BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Tamat


__ADS_3

Setelah Jacqueline, melahirkan. Dia,pindahkan ke ruangan VIP. Sarah, tak henti-hentinya perhatian dan mencium wajah menantunya. Beribu-ribu kata manis, untuk Jacqueline sudah memberikan cucu. Tidak masalah, jika mendapatkan cucu laki-laki maupun perempuan.


Setelah puas, menumpahkan rasa kasih sayangnya. Barulah, Sarah memarahi anak dan menantunya.


Bagaimana,bisa? Mereka pergi kerumah sakit,hanya berduaan. Tidak memberi kabar, tidak mendampingi Jacqueline di saat kesakitan.


Detik-detik melahirkan, barulah mereka di beritahu oleh V. Itupun, Sarah tergesa-gesa dan tidak fokus apapun lagi. Mandi pun tidak, pakaian masih piyama tidur. Mulutnya, tak henti-henti memanggil Frans dan Melda. Agar secepat, mungkin sampai di rumah sakit.


"Dasar,punya anak dan menantu. Pikirannya, sama-sama tidak wajar. Mamah, sangat khawatir dengan Jacqueline. Sepanjang perjalanan, tidak henti-hentinya mulutku memaki-maki kalian". Ucap Sarah, dengan tatapan tajam.


Mereka semua, hanya terdiam dan mendengarkan perkataan Sarah. "Ini pelajaran kepada, Melda dan Frans. Jangan sampai, kalian mengikuti jejak seperti mereka". Tegas Sarah, memasang wajah masam.


"Kena imbasnya,juga". Gumam Frans,menghela nafas panjang.


"Heeemm....". Sahut Melda, tersenyum kecil.


"Mah,kami tidak mau menjadi beban pikiran mamah dan lainnya. Jadi,V berinsiatif untuk membawa Jacqueline ke rumah sakit. Lagian, Jacqueline belum saatnya melahirkan. Kasian mamah dan papah, kelamaan di rumah sakit. Lebih baik, nanti saja kami beritahu". Kata V, tersenyum manis.


"Kamu,V. Mamah,juga ingin menemani Jacqueline kesakitan. Jantung mamah, hampir copot. Ketika mengetahui, Jacqueline sudah mau melahirkan". Sarah,tak percaya anaknya bisa berbuat seperti ini. Dia, sangat tahu. Bagaimana,rasa sakitnya ketika mau melahirkan anak.


Melda dan Frans,hanya diam. Tak berani, berkata apa-apa. Takutnya, terkena imbas lagi dari Sarah.


Irfan, mencoba menenangkan pikiran dan perasaan istrinya. Membawa duduk di sofa,sambil mengelus punggung Sarah. "Sudahlah, sayang. Sekarang,kita sudah tenang dan tidak memikirkan keadaan Jacqueline. Apa yang di katakan V,memang benar".


Jacqueline, menghapus air matanya. Dia, tidak marah atau tersinggung dengan perkataan ibu mertuanya. Sudah sewajarnya,marah karena mengkhawatirkan keadaan dirinya. Begitu besar,kasih sayang yang di berikan oleh ibu angkatnya. Yang sudah, menjadi ibu mertua.


"Kak V,jangan marah yah. Apa lagi, tersinggung dengan perkataan mamah. Dia, mencintai dan menyayangi kita. Jadi,mamah marah. Seharusnya,kita tidak diam-diam berangkat ke rumah sakit". Kata Jacqueline, menggenggam tangan V.


"Sayang,aku tidak marah. Yah..Apa lagi, tersinggung dengan omelan mamah. Dia, seperti itu karena mencintai dan menyayangi kita". V, mencium kening istrinya.


"Nona Jacqueline, selamat atas kelahiran anaknya. Aku, sangat bahagia karena menang juga". Frans, tersenyum dan melirik ke arah Melda.


Melda, langsung berwajah masam sekali. "Menyebalkan, sekali". Gerutunya, dengan kesal. Sial sekali,aku harus mengikuti kemauan Frans.


"Melda, menang dan kalah. Sudah sewajarnya,dalam taruhan". Kekehnya Jacqueline, menahan tawanya. Maafkan aku, Melda. Tidak bisa, membantu mu.


Ceklekk....


Pintu ruangan terbuka lebar, terlihat dokter dan suster datang. Salah satu suster, tengah mendorong box bayi.

__ADS_1


Wajah mereka, berbinar seketika saat memandang box bayi. Jacqueline,juga duduk dan bersandar. Sudah tidak sabar, untuk memberikan ASI pertama dan menggendong buah hatinya.


Apa lagi, Sarah langsung beranjak berdiri dan menghampiri box bayi.


"Aaaah....Dudududuh,cucu nenek". Sarah, langsung menggendong cucunya. Beberapa kali, Sarah mencium cucunya.


"Nyonya,kita harus memberikan ASI pertama kalinya. Tolong, berikan kepada sang ibu". Pinta dokter, sedikit ketakutan karena yang di hadapinya adalah keluarga Fernandez.


"Mah, biarkan istriku menyusui anak kami. Setelahnya,baru mamah menggendong sepuas mungkin". Kata V, membujuk ibunya.


"Hemmm...Mamah,tau. Kamu kira,mamah tidak tahu apa-apa ha? Mamah, sudah pernah melahirkan anak. Iya itu,kamu". Kata Sarah, langsung meletakkan cucunya di samping Jacqueline.


Dengan malu-malu, Jacqueline mengeluarkan aset pribadinya. Matanya, memberikan kode kepada suaminya. Dia,merasa tak nyaman dengan tatapan orang sekitar.


"Eee...Eee...kalian,sana. Jangan melihat istriku, menyusui anak kami". V, langsung mengusir mereka. Agar lebih jauh dan jangan melihat ke arah istrinya. Ibunya sendiri,di tarik V agak jauhan. Hanya dia,yang boleh melihat istrinya menyusui.


"Astag,V....Ini mamah, seorang wanita. Tidak apa,mamah melihatnya juga. Kasian Jacqueline, tidak pernah menyusui anak". Sarah, mencubit lengan anaknya.


"Mah, Jacqueline ahli dalam menyusui anak kami. Dia, sudah mempraktikkan kepadaku ". Kata V,tanpa ba-bi-bu lagi. Sontak membuat Jacqueline, terkejut dan menahan rasa malu.


Bisa-bisanya,sang suami membuka suara seperti itu. "V,kamu yah. Benar-benar,suami kurang ajar. jaga ucapan mu itu,". Sarah, langsung memukul tangan anaknya.


"Frans,balik badan. Papah juga,jangan menatap ke sini". Pinta V, dengan wajah datar.


"Ck, posesif". Gerutu Frans, terpaksa berbalik badan. Walaupun,jaraknya lumayan jauh dan di pojokan.


"Tuan,kami ingin memeriksa kondisi pasien". Dokter, meminta ijin kepada V.


"Nanti, selesaikan istri saya menyusui". Jawab V, langsung di angguki dokter yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Irfan, langsung berbicara pelan kepada dokter. Agar sang dokter,paham.


Beberapa menit, Jacqueline selesai menyusu anaknya. Sudah terlelap tidur,sang bayi pindah di box bayi.


Box bayi,di kelilingi Irfan, Sarah, Melda dan Frans. Tak henti-hentinya, memandang wajah mungil sang bayi.


"Persis seperti V, waktu dulu". Ucap Irfan, menyentuh tangan mungil itu.


"Tidak,dia lebih tampan di bandingkan V". Bantah Sarah, langsung.

__ADS_1


V, hanya berdecak kesal. Karena anaknya, adalah saingan baratnya nanti.


"Bos,saingan mu lebih besar". Kekehnya Frans, tersenyum merekah.


V, tidak memperdulikan ucapan sekertaris pribadinya. Dia, lebih suka menemani sang istri. Ingin menggendong anaknya, sudah pasti tidak dapat bagian. Sang ibu,malah mengusirnya.


"V,apa kamu sudah menyiapkan nama anak kalian". Tanya Irfan.


V, menoleh ke arah ayahnya. Nampak kebingungan, karena nama anak mereka.


"Jangan bilang,belum ada". Sahut Melda, cekikikan tertawa. Kebiasaan,sih. Kak V, lelet kalau masalah itu.


"Jeno Rav Fernandez". Jawab V, tersenyum smrik. Dia, sudah menyiapkan nama anaknya sebelum melahirkan.


"No, bagaimana dengan nama Leonardo Dicaprio atau Leonardo Fernandez". Frans, langsung mengusulkan nama lain "Sangat keren,bos". Sambung Frans, alisnya turun naik.


"Tidak,mamah ingin namanya Gabriel Fernandez. Nanti, manggilnya B". Bantah Sarah, juga.


"Bagaimana kalau,Kaflin Chow Fernandez". Irfan,juga ikut-ikutan.


"Diaaaaamm....!!! Nama anakku,Jeno Rav Fernandez. Hussssttttt....Jangan membantah, perkataan ku". Tegas V, rahangnya mengeras seketika.


"Alahhh... Serah kami, manggil anakmu siapa". Sahut Sarah, tersenyum mengejek.


V, hanya mengusap wajahnya dengan kasar. "Sayang,jangan terbawa emosi". Jacqueline, mengelus-elus punggung tangan suaminya.


Yang lain hanya, cekikikan tertawa melihat wajah kesal V.


"Terimakasih, sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa". V, mencium bibir istrinya dengan mesra.


Jacqueline, mengangguk dan tersenyum sumringah. Dia, menyeimbangi ciumannya. Tak memperdulikan, tatapan dan keadaan sekitar.


Melda dan Frans,hanya diam dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Satu sama lain menggerutu dalam hati.


Impian Jacqueline, sudah terpenuhi dengan keluarga kecilnya. membangun rumah tangga, bersama pria impian yang di cintainya beberapa tahun. Selalu berharap, sampai doanya terkabulkan. Air matanya mengalir deras, mengingat kedua orangtuanya sudah tiada. Dia, sangat yakin bahwa kedua orangtuanya tengah bahagia. Di saat Jacqueline, mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang yang tulus.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*TamaT\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Tunggu ekstra part, menceritakan perjalanan cinta Melda. Apakah,dia mendapatkan cinta Frans atau pilihan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2