BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Anak Kecil


__ADS_3

V,memandang lekat ke ruang tamu mansion. Apa lagi, melihat anak kecil tengah bermain-main dengan Jacqueline dan ibunya.


Cukup lama V, memperhatikan kegiatan mereka. Memang benar, mansion terdengar sangat ramai ada canda tawa suara anak kecil.


"Ck,anak siapa? Yang di pungut, oleh mamah". Gerutu V, seketika Sarah, Jacqueline dan Ly menoleh ke arahnya


"Eeeee....dia,anak".


"Anakku,kenapa kak? Yakan,sayang". Jacqueline, mengecup pipi Ly.


"Mommy...". Cicit Ly,yang asyik bermain boneka.


Apa? Sejak kapan, Jacqueline membuatnya dan dengan siapa juga. Batin V, terkejut mendengar jawaban Jacqueline.


"Haa...!! Tidak, aku tidak mempercayai perkataan mu Jacqueline. Jangan aneh-aneh,kamu. Selama ini,aku...".


Mendengar ucapan anaknya, Sarah mengerutkan keningnya dan tersenyum kecil.


"Oh...selama ini,kamu mengawasi adikmu". Kini Sarah, memotong perkataan anaknya dengan tatapan tajam. sok-sokan ngatain, tidak peduli. Tapi, diam-diam menjadi penguntit.


"mah, maksudnya aku....aku memang mengawasinya, karena demi kebaikan bersama". V,membela dirinya. "Katakan,anak siapa bocah itu". Tanya V, lagi. Astaga,aku ketahuan lagi. V, benar-benar malu saat ini. Apa lagi, pandang ibunya


"Ckckck...sok tidak tahu, katanya selalu mengawasi gerak-gerik adikmu". Decak Sarah, tersenyum smrik. Bilang saja, keahlian untuk menjadi penguntit kalah dengan Jacqueline.


"Mah, Jacqueline susah di atur. Asal mamah,tau? Dia, memiliki ribuan cara untuk menghindari pengawasan ku". Tunjuk V, terlihat geram. hanya kamu,yang bisa mengalahkan diriku. Sampai-sampai,aku menyerah dan kehilangan jejak. Aku yakin,kamu dan Jacob sudah melakukan hal yang tidak pantas. Siaaaall.....kenapa,aku kalah.


"Berarti,kakak kurang skill untuk mengawasi ku. Masa,cuman segitu doang. Bisa aku akalin, jabatan saja CEO tapi bodoh juga. Hahahaha......". Jacqueline dan Sarah, tertawa lepas bersama.


Frans, hanya tersenyum kecil. Di dalam hatinya,dia tertawa terbahak-bahak. Hanya nona Jacqueline,yang bisa mengalahkan tuan bos. Salut atas bakat anda,nona. Andaikan,aku bisa berguru kepada anda. Batin Frans,karena kagum dengan Jacqueline. karena dia,juga kalah dengan keahlian untuk kabur dan menghindari pengawasannya.

__ADS_1


"Kenapa,ha? Aku tahu,jika kamu mengumpat diriku dalam hatimu". V,juga menunjukkan jarinya tepat di dada Frans. Sial, berani sekali Frans. Malah mengumpat diriku,awas kamu. Delik mata V, menyeringai tajam ke arah Frans.


"Maaf,bos". Frans,hanya menghela nafas panjang. Mana mungkin,bos tahu? Apa isi,hatiku yang sudah mengumpat dirinya.


"Kata....".


"Anak tuan Yoshi,kak". Jawab Jacqueline,dia memotong perkataan V. Aku yakin,kamu bakalan kepanasan mendengar nama duda beranak satu itu.


"Ap-apa...?? Anak tuan Yoshi, tunggu dulu. Yoshi,Yoshi,Yoshi. Siapa dia? Namanya, sangat familiar sekali". V, mengingat siapa sebenarnya Yoshi.


"Bos,tuan Yoshi adalah seorang sutradara film terbilang sangat terkenal dan berstatus duda dan memiliki anak satu". Frans, memberitahu kepada V.. Karena Frans, wawasannya, sangat luas dan cepat.


Sontak V, membulatkan matanya dengan sempurna. "Apa...?? Sutradara Yoshi, maksudnya". Teriak V,akan tetapi mendapatkan pukulan dari ibunya. "Auuukkkk..."


"Teriak-teriak ,emangnya mansion ini hutan". Bentak Sarah, menggeleng kepalanya. Memiliki anak satu,kaya sepuluh saja.


"Jacqueline, ngapain kamu mengadopsi anak sutradara cabul ini" tunjuk V, begitu geram kepada adiknya. Sekali lagi, Sarah memukul bahu anaknya. Kurang ajar sekali, sutradara cabul itu memikat adikku. tidak pantas,jika bersanding di keluarga Fernandez.


Kali ini Jacqueline dan Frans, cekikikan tertawa. Melihat V,di ceramahi ibunya.


"Tante,dia siapa? Kenapa, marah-marah gitu". Ly, berbicara dengan Sarah.


"Aduhh...maaf yah..maklum, dia anak tante satu-satunya. Jadi,agak nyebelin". Sarah, tersenyum manis.


"Oh,kata papah. Kalau nyebelin,buang aja ke laut. Biar kakak itu,bisa berubah lebih baik lagi". Kata Ly, yang membuat mereka cekikikan menahan tawanya.


"Hahahaha... benar sekali,apa katamu sayang". Sahut Sarah, akan tetapi ekspresi V langsung berubah.


V, duduk tersandar di sofa dan memerintahkan kepada Frans membuatkan minuman. Matanya, tertuju kepada Jacqueline tengah asyik bermain dengan anak kecil itu.

__ADS_1


"Ada hubungan,apa? Sampai,kamu membawa anak sutradara itu". Tanya V,yang penasaran. Aku yakin, pasti ada sesuatu bakwan di balik udang.


"Hemm...biasa,bisnis". Jawab Jacquie, tersenyum. Lama-kelamaan,pasti pertanyaannya nyasar kemana-mana. Dasar,kepoan sekali. Bilang saja, cemburu jika aku dekat dengan siapapun.


"Jangan coba-coba, untuk masuk ke dunia perfilman". Ancam V, langsung.


"V, kamu aneh sekali. Kenapa,tidak di perbolehkan untuk menjadi artis. Sedangkan, kamu calon istri saja seorang artis,". Sahut Sarah, langsung. Benar-benar yah,suka sekali melarang Jacqueline melakukan ini itu.


V, terdiam dan langsung skakmat oleh ibunya sendiri. Sial,kenapa aku yang terkena imbasnya.batinnya.


"Kak,aku tidak akan menuruti perintah mu. Ingat itu,sok menasehati aku. Eeee... punya calon istri, seorang artis". Kata Jacqueline, menyunggingkan senyumnya.


"kakak, lihat dong. Siapa, calon istri kakak itu". Cicit, Ly sangat menggemaskan sekali.


Jacqueline, memperlihatkan sebuah foto Laura. "Oh....tante ini,". Ly, manggut-manggut saja.


"Tante? Emangnya, kenapa dia sayang". Tanya Sarah, penasaran.


"Beberapa kali,dia mengunjungi papah. Katanya,mau jadi pemeran film terbaru papah. Eeee..tetap saja,papah tolak. Karena,kak Jacqueline akan menjadi pemerannya. Tetapi,kak Jacqueline menolaknya". Ly, nampak sedih menjelaskan.


"Eeee... bukankah,kakak sudah setuju menjadi bintang tamu saja. Hanya beberapa peran,di film papahmu". Jacqueline, langsung mengembalikan moodnya Ly.


"Hoooreee... beneran yah,kak. Jadi,Ly bakalan datang di lokasi syuting karena ada kakak". Ly, memeluk erat tubuh Jacqueline.


Astaga,aku sudah berkata seperti itu dengan Ly. Tidak apa, daripada Ly cemberut lagi.batin Jacqueline.


"Kakak,tante Laura pernah meluk papah diam-diam dan memakai baju seksi transparan. Tapi,jangan bilang sama siapa-siapa. Karena,Ly hanya mengintip dan takut dengan papah. Tapi,papah langsung mendorong tubuh tante itu dan jatuh ke lantai". Bisik Ly, mendengar bisikan Ly. Membuat Jacqueline,syok dan terkejut.


Jacqueline, menatap lekat manik-manik mata bocah di hadapannya. Memang benar, tidak ada kebohongan semata. "Bagaimana,jika dia datang lagi. Kamu, video kan. Biar jadi bukti, kasian kakak Jacqueline di bohongi oleh tante itu". Bisik Jacqueline, tersenyum. Akan tetapi,dia menggerutu dirinya sendiri. Jacqueline,kamu apa-apaan sih? Melakukan hal ini, dengan anak kecil. Kasian Ly,kalau di marahi oleh papahnya.

__ADS_1


Tetapi di lubuk hati terdalam, Jacqueline tidak terima jika kakaknya di manfaatkan oleh seseorang. Jacqueline, berniat untuk membongkar akal busuk Laura. Kemungkinan,dia memiliki sesuatu rencana licik dan masuk kedalam keluarga Fernandez.


__ADS_2