
Prangggg......
V, melempar cangkir kopi panas. Yang baru saja di buat oleh,Tiara. Dadanya naik turun, mengontrol emosinya.
Hati V,memanas karena berita kedekatan Jacqueline dengan Rivaldo. Apa lagi, mereka makan siang bersama.
Tiara, terkejut dengan aksi sang majikan. Dia, menunduk dan menahan rasa takutnya.
"Keluarrrrr....". Teriak V, membuat tubuh Tiara gemetar hebat.
"Ba-baik,tuan". Tiara, langsung keluar dari ruang kerja V. Untung saja,jantungku tidak copot. Sangat mengerikan sekali,tuan marah. Sepertinya, sangat susah untuk menenangkan pikirannya.
Frans,masih setia berdiri di depan pintu. Tak berani, berkata apa-apa. Di saat sang bos,marah. Nona Jacqueline,anda benar-benar sangat menarik dan mampu bersaing pikiran bos. Menjadi frustasi saat ini, aku pun kagum atas keberanian anda.
"Frans, sampai kapan? Kamu, berdiri di situ". Ucap V, seketika Frans masuk ke dalam
"Ada apa,tuan". Frans,juga merasa hawa dingin memasuki kulitnya. Apa lagi, tatapan tajam dari bosnya.
"Kamu nanya,lagi? Hubungi Jacqueline atau Melda, terserah siapa? Suruh mereka pulang,jangan membuat masalah lagi". Perintah V, emosinya menggebu-gebu sudah.
Cinta,bilang bos. Gak usah,gengsi segala. Batin Frans,dia juga bingung harus berbuat apa? Sudah pasti, Jacqueline atau Melda. Mengabaikan perintahnya, sedangkan perintah V. Mereka anggap,hanya angin lalu.
"Kenapa,diam? Cepat, kerjakan". Ucap V, dengan tegas.
Frans,hanya menelan ludah saja. "Bos, bukannya aku tidak mau. Tetapi, perintah bos saja di abaikan. Apa lagi, perintah ku".
Mendengar ucapan Frans, membuat V menghembuskan nafas beratnya dan duduk di sofa."Sial...... Jacqueline,". Decak V, memang benar apa yang di katakan oleh sekertaris pribadinya itu.
"semua nomor,di blokir nona Jacqueline dan Melda". Kata Frans,lagi. Sekilas mereka,saling pandang.
"Ck, tidak ada gunanya. Kenapa, menatap ku seperti itu ha? Pergi sana,tolong jangan lupa beritahu Tiara. Jangan lancang, masuk kedalam kamar ku". Perintah V, sebelum Frans keluar.
"Baik,akan aku sampai kan bos". Jawan Frans, langsung keluar dari ruang kerjanya. Dia, mencari-cari Tiara.
__ADS_1
Frans,yang calingukan mencari-cari Tiara. Akhirnya,dia dapat di belakang mansion. Dia, menjelaskan kepada Tiara. Ruangan mana,yang tidak boleh sembarang masuk. Kecuali, sudah dapat ijin dari majikan.
"Aku harap,kamu paham". Tegas Frans,kepada Tiara.
"Terimakasih, atas semuanya. Saya,paham". Jawab Tiara,dia masuk menundukkan kepalanya.
Setelahnya, Frans meninggalkan Tiara sambil menelpon seseorang. Entah,siapa? Akan tetapi, Tiara malah menyunggingkan senyumnya saat kepergian Frans.
*************
"Sipp.... Lihatlah, sangat cantik". Ucap seorang pria,dia adalah seorang fotografer profesional.
"Terimakasih, Marco". Jawab Jacqueline,dia membenarkan rambutnya.
Sungguh melelahkan baginya,hari ini. Karena job pekerjaannya, semakin meningkat. Apa lagi,gosip kedekatannya dengan Rivaldo.
"Apa,aku boleh bertanya? Pasti, bolehkan". Kata Marco, menatap ke arah Jacqueline.
Siapa sih? Yang tidak, terpesona dengan kecantikan Jacqueline. Hanya V,yang tak pernah terpesona dengannya.
"Kau,yakin? Dengan gosip ini. Apa kamu, memiliki perasaan dengan Rivaldo. Dia, adalah pewaris tunggal di perusahaan Rocky. Mana mungkin,kamu tidak tertarik sedikitpun kepadanya". Tanya Marco, tersenyum kecil.
Jacqueline, hanya tersenyum kecil dan menatap ke arah Marco. "Marco....Aaahh, aduhhh.... antingku, nyangkut". Rengeknya, dengan sigap Marco menolongnya.
"Diamlah,aku akan membantumu". Marco, langsung menyentuh anting Jacqueline yang tersangkut di rambutnya.
Saat Jacqueline, membalikkan wajahnya. Seakan-akan, mereka sedang berciuman. Di sudut lainnya, Melda tengah memotret diam-diam.
Jantung Marco, berdegup kencang saat wajahnya sangat dekat dengan wajah Jacqueline. Matanya tak luput, memandang bibir tebal Jacqueline sangat menggoda itu.
Entah,terkena hipnotis apa? Wajahnya Marco,mulai mendekati wajah Jacqueline dan tiba-tiba....
"E'ehmmm...". Melda, langsung datang dan berdehem.
__ADS_1
Seketika Marco dan Jacqueline, langsung mengubah posisi duduknya. "Terimakasih, Marco". Ucap Jacqueline, tak lupa juga. Dia, menyentuh lengan Marco.
Membuat Marco, tersenyum dan hatinya merasa senang. "sama-sama, senang membantumu".
"Baiklah,aku pergi dulu. Dah, sampai besok". Jacqueline, melambaikan tangannya ke arah Marco.
"Dah....". Marco,juga melambaikan tangannya. "Cantik sekali, sayangnya. Aku tak sempat, mencicipi bibirnya. Sial,". Gerutu Marco, mengigit bibir bawahnya.
Sedangkan Jacqueline, membasuh mukanya. "Kau yakin, ingin menyebarkan gambar ini? Sumpah,ini akan menjadi perkelahian antara pria nantinya". Melda,tak percaya dengan rencana Jacqueline.
Foto yang diambil Melda,saat Marco membantu Jacqueline karena antingnya nyangkut. Akan tetapi,di foto mereka tengah berciuman dengan mesra.
"Gunakan akun palsu,aku yakin sekali. Lihat saja,Kakak angkat ku itu. Akan menjadi lebih panas,membara. Dua pria lainnya,juga semakin menjadi-jadi ". Kata Jacqueline, tersenyum smrik.
"Eeeee... Jacqueline,gawat..!!". Melda,syok apa yang terjadi.
"Apa...? Sia-siapa,yang meng-upload duluan". Jacqueline, nampak terkejut melihat seseorang tengah mengunggah foto dirinya bersama Marco. Dalam foto tersebut, adegan seperti mereka berciuman. Padahal, tidak sama sekali.
"Siap, sepertinya ada seseorang yang mengikuti kita. Tapi, siapa? Di dalam ruangan tadi,hanya ada aku,kau dan Marco. Kecuali, Marco menggunakan kamera diam-diam. Lalu, mengunggah foto ini". Melda, langsung mencurigai Marco.
"Kalau begitu,ayo...kita temui, Marco". Belum sempat keluar dari toilet, seseorang mencegah mereka terlebih dahulu.
Jacqueline dan Melda, bertanya-tanya siapa dua perempuan di hadapannya. Apa lagi, tatapannya penuh dengan kebencian. "Ternyata,kamu ada di sini". Ucap seorang perempuan itu, dengan santainya. "kenalkan,aku Harlen. Kekasihnya, Marco. Aku sangat terkejut melihat foto,yang di unggah oleh seseorang".
"Oh, kekasih yang tak pernah di anggap". Gumam Melda, tersenyum smrik.
"hahahahha....kau benar, Melda. Buktinya saja, seorang pria bernama Marco. Sangat terkenal, di bidang fotografer profesionalnya. Bahkan, orang tahu..!! Jika Marco,masih jomblo". Ucap Jacqueline, kedua tangannya melipat ke dada.
"Nona Jacqueline,anda seorang model terkenal dan keturunan keluarga Fernandez. Apa tidak malu, dengan diri anda. Mendekati pria,yang sudah punya kekasih. Hemmm...atau jangan-jangan berita itu,benar? bahwa,anda sangat suka menggoda milik orang lain". Harlen, tersenyum kecil.
"Ya ampun,nona Harlen. Seharusnya,anda yang berkaca dulu. So, buktikan sendiri. Jika dirimu, adalah kekasihnya Marco ". Melda, malah memberikan tantangan kepada Harlen.
"Hussssttttt... Melda,jangan seperti itu. Tentu saja,dia alan malu dan sangat malu. Kau tahu,dia dan Marco memang sepasang kekasih. Akan tetapi, Marco tidak ingin mempublikasikan hubungan mereka. Karena, mempengaruhi karirnya itu. Harlen, aku tidak akan merebut milik orang lain. Akan tetapi,jika dia tergoda dengan ku. berarti benar, bukan salahku". Jacqueline, terlihat santai menghadapi musuhnya ini.
__ADS_1
"Anda, sangat santai sekali. Berhadapan denganku,hemmm.... Nona Jacqueline Fernandez, aku akan membongkar hubungan kami dan kamu siap-siap untuk di hujat orang. Apa kamu,siap". Tanya Harlen, tersenyum manis.
"Aissss..... bongkar saja, aku siap untuk menghadapi semuanya. Kamu harus tau, berhadapan dengan siapa? Siap-siap saja,dirimu yang akan di lempar oleh orang-orang sekitar". Jacqueline,tak ada rasa takutnya menghadapi Harlen.