BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Kehilangan Segalanya


__ADS_3

Prangggg....


"Berani sekali, mereka melakukan hal itu kepada Jacqueline. Apa mereka tidak tahu? Jika Jacqueline, termasuk keluarga besar Fernandez". Decak V, sangat marah. Di saat adiknya,di permalukan di depan orang banyak.


Orangtuanya V, hanya diam dan mendengarkan perkataan anaknya itu. Bahkan,tak segan-segan V memecahkan vas bunga Ibunya.


"Kenapa,papah dan mamah diam? Heran sekali". Gerutu V, langsung.


"Papah, sudah melakukannya. Kamu,tenang saja". Jawab Irfan,ayahnya. Mana mungkin, Irfan dan Sarah hanya diam. Di saat anak angkatnya,di permalink di depan umum.


"Aku akan membawa Jacqueline, pulang ke mansion ini". Tegas V, rahangnya sudah mengeras.


"Tidak perlu, seminggu lagi. Aku dan mamahmu,akan pergi ke sana. Ada acara resepsi pernikahan,teman papah. Jadi, Jacqueline akan pulang bersama kami". Irfan, menghentikan niat V.


"Seminggu?itu,cukup lama pah. Lihatlah, bagaimana rumor beredar luas ini. Masa Jacqueline,di bilang sebagai pelakor oleh wanita itu. Kurang ajar sekali, menantu Indramayu merendahkan harga diri adikku". V, mengepalkan kedua tangannya.


Sarah,hanya menikmati secangkir kopi panas. Sambil, mendengar ocehan anaknya itu. "Sudahlah,jangan memikirkan Jacqueline. Dia, sudah besar dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri".


"Mah,bela terus anak kesayangan mamah itu. Lihatlah, apa yang di lakukan Jacqueline? Aku akan, menyeret paksa Jacqueline untuk pulang. V, tidak ingin di bantah siapapun. Titik,tanpa koma. Frans, ayo....kita berangkat sekarang juga". Perintah V,tanpa ba-bi-bu lagi.


Saat Sarah, ingin berbicara dan bertindak. Akan tetapi,suaminya menghentikan istrinya. "Biarlah, aku yakin. Dia,tidak akan bisa membawa pulang Jacqueline".


"Tapi,V akan tahu? Apa tujuan Jacqueline, sebenarnya mamah tidak menyetujui rencana Jacqueline. Aku sangat mengkhawatirkan, keadaan Jacqueline. Walaupun,dia bukan anakku. Tapi,dia sudah milikku". Isak tangis Sarah,di pelukkan suaminya.


"Sudahlah,biar Jacqueline tenang. Kalau, semuanya sudah beres ". Irfan, mencoba menenangkan hati istrinya.


Sedangkan V, sudah siap untuk meluncur dan memulangkan Jacqueline. Tentu saja V, menggunakan pesawat pribadi miliknya.


"Kemana saja,kuda Nil tidak mengangkat telpon ku? Bukankah,dia ada di kota itu. Kenapa,dia membiarkan adikku di permalukan di depan umum". Decak V,yang kesal kepada Huda.


V, tidak tahu apa-apa tentang Huda. Jika Huda,masih terlelap dalam tidurnya. Tentu saja Jacqueline, memberikan obat tidur terlalu banyak.

__ADS_1


"Ck, Melda kemana juga? Kenapa,telpon gak di angkat-angkat. Sial....mana Jacqueline, tidak membuka pesan. Apa lagi, telpon ku". Ingin sekali,V mengamuk-ngamuk. Pikirannya, tidak tenang saat ini.


"Pak Chandra dan psk Harto, begitu juga Romi dan Rivaldo. Mereka, terus-menerus menghubungi kita. Sepertinya, mereka ingin meminta maaf dan bantuan". Ucap Frans, sedari tadi ponselnya terus-menerus berdering. Sedangkan dirinya, sudah kebingungan.


"Tidak perlu,di respon segala. Tinggal matikan saja, ponselmu kan beres". Perintah V,tanpa memikirkan perasaan sang sekertarisnya.


"Aku juga mendapatkan informasi, banyak rekan bisnis mereka memutuskan untuk bekerjasama. Tentu, mereka takut berhadapan dengan anda".


"Baguslah, Sekalian saja. Dua perusahaan itu, bangkrut. Ratakan perusahaan, keluarga Yuswa yang di pimpin oleh Harlem. Aku yakin, perusahaannya sekarang bangkrut". Perintah V,tak segan-segan menghancurkan segalanya. Perusahaan Yuswa, adalah perusahaan yang di pimpin oleh suami Wandari.


"Sudah,di laksanakan bos". Jawab Frans.


**********


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah orangtuanya Nita dan Angel.


Angel,di hajar habis-habisan oleh ibunya. Saat mendapatkan kabar buruk, Angel tak sadarkan diri.


"Sekarang kita, sudah tidak memiliki apapun lagi. Aset dan perusahaan, sudah aku jual. Menutupi, kerugian besar di perusahaan. Saham-saham, yang mereka tanamkan di perusahaan kita. Kini,hilang sirna. Begitu juga, perusahaan Indramayu dan Rocky. Mereka,malah memutuskan dengan sepihak. Ini semua, karena ulah anakmu Wandari". Ucap Harlem,mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tidak, aku tidak mau miskin seperti dulu. Mas,harus melakukan Sesuatu. Bukankah,mas mantan pengacara terkenal. Bagaimana, kembali lagi sebagai pengacara". Wandari,harus pasrah menerima semuanya.


"Itu,bisa saja terjadi. Tetapi, bagaimana kedepannya. Kita,juga perlu uang banyak. Apa lagi,anakmu Angel selalu boros dan kamu juga. Mulai saat ini,harus berhemat sebisa mungkin. Suruh anakmu, meminta bantuan kepada calon suaminya itu". Harlem, benar-benar marah kepada anak tirinya.


"Tidak bisa,mas. Keluarga Rocky, sepakat memutus hubungan antara Angel dan Rivaldo. Mereka, sangat membenci Angel". Jawab Wandari, yang masih syok mendapatkan kabar yang begitu menyakitkan. "Angel, sekarang tidak sadarkan diri. Di dalam kamarnya,dia begitu syok berat".


Harlem, kebingungan saat ini. "Apa,sial....lalu, Nita mana? Apa dia, akan di ceraikan Romi ha? Jika, anak-anak mu menumpang hidup dengan kita. Aku tidak sanggup, Wandari. Apa lagi, Nita memiliki anak. Sudah pasti, pengeluaran banyak. Aku mana mampu,aku tidak sanggup. Apa lagi,anakmu Angel tidak ingin berkerja keras".


"Mas, kenapa kamu seperti ini? Bukankah,ini kewajiban untuk membiayai kehidupan anakku juga. Kamu adalah,ayah sambungnya". Wandari, terkejut mendengar ucapan Suaminya itu.


Demi kebaikan bersama, dengan pria yang di cintainya. Wandari,harus menghilangkan nyawa seseorang dan merampas harta dan kebahagiaan orang lain.

__ADS_1


"Aku tidak sanggup, Wandari. menghidupi keluarga ini,aku tidak memiliki pekerjaan apapun. Kembali sebagai pengacara,gajihku tidak cukup melayani royalnya kalian. Lebih baik, aku pergi meninggalkan keluarga ini". Tegas Harlem,tanpa memperdulikan perasaan istrinya.


"Mas, kamu tega sekali. Meninggalkan aku dan anakku, seperti ini ha? Dimana,letak kepedulian mu dan cintamu kepadaku. Bukankah,aku rela mengorbankan apapun dan melakukan apapun. Mas, jangan main-main denganku". Wandari, sedikit meninggikan suaranya. Dadanya terasa sesak, mendengar ucapan sang suami.


"Ketahuilah, Wandari. Selagi masih, terikat dengan keluarga ini. Aku juga, tidak bisa bekerja dan tidak bisa kembali seperti dulu. Sudah yakin, aku di tolak mentah-mentah oleh orang. Karena anakmu, sudah mempermalukan anak keturunan keluarga Fernandez. Ingatlah itu,mana sanggup aku hidup miskin dan tidak memiliki pekerjaan ini. aku, sebagai ayah tirinya. Sudah pasti, terkena imbas dari perbuatan Nita dan Angel". Harlem, harus terlepas dari keluarga istrinya. Walaupun,dia sangat berat meninggalkan mereka.


"Kamu tegas, mas. Aku sungguh kecewa, dengan mu. Seharusnya,kamu jadikan kami untuk kuat. Bukannya,malah menghancurkan dan menambah pikiran seperti ini". Isak tangis, Wandari.


Harlem, langsung pergi meninggalkan istrinya. Kemungkinan, dia bersiap-siap untuk keluar dari rumah ini.


Beberapa menit kemudian, Harlem keluar dari kamar dan menyeret koper besar. Saat dekat dengan Wandari, dia mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan di hati Wandari.


"Tenanglah,aku akan mengurus surat perceraian kita". Ucap Harlem,yang mampu menusuk-nusuk hati Wandari.


Setelah selesai berbicara, barulah Harlem keluar dari rumah. Saat keluar,dia di pertemukan dengan Nita.


Kepada Nita, sungguh menyedihkan.


Sambil, menggendong anaknya yang baru berumur delapan bulan itu. Nita,nampak terkejut melihat ayah tirinya menyeret koper besar.


"Papah,mau kemana? Mau, keluar kota". Tanya Nita, menghampiri ayah tirinya.


"Maaf,atas kesalahan besar kalian. Perusahaan Kita, bangkrut tanpa sisa. Jagalah mamahmu, papah akan meninggalkan keluarga ini. Papah, tidak sanggup lagi menahan rasa malu dan caci makian orang-orang lain. Apa lagi,papah terkena imbasnya juga". Harlem, menjelaskan kepada anak tirinya.


Nita, terkejut mendengar ucapan ayahnya. Dia, menggeleng kepalanya. Seakan-akan, tidak mempercayai semuanya. "Papah, tidak bisa gitu dong. Malah, meninggalkan kami. Di saat seperti ini, apalagi aku pah. Aku sudah di ceraikan, Romi. Bagaimana, kehidupan sehari-hari kami pah. Kami juga, butuh makan dan lainnya". Nita, mencoba menahan ayahnya.


"Maka dari itu,aku tidak sanggup membiayai kehidupan kalian. Apa lagi, kalian tergolong sebagai anak manja dan tidak mau susah". Bentak Harlem,yang sudah muak kepada anak tirinya.


"Enak sekali, sudah berjaya malah menikmati hasil kerja keras mamah. Sekarang,saat mamah miskin. Tapi,papah malah meninggalkan kami. Aku sudah menebak,kalau papah hanya mengincar harta mamah". Bentak Nita, ingin sekali dia menghajar ayah tirinya.


"Aku tidak peduli, bagaimana kehidupan kalian". Harlem, langsung melangkah kakinya untuk pergi. Tak memperdulikan teriakan, Nita dan tangisan cucunya itu.

__ADS_1


__ADS_2