiranmu,hanya untuk V.


"Sama-sama, kamu cepat nyusul yah". Jacqueline, memeluk erat tubuh sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah kepergian Melda, Jacqueline terdiam sejenak dan memandang ke arah gaun akad nikahnya.


Ada buliran air mata, mengalir deras di pipinya. Segera mungkin, dia menghapusnya. Jacqueline, terduduk lemas di hadapan gaun akad nikahnya. Ada sesak di dadanya, inilah keputusan yang diambil olehnya. Walaupun sakit,tak bisa bersama V. Akan tetapi,dia harus sabar demi kebaikan bersama.


Tok.....Tok...Tok...


Suara ketukan pintu, Jacqueline bergegas menuju pintu dan membukanya.


"Ada apa, masuklah kak". Ucap Jacqueline, dengan santainya.


V, langsung masuk ke dalam kamar dan matanya tertuju pada gaun pengantin Jacqueline.


Jacqueline,menutup pintu kamarnya dan mendekati V. Ingin sekali memeluk tubuh V, sebagai terakhir kalinya. Akan tetapi,dia urungkan niatnya.


"Sangat indah,pasti cocok dengan mu. Di saat gaun pengantin ini,kau keenakan di tubuhmu". V, menyentuh gaun pengantin itu.


"Iya, sangat indah. Mamah,yang memilihkan untuk ku. Aku,jatuh cinta dengan gaun pengantin ini". Kata Jacqueline, tersenyum.


V,juga mendekati gaun akad nikah Jacqueline. "Besok paginya,kau mengenakan gaun akad nikah ini. Di saat aku, menjadi saksi bisu sejarah yang kau berikan padaku".


Mendengar ucapan V, membuat Jacqueline merasa tidak nyaman. Maafkan aku,kak. Maaf,aku tidak bisa mengubah keputusan ku. Batin Jacqueline, berusaha keras menahan air matanya.


"Jacqueline,boleh minta sesuatu. Ini adalah permintaan, terakhir ku". V, membalikkan badannya dan menghadap ke arah Jacqueline.


"Tidak ada,yang aneh. Aku meminta padamu, keenakan gaun pengantin ini dan berdansa dengan ku malam ini". V, mengelus lembut rambut panjangnya Jacqueline. Ada senyuman manis, di sudut bibirnya.


Jacqueline,ragu untuk menjawab. Akan tetapi, hatinya sangat bahagia karena permintaan V yang begitu romantis baginya. "Baiklah,aku akan mengenakan gaun pengantin ini. Kak V,cari saja lagu yang pas".


Jacqueline, langsung mengiyakan permintaan V. Karena permintaan V, baginya kecil dan mudah di kabulkan.


Jacqueline, melepaskan gaun pengantin di patung dan membawanya ke ruang ganti pakaian. Setelah masuk, dia juga merias wajah dengan make up tipis.


Ada senyuman manis,di sudut bibirnya. Hatinya terasa hangat, jantungnya berdegup kencang.


V,mengontak-atik ponselnya dan mencari lagu pas untuk berdansa dengan Jacqueline.


Setelah menemukan lagu pas,V tengah mondar-mandir tak sabar melihat Jacqueline keluar.


Beberapa menit kemudian, Jacqueline keluar dari ruang ganti pakaian. Dia, terlihat sangat cantik menggenakan gaun pengantin.

__ADS_1


Jacqueline, tersenyum dan pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus. Berlahan-lahan, Jacqueline melangkah kakinya untuk mendekati V.


V, terpesona dengan kecantikan Jacqueline malam ini. Hanya untuknya,tak ada yang lain.


"Maukah, berdansa dengan ku". V, langsung mengulurkan tangan dan membungkukkan badannya.


Jacqueline, tersenyum manis. "Tentu,". Dia, langsung meletakkan tangannya di atas tangan V.


Lagu romantis, sudah di putar dan mereka mulai berdansa. Bagaikan pangeran dan putri,tengah berdansa di aula istana.


Mungkin ini adalah, terakhir kalinya melihat mu sedekat ini Jacqueline. Besok harinya,kau bukan milikku lagi. Bahkan, menyentuh seujung rambut pun. Aku tidak berhak,sama sekali. Semoga kamu bahagia,hanya itu doa yang seseorang yang aku sayang. Batin V, sesekali dia merangkul pinggang Jacqueline.


Jadwal,juga terbawa suasana romantis ini. Terimakasih, atas semuanya. Aku, benar-benar bahagia kak V. Ini adalah terakhir kalinya,kita sedekat ini. Kemungkinan,aku akan berusaha menjaga jarak di antara kita. Aku akan, menutup pintu hatiku yang pernah di isi olehmu. Hatiku akan terbuka,hanya untuk Suamiku. Batin Jacqueline,terus bergerak dan mengiringi setiap langkah dansa V.


Lagu berakhir dan mereka saling berpelukan dengan mesra. Pelukkan terakhir kalinya, untuk mereka.


V, menggogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kalung berlian. "Hadiah untuk mu,". V, langsung memasangkan kalung berlian tersebut.


Jantung Jacqueline, berdebar kencang. Ada perasaan aneh, sulit di tebak. Setelah selesai, memasang kalung berlian. V, membalikkan badan Jacqueline.


"Hussssttttt....". Telunjuk V, menghentikan Jacqueline. Saat Jacqueline, ingin berkata.


V, mencium sekilas bibir Jacqueline dan meninggalkannya sendirian.


V, menghilang dari balik pintu kamarnya. Barulah, Jacqueline terduduk lemas di lantai. Tangisnya,pecah tanpa di ketahui oleh siapapun.


Begitu juga V, langsung masuk kedalam kamarnya. Air matanya menetes,dan dia masih bersandar di balik pintu kamar.


Dua insan saling mencintai, tetapi tak bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Hanya saling memendam dan saling melupakan.


Jam dinding terus berputar, Jacqueline masih menatap ke arah jam dinding. Baginya, waktu sangat cepat berputar. Gaun pengantinnya, sudah di lepas dan tangannya masih menggenggam erat kalung berlian pemberian V.


Tok...Tok..Tok...


Jacqueline, bangkit dari ranjang dan menuju ke arah pintu kamarnya. Saat pintu terbuka lebar, tidak ada seorang pun. Akan tetapi,satu kotak kado di bawah. secepatnya, Jacqueline mengambil dan tertera namanya. Berarti kotak kado tersebut, untuknya.


Jacqueline, calingukan mencari-cari seseorang yang meletakkan kado tersebut. Tetapi,seisi mansion sudah sepi dan gelap hanya ada beberapa cahaya lampu.


Karena tidak ada, Jacqueline masuk kedalam dan membawa kotak tersebut.

__ADS_1


Berlahan-lahan Jacqueline,membuka kotak tersebut. Matanya membulat sempurna,saat melihat beberapa lembar foto-foto dan ada flashdisk. Karena penasaran, Jacqueline langsung mengambil laptopnya dan ingin melihat apa isi flashdisk tersebut.


Mulutnya tak bisa berkata apa-apa,hanya menganga lebar dan langsung menutup laptopnya. Ada sorotan mata tajam,dan dia meremas foto-foto tersebut.


__ADS_2